Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 257


__ADS_3

Gumpalan asap rokok mengudara di udara keluar dari sang pemilik. Tangan kekar dan keras itu mengapit sebatang rokok yang bertengger indah di mulutnya.


Bibir agak tebal kehitaman menandakan orang itu perokok aktif, ia duduk berpangku kaki dengan tatapan tajam bagai elang menatap keempat orang yang sedang berlutut didepannya.


Ah! Lebih tepat 3 orang karena yang satu meringkuk sepeti bayi di lantai.


"Katakan apa tujuan kalian ke rumah aku?" tanya Steven dengan suara dingin dan berat.


Ya orang yang sedang duduk berpangku kaki sambil menghisap rokok adalah Steven Smith. Saat ini mereka berada di markas Red Blood yang baru di bangun di Indonesia.


Karena tidak ingin jauh dari sang istri, akhirnya Steven memilih memindahkan markas utama mereka di Meksiko ke sini. Tak lupa juga perusahaannya yang berada di Meksiko juga ia pindahkan ke sini.


Smith Company adalah nama perusahaan Steven yang bergerak di bidang jasa penyedia bodyguard terbaik saat ini.


Tak jarang dari pihak artis maupun pemerintah dari berbagai negera sering meminta jasa layanan mereka. Karena pekerjaan mereka yang selalu memuaskan membuat perusahaan itu menjadi perusahan nomor satu di bagian jasa keamanan.


"Apa kalian semua bisu?" tanya Steven dengan suara dingin.


"Bajingan! Kamu dan pemuda sialan itu memang iblis jahanam!" bentak Roy dengan emosi.


"Ah! Maksudmu Denis ya. Dia adalah anak tiriku dan ya aku akui dia itu memang jelmaan seorang iblis" ucap Steven sambil tersenyum mengejek.


"Apa kamu ingin merasakan kekejamannya?" tanya Steven sambil tersenyum menyeringai.


"Biadab! Mati saja kamu an**ng dengan keluarga sialanmu itu pengecut!" maki Roy dengan suara tinggi.


Bugh................


"KAKAK" pekik Zara histeris saat Lexi menendang Roy tepat di rahang.


"Beraninya mulut kotormu itu memaki bos besar kami bangsat!" bentak Lexi dengan emosi.


"Lexi" tegur Steven dengan tatapan tajam.


"Maafkan saya bos besar. Saya hanya tidak terima bos besar di maki" ucap Lexi sambil menunduk.


"Heemmm! Jangan menganggu aku" titah Steven dengan suara dingin dan tegas.


"Baik bos besar" balas Lexi dengan patuh.


Tak..........tak...........tak..........


Bunyi sepatu fantovel milik Steven menggema didalam sana memecah keheningan. Roy perlahan-lahan mengangkat kepalanya saat melihat sepasang sepatu fantovel mengkilat didepannya.


"Mau apa kamu berengsek? Pergi kamu sialan!" teriak Roy dengan ketakutan.


"Ah! Ternyata kamu ketakutan" cibir Steven dengan tatapan mengejek.


"Lepaskan kami sialan! Apa kamu tidak puas sudah membuat mommy kami mati!" bentak Zara dengan suara tinggi.


Plak...............


Telinga Zara berdengung saat pipi kirinya di tampar oleh Steven. Saking kuatnya tamparan Steven, bibirnya sampai robek dan terlihat jelas tanda cap 5 jari di pipi putihnya itu.


"Suaramu sangat berisik ja**ng. Jadi lebih baik kamu diam saja sebelum aku memotong lidahmu itu" ancam Steven dengan tatapan membunuh.


Zara mengangguk kepalanya tak menjawab ucapan Steven karena ketakutan. Ia tahu apa yang di bilang Steven barusan tidak main-main, apa lagi dia adalah seorang mafia.


"Aku sumpahin kamu tidak akan pernah bahagia dengan pernikahan kamu sialan" hardik Roy dengan tatapan penuh kebencian.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Hahahaha...................


