Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 149 (10 Tahun)


__ADS_3

Rio semakin kesal dengan Basuki. Karena Basuki terlihat sombong.


“Jangan merendahkan putri ku ya!” meski Rio marah pada Liza. Tapi ia tak terima bila putrinya di hina oleh orang lain.


“Kenyataannya memang begitu, dia selalu mengajak anak ku untuk bersua, dan sering meminta anak ku untuk menginap di kosnya, tanya sendiri pada putri mu.” ternyata Basuki telah membaca isi percakapan Liza dan Joe selama ini lewat handphone anak pertamanya.


Rio yang agamis tak dapat menahan malu. Ia pun tak dapat menegakkan kepalanya di hadapan keluarga Rabbani.


“Begini saja, biarkan putri mu menikah dengan Zanjiil.” Liza yang mendengar nama itu langsung tercengang.


“Apa om? Dengan siapa tadi?” tanya Liza dengan wajah serius.


“Dengan Zanjiil. Jika kau mengizinkan, kau akan mendapat suntikan dana dari ku, aku tahu perusahaan mu lagi goyang, kurang baik apa coba aku pada mu,” Basuki tertawa jahat.


“Enggak, aku enggak mau!” Liza menolak, karena ia tak ingin merusak rumah tangga sahabatnya.


“Saya terima.” namun Rio yang butuh uang langsung menyetujui penawaran Basuki. Meski putrinya tak setuju.


Sedang Zanjiil hanya diam saja, sebab jika ia melawan, Kissky nya akan lenyap.


🏵️


Kissky yang di tinggal sendiri masuk ke dalam kamar mandi.


Ia yang berencana kabur. memanjat fentilasi udara yang muat untuk ia lewati.


“Aku tak mau hidup dengan orang yang telah membunuh papa ku.” keputusan Kissky yang telah bulat tak dapat di ganggu gugat. Setelah berhasil keluar lewat fentilasi. Ia pun membuka pagar rumah mereka, dengan membawa seluruh tabungannya sebagai modal pertahanan hidupnya.


Setelah cukup jauh berjalan dari rumahnya, Kissky memesan transportasi online.


Kissky pun pergi meninggalkan pernikahannya dengan Zanjiil.


Ia yang tahu jika gpsnya di sadap oleh suaminya, akhirnya memutuskan untuk membuang handphonenya.


🏵️


Zanjiil yang pulang ke rumah mencari istrinya ke dalam kamar.


Retek!


Ia membuka pintu kamarnya dan Kissky. “Ky, kau dimana?” Zanjiil mencari istrinya kesana kemari, namun tak kunjung ketemu, hingga ia melihat ke kamar mandi.


“Bangsat!” Zanjiil merasa kesal, karena istrinya tidak bisa di beritahu.

__ADS_1


Kemudian ia pun membuka gpsnya, dan melihat lokasi terakhir Kissky aktif.


Dengan cepat Zanjiil menuju ke lokasi tersebut.


Namun sayang, istrinya tak ada disana. Ia hanya menemukan handphone milik Kissky.


Zanjiil memijat pelipisnya yang terasa sakit. Sejak hari itu, Kissky menghilang bak di telan bumi.


Kepergian Kissky membuat Zanjiil di terpah nestapa hebat.


Basuki pun tak bisa memaksa Zanjiil untuk menikahi Liza, sebab Kissky yang selalu jadi ancaman, sudah tak ada di antara mereka.


Zanjiil yang patah hati memutuskan untuk meninggalkan keluarganya.


“Pergi kemana kau Huwl.” Zanjiil menangis dalam kesendiriannya. Ia juga keluar dari sekolah Tunas Bangsa.


Zanjiil pun melanjutkan pendidikannya di sekolah umum biasa, dengan merubah seluruh identitasnya, kini ia mengganti namanya menjadi Eric.


Eric yang memiliki cukup banyak tabungan semasa ia kerja dengan ayahnya membuka usaha di bidang pakaian setelah lulus sekolah.


Ia yang pernah belajar di jurusan seni memutuskan untuk membuka butik yang di beri nama K Huwl.


Produk yang Eric jual datang dari luar dan dalam negeri.


Ia juga menjual hasil buah tangan yang ia design sendiri, dengan di buat merek sesuai nama tokonya.


Ia juga tak lupa mencari jejak Kissky kala ia senggang.


