
Karena itu adalah keinginan Gibran sendiri, mereka bertiga tak bisa berkata apapun lagi.
“Semoga kalian berdua bahagia,” Kissky memeluk Liza.
“Kalau mau, kita bisa jadi tetangga, di sebelah rumah yang kami beli masih kosong.” Zanjiil lupa kalau Gibran belum tahu status pernikahannya dengan Kissky.
“Kalian sudah menikah?” Gibran sangat terkejut dengan pengakuan Zanjiil.
“Ya Tuhan, kau belum tahu ya, aduh...” Zanjiil menepuk keningnya karena merasa bodoh sendiri.
“Iya Bran, maaf kalau aku tak memberitahu mu,” ucap Kissky.
Meski kecewa, namun Gibran tak bisa berkata berkomentar lagi, sebab dirinya sendiri akan menikahi Liza.
“Selamat buat kalian berdua.” Gibran menjabat tangan Kissky dan Zanjiil.
“Terimakasih banyak, dan aku mendukung mu Gibran untuk menikahi Liza, nanti aku dan istri ku akan ikut melamar Liza ke rumahnya, katakan saja tanggalnya.” seketika Zanjiil baik pada Gibran, itu semua karena Gibran akan menikahi Liza, jadi hatinya sedikit tenang.
“Terimakasih Jiil,” ucap Gibran.
Hari itu Liza pulang di jemput oleh supir keluarganya, karena kini dirinya sudah tak di izinkan tinggal di kosan.
Gibran yang akan naik ke motornya di ajak bicara oleh Zanjiil dan Kissky
“Kenapa kau berubah pikiran secara mendadak?” tanya Zanjiil.
“Iya, aku juga berpikir sama dengan mu Jiil, masa tiba-tiba berubah pikiran,” timpal Kissky.
“Kemarin malam, ada seseorang yang datang menemui ku, orangnya tinggi tegap, pakai jas hitam, dia memiliki 2 pengawal, aku tak kenal dia, dan aku juga tak tahu apa hubungannya dengan Liza, yang jelas dia ingin aku menikahi Liza, sebagai balasannya, dia memberi ku banyak uang dan property. Dan dia juga menjanjikan ku sesuatu yang sangat penting,” terang Gibran.
“Apa?” tanya Kissky dan Zanjiil dengan penuh penasaran
“Itu rahasia.” Gibran enggan mengatakannya, karena ia takut kalau Zanjiil akan membulinya setelah tahu identitasnya yang sebenarnya.
“Ya Tuhan, bicara kok setengah-setengah sih Bran!” Zanjiil yang malas, langsung masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
“Kelurga kandung mu, apa benar itu?” bisik Kissky.
“Iya.” Gibran menganggukkan kepalanya.
“Hei sayang! Cepat masuk! Untuk apa kau menanti jawaban dari si pelit Gibran!” pekik Zanjiil.
“Iya, aku datang.” lalu Kissky masuk ke dalam mobil suaminya.
Ternyata karena itu, tapi... siapa orang yang repot-repot menyuruh Gibran untuk menikahi Liza? Bukannya tadi Liza bilang sendiri kalau om akan tetap menggugurkan kandungannya? Kissky tak hentinya bertanya dalam hatinya.
“Hei! Jangan melamun!” Zanjiil mencubit hidung istrinya. “Apa sih yang kau pikirkan? Oh ya... jalan pak Dimas.” Zanjiil menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.
“Apa kau tak merasa aneh? Kira-kira siapa yang meminta Gibran untuk menikahi Liza? Kau dengar sendirikan tadi, kalau om mau anak itu tetap di gugurkan?” ucap Fi.
“Kau benar juga, apa itu papa?” Zanjiil menebak jika ayahnya lah yang mungkin meminta hal itu.
“Apa papa akan serepot itu?” Kissky mengernyitkan dahinya. “Lagi pula papakan tak tahu soal Liza?”
Kau salah, aku yakin ada yang melaporkan pada papa, kalau Liza mengandung anak Joe, batin Zanjiil.
“Aku tak tahu, tapi itu mungkin sajakan?” Zanjiil jadi serba salah kalau ingin bicara pada Kissky, jika ia bilang ada mata-mata keluarganya di berbagai tempat, pasti istrinya akan banyak bertanya mengenai keluarganya.
