
“Ini!” Zanjiil mengembalikan handphone istrinya, lalu Kissky pun menerimanya. “Awas, jangan sampai kau ubah!” Zanjiil mengancam istrinya.
Kemudian Kissky pun melihat kembali nama yang di edit suaminya.
“Suami? Enggak salah ini?” netranya membelalak.
“Jangan pernah ganti, selama status mu adalah istri ku!” pungkas Zanjiil.
“Enak saja, kau sendiri belum tentu membuat nama ku bagus di handphone mu!” pekik Kissky.
“Itu sih urusan ku!” Zanjiil pun kembali melangkahkan kakinya.
“Dasar Zanjiil.” keduanya pun lanjut melihat-lihat kembali isi museum yang di pamerkan.
Pukul 18:00, mereka yang telah puas berkeliling museum memutuskan untuk pulang.
“Ky! Aku lapar, makan sebentar yuk!” Zanjiil yang keroncongan mengajak Kissky untuk mengisi perutnya yang kosong.
“Makan dimana? Memangnya kau mau jajan di pinggir jalan?” ucap Kissky.
Kemudian Zanjiil melihat ke sekitarnya. Terdapat banyak penjual makanan di pinggir jalan.
“Ayo! Aku ingin makan bakso mercon!” ucap Zanjiil.
“Aku juga mau.” kemudian keduanya pun menuju salah satu penjual yang dagangannya tidak laku.
“Bakso mercon 2 porsi bu!” Zanjiil memesan dengan semangat.
“Siap dek! Mau makan disini atau bungkus?” tanya sang pedagang.
“Bungkus pak!” sahut Zanjiil.
__ADS_1
“Siap dek!” sang pedagang pun dengan cepat menyiapkan permintaan Zanjiil di dalam mangkuk sekali pakai.
“Jiil, aku beli gorengan dulu ya!”
“Jangan lama-lama!” ucap Zanjiil.
Kemudian Kissky beranjak ke penjual gorengan yang tak jauh dari suaminya.
Ia pun memesan goreng tempe, tahu dan juga bakwan sebanyak 10 biji. Setelah itu ia kembali lagi pada Zanjiil.
“Ini!” Kissky mengangkat makanan yang baru ia beli.
“Pasti cocok banget tuh di campur dengan ini!” keduanya senyum bersamaan.
“Eh, kita mau makan dimana?” tanya Kissky, ia bingung karena tak ada tempat duduk di sekitar mereka.
“Di stasiun saja, aku pernah melihat banyak orang yang makan di bangku yang ada di dekat peron kereta,” terang Zanjiil.
Setelah mereka berdua sampai, Zanjiil dan Kissky duduk di sebuah kursi panjang berwarna abu-abu.
“Aku sobek-sobek gorengannya ya!” ucap Kissky bersemangat, ia sudah tak sabar ingin menyantap bakso mercon miliknya.
“Jangan, biar aku saja.” Zanjiil yang tak ingin tangan istrinya kotor, memutuskan melakukannya sendiri
“Tapi kau belum cuci tangan.” ujar Kissky.
“Itu air.” kemudian Zanjiil bangkit dari duduknya menuju kran air yang di sediakan oleh pihak stasiun.
Kissky tak dapat melepas senyum di bibirnya, menurutnya Zanjiil saat itu terlalu manis padanya.
Setelah mencuci tangan dengan bersih, Zanjiil pun kembali, ia dengan jemari lentiknya menyobek-nyobek gorengan yang ada dalam kantor plastik putih transparan yang di beli istrinya.
__ADS_1
“Oke! Mari kita coba!” pasangan suami istri itu pun menyantap bakso mercon yang merahnya menggugah selera.
“Ya Tuhan, huuh.” Zanjiil begitu kepedasan, karena kuah bakso yang begitu menyengat di lidahnya.
“Enakkan...” Kissky kembali memasukkan bakso dengan banyak kuah ke mulutnya.
Setelah keduanya kenyang, mereka pun memutuskan untuk pulang.
Malam itu kereta cukup padat, banyak karyawan yang baru pulang kerja, hingga mengharuskan keduanya untuk berdiri.
Kepadatan gerbong yang mereka tumpangi membuat satu sama lain berhimpitan.
Zanjiil yang tak terima Kissky bersentuhan dengan lelaki lain pasang badan, melindungi istrinya dari tangan nakal penumpang tak bertanggung jawab.
Ia pun menempelkan tubuhnya pada Kissky yang menghadap kursi penumpang, kemudian ia berpegangan pada hand strap agar tak tjatuh.
Padat banget sih! batin Zanjiil.
Penumpang makin lama kian melonjak, hingga pintu kereta sulit untuk tertutup. Zanjiil melihat istrinya semakin sulit untuk berdiri.
Hinga akhirnya, Kissky yang tak dapat bertahan harus memegang kaca yang ada di hadapannya.
Zanjiil begitu kasihan pada istrinya, dengan tangan jenjang berenergi nya, ia melingkarkan tangannya di perut rata Kissky.
“Lepaskan tangan mu dari kaca!” ucap Zanjiil.
“Nanti aku jatuh!” sahut Kissky.
“Enggak akan!” atas saran dari Zanjiil, Kissky pun melepas pegangannya.
Setelah tubuhnya tegap kembali, Kissky tak dapat bernapas dengan benar, sebab Zanjiil memeluknya dengan begitu berat.
__ADS_1
...Bersambung......