Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 179 (Sadar)


__ADS_3

“Banyak banget tante.” Eza senang dengan pemberian tantenya.


“Itu karena kau pintar!” Lula mengelus puncak kepala Eza.


Sedang Leon yang melihat itu geleng-geleng kepala.


“Leon, tugas mu sudah selesai belum?” tanya Lula karena ia ingin segera bermain dengan keponakannya.


“Mau main apa tante?” tanya Leon.


“Game online.” ucap Lula, karena ia ingin menghibur diri karena bosan.


“Malas tante, aku enggak suka main yang begituan.” Leon menolak, karena menurutnya itu kurang menarik.


“Jadi kau mau main apa?” tanya Lula.


“Yang menambah ilmu saja tan.” Lula mengerti kalau keponakannya ingin melakukan hal ekstrim.


“Jangan, mama mu melarang, lagi pula kau nakal! Ambil peliharaan tante tanpa izin.” Lula yang kapok tak mau membahayakan Leon lagi.


“Ya sudah kalau begitu, aku juga enggak mau kalau melakukan hal yang tidak bermanfaat dan merusak mata ku.” penolakan pertama Leon membuat Lula tercengang.


Pasalnya Leon mirip sekali dengannya yang memiliki sikap seenaknya.


Kok jadi begini? batin Lula.


Gibran yang di suruh Liza untuk memantau Lula datang ke ruang tamu yang lantainya berserakan mainan.


“Hei, banyak sekali uang mu?” Gibran menunjuk ke arah uang yang di pegang oleh Eza.


“Dari tante.” ucap Eza dengan bangga.


“Kau enggak boleh minta uang pada tante Eza.” Gibran tak suka jika anaknya meminta-minta pada orang lain.


“Eza enggak minta papa!!!”


“Aku memberinya.” Lula memotong perkataan Eza, sebab ia takut jika Eza mengatakan hal yang sebenarnya.


“Harusnya kasih sedikit saja La,” ucap Gibran.


“Tidak apa-apa, hanya sesekali, lagi pula itu enggak seberapa.” Lula yang tak punya alasan lagi disana memilih pulang.


“Aku pergi dulu.” Lula bangkit dari duduknya.


“Kau mau pulang? Kenapa buru-buru?” tanya Gibran sebagai basa-basi meski hatinya senang.


“Ada keperluan lain.” setelah itu Lula keluar dari rumah Liza dan Gibran.


🏵️


Eric dan Arsy yang baru saja selesai bercinta merebahkan tubuh di atas ranjang.

__ADS_1


“Badan ku rasanya pegal-pegal, harusnya kau lebih lembut, kalau begini terus bisa ringsek tubuh ku,” ucap Arsy.


“Baru begitu sudah mengeluh, berati kau butuh puding.” Eric malah meledek istrinya.


“Iya-iya, puding kelapa ya?” ucap Arsy.


“Oke, nanti, ayo kita mand dulu.” kemudian Eric menggendong istrinya menuju kamar mandi.


Keesokan harinya, Eric dan Arsy menuju rumah yang Arsy tinggali dulu.


Sesampainya mereka, Eric dan Arsy terkejut, karena Devan sedang duduk di depan rumah Arsy.


“Aduh! Ini gimana mas? Aku enggak enak tahu kalau ketemu dia langsung.” karena merasa bersalah Arsy jadi takut untuk bertemu Devan.


“Ya sudah sayang, hadapi saja, toh inikan hasil perbuatan mu.” bukannya memberi solusi, Eric justru menyalahkan istrinya.


“Ya Allah mas, kau ini! Bukannya menenangkan malah begitu.” Arsy tersenyum kecut pada suaminya.


Setelah itu keduanya turun dari mobil yang di sewakan oleh pihak villa.


Devan yang kebetulan melihat kedatangan wanita yang gagal ia nikahi merasa sakit.


Terlebih sang wanita yang ia kasihi di dampingi oleh suaminya.


“Arsy...” ia yang ingin menangis menahan air matanya.


Saat Arsy dan Eric semakin dekat, Devan menghela napas panjang.


Mata Devan yang fokus pada Arsy tak mendengar sapaan Eric itu.


Arsy yang mendapat tatapan nanar penuh makna merasa sedih, ia juga kasihan pada Devan yang begitu baik padanya.


