
“Memang semua terlihat jelas sekarang, papa dan mama adalah orang yang sangat egois, karena itu aku, mungkin akan melakukannya.”
Basuki yang tak mau menerima perintah apapun dari ibunya berniat untuk mengakhiri segalanya secepat mungkin.
🏵️
Pukul 00:00 Lula terbangun karena mendengar suara dering teleponnya.
“Hum??” ia yang menoleh ke layar handphonenya pun melihat, kalau saat itu sudah tengah malam.
“Ya Tuhan, aku ketinggalan sholat magrib lagi.” Lula merasa kesal sendiri dengan kecerobohannya.
Lalu ia pun mengangkat telepon dari Faiq yang masih menggangunya.
Hei pak, aku sudah mau menikah, jangan ganggu tunangan orang lain, bapak gimana sih? Sudah dosen kok malah susah di bilangin. 📲 Lula.
Kalau kau tak mau pada ku, maka aku takkan pernah meloloskan skripsi mu! 📲 Faiq.
Terserah bapak saja, mau lulus atau tidak, aku sudah tak masalah pak! 📲 Lula.
Apa? Kau sungguh tak takut? 📲 Faiq.
Iya, dan aku tak perduli itu pak Faiq, jadi jangan coba-coba mengejar ku lagi! 📲 Lula.
Tut!
Gadis berdarah dingin itu menutup panggilan dari Faiq.
“Siapa yang perduli soal skripsi, lagi pula aku kuliah hanya untuk formalitas saja, hum!” Lula yang sudah pasrah, tak mau tahu lagi dengan pendidikannya itu.
“Enggak profesional jadi dosen, hanya karena masalah pribadi, mahasiswanya di tekan, pada hal sudah cape-cape buat, eh... enggak cape juga sih, cuma emosi saja di suruh ulang-ulang, untuk urusan lulus saja di persulit, minta tanda tangan juga susah, sepertinya lebih mudah mencari presiden dari pada dia, hum! Kesel!”
Lula yang ingin meredakan emosinya melihat photo Fahri di google, setelah itu baru ia pergi sholat.
🏵️
Arsy yang mengalami demam karena ulah suaminya harus menderita dalam kamar.
Pasalnya mereka yang berencana akan makan malam romantis di sebuah restoran di tengah persawahan yang di jadikan tempat wisata jadi gagal total.
Hatciuuhh!!
Arsy yang juga pilek, makin memperburuk keadaan. Kini Arsy di balut 3 selimut tebal.
Eric sebagai tersangka pendorong tubuh sang istri ke danau harus bertanggung jawab penuh mengurus istrinya
Mereka yang sudah berobat namun tak ada perubahan membuat Eric panik bukan main.
Rasa takut dan bersalah bersarang di hatinya. Wajahnya yang tampan pun tak luput memancarkan ke khawatiran.
Kalau Arsy kenapa-napa, habis aku! Di marah mama July dan seluruh keluarga. batin Eric.
__ADS_1
Meski istrinya sedang tidur, ia tak bisa memejamkan matanya.
Sebab ia takut jika istrinya butuh sesuatu, ia terlambat mengambilnya.
“Maafkan aku sayang, aku salah, enggak kira-kira kalau bercanda, aku kapok Arsy, aku berjanji takkan mengulanginya lagi.” Eric menggenggam erat tangan istrinya.
Rasakan, xixixi... mungkin akan seru kalau ku kerjai sampai pagi, batin Arsy.
Ia yang sudah merasa baikan tak mengatakan pada suaminya yang nakal.
Dan pada akhirnya, Eric terjaga sampai pagi. Arsy yang baru bangun pun menoleh ke sebelahnya.
“Mas, kau tak tidur?” tanyanya berpura-pura tak tahu.
“Tidak, bagaimana perasaan mu?” Eric memegang kening istrinya.
“Alhamdulillah, panasnya sudah turun." Eric merasa senang karena istrinya telah sembuh.
“Mas, tidurlah, kasihan kau begadang semalaman.” ucap Arsy tanpa sadar.
“Darimana kau tahu?” tanya Eric dengan tatapan curiga.
Eh! Bodoh! Kok bisa sih aku salah bicara begini!!! batin Arsy.
