
Joe tersenyum, seraya melihat ke arah Kissky yang fokus pada makanannya.
Sepulang sekolah, Kissky yang belum menyelesaikan tugasnya, memutuskan untuk melukis di balkon lantai 2, yang letaknya dekat dengan kamar Zanjiil.
Kissky yang mengenakan gaun putih sepanjang lutut dan tangan you can see membuat kulit mulus dan cerahnya makin terpancar, belum lagi, saat ia menguncir rambut hitam panjangnya, membuat gadis cantik itu semakin seksi.
Kissky, yang telah sedia dengan peralatannya, duduk di atas kursi berjenis bar stool.
“Walau bakat melukis ku masih level dasar, aku harus tampilkan yang terbaik, semoga bu Riza dapat memaklumi kekurangan ku ini,” gumam Kissky.
Ia dengan penuh semangat, mulai menggores kuas yang ia pegang ke kanvas yang masih belum selesai tersebut.
Zanjiil yang baru pulang, melihat Kissky yang sedang sibuk melukis dengan posisi membelakanginya.
Cahaya matahari sore yang masuk ke balkon, membuat netra Zanjiil melihat dengan jelas, betapa indahnya pesona istri yang ia selingkuhi selama ini.
“Cantik,” gumamnya tanpa sadar.
Ia yang ingin melihat lebih dekat, berjalan menuju gadis cantik tersebut.
“Apa kau sudah makan?” ucapnya, seraya meletakkan dagunya di bahu Kissky.
“Astaga!” Kissky yang tersentak, sontak memukul wajah Zanjiil.
Plak!
“Huwl! Dasar monyet! Bisa enggak sih, apa-apa enggak main tangan?? Kau ini kasar banget, pada hal perempuan!” pekik Zanjiil.
“Salah sendiri, kenapa malah bikin orang jantungan? Kau hobi banget membuat ku terkejut dengan muncul tiba-tiba, apa kau benar-benar ingin aku mati muda? Agar kau jadi duda, dan bebas melenggang mesra bersama pacar bodoh mu itu?!” Kissky memarahi suaminya.
__ADS_1
“Astaga Tuhan... bicara mu luar biasa sekali!” ucap Zanjiil seraya berkacak pinggang.
“Bukannya aku benar? Aku masih hidup saja kau berani pacaran di depan mata ku, apa lagi kalau aku sudah mati.” Kissky menunjuk tajam ke wajah suaminya.
“Yang selingkuhan itu kau, bukan dia, lagi pula kau kan enggak suka pada ku, jadi untuk apa kau mempermasalahkan hubungan ku dengan orang lain?”
Oh iya, benar juga, aku kan enggak menyukai dia? batin Kissky.
“Tapi tetap saja, cara mu membuat aku marah, sudahlah! pergi sana! Jangan ganggu aku, kau lihat, lukisan ku belum selesai, aku enggak mau dapat nilai jelek di tugas pertama ku!” Kissky mengusir suaminya, untuk pergi dari hadapannya.
“Baiklah.” sebelum Zanjiil meninggalkan Kissky, ia pun merangkul bahu istrinya yang duduk di bar stool. “Huwl...”
“Apa lagi?” Kissky melirik ke arah Zanjiil yang berlagak akrab dengannya.
“Hati-hati, jangan sampai jatuh hati pada ku, karena pastinya itu akan sakit, kau tahu betul, kita hanya sekedar menikah.” peringatan dari Zanjiil membuat Kissky sadar akan posisinya.
“Yang bilang suka pada mu siapa? Masih banyak laki-laki lain yang lebih pantas untuk di cintai.” Bukannya menjawab, Zanjiil malah tersenyum penuh makna, seolah tahu isi hati Kissky.
Apa benar aku menyukainya?? Tapi kenapa aku harus menyukainya? Lebih baik menyukai orang lain dari pada dia, batin Kissky.
Zanjiil yang berada dalam kamarnya, kembali terbayang-bayang akan penampilan Kissky, yang baru saja ia lihat.
Deg! Jantungnya berdetak kencang, kala bayangan tubuh mulus Kissky melintas di pikirannya.
“Akh!!” Zanjiil menggaruk kepalanya. “Kotor banget sih otak ku, masa karena melihatnya dengan pakaian seksi, naluri ku jadi bergejolak? Pada hal Luna juga sering pakai baju haram, tapi aku enggak terlalu memikirkan hal-hal aneh.” ia yang takut jatuh hati pada Kissky, membuat kesibukan dengan menonton video dewasa.
“Yang ini belum ku tonton, kata Rizal ceweknya sangat banget!” Zanjiil pun buru-buru memutar video panas tersebut.
“Waw! Mantap-mantap! Rizal memang top dalam memilih koleksi film miskin,” gumam Zanjiil.
__ADS_1
Malam harinya, Kissky yang telah selesai melukis, mengemas peralatan lukisnya, setelah itu ia beranjak menuju kamarnya.
Ketika melewati pintu kamar Zanjiil yang tak tertutup rapat, Kissky samar-samar mendengar suara ******* seorang wanita.
Apa itu? batin Kissky.
Ia yang penasaran mengintip ke dalam kamar suaminya.
“Wah! Kamarnya bagus banget, lebih luas dari punya ku lagi,” gumam Kissky.
Ia yang kagum akan dekorasi kamar suaminya yang begitu simpel namun elegan, merasa terpancing untuk masuk.
“Gila sih, Zanjiil bersih banget!” bau aroma terapi yang memenuhi kamar suaminya, membuat pikirannya tenang.
Perlahan, Kissky membuka pintu, lalu masuk dengan langkah yang pelan, namun semakin dalam ia memasuki kamar itu, suara ******* yang tadi ia dengar semakin keras.
Tak lama, ia pun melihat Zanjiil tengah tidur dengan posisi telentang di atas ranjang yang 200 x 200 yang empuknya serasa tidur di atas awan. Zanjiil yang tidurnya aktif tanpa sengaja melepas headset yang menancap dengan audio jack handphonenya.
“Astaga!” Kissky yang sadar, suara gaib tersebut berasal dari ponsel suaminya, menajadi malu sendiri.
Gila! Apa dia kurang kerjaan? Masih kecil tapi tontonannya begituan. Mungkin ini sebabnya, anak-anak enggak boleh pegang handphone sebelum waktunya, salah jalan! batin Kissky.
Seketika ia merasa jijik pada Zanjiil yang suka menonton video miskin tersebut. Ia pun meninggalkan kamar kamar Zanjiil dengan perasaan campur aduk.
Kissky yang telah berada dalam kamarnya menjadi kepikiran, akan Zanjiil.
“Apa dia sudah melakukannya dengan Luna?” membayangkan hal tersebut membuat bulu kuduk Kissky merinding.
“Seram juga kalau sudah, tapi aku pernah baca di google, anak-anak SMP dan SMA sekarang, banyak yang melepas kehormatannya sebelum menikah, hanya karena cinta, mungkin ini efek pemenangan handphone yang tidak tepat.” tanpa Kissky sadari, ia semakin penasaran pada Zanjiil.
__ADS_1
...Bersambung......