Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 121


__ADS_3

Amira kaget mendengar ucapan Rasya barusan yang mengatakan kantor polisi dan ia semakin bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi disini dan kenapa juga Leila dan Arkan berada di kantor polisi semalam.


“Apa ini yang dimaksud Denis semalam ingin mengurus sesuatu” ucap Amira dengan penuh tanda tanya.


“Ada apa nyonya? Apa nyonya butuh sesuatu?” tanya Rasya dengan cepat.


“Oh tidak nak Rasya. Kalau begitu ayok kita kesana” jawab Amira dengan cepat.


“Baik nyonya. Kalau begitu biar saya saja yang menyetir nyonya” ucap Rasya sambil melirik pak Anton memberi isyarat kepada Amira.


“Ah! Pak Anton pulang saja biar aku diantar Rasya. Nanti pak Anton minta diantar sama mobil pengawal dibelakang” ucap Amira dengan cepat mengerti isyarat Rasya barusan.


“Biar saya naik taksi saja nyonya” ucap pak Anton.


“Baiklah pak Anton”


Amira lalu mengambil beberapa pecahan seratus dan memberikannya kepada pak Anton sebagai ongkos taksi. Pak Anton yang mendapat uang sebanyak itu memilih pulang ke rumah untuk membelikan makanan enak buat keluarganya.


~ BakerTech ~


Kenzo tersenyum lebar melihat begitu banyak wartawan didepan perusahaan yang sedang menunggu Leila karena skandalnya yang sedang booming sejak subuh tadi. Ando yang berdiri di belakangnya hanya diam saja menunggu perintah Kenzo.


“Beritahu direktur Handi untuk terus membuat berita mengenai perempuan itu semakin panas” ucap Kenzo dengan suara dingin.


“Baik tuan” jawab Ando dengan suara tak kalah dingin.


“Dimana ja**ng itu?” tanya Kenzo dengan tatapan tajam.


“Ada di hotel papanya tuan. Tapi tadi pagi tuan Sergio mengirim pesan jika ia membatalkan pesanannya kepada Alexa setelah melihat gosip nona Alexa tuan” jawab Ando menjelaskan.


“Biarkan saja. Lagian ja***g itu sudah tidak berguna lagi untuk aku” ucap Kenzo dengan santai.


“Baik tuan”


“Beritahu Windi untuk mengirim pemberitahuan kepada semua pemegang saham untuk rapat besok mengenai pemecatan presdir Leila” titah Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


“Baik tuan”


“Suruh Jason datang sekarang” ucap Kenzo dengan suara tegas.


“Iya tuan”


Ando segera keluar dari ruangan Kenzo dan melakukan perintahnya tak lupa mengirim pesan kepada Sandro mengenai niat Kenzo barusan yang ingin mengadakan rapat dengan pemegang saham dengan agenda pemecatan Leila.


Setelah melihat pesannya sudah dibaca oleh Sandro ia segera menghapus pesan tersebut tidak ingin sampai Kenzo mengetahui semuanya. Saat akan masuk ke dalam ruangannya tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk dari Dr. Budi yang mengurus kedua kakak dan ayah Kenzo di rumah sakit.


^^^“Halo dok”^^^


“Halo selamat pagi tuan Ando”


^^^“Ya selamat pagi dok. Ada apa dok?” tanya Ando to the point dengan suara dingin.^^^


“Saya mau mengabarkan kalau kedua kakak tuan Kenzo hari ini sudah diperbolehkan pulang tuan Ando dan juga tuan besar Arjuna barusan menunjukkan kondisi yang semakin membaik tuan” jawab dokter Budi menjelaskan.


^^^“Apa tuan besar Arjuna akan siuman dok?” tanya Ando dengan cepat.^^^


“Iya tuan” jawab dokter Budi.


