Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 49 (Absen)


__ADS_3

“Aku kan sudah bilang, hanya teman, lagi pula siapa juga yang mau jadi pacarnya.” Kissky melirik Zanjiil, yang ternyata melihat ke arahnya juga.


Haduh! Kenapa harus ketahuan sih aku melihatnya, batin Kissky.


“Bagus, kalau kau memang tak ada hubungan dengannya. Meski pun kau sahabat ku, tapi aku tidak akan pernah mendukung mu, jika yang kau lakukan salah. Ingat, jangan jadi duri pada hubungan orang lain, karena pastinya, kau akan dapat karma,” terang Liza.


Kissky menelan salivanya, meski ia adalah istri sah Zanjiil, namun sebelum mereka menikah, ia sudah mengetahui, hubungan antara Luna dan Zanjiil.


“Baiklah, aku mengerti.” jawab Kissky dengan penuh keraguan.


Tet.. Tet.. tet...


Bel sekolah pun berbunyi, siswa-siswi pun masuk ke ruangan untuk mengikuti pembelajaran.


Zanjiil yang terus melihat ke arah kursi Luna merasa khawatir, sebab sang kekasih belum datang juga ke sekolah.


“Apa dia baik-baik saja? Atau dia sedang menangis sekarang?” Zanjiil yang tak menghubungi Luna dari semalam, menjadi kepikiran. Karena Luna tak seperti biasanya, yang apapun masalahnya, ia akan tetap datang sekolah, dan terus menempel pada Zanjiil.


Ada apa dengannya? Apa kali ini dia benar-benar marah pada ku? batin Zanjiil.


Ia yang ingin mengirim pesan pada Luna harus gagal, karena Riza telah masuk ke dalam kelas.


“Assalamu'alaikum anak-anak, apa kabar kalian hari ini?” ucap Riza.


“Walaikumsalam, alhamdulillah baik bu!!” sahut serempak para siswa dan siswi.


“Bagaimana? Apa tugas kalian sudah selesai?” tanya Riza.


“Sudah bu!!”


Liza yang duduk di kursinya merasa ketar ketir, sebab tugas kelompok mereka, ada pada Luna.


“Astaga, bu Riza sudah masuk kelas, tapi Luna belum datang juga?!” ia pun jadi resah tak menentu, kegelisahannya tersebut di lihat oleh Kissky.

__ADS_1


“Kau kenapa? Apa mau mencret?” Kissky mengajak Liza untuk bercanda.


“Iya, rasanya mau mencret, saking tegangnya.” terang Liza.


“Memangnya ada apa? Semua baik-baik saja kan?”


“Kalau Luna sudah disini, semua akan aman, tapi masalahnya, dia belum datang juga, entah dia sakit atau apa,” terang Liza.


“Mungkin terlambat, apa kau sudah menghubunginya?”


“Sudah, tapi nomornya enggak aktif,” ucap Liza


“Bisa gawat kalau begitu, semoga bu Riza memberi kelonggaran waktu untuk mu,” Kissky merasa kasihan pada sahabatnya kita dapat hukuman dari Riza.


“Aamiin, kau sendiri bagaiman yang pegang tugas Zanjiil atau kau?”


“Si Zanjiil, pastinya sudah selesai.” sahut Kissky.


“Semuanya sudah disini? Apa masih ada yang belum mengumpul?”


“Liza? Kenapa belum selesai?” tanya Riza, seraya membuka satu persatu lukisan siswanya.


“Tugasnya ada pada Luna bu, dan dia belum datang sampai sekarang,” terang Liza.


“Oh ya?? Apa Luna menitip surat izin pada kalian?” semua orang menggelengkan kepala.


“Baiklah, ibu akan kasih waktu sampai besok untuk kelompok kalian, mungkin Luna berhalangan hadir hari ini.” ucap Riza.


Liza menghela nafas panjang, ia pun sangat bersyukur atas kemurahan hati Riza padanya.


“Baiklah anak-anak, buka buku halaman selanjutnya.” saat semua orang sedang belajar, Zanjiil malah kepikiran pada Luna, ia takut terjadi sesuatu pada kekasihnya.


Ia yang merasa gelisah dan penasaran akan Luna pun menutuskan untuk mengirim pesan.

__ADS_1


Kau ada dimana? Kenapa tak datang ke sekolah hari ini? ✉️ Zanjiil.


Namun hingga jam pelajaran seni berkahir, Zanjiil tetap tak mendapat balasan dari Luna.


Mungkin dia masih marah pada ku, makanya dia menonaktifkan handphonenya. batin Zanjiil.


Rizal yang melihat sahabatnya termenung pun menyapanya.


“Ada apa Jiil? Kenapa malah melamun?”


“Bukan apa-apa Zal, oh ya, apa pelajaran selanjutnya?” tanya Zanjiil.


“Ya Tuhan, sampai mata pelajaran hari ini saja kau lupa, pasti kau sedang memikirkan hal serius.” Rizal yang faham akan sifat Zanjiil tahu persis, jika sahabatnya sedang ada masalah.


“Enggak kok, tak ada yang harus di pikirkan.” Zanjiil yang tak ingin masalahnya di ketahui orang lain, memilih diam.


“Jangan di pendam sendiri, berbagilah pada orang lain, oh ya setelah ini kita pelajaran olah raga, ayo ganti baju!” ujar Rizal.


“Oke!” Zanjiil dan Rizal pun menuju toilet untuk mengganti baju. Begitu pula dengan Kissky dan Liza.


Ketika Kissky dan Liza telah berada di toilet, mereka kembali bertemu dengan Angel dan kawan-kawan.


“Hai!” sapa Angel seraya menepuk pundak Kissky dengan keras.


“Auh!” Kissky pun meringis kesakitan.


“Ya ampun, baru begitu sudah merasa kesakitan, hehehe!!” Angel menjewer telinga Kissky.


“Jangan ganggu dong, kitakan enggak ada urusan dengan kalian,” ucap Kissky dengan wajah kesal.


“Ya ampun... beraninya dia, hahaha!!” Angel makin keras menjewer telinga Kissky.


Liza yang ingin melerai malah takut jadi sasaran selanjutnya.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2