Tawa Steven bergema didalam sana membuat Roy semakin emosi. Ia berjanji dalam hati kalau dia akan membunuh Steven dengan tangannya sendiri.


Lihat saja aku akan membalas kematian mommy dan penghinaan kamu bajingan, batin Roy dengan penuh kebencian menatap Steven.


"Kamu pikir kamu itu Tuhan atau melaika. Sebelum mengutuk orang alangkah baiknya kamu lihat dirimu terlebih dahulu" ucap Steven dengan tatapan tajam sambil memegang rahang Roy dengan kuat.


"Lepas sialan" desis Roy kesakitan seperti rahangnya mau patah.


"Aku memang seorang mafia dan manusia yang penuh dosa tapi aku tidak seperti kamu yang lupa diri kalau kamu itu lebih keji dari seroang manusia. Bahakan an**ng pun lebih baik dari pada kamu" tambahnya lagi dengan tatapan membunuh.


Brugh....................


Steven melepas rahang Roy dengan kuat hingga pemiliknya jatuh di lantai. Mata Roy menatap Steven dengan penuh kebencian sambil menahan sakit yang amat luar biasa.


"Jangan kalian kira aku tidak mengetahui maksud tujuan kalian kesini" ucap Steven sambil berdiri melihat benda kesayangannya di atas meja.


"Manusia muka uang dan licik seperti kalian sangat mudah di tebak" tambahnya lagi sambil tersenyum menyeringai.


Crash................


Steven terkekeh melihat ketakutan di wajah Roy, Clara, dan Zara saat ia menghentak cambuknya di lantai.


Josua yang sudah lemah tak berdaya hanya diam saja tidak bisa berbuat apa-apa. Seluruh tubuhnya sangat sakit dan tidak bisa di gerakkan karena pukulan Sandro tadi tidak main-main.


Pasrah!

__ADS_1


Kata itu yang tepat untuk Josua saat ini, karena ia tidak sanggup lagi. Ia berharap semoga ia tidak mati hari ini apa lagi di tangan orang yang sangat ia benci di dunia ini.


"Apa yang mau kamu lakukan? Jangan mendekat sialan!" teriak Zara ketakutan saat Steven mendekatinya.


"Memberi pelajaran kepada anj**g liar! Hehehe" ucap Steven sambil terkekeh.


Crash..........crash.........crash.............


Aaarghh.............aarrgghh..............arrghh...........


Jeritan kesakitan Rio, Zara, dan Clara bergema didalam sana saat Steven dengan kejam mencambuk ketiganya.


Steven sepeti kesetanan mencambuk mereka sambil tersenyum lebar, mendengar teriakan kesakitan mereka yang terdengar sangat merdu di telinganya.


"Beraninya kalian ingin menganggu rumah tangga aku!" bentak Steven.


Crash.........crash...........crash............crash........


"Ini akibatnya karena ingin mengusik keluarga baru aku sialan" hardik Steven dengan suara menggelar.


"Aaarrgghhh! Ampun. Ampun aku mohon ampun! Tolong ini sangat sakit" teriak Zara menjerit kesakitan.


Seperti tuli Steven kembali mencambuk ketiganya bergantian dengan brutal. Baju mereka sudah tidak berbentuk lagi dengan kulit yang terkoyak panjang terkena cambukan.


Darah segera mengalir menuju seluruh ruangan sehingga menguarkan bau anyir yang sangat pekat.


"Buang mereka ke pulau tengkorak" titah Steven setelah puas mencambuk ketiganya.


"Baik bos" ucap anak buah Steven.


"Bos besar lalu bagaimana dengan wanita tua itu?" tanya Lexi sambil menunjuk box berisi potongan tubuh Samantha.


"Makamkan dia di samping putri ja**ngnya" jawab Steven dengan suara dingin dan kesal saat menyebut mantan istrinya.


"Baik bos besar" balas Lexi dengan patuh.


Steven membuka kemeja yang ia pakai lalu membuangnya di lantai. Ia kemudian memakai jas yang di berikan anak buahnya dan berlalu pergi dari markas mereka.