^^^“Baik dok terima kasih atas informasinya dan sedikit lagi saya akan kesana”^^^


“Baik tuan Ando”


^^^“Iya dok”^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ando lalu mematikan panggilannya dan segera pergi memberitahu Kenzo tentang kedua kakaknya tapi tidak mengatakan tentang kondisi ayahnya, Kenzo tidak memperdulikan mereka sama sekali malahan ia menyuruh Kenzo memasukan kedua kakaknya ke rumah sakit jiwa karena tidak ingin mengurus orang cacat.

__ADS_1


Ando bergegas pergi dari sana menuju ke rumah sakit dan saat menunggu lift ia berpapasan dengan Jason yang akan menemui Kenzo.


“Mau kemana dude?” tanya Jason.


“Rumah sakit” jawab Ando dengan suara dingin.


“Hah! Kamu sakit? Kamu sakit apa dude? Apa mau aku antar?” tanya Jason dengan panik.


“Ckk!! Aku tidak sakit bodoh! Lebih baik kamu segera temui tuan karena tuan sudah menunggumu dari tadi” decak Ando dengan tatapan sinis.


Jason bengong melihat Ando yang sudah masuk ke dalam lift dan tak menyangka jika ia akan dipanggil bodoh oleh temannya itu.


“Apa dia mengatai aku bodoh?” tanya Jasonmenunjuk dirinya sendiri.


“Fuk you Ando!*” makinya lagi dengan emosi.


Windi yang sedari tadi mendengar pembicaraan keduanya menahan tawanya agar tak pecah melihat wajah kesal Jason yang tak terima dikatai bodoh oleh Ando.


Ada-ada saja mereka, batin Windi sambil menggelangkan kepalanya.


~ Rumah Sakit Pertiwi ~


Sampainya di rumah sakit Pertiwi Ando segera menuju ke lantai 5 tempat pasien VIP yang sudah di tunggu dokter Budi didalam kamar Marcel Arjuna ayahnya Kenzo.


“Bagaimana dok?” tanya Ando dengan suara dingin.


“Tinggal menunggu pasien sadar saja tuan” jawab dokter Budi.


“Heemmm! Jangan sampai hal ini diketahui oleh tuan Kenzo dok” ucap Ando memperingatinya.


“Baik tuan”


“Dimana kedua kakak tuan Kenzo?” tanya Ando dengan cepat.


“Ada di ruangan sebelah tuan” jawab dokter Budi.


“Saya akan membawa mereka pulang dok” ucap Ando dengan suara dingin dan datar.


“Baik tuan Ando”


Ando lalu menyuruh anak buahnya membawa keduanya keluar dari sana dan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di garasi. Setelah itu mereka lalu menuju ke Rumah Sakit Jiwa Leona yang terletak di pinggiran kota jauh dari perkotaan.


~ DA Corp ~


Denis berkutat dengan laptop didepannya mengecek seluruh pekerjaannya dan juga pekerjaan markas tak lupa mengecek pekerjaan Leila karena hari ini Leila tidak masuk.


Kring…………..


Matanya lalu tertuju ke hp yang berada di sampingnya saat berbunyi dan melihat nama Austin Smith tertera dilayarnya.


^^^“Heemmm” ucap Denis menjawab panggilan Austin.^^^


“Untuk apa Roy Matinez menginap di rumah mama kamu Denis?” tanya Austin to the point dari seberang.


^^^“Kamu memataiku?” tanya balik Denis dengan suara dingin.^^^


“No tapi aku menyelidiki rubah tua itu dan tahu ia menginap di rumah mama kamu” jawab Austin dengan jujur.


^^^“He said, he is my dad friend” (dia bilang kalau dia adalah teman papaku)^^^


“Ckk!! You must be carefully with him. Dia itu seorang rubah munafik bermuka dua” (kamu harus berhati-hati kepadanya) ucap Austin dengan kesal menyebut  orang yang dia benci.


^^^“Yeah I know”^^^


“Dia adalah salah satu musuhku yang selalu mengagalkan bisnis aku di Italia dan selalu menyabotase semua klienku di cabang Smith Company yang berada di Italia! Satu lagi dia adalah orang yang sangat licik dan bermuka dua”


^^^“Hemmm! Same like you” (sama seperti kamu)^^^

__ADS_1


“Sialan kamu Denis!” ucap Austin dengan kesal dari seberang.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis segera mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Austin dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sangat menumpuk sekalian menunggu kabar dari Arsen dan Sandro yang ia perintahkan tadi


pagi.


