
“Bukan aku yang melakukannya, sungguh! Aku enggak mungkin mengambil barang orang lain,” Kissky menjelaskan dengan jujur.
“Betul! Mana mungkin Kissky mencuri, dia itu anak orang kaya, kaya banget! Berlian itu hanyalah uang jajannya seminggu!” Liza membela sahabatnya, karena ia percaya Kissky tak bersalah.
“Lalu ini apa?! Bukti sudah ada, kau jangan ikut campur Liza!” pekik Covitria.
“Memang benar orang tuanya kaya, siapa tahu saja dia mempunyai sifat menyimpang,” ucap salah seorang siswa.
“Itu enggak mungkin! Karena aku kenal Kissky, dia orang jujur, ini pasti kelakuan orang busuk! menjebak Kissky karena rasa iri atau lainnya.” Gibran yang sangat mengenal Kissky pasang badan untuk membela sahabatnya.
“Gibran... Gibran, kau membelanya karena kau menyukai diakan?” pernyataan Ayu membuat Liza marah.
“Kau jangan fitnah ya! Gibran itu tidak menyukai Kissky, dia membelanya karena memang Kissky orang baik, dia juga anak orang kaya raya, kalian pasti tercengang melihat rumahnya, jadi enggak mungkin dia melakukan itu!” Liza kembali membela sahabatnya.
“Benar, aku tak melakukannya, aku juga tak tahu bagaimana cincin itu ada di loker ku,” Kissky terus membela dirinya.
Kemudian Riza membelah orang-orang yang mengerumuni Kissky dan Liza.
“Kalau memang benar yang kau katakan nak Liza, kenapa barang ini ada di loker Kissky?” Riza menunjukkan berlian indah Coronia tepat di wajah Liza.
“Saya tidak tahu, yang pasti, seorang Kissky takkan melakukan hal bodoh seperti itu!” Liza yang dendam pada Riza pun memberi tatapan mata tajam.
Haruskah anak ini ku gencet juga? batin Riza.
“Tapi, saya benar-benar tidak melakukannya, bagaimana kalau cctv kelas di periksa?” Kissky memberi usul, karena itulah satu-satunya yang dapat membebaskannya dari fitnah yang ia dapatkan.
“Boleh!” ucap Riza, dengan percaya diri ia memenuhi permintaan Kissky.
“Yang ke ruang cctv, cukup ibu, orang-orang yang ibu tunjuk buat menggeledah tadi dan juga Kissky!” setelah itu, orang-orang yang telah di tentukan Riza segera menuju ruang control cctv sekolah.
Namun saat mereka akan keluar, Zanjiil yang baru dari toilet masuk ke dalam kelas.
“Ada apa ramai-ramai? Hum... orang ibu mau kemana?” tanya Zanjiil pada Riza.
“Ke ruang kontrol cctv, untuk memastikan, pencuri berlian Coronia, Kissky atau bukan!” ucap Riza.
Sontak Zanjiil mengernyitkan dahinya, “Kissky
mencuri?” ia pun tertawa geli dengan pernyataan Riza.
“Semua orang jadi saksinya, berlian milik Coronia, ada di lokernya!” Riza memperkuat pernyataannya.
__ADS_1
“Zanjiil, itu bohong! Aku juga enggak tahu kalau berlian itu ada di loker ku!” wajah Kissky amat resah, ia yang tak bersalah merasa malu dan takut, jika ia tak punya bukti untuk membela diri.
“Aku percaya pada mu.” Zanjiil yang tahu Kissky, tak begitu saja terpengaruh oleh fitnah dari orang yang menjebak istrinya.
“Alah Ky! Kau enggak usah berkilah! Jelas kau pelakunya, karena pastinya kau butuh uang!” ucap Mei dari arah pintu masuk.
“Tutup mulut mu! Jangan ikut campur!” Zanjiil yang naik pitam ingin sekali mencabik-cabik mulut Mei.
“Kenapa? Ada masalah Jiil? Haha, aku benar-benar tak menyangka, kau meninggalkan Luna demi anak angkat seperti dia!” Mei menunjuk tajam ke arah Kissky.
Pernyataan dari Mei membuat semua orang tercengang. Liza sebagai sahabat lama Kissky merasa di bohongi, karena Kissky tak pernah menceritakan masa lalunya pada Liza.
“Apa itu benar?” Tanya Liza penasaran.
Kissky yang tak ingin berbohong hanya diam. Ia takut jika salah bicara.