Malam itu menjadi malam yang tidak akan pernah dilupakan semua orang. Bahkan mereka sampai ketakutan memikirkan kekejaman Denis tadi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


1 tahun kemudian


Hari berganti minggu berganti bulan dan tanpa terasa sudah 1 tahun berlalu. Selama itu ada banyak sekali momen yang di rasakan oleh Denis dan keluarga kecilnya.


Bukan hanya Denis tapi semua anak buah kepercayaannya juga merasakan momen yang bahagia, karena pada akhirnya mereka sudah memiliki anak masing-masing.


Saat ini Kai sedang bermain bersama pengasuhnya mbok Erna di taman samping. Balita itu sedari tadi melihat kanan-kiri mencari seseorang.


"Tuan muda lagi nyari apa?" tanya mbok Erna dengan suara lembut.


Balita 1 tahun 3 bulan itu menatap pengasuhnya dengan tatapan dingin dan datar. Mbok Erna yang sedari dulu mengasuh Kaisar merinding dengan tatapan balita itu yang sama persis dengan. papanya.


"Tuan muda mau apa?" tanya mbok Erna lagi saat melihat Kasiar seperti sedang mencari sesuatu.


"Mama" ucap Kai singkat.


"Nyonya lagi masak di dapur tuan muda" ucap mbok Erna memberitahu.


Kaisar bangun perlahan dan berjalan dengan langkah kecilnya memasuki mansion. Mbok Erna lalu menyusul tuan mudanya takut ia jatuh.


"Mama" panggil Kai dengan suara cadelnya.


Leila yang sedang memasak langsung berhenti saat mendengar suara putranya. Ia meminta koki memperhatikan masakannya karena ia ingin menemui sang anak.


"Kaisar" panggil Leila dengan suara lembut.


"Mama" pekik Kaisar dengan riang berlari menghampiri Leila.


Grep...................


Leila langsung mengendong putranya sambil mencium pipinya membuat balita itu tertawa.


"Kaisar nyari mama ya?" tanya Leila menatap putranya dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Heemmm" deham Kaisar sambil mengangguk kepalanya.


Benar-benar sifat anak aku persis papanya, batin Leila menatap putranya yang duplikat dengan suaminya.


Bukan hanya wajahnya yang sama tapi sifat mereka juga sama. Sama-sama dingin dan irit bicara, apa lagi jika kemauannya tidak di penuhi maka anaknya anak mengamuk dan melempar semua barang di dekatnya.


"Ma angen papa" ucap Kaisar dengan mata berkaca-kaca.


"Sabar ya sayang. Besok papa udah pulang dari Spanyol jadi Kasiar bisa main sepuasnya dengan papa yang nak" ucap Leila sambil mengelus kepala putranya dengan lembut.


"Lama" keluh Kaisar dengan bibir mengerucut.


"Tidak lama kok sayang. Tinggal 1 hari lagi papa udah pulang nak" ucap Leila sambil mengangkat 1 jarinya memberitahu sang anak.

__ADS_1


"Heemmm"


"Gimana kalau kita main ke rumah nenek" ajak Leila.


"No. Ada uncle jeyek" tolak Kasiar dengan suara tegas.


"Uncle Zeus nak bukan uncle Jelek" ucap Leila membenarkan.


"No. Uncle jeyek" kekuh Kaisar dengan mata melotot tajam.


Phew..................


Leila membuang napasnya dengan kasar melihat sifat anak anak yang keras kepala dan tidak mau mengalah. Sudah berulang kali ia memberitahu kalau Zeus tidak boleh di panggil uncle jelek tapi anaknya tak mau dengarkan ucapannya.


"Kaisar mau apa! Heeem?" tanya Leila dengan suara lembut.


"Alan aik obil papa" jawab Kaisar sambil tersenyum lebar.


