
Lula geleng-geleng kepala, pasalnya sang abang begitu kejam di matanya.
“Pulanglah, dan jangan pernah datang kesini lagi.” Eric mengusir adiknya.
Lula tak bisa berkata apapun lagi, saat saudaranya mengusir dirinya. Kemudian ia pun bangkit dari duduknya.
“Kalau kau rindu, pulanglah.” kemudian Lula beranjak keluar dari ruangan abangnya.
Keesokan harinya. Eric yang butuh liburan memutuskan untuk pergi ke Bali.
Ia yang telah sampai ke Bali memilih untuk menginap di hotel yang dekat dengan pantai.
Malam harinya, Eric yang selesai mandi, berencana berjalan sendiri untuk mengitari pantai yang ramai akan pengunjung.
Ia yang lelah pun duduk di sebuah cafe seraya minum kopi
Matanya yang melihat kesana kemari tanpa sengaja melihat wanita yang mirip dengan Kissky. Duduk di temani seorang pria tak jauh darinya.
“Apa itu Kissky?” Eric pun mencoba mendekat. Dan berdiri di depan meja wanita yang mirip istrinya.
“Kissky...” ia memanggil nama wanita itu.
Sang wanita yang memang benar Kissky malah tidak mengaku.
“Siapa ya?” Kissky pura-pura tak kenal Eric.
“Aku Zanjiil, kau Kissky kan?” Eric memegang tangan Kissky.
Kemudian pria yang menemani Kissky minum kopi memegang tangan Eric.
“Jaga sikap anda, dia Arsy, calon istri ku!” pekik Devan.
Duar!
Bak tersambar petir di malam hari, Eric yang yakin jika itu adalah istrinya di masa lalu merasa makin patah hati.
“Ayo kita pergi.” Kissky alias Arsy meminta pulang pada calon suaminya. Kebetulan juga mereka telah selesai berkencan malam itu. Arsy dan Devan pun meninggalkan kafe.
Eric yang masih percaya kalau itu Kissky mengutus seseorang untuk mencari tahu soal Arsy.
“Aku yakin dia Kissky, meskipun wajahnya berubah 30%, tapi aku sangat yakin, kalau itu dia, apa Kissky juga merubah identitasnya?” malam itu Eric tak bisa tidur, ia terus menunggu kabar kenalannya yang sedang menyelidik Arsy.
__ADS_1
Hingga pagi menjelang, Eric masih terjaga, Matanya yang terang, melihat photo masa lalunya bersama Arsy.
“Kissky, apa kau masih marah pada ku?” Eric menitihkan air matanya.
🏵️
Arsy yang berada di rumahnya kembali mengingat wajah Eric yang mendatangi dia tadi malam.
“Kok bisa aku bertemu dengannya disini? Pada hal aku sudah jauh-jauh menghindarinya.” Arsy merasa kehadiran Eric begitu meresahkan.
“Semoga saja aku tak melihatnya lagi, aku tak sudi bertemu dengannya!”
Arsy yang kini berprofesi sebagai guru kesenian siap berangkat bekerja.
Ia menuju sekolah dengan menaiki motor metiknya.
Saat dalam perjalanan ia di hadang oleh mobil BWM.
“Siapa ini? Rese banget!” Arsy menjadi naik pitam.
Ia yang terlambat ingin segera berangkat. Namun mobil mewah itu tak memberinya jalan.
“Hei!”
Tok tok tok!
Arsy mengetuk kaca mobil mewah itu. Kemudian pemilik mobil itu pun menurunkan kaca pintu mobilnya.
Seketika Arsy menurunkan kedua alisnya. Dan Eric keluar dari dalam mobilnya.
“Arsy Laura, alias Kissky Huwl!” Eric memperlihatkan hasil penyelidikannya pada Arsy.
“Apa-apaan kau? Jangan buat rusuh! Aku Arsy, bukan orang yang kau katakan!” pekik Arsy.
“Akh! Oke, ku anggap benar apa yang kau katakan, Arsy. Tapi bolehkan, aku memanggil mu monyet?” seketika Arsy mengingat masa-masa pertikaiannya dengan suami yang belum cerai secara hukum negara itu.