Namun sayang, hingga 10 tahun berlalu, Zanjiil tak kunjung menemukan istrinya.


Di ulang tahunnya yang ke 25 tahun, Eric merayakan bersama seluruh karyawannya.


Kini Eric memiliki 25 cabang butik, kesuksesan yang ia raih tak dapat ia nikmati. Karena perasaannya tak kunjung merdeka.


“Selamat ulang tahun pak Eric.” semua orang memberi selamat dengan penuh senyum dan kebahagiaan.


Eric yang telah hilang tawa hanya tersenyum biasa saja.


“Terimakasih telah memberi kejutan, tapi ku harap, lain kali tak usah lakukan lagi ” Eric selalu menolak setiap kali karyawannya merayakan ulang tahunnya.


Namun para karyawan yang tahu nestapa kehilangan istri yang bos mereka alami, tetap membuat perayaan. Karena mereka berharap Eric tahu, kalau ia tak sendiri.


Setelah mencicipi sedikit kue dari karyawannya, Eric kembali ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Meski kini ia telah jadi bos besar, tapi ia masih menjahit baju-baju produksi tangannya sendiri.


“Aku berharap Ky, suatu saat kau membeli baju yang ku buat. Aku juga berharap, kau merindukan ku, sama seperti aku merindukan mu, Kissky kembalilah.”


Meski ia tahu keinginannya tak mungkin, namun Eric Ilham tetap berharap jika istrinya datang dan hidup kembali dengannya.


Sebab ia dan sang istri belum cerai secara hukum negara.


Di dalam toilet wanita, 2 karyawan Eric berbincang.


“Ta, kenapa kau masih tak menyatakan perasaan mu pada pak Eric, ku lihat kau punya banyak peluang, mengingat hanya kau yang sering berinteraksi dengan pak Eric.” ucap Deri pada Dita di toilet.


“Aku mau-mau saja sih, tapi... pak Eric selalu jaga jarak dengan ku, dia tak mau terlalu dekat, pokoknya dia itu membuat tembok raksasa di antara kami,” terang Dita.


“Iya sih, lagi pula bukan rahasia umum lagi, kalau pak Eric sangat mencintai istrinya yang hilang.” Deri merasa kasihan pada bosnya.


“Kalau aku ya, punya pasangan seperti itu, sudah langsung ku buang jauh-jauh! Ini sudah 10 tahun, ku yakin dia telah memiliki suami, setidaknya kekasih lah,” ujar Dita.


“Aku juga setuju, untuk itu kau ku suruh mendekati pak Eric, mana tahu kehadiran mu dapat mengobati luka di hatinya,” terang Deri.


“Aku juga mau begitu, karena aku sudah lama menyukai pak Eric. Apa ku nyatakan saja perasaan ku padanya nanti?” tanya Dita.


“Tepat sekali, aku sangat mendukung jika kalian bersama. Tapi jangan lupa pada ku, setelah kalian bersama ya, hehehe.” Deri tertawa riang.


Eric yang sedang bekerja di ruang kerjanya di kunjungi oleh Lula.


Ceklek!


“Halo bang, apa kabar...” ucap Lula.


Kemudian Eric menoleh ke arah adiknya yang tak bertemu dengannya selama 10 tahun.


“Untuk apa kau kemari?” Eric tak suka dengan kehadiran adiknya.


“Menjenguk mu, sudah 10 tahun abang tak pulang ke rumah, mama dan papa rindu abang.” Lula merangkul saudara satu-satunya itu.


“Jangan memaksa aku untuk kembali, karena aku tak ingin punya hubungan apapun dengan kalian.” Eric benar-benar memutus tali ikatan dengan keluarganya.


“Ya Tuhan, hanya karena kak Kissky abang jadi membuang kami?” Lula tertawa getir.


“Kissky adalah alasan yang kesekian, yang paling utama adalah, kita tak sejalan, aku tak mau mencari uang dengan cara haram.” Eric kembali melanjutkan jahitannya.


“Ya walaupun begitu, abang tak boleh melupakan orang tua yang telah melahirkan abang. Kasihan mama.” Lula sangat berharap keluarganya utuh kembali.

__ADS_1


“Maaf saja ya, aku tak ada cita-cita bertemu mereka lagi, terlebih papa.” Eric yang masih sakit hati atas perbuatan ayahnya, menutup jalan damai untuk orang tuanya itu.


...Bersambung......


__ADS_2