"Baiklah son. Tapi setelah makan dan bobo siang baru kita jalan-jalan dengan mobil papa ya"


Kaisar mengangguk kepalanya menjawab ucapan sang mama. Sesuai ucapan Leila tadi, sorenya ia, Kaisar, dan pengawal pribadinya jalan-jalam dengan mobil mewah suaminya.


Tadi balita itu menangis ingin naik mobil sport Lamborghini hitam milik suaminya tapi Leila tak mengijinkannya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ia tahu jika suaminya tidak menyukai orang lain membawa mobilnya selain dia atau istrinya. Jadi Leila membujuk sang anak untuk menaiki mobil mewah sang suaminya jenis Maybach.


~ Taman Kota ~


Disinilah Leila dan Kasiar berada, ia mengajak anak anak untuk jalan-jalan di taman kota sambil menikmati pemandangan sore yang sangat ramai disana.


Aduh gantengnya


Wah itu akan tuan muda Arkana


Wajahnya duplikat dengan Presdir Arkana


Uhhh! Gemasnya lihat wajah tampan tuan muda Arkana


Ah! Aku tidak menyangka akan melihat tuan muda Arkan bersama mamanya hari ini


Bisik-bisik pengunjung taman yang histeris melihat ketampanan Kaisar meski baru berumur 1 tahun 3 bulan. Apa lagi mamanya yang sangat cantik membuat semua mata disana berdecak kagum.


Mereka ingin berfoto bersama tapi di urungkan saat melihat tatapan tajam pengawal Leila yang menakutkan.


"Mama apek" keluh Kaisar yang sedari tadi di tuntun berjalan saat sampai taman.


"Sini mama gendong sayang" ucap Leila langsung mengendong sang anak.


Leila membawa putranya berkeliling dan membeli jajanan di sana, tapi putranya itu menolak tidak ingin mencoba jajan yang ia beli.


"Benar-benar hidup sehat seperti papamu nak! Hehehehe" gumam Leila sambil terkekeh melihat ekspresi wajah anaknya yang cemberut saat merasakan jajanan yang ia beli di sekitar taman.


~ Madrid, Spanyol ~


Denis tersenyum lebar melihat foto sang istri dan anaknya yang sedang berada di taman kota dari anak buahnya.


Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan dua orang yang paling ia sayangi dalam hidupnya, setelah hampir 2 minggu berada di Spanyol mengurus masalah di perusahaannya disini.


"Bos" ucap Sandro dengan suara dingin.


"Bagaimana?" tanya Denis dengan suara tak kalah dingin.


"Orang itu sudah tertangkap bos dan saat ini berada di ruang bawah tanah di markas" jawab Sandro.


"Hehehehe! Jangan apa-apakan dia biar aku yang akan bermain dengannya" titah Denis sambil terkekeh.


"Baik bos" jawab Sandro dengan gugup merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasi.


Denis tersenyum smirk memikirkan orang yang membawa kabur uang perusahaannya. Bukan itu saja ia juga menjual informasi penting perusahaan cabangnya ke saingan bisnisnya.


"Siapkan jet aku. Setelah dari markas kita pulang" titah Denis dengan suara dingin.


"Oke bos" balas Sandro sambil tersenyum lebar.


Mendengar kata pulang membuat Sandro semakin tak sabar ingin bertemu dengan keluarga kecilnya, karena ia ikut sibuk bersama sang bos di Spanyol.


~ Markas S Black Devil ~


Setibanya di markas Balck Devil yang berada di negara itu, Denis dan Sandro langsung masuk ke dalam markas yang berupa mansion.


Tujuan mereka kali ini adalah ruang bawah tanah di paviliun belakang.


"Siapa kalian?" teriak suara laki-laki yang sedang terikat berbentuk huruf X di dalam sana.


"Apa kamu sudah puas jalan-jalan dengan pelac**mu Mr. Birick?" tanya Denis dengan suara dingin dari pintu masuk.


"Presdir" ucap Mr. Birick dengan kaget dan mata melotot melihat sosok Denis.

__ADS_1


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..................


__ADS_2