Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 145 (Marah!)


__ADS_3

Basuki yang sedang melamun di kejutkan oleh kedatangan Zanjiil.


“Papa, aku sudah datang.” Zanjiil pun menoleh ke arah mata ayahnya memandang.


“Lula?” Zanjiil yang tak bertemu adiknya beberapa haru menjadi rindu.


“Dia terlalu cepat Dewasa.” kemudian Basuki beranjak ke ruang tamu.


“Memang sih, harusnya dia masih bermain dengan teman-teman seusianya.” gumam Zanjiil.


Kemudian Zanjiil menyusul sang ayah ke ruang tamu.


“Ada apa pa? Mau bicarakan apa pada ku?” Zanjiil yang baru berpisah dengan Kissky tiba-tiba merasa rindu, ia pun ingin cepat menyelesaikan urusannya dan sang ayah.


“Ini!” Basuki memperlihatkan saham perusahaan Ahmad yang anjlok. Sontak Zanjiil menghela nafas panjang.


“Hufff... papa tak bermaksud untuk membunuh Kissky dan ayahnya kan?” Zanjiil tak terima jika istrinya jadi korban.


“Wajib, bagaimana pun, Ahmad adalah ayahnya,” ujar Basuki.


“Papa, Ahmad hanya ayah angkatnya Kissky, yang benar saja papa mau membunuh istri ku juga, bukankah Kissky juga keluarga Rabbani?” terang Zanjiil.


“Dia hanya orang luar, kau harus terima kenyataan Zanjiil, jangan membangkang!” Basuki tetap pada peraturan yang ada.


“Enggak pa, papa tak boleh melakukan itu, karena aku takkan membiarkannya.” Zanjiil yang sayang Kissky tak tinggal diam jika istrinya mati di tangan ayahnya.


“Kau tak bisa berbuat apapun sekarang.” kemudian Basuki mendial nomor Kissky.


Sudah sampai mana nak? 📲 Basuki.


Entah pa, supir yang papa minta tak mau memberitahu ku, ada acara apa sih pa? Kenapa malah menjemput ku setelah Zanjiil pergi? 📲 Kissky.


Nanti papa jelaskan. Baiklah kalau begitu papa dan Zanjiil menunggu mu. 📲Basuki .


Oke pa. 📲 Kissky.


“Mau papa bawa kemana Kissky pa? Apa papa waras? Papa serius akan membunuhnya?!" Zanjiil menjadi naik pitam.


“Iya.” jawab Basuki.


“Tapi dia istri ku! Jangan keterlaluan papa?!” teriak Zanjiil.


“Itu sudah wajar, tapi... kau bisa menyelamatkan nyawanya, kalau kau mau menikahi Liza, dan ceraikan Kissky,” Basuki memberi penawaran pada anaknya.


“Oh, jadi benar, papa yang menemui Gibran?!” suasana hati Zanjiil semakin kacau karena ayahnya.

__ADS_1


“Ya, apa ada keluhan?” Basuki bertanya santai.


“Lalu kenapa harus orang lain yang menanggung jawabi anak yang di kandung Liza? Itu bukan milik ku, apa lagi Gibran. Apa karena itu cucu Rabbani?” mata Zanjiil membelalak sempurna.


“Ya, kau benar, dari pada dia di nikahi orang lain, lebih baik dengan mu saja kan? Joe itu abang kandung mu, jadi papa rasa, menikahi kekasih abang mu tidak ada masalah!” terang Basuki


“Dia bukan saudara kandung ku! Papa jangan seperti Lula, kalau papa merasa sakit kehilangan anak dan istri papa, harusnya jangan lakukan itu pada ku!” Zanjiil memukul meja kaca yang ada di hadapannya.


Prank!


Seketika ruang tamu itu berlumuran darah. Lula yang mendengar sekilas suara ribut dari dalam rumah, memutuskan untuk istirahat dari latihannya.


“Tunggu disini, aku mau ke dalam rumah dulu,” ucap Lula.


“Siap nona, hehehe...” Hera tertawa geli.


Kemudian Lula datang ke sumber suara yang ia dengar dari luar rumah tadi.


“Astaga...” hatinya tersentak, saat melihat tangan Zanjiil berdarah.


“Ada apa ini?” kehadiran Lula membuat Zanjiil ingin menceritakan perangai ayahnya pada Lula.


“Ahmad, papanya Kissky berkhianat, jadi harus di hukum mati,” terang Yudi.