Kemudian Arsy pun menjawab. “Dari mata mu, merah banget mas.” setelah itu Arsy turun dari ranjang menuju kamar mandi.
Mereka yang kembali ke Bandung hari itu pun menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh berbagai jenis baju dan juga aneka makanan.
3 minggu kemudian, tepatnya tanggal 15 Juli. Pernikahan antara Lula dan Fahri pun di gelar.
Pesta pernikahan itu pun di penuhi dengan karyawan ilegal dan legal keluarga Rabbani
Sedang dari Fahri, banyak jamaah mengaji dari internet dan dunia nyata yang berdatangan.
Para karyawan Angel's hand tercengang, saat melihat pewaris tahta keluarga Rabbani menikah dengan memakai pakaian serba tertutup.
Mulai dari kepala sampai kaki. Para karyawan yang tahu identitas Lula tak menyangka jika pemimpin mereka kini memakai hijab.
Lula dan Fahri sendiri telah di sandingkan di mimbar akan nikah.
Kemudian, Basuki yang telah latihan dalam mengucap ijab kabul akad nikah, mulai menjabat tangan indah calon menantunya.
“Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Fahri Ahmad bin Sulaiman dengan anak saya yang bernama Alula Rabbani binti Basuki Rabbani dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan emas 3,5 gram di bayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya Alula Rabbani binti Basuki Rabbani dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 3,5 gram bayar tunai!” ucap Fahri dengan tegas dan jelas.
“Ba-baigaimana saksi! Sah?!” tanya Basuki dengan suara bergetar menahan tangis harunya.
Sah!!!!
Sahut undangan sejagat. Semua yang jadi saksi atas pernikahan keduanya turut bahagia.
__ADS_1
Semua orang berdo'a untuk kelanggengan rumah tangga 2 hamba Allah itu.
Lula, selaku pengantin wanita menitikkan air matanya. Ia pun mencium punggung tangan Fahri yang kini jadi suaminya.
Sedang Fahri mengecup puncak kepala istrinya.
Malam harinya, di saat sesi malam pertama. Fahri membuka jilbab penutup kepala istrinya.
“Cantik.” Fahri mencium ubun-ubun istrinya yang di tumbuhi rambut hitam lebat.
Lula yang tak ada basa-basi langsung berdiri. “Mau main sekarang suami ku?” ajakan Lula yang begitu menantang membuat Fahri tersentak.
Ia berpikir kalau istrinya adalah wanita pemalu sebelumnya.
“Baiklah, kalau istri ku meminta.” ustad tampan dan Lula si pembunuh berdarah dingin memenuhi kewajiban mereka masing-masing.
5 bulan kemudian, Lula dan Fahri pun membagi kabar bahagia pada seluruh anggota keluarga mereka saat sedang berkumpul keluarga di rumah keluarga Fahri.
“Alhamdulillah, dik Lula sekarang sedang mengandung.” semua orang yang mendengarnya merasa bahagia. Termasuk Fi dan Eric.
“Sudah berapa minggu?” tanya Pinkan bersemangat.
“15 minggu ma,” jawab Fahri.
“Selamat ya Lula, Fahri, semoga menjadi anak yang sehat dan cerdas.” Fi memberi selamat pada kedua adik iparnya.
“Terimakasih banyak kak,” ucap keduanya.
Setelah pulang dari rumah mertua Lula. Arsy diam tanpa kata pada suami.
“Ada apa sayang?” Eric berpikir kalau istrinya sedang sakit.
“Tidak apa-apa mas. Ck!” Arsy berdecak.
Ciiit!
Eric menghentikan mobil ke tepi jalan. Kemudian ia melihat ke arah istrinya.
“Katakan, jangan ada yang kau sembunyikan dariku.” Eric tak suka jika istrinya berbohong.
“Mas.”
“Iya sayang?” tanya Eric.
“Aku sedih karena tak bisa memberi mu anak sampai saat ini.” Arsy khawatir dengan kondisinya yang belum berbadan dua.
“Sabar sayang, lagi pula kita juga baru 5 bulan resmi melakukannya.” Eric menenangkan istrinya yang sedang resah dan gelisah.
...Bersambung......
Nantikan karya baru author yang update pada tanggal 01 Agustus 2022
__ADS_1