Tepat saat jam makan siang Arsen masuk ke dalam ruangan Denis membawa makan siang buat Denis dari restoran mamanya sekaligus ingin melaporkan semua pekerjaannya yang sudah selesai ia kerjakan.


“Bos ini makan siang bos” ucap Arsen setelah menaruh kotak makan siang di atas meja.


“Apa mamaku sudah sampai markas?” tanya Denis sambil membaca laporan didepannya tak mengubris ucapan Arsen tentang makanan.


“Sudah dari tadi bos dan saat ini nyonya sedang bersiap membawa nona Leila ke rumah utama bos” jawab Arsen mengingat pesan yang di kirim Arkan barusan.


“Suruh Arkan untuk mengambil beberapa pakaian Leila biar ia menginap saja disana” titah Denis dengan suara tegas.


“Baik bos” balas Arsen dengan suara dingin.


“Bos harus lihat ini” tambahnya lagi sambil menaruh iPad didepan Denis.


Tak berkata apa-apa Denis mengambil iPad Arsen dan menonton video yang ingin Arsen perlihatkan kepadanya. Bibirnya tersenyum menyeringai menonton video saat Kenzo memperkosa Alexa semalam dan itu semua di rekam oleh Ando tangan kanannya sendiri.


“Kalian berdua memang pasangan yang serasi!” ucap Denis sambil tersenyum smirk.


“Orang di balik skandal nona Leila saat ini adalah Kenzo Arjuna bos” ucap Arsen.


Krek…………….


Mata Arsen melotot melihat iPadnya yang tiba-tiba patah terbagi dua karena dipatah oleh Denis saat mendengar siapa orang di balik skandal kekasihnya. Matanya berkilat tajam dengan aura membunuh yang sangat terasa


didalam sana membuat Arsen menelan salivanya merasa gugup.


“Malam ini juga bakar semua bisnis haramnya” titah Denis dengan aura membunuh.


“Baik bos” ucap Arsen.


“Untuk perusahaan media yang mengeluarkan berita skandal nona Leila sudah aku buat collaps sejam yang lalu  bos” tambahnya lagi sambil menghidupkan TV menunjukkan berita bangkrutnya perusahaan HB Capital.


“Sebarkan berita jika DA Corp adalah dalang dibalik kehancuran perusahaan itu biar perusahaan lain jangan macam-macam denganku” ucap Denis dengan suara dingin.


“Baik bos. Bos Sandro sudah mendapat orang itu” ucap Arsen membaca pesan yang dikirim Sandro barusan.


“Hehehe…………..bawa dia ke markas dan suruh diamengaku perbuatannya jangan luka rekam! Siapkan konferensi pers besok untuk mengklarifikasi semuanya” ucap Denis sambil terkekeh.


“Ah! Jangan lupa malam nanti sebarkan semua berita skandal manusia sialan itu” tambahnya lagi.


“Baik bos”


~ Markas Geng Elang Putih ~


Prang……………….prang……………….prang………………


Bunyi benda pecah bergema dilantai dua dimana itu adalah lantai khusus untuk Riski Akbar. Ia mengamuk menghancurkan semua barang didalam sana setelah Marco melaporkan jika semua gudang penyimpanan mereka hangus terbakar.


“Siapa? Siapa orang yang sudah berani membakar semua gudangku sialan?” tanya Riski Akbar dengan suara tinggi.


“Maaf bos! Kami tidak bisa melacak mereka karena tidak meninggalkan jejak di sana” jawab Marco.


“Bangsat!” maki Riski Akbar dengan suara menggelegar.


“Aku akan membunuh kalian yang sudah berani menghancurkan bisnisku berengsek!” tambahnya lagi sambil berteriak emosi.


Prang………………..


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...

__ADS_1


To be continue………………


__ADS_2