“Aku pikir, aku takkan melihat mu lagi Sy.” Devan yang akan menggenggam tangan Arsy di hentikan oleh Eric.


“Sorry bos! Sudah ada yang punya.” Eric yang tak mau kecolongan mencegah lebih dini, ia takut jika istrinya oleng kembali.


Wajah Devan nampak pucat dan tak bersemangat.


“Maaf Van, aku bersalah pada mu, tapi ku harap kau bisa merelakan aku bersama suami ku lagi. Maaf telah membohongi mu selama ini.” Arsy tersenyum kaku pada Devan.


“Jujur, aku tak bisa, setiap hari aku memikirkan mu, dan aku selalu menunggu mu disini, berharap kau pulang, Arsy... kembalilah pada ku.” Devan yang gila akan cinta tak menganggap Eric ada disana.


“Kau gila ya bung?! Enak saja kau bilang begitu pada istri ku!” saat Eric akan memukul Devan. Arsy menghentikannya.


“Jangan mas!” Arsy memegang tangan Eric.


“Hei, kau masuk ke dalam, kemas barang mu! Aku tak mau berlama-lama melihat wajah jelek mantan mu ini.” kali itu Eric bertindak tegas.


Arsy yang tak mau membuat masalah melebar kemana-mana langsung masuk ke dalam rumahnya.


“He!” Eric berdiri tepat di hadapan Devan. “Kalau aku mau memperpanjang kasus! Kau pasti masuk penjara! Harusnya kau bersyukur aku tak melapor semua ini!” Eric yang ingin semua berjalan dengan mudah dengan cepat mengambil handphonenya.

__ADS_1


“Sebutkan nomor rekening mu!” Eric memutuskan untuk mengganti kerugian yang Devan alami atas kegagalan pernikahan istrinya dengan kumbang nya.


“Aku sudah ikhlas.” Devan tak mau menerima uang pemberian Eric.


“Ya sudah, kalau ikhlas, jangan minta istri ku untuk kembali pada mu. Ehm... jadi benar kau tak mau? Lumayan loh, 300 juta.” ucap Eric seraya memberi tatapan mata sinis.


Mendengar nominal uang ratusan juta, Devan yang tak bergairah menjadi ceria.


300 juta bisa buat bangun rumah dan modal buka usaha, batin Devan.


Devan yang tak mau rugi 2 kali memutuskan untuk menerimanya.


“Baik, kirim ke bank XX.” akhirnya Devan memberi tahu nomor rekeningnya.


Setelah itu, Eric mengirim sesuai jumlah nominal yang ia katakan.


“Terimaksih banyak,” ucap Devan.


Tak lama Arsy keluar dari dalam rumahnya. Setelah mengambil KTP, Ijazah dan juga beberapa harta berharganya yang lain.


“Ayo, kita pulang.” ucap Eric dengan santainya.


Kemudian Devan datang dan mengulurkan tangannya pada Arsy.


“Selamat Sy, semoga pernikahan mu dan Eric langgeng.” Devan tersenyum pada mantan calon istrinya.


“Aamiin.” Arsy pun menerima uluran tangan Devan.


Setelah itu Devan meninggalkan rumah Arsy terlebih dahulu.


“Ada apa dengannya?” tanya Arsy penasaran.


“Ku kasih uang 300 juta. Langsung diam, terbukti dia lebih suka uang dari pada kau!” Eric meremehkan mantan istrinya.


“Aku juga suka uang kalau kau bilang begitu!” setelah itu Arsy masuk ke dalam mobil yang di susul oleh Eric.


🏵️


Di dalam kamarnya, Lula melihat mukena yang tergantung di pinggir ranjangnya.


Ia yang memantau ceramah sang calon suami membuat hatinya lebih tergugah.


Akhirnya Lula mengambil mukenanya, dan membuka tata cara sholat di google. Ia pun berusaha keras untuk belajar sholat.


Basuki yang ingin meminta tolong putrinya tanpa sengaja melihat Lula yang sedang sholat dari pintu kamar yang tidak tertutup rapat.


Melihat Lula yang begitu berusaha keras kembali ke jalan Tuhan membuat Basuki malu pada dirinya sendiri.


Aku gagal dalam mendidik anak-anak ku, ya Tuhan, demi mengejar dunia aku sampai lupa tugas ku sebagai imam di keluarga ku, batin Basuki.


Ia sungguh malu pada dirinya dan juga anggota keluarganya.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2