Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 10 (Karma)


__ADS_3

Ia yang lelah memutuskan untuk istirahat sejenak, seraya melakukan gerak badan.


“Satu, dua, tiga!” Kissky menggerakkan tangannya ke kiri dan ke kanan.


“Hei!” suara tak asing tiba-tiba mengejutkannya.


Ia pun menoleh ke sumber suara yang berasal dari belakangnya.


“Untuk apa kau kesini?” tanya Kissky pada Zanjiil yang berada di atas sepeda.


“Tentu saja untuk menjaga mu!” jawab Zanjiil.


“Enggak perlu, jauh-jauh sana!” Kissky mengusir Zanjiil untuk pergi dari tempat itu.


“Aku juga enggak mau, tapi karena ibu minta tolong, makanya terpaksa aku lakukan, lagian kalau kau kabur atau di culik orang aku senang, karena artinya aku akan lajang kembali, hahaha!” saat mulut Zanjil terbuka lebar, Kissky memetik bunga kantil yang ada di sebelahnya, lalu memasukkannya ke dalam mulut sang suami yang menyebalkan di matanya.


Uhuk uhuk uekk!! Sontak Zanjiil memuntahkan bunga tersebut.


“Kau pikir aku jin?”


“Kau bahkan lebih parah dari mereka!” pekik Kissky.


“Ya Tuhan, model beginian kenapa harus di khawatirkan sih?” gumam Zanjiil.


“Enggak ada yang minta juga kali!”


“Kalau begitu aku tinggal, sia-sia aku datang kesini, ingat! sebelum jam 07:00 harus sampai rumah, karena kita mau makan bersama.” setelah itu, Zanjiil meninggalkan Kissky sendirian.


Kissky pun melihat jam di ponselnya telah menunjukkan pukul 06:50.


“Bentar lagi kalau begitu.” Kissky takut terlambat di hari pertamanya jadi menantu pun bergegas mengayun pedal sepedanya.


Ia yang pernah memenangkan balap sepeda tingkat Kabupaten, dengan mudah menyusul Zanjiil yang mendahuluinya.


Suungg...


“Wah! Gesit juga si monyet! Aku enggak mau kalah!” Zanjiil dengan penuh ambisi menyusul Kissky yang telah jauh di depannya.


“Monyet! Tunggu!” Zanjiil yang usil memanggil istrinya dengan sebutan monyet.


Sekali lagi kau panggil aku monyet! Ku beri kau pelajaran! batinnya.


“Monyet! Pelan-pelan!” teriak Zanjiil kembali.


Kissky yang ingin balas dendam memelankan lajunya, hingga Zanjil yang ada di belakangnya berhasil menyusul.


“Kau tuli ya!” pekik Zanjiil.


“Apa kau bilang?!” Kissky yang telah dendam kesumat, dengan penuh tenaga menendang sepeda pria usil itu, hingga terjatuh ke aspal.


Brukk!!!


“Makan tuh aspal! Dasar biawak jadi-jadiaan! Hahaha!!” Kissky yang super tega meninggalkan suaminya.

__ADS_1


“Kissky monyet! Awas kau ya!” Zanjiil berencana membuat pembalasan pada istrinya.


“Hahaha.... memangnya enak!” Kissky yang cekikikan tak melihat jalannya dengan baik, alhasil ia pun menabrak sebuah pembatas jalan.


“Akh!!” Bruk! Dirinya terpental ke trotoar jalan dengan sangat kencang.


“Mak... sakit banget!” Kissky yang terbaring meringis kesakitan, ia tak mampu untuk berdiri, sebab kakinya mengalami terkilir.


Sementara Zanjiil yang akan melintas di tempat Kissky terjatuh, melihat sepeda yang istrinya pakai tergeletak.


“Kenapa dia parkir sembarangan?” ia yang penasaran pun mendekat.


“Astaga!” sontak ia turun dari sepedanya, Karena ia melihat Kissky sedang terbaring lemah dengan mimik wajah menahan sakit.


Alih-alih menolong istrinya untuk duduk, Zanjiil yang telah berada di hadapan wanita cantik pun memberi ejekan.


“Mau lagi?! Hahaha!! Itu namanya karma, karena telah mencelakai suami mu sendiri! Emang enak?! Pasti sakit banget tuh!”


“Kalau enggak mau bantu, pergi sana!” ucap Kissky, gadis cantik itu pun berusaha duduk.


Sepertinya dia kesakitan banget, kasihan juga sih, jelek-jelek juga istri sendiri, batin Zanjiil.


“Bagian mana yang sakit?” Tanya Zanjiil seraya berjongkok di hadapan Kissky.


“Enggak usah, aku baik-baik saja.” Kissky yang tak mau berhutang budi pada Zanjiil pun menolak bantuannya.