“Lula, bantu abang La!” Zanjiil meminta pembelaan pada adiknya.


“Aku setuju dengan pendapat papa, sesui hukuman yang tertera dalam surat kontrak kerja, tentunya karena ayah mertua mu setuju dengan segala resikonya kan, buktinya ia tanda tangan tuh?” Lula menunjukkan tanda tangan Ahmad pada Zanjiil.


“Aku tahu, tapi Kissky bisa di kecualikan kan?” ucap Zanjiil.


“Mana ada yang begitu bang, harus sesuai prosedur dong!” Lula yang disiplin tak perduli dengan nasib kakak iparnya.


“Kau bisa menyelamatkan nyawanya, kalau kau menikahi Liza, kau mengerti kan?” ucap Basuki.


“Liza siapa pa?” Lula yang tak tahu apapun bertanya pada Basuki.


“Orang penting!” Basuki tak mengatakan kalau Liza mengandung anak Joe.


“Oh... begitu.” Lula yang tak punya urusan lagi pergi dari hadapan ayah dan abangnya. “Ikhlaskan saja bang, lagi pula pembohong harus di hukum tegas!” ujar Lula. Kemudian sang adik pun pergi.


“Zanjiil, pergilah ke Angel's Hand, karena Kissky dan paparnya ada disana, hukum mati yang harus mereka terima 2 jam lagi, selamatkan istri mu dengan keputusan mu,” ucap Basuki.


Zanjiil yang tahu kalau keluarganya tak pernah bercanda, langsung bangkit dari duduknya.


“Andai kau bukan ayah kandung ku, pasti aku sudah membunuh mu, aku merasa aneh pada mu pa, keluarga mu yang telah hancur tak memberi mu pelajaran, pada hal uang yang hilang tak seberapa untuk mu. tapi kau tetap keras kepala ingin membunuh istri ku juga.”

__ADS_1


Kemudian Zanjiil beranjak dari rumah ayahnya menuju kantor ilegal mereka.


Ia yang tak membawa senjata langsung mendial Dimas.


Halo pak, nyawa Kissky dalam bahaya, bawa senjata dan stok peluru yang banyak, karena siapa saja yang menghalangi jalan kita akan di musnahkan! Segera menuju Angel's Hand!📲 Zanjiil.


Baik tuan, saya akan segera meluncur! 📲 Dimas.


Zanjiil menaiki motor gedenya untuk menuju kantor ilegal milik keluarganya.


Bremmm!!


Sedang Dimas yang tak tahu jelas apa yang terjadi, mengambil apapun yang di minta majikannya ke dalam ruang rahasia, yang mereka sembunyikan dari Kissky.


Ia yang akan segera berangkat tiba-tiba di datangi, 2 pria tinggi besar dengan kemampuan professional.


“Ini perintah dari tuan Basuki, jangan ikut berkhianat juga!” ucap pria profesional A.


“Baiklah.” Dimas pun pura-pura setuju, saat kedua ajudan itu merasa santai.


Dimas dengan kecepatan kilat melepaskan pelatuknya.


Duar! Duar!


Ia pun menembak tepat di jantung kedua ajudan itu.


Saat suruhan Basuki sekarat, Dimas menginjak -injak tubuh keduanya.


“Kalian pikir aku akan ikut kata tuan besar?” setelah mengatakan hal itu. Dimas langsung menuju garasi, dan melajukan mobilnya menuju Angel's Hand


“Aku harus cepat, karena ku yakin tuan Zanjiil kesana dengan tangan kosong.”


Kemudian Dimas mengirim pesan suara pada Zanjiil.


Kalau sudah sampai jangan langsung masuk tuan, karena tuan takkan bisa melawan kalau tak punya alat bantu apapun. ✉️ Dimas.


Keadaan keluarga Rabbani menjadi sangat kacau, Basuki kembali memecah belah keluarganya.


Di tambah Lula yang mendukung tindakan ayahnya. Membuat masalah jadi semakin sulit di selesaikan.


Andai Lula bersedia membantu, pasti semua karyawan yang bekerja untuk keluarga Rabbani mengikuti keputusan Lula.


Namun apa boleh buat, adik manis Zanjiil tak mau turun tangan menyelamatkan sang kakak ipar.


Zanjiil yang terus melaju membelah jalan raya, merasa tak tenang.

__ADS_1


Matanya pun memerah, ia takut jika ia terlambat datang, istrinya akan tiada.


...Bersambung......


__ADS_2