“Dasar orang gila!” Arsy kembali ke motornya, namun Eric mengikuti langkahnya.
“Aku juga sama dengan mu, untuk melupakan masa lalu, aku merubah identitas ku, sekarang nama ku bukan Zanjiil lagi, kenalkan, nama ku Eric Ilham, ku rasa alasan kita berdua sama.” Eric tersenyum pada Arsy.
Sejak ia bertemu dengan istrinya, semangat hidupnya tumbuh kembali.
__ADS_1
Ia merasa kembali berusia 15 tahun. “Ayo, balikan lagi Arsy.” Eric mengelus puncak kepala istrinya.
Plak!
Arsy menyingkirkan tangan Eric dari kepalanya. “Maaf saja ya, aku sudah punya calon suami, dan aku sudah melupakan mu jauh-jauh hari, jadi ku mohon, lupakan aku, carilah wanita yang lain.” Arsy pun naik ke atas motornya.
Kemudian Eric juga naik ke atas motor Arsy. “Bawa aku keliling Bali, aku kesini karen liburan loh!” Eric memeluk istrinya.
“Hei! Apa-apaan sih kau?! Aneh banget deh! Turun dari motor ku!” Arsy memukul tangan Eric yang melingkar di pinggangnya.
“Tidak! Aku enggak mau!” Eric bertingkah bagai anak kecil pada Arsy.
“Hei Zanjiil, eh maksud ku Eric, aku besok lusa mau menikah, jangan buat masalah ya, nanti calon ku salah paham lagi pada mu!” Arsy mencoba membuka kedua tangan Eric dari pinggangnya.
“Kau mau poliandri ya, di saat kau belum cerai dariku, kau malah mau menikah dengan orang lain?” Eric geleng-geleng kepala. “Luar biasa.”
“Aku dan kau sudah selesai, ini sudah 10 tahun, lagi pula kau juga sudah menikah dengan Liza kan? Sudah punya anak berapa kalian?!” Arsy mengira Eric jadi menikah dengan Liza.
“Siapa bilang, aku dan dia tak jadi menikah, dan dia baru melepas masa jandanya 5 tahun yang lalu.” terang Eric dengan semangat.
“Benarkah? Dia menikah dengan siapa sekarang?” seperti biasa, Arsy sering lupa kalau di sedang marah.
“Gibran.”
“Gibran?” Arsy menoleh ke arah Eric yang duduk di belakangnya.
“Kau pasti tak menyangkakan? Dan anak Liza mendapat pengakuan resmi dari keluarga ku, ya... meski pun aku tak bertemu mereka selama 10 tahun, tapi... Hera selalu memberi ku kabar terbaru dari keluarga ku, hehehe... Hera selalu tak pernah berubah.” Eric tertawa seraya menitikkan air matanya.
Arsy pun dapat merasakan air mata kesedihan yang mengalir di pipi suaminya.
“Semua telah berubah, hanya hati ku, yang tak pernah mubah darimu, maafkan aku nyet, telah membunuh ayah mu, tapi sungguh, aku tak ingin melakukan itu, tapi... tak ada pilihan untuknya. Hiks...” Eric menangis, saat mengingat dosa-dosa yang ia lalukan.
“Sudahlah, jangan ungkit masa lalu, aku sudah melupakannya, yang penting kita jalani hidup kita masing-masing Ric, carilah seseorang yang mau pada mu.” Kissky yang telah menemukan lelaki yang tepat, tak mau kembali pada Eric.
“Apa kau tak ingin memberi ku kesempatan? Aku sudah taubat Sy, dan aku sudah tak bersama keluarga ku lagi, aku juga sudah punya usaha halal, tolong pikirkan lagi.” Eric merasa sedih dengan keputusan Arsy.
Ia yang mengira kebahagiaannya telah kembali, Kini harus menelan nestapa 2 kali lipat. Pernikahan Arsy membuat hatinya hancur.
“Sekali tidak, ya tidak! Sekarang cepat turun biawak! Harusnya kau malu, nempel-nempel sama calon istri orang lain, jangan gara-gara mu aku gagal nikah ya! Bisa ku gorok leher mu!” Arsy yang belajar bela diri percaya, kalau ia dapat melawan Eric.
...Bersambung......
__ADS_1