“Enggak usah gengsi Ky, lagi pula kalau kau pulang dalam keadaan begini, yang ada aku yang kena marah.” terang Zanjiil, yang tak ingin dapat amukan dari kedua orang tuanya.


“Yang jatuhkan kau sendiri, kenapa malah jadi aku yang kau salahkan? Zanjiil yang merasa tak berbuat apapun membela dirinya.


“Karena kau menyebalkan, aku jadi enggak fokus pada jalan ku.” ucap Kissky.


Dasar wanita, apapun masalah dan urusannya selalu merasa benar, lebih baik aku mengalah, dari pada adu mulut dengannya, pasti ujung-ujungnya dia yang paling benar, batin Zanjil.


“Iya-iya, semua salah dan dosa ku, sekarang katakan, mana yang sakit?”


Karena Zanjiil telah minta maaf, Kissky pun berbesar hati menerimanya.


“Disini!” ia menunjuk ke arah pergelangan kakinya.


“Terkilir?” Zanjiil memeriksa kondisi kaki istrinya.


“Iya.” sahut Kissky.


“Tahan sebentar ya.” Zanjiil yang punya sedikit pengalaman mengurut pun mulai melakukan pertolongan pertama pada kaki mungil Kissky.


Kretek!!


“Akh! Sakit!!” Zanjiil dengan mudah membenarkan pergelangan kaki Kissky yang terkilir.


“Bagaimana? Sudah lebih baik kan?” Zanjiil menggoyang-goyang kaki Kissky.


“Iya, kau benar juga!” ucap Kissky dengan wajah datar.

__ADS_1


“Astaga, bukannya bilang terimakasih atau kasih senyuman sudah di bantu!” Zanjiil geleng-geleng kepala, atas sikap dingin istrinya.


“Terimakasih,” ucap Kissky.


“Ehm, kau tak berubah dari kita pertama kali bertemu, selalu sombong dan cerewet, bikin malas!” Zanjil berdiri dari jongkoknya.


“Ayo cepat!” Zanjil menarik dengan kuat tangan Kissky, hingga wanita bertubuh mungil itu berdiri.


“Duluan saja, aku akan menyusul,” Kissky berniat untuk pulang sendiri.


“Sudah, kau ikut dengan ku saja, lagi pula kaki mu belum sembuh betul, yang ada nanti malah sakit kembali.” Zanjiil pun menggenggam tangan Kissky menuju sepedanya.


Kebetulan sepeda yang ia pakai adalah jenis touring yang memiliki boncengan. Sehingga memudahkan ia untuk membawa Kissky pulang.


“Terus sepeda yang ku pakai bagaimana?”


“Otak mu dangkal banget sih, aku kan punya dua tangan.” ujar Zanjiil.


“Oh iya, kau benar juga.” kemudian Kissky naik ke boncengan sepeda suaminya, selanjutnya Zanjiil memegang setir sepeda yang ia Kendari dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang setir sepeda milik Kissky.


“Ky.”


“Iya?”


“Peluk ya, nanti kau jatuh, soalnya banyak polisi tidur di depan, tangan ku enggak bisa untuk menangkap mu kalau kau jatuh,” terang Zanjiil.


Seketika Kissky merasa grogi, saat Zanjiil mengatakan demikian, ia yang belum pernah melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya merasa deg degan.


“Aku enggak akan jatuh!” ucapnya dengan suara redup.


“Aduh, kau benar-benar susah di kasih tahu ya.” karena Kissky menolak, Zanjiil pun tak memaksa.


Kemudian pria tampan dan kekar itu melajukan sepedanya dengan lancar.


Selama perjalanan, Kissky yang cerewet mendadak sunyi


Tumben dia enggak ada komentar, batin Zanjil.


“Ky! Kau masih hidupkan?” ucap Zanjil berbasa-basi.


“Kau berharap banget ya jadi duda muda?” sahut Kissky.


“Bukan gitu juga sih, habis kau enggak ada suara, ku takut kalau kau jatuh atau pingsan, kan bisa repot, sudah sampai rumah, harus putar balik mencari mu lagi,” terang Zanjiil.


“Ih, jahat banget kau biawak!” umpat Kissky.


“Makanya peluk Nyet! Aku enggak ada niat apa-apa tahu menyuruh kau untuk melakukan itu, dan jangan salah sangka juga, nanti kau pikir aku ada hati lagi pada mu.”


“Benar atau tidak, aku enggak, tidak perduli, karena kau bukan tipe ku!” Kissky yang sombong mengeluarkan kata-kata pedasnya.


“Jangan mulai lagi deh! Nanti kalau aku marah, kau menyesal!” Zanjiil memberi istrinya peringatan.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2