“Itu bohong, aku mengenal Kissky dari kecil, karena aku adalah sahabatnya!” ungkap Zanjiil.
Semua orang tak percaya begitu saja dengan apa yang di katakan Zanjiil.
“Mungkin kau benar, tapi ini enggak mungkin salahkan?!” Mei yang antusias ingin menjatuhkan Kissky, dengan cepat mengirim biodata gadis malang itu ke group Pesbuk sekolah.
Tididing! Orang-orang yang mendapatkan pemberitahuan kiriman baru di dalam grup itu pun jadi tahu siapa Kissky sebenarnya.
Awas kau ya! batin Zanjiil.
Riza sendiri merasa puas atas rencananya yang berjalan dengan lancar.
Untung aku bisa mendapatkan dokumen Kissky sewaktu di adopsi keluarga Huwl! Setelah ini, hidup mu akan hancur! Hahaha!! batin Riza.
“Kalian semua bubar! Pulang saja duluan, Coronia ikut ibu juga ke ruang kontrol!! Jangan ada ribut-ribut lagi! Mei! Tarik kembali kiriman konyol mu itu!” Riza yang munafik pun berakting, seolah-olah ia menentang yang Mei lakukan.
“Tapi bu...” Mei tak ikhlas, bila ia harus menghapus photo yang telah di komentari ratusan orang.
“Hapus sekarang!” pekik Riza.
Zanjiil yang tak sabar, merampas handphone milik Mei.
Kemudian Zanjiil menghapus apa yang telah di kirim wanita berdarah pahit itu.
Bruk!!
__ADS_1
Selanjutnya, dengan emosi tinggi, Zanjiil membanting handphone milik Mei.
“Kurang ajar!” umpat Mei.
Namun Zanjiil yang sudah pada batas sabarnya tak perduli akan hal apapun lagi.
“Ayo ke ruang kontrol sekarang!” Aura Zanjiil yang sedang marah membuat semua orang diam.
“Kalau Kissky terbukti tak bersalah, aku akan mencari dalang di balik kerusuhan ini!!”
Riza yang berhati psikopat langsung jatuh hati pada Zanjiil yang gagah di matanya.
Aku suka yang sangar! batin Riza.
Kissky sendiri tak mampu berkata apapun, trauma masa lalunya pun kembali. Ia tak dapat lagi pura-pura tegar, saat identitasnya telah terbongkar.
Apa ada orang yang mengenal ku selain Gibran? Tapi... dulu yang jahat pada ku adalah Rena, mana mungkin Rena ada disini, batin Kissky.
Saat mereka akan beranjak menuju ruang kontrol cctv, Ayu yang jijik pada Kissky menarik rambutnya dari belakang dengan kasar, sehingga gadis itu terjungkal ke belakang.
“Akhh! Jangan! Lepas!” Zanjiil yang melihat istrinya di perlakukan kasar oleh orang lain dengan cepat mendatangi Ayu.
Plak! Plak Plak! Plak! Zanjiil menampar pipi kiri dan kanan Ayu bulak balik, hingga gadis itu merasa pusing, serta pipinya membiru.
“Zanjiil! Apa yang kau lakukan! Itu perempuan, dasar anak nakal!” Riza tak dapat mengontrol suaranya, saat Zanjiil yang tak ia beri peran masuk ke dalam skenario penyiksaan Kissky.
“Diam kau! Sebagai guru kau gagal!” Zanjiil meneriaki Riza.
Suara menggelegar dari kelas XA Seni memancing orang-orang yang belum pulang sekolah untuk mendatangi kelas itu.
“ Apa kau bilang?!” netra Riza membelalak sempurna pada Zanjiil.
“Jangan sampai ku ulangi lagi!” ucap Zanjiil.
“Jahat banget kau Zanjiil! Hanya karena maling miskin ini kau menyakiti ku! Pada hal kau tak ada kaitan dengan dengan semuanya, Hiks...” Ayu menangis karena merasa perih dan pegal di wajahnya.
“Pintar! Itulah yang harus kau ingat, aku dan kau sama statusnya! Jadi terima saja karma instan dariku!” Zanjiil sungguh tak main-main jika ada orang yang berani menyakiti istrinya.
Gibran yang kasihan pada Kissky hanya dapat menundukkan kepalanya, meski ia kasihan namun ia tak dapat berbuat banyak.
“Sudahlah Jiil, Kissky pasti lelah, sebaiknya kita langsung ke ruang kontrol, untuk memastikan kebenarannya,” ujar Gibran.
__ADS_1
...Bersambung......