🏵️
Brak!
Basuki melempar dokumen yang di berikan Ahmad padanya.
“Apa ini? Saham perusahaan mu anjlok?!” mata Basuki membelalak sempurna.
“I-iya, ma-maaf Ki, aku tertipu oleh klien, kontrak kerja yang ia berikan ternyata membuat ku kehilangan banyak uang,” terang Ahmad.
“Apa kau bilang? Hah? Apa kau waras? kau sudah merugikan ku juga, dan yang paling membuat ku marah, kau tak amanah, apa yang kau pikirkan, hah? Kau yakin karena tertipu klien? Bukan yang lain?”
Basuki merasa ragu dengan pengakuan Ahmad, sebab ia pernah mendengar desas desus, kalau Ahmad gemar main judi online.
__ADS_1
“Benar Ki, ku mohon maafkan segala kecerobohan ku.” Ahmad sangat berharap, status besan dan sahabat yang ia sandang dapat membuat ia lolos dari jerat hukum mati Basuki.
”Baik, akan ku selidiki ke perusahaan mu, sementara itu, kau tetap disini.” lalu Basuki menelepon sekretarisnya, meminta agar segera mencari tahu infomasi mengenai perusahaan Ahmad, dengan bertanya pada sekretaris dan juga pegawai payroll perusahaan Ahmad.
Ahmad yang duduk di hadapan Basuki merasa ketar ketir, keringatnya juga tak berhenti bercucuran deras.
Bagaimana ini? Apa aku akan mati di tangannya? batin Ahmad.
“Kau tak lupakan isi perjanjian kita? Kau juga sudah ku percaya ikut mengelola bisnis ilegal ku, pada hal kau ku beri banyak keuntungan, tapi aku tak mengerti, kenapa kau masih bisa bangkrut? Sebenarnya Kau bisa bekerja enggak?” suara tegas dari Basuki membuat mental Ahmad ciut.
”Maafkan aku Ki, ini semua salah ku.” seketika Ahmad menyesal karena telah melangkah ke jalan yang salah.
Kalau dia memaafkan ku, aku akan bawa jauh keluarga ku, aku tak mau lagi tinggal di dekatnya, aku akan bawa jauh istri ku dari ibu kota ini, batin Ahmad.
Setelah 1 jam menunggu, akhirnya sang sekretaris pribadi Basuki menelponnya.
Pak Ahmad tak pernah tertipu oleh klien pak, tapi bagian payrollnya berkata, kalau pak Ahmad memiliki 2 tagihan yang membengkak, satu untuk membayar kartu kredit istri pak Ahmad, yang kedua untuk membayar hutang judi online yang ia lakukan. 📲 Sekretaris.
Baik, saya mengerti. 📲 Basuki
Mendengar informasi mengejutkan dari sekretarisnya, Basuki jadi naik pitam.
“Kenapa kau harus berbohong pada ku Mad?” pertanyaan dari Basuki membuat jantung Ahmad berdetak kencang.
“Maafkan aku Basuki!” lalu Ahmad bangkit dari duduknya dan berlutut di atas lantai.
“Kau tahu Mad, uang nomor 2 bagi ku, yang paling tak ku suka adalah pengkhianatan mu, ku percaya kau mengelola uang ku, ku selamatkan kau dari kebangkrutan, tapi kau... malah menyia-nyiakan kepercayaan ku, luar biasa!” Basuki tepuk tangan.
Ia yang dalam keadaan berduka, serta di musuhi anak dan istrinya, membuat seorang Basuki tak memiliki bekas kasih pada besannya yang juga berbohong padanya.
“Perjanjian tetap perjanjian Ahmad, kau harus membayar segala pengkhianatan dan kerugian yang kau lakukan dengan tubuh mu dan juga putri mu.” Basuki tak perduli meski Kissky tak ada sangkut pautnya.
Yang jelas, nama Kissky dan July ada dalam daftar perjanjian, sedangkan nama Ahmad hanya sebagai pengganti, apa bila kedua nama yang ia gadaikan tak dapat untuk di bunuh.
“Maafkan aku Basuki, bukannya kita sahabat? Aku berjanji akan melunasi segala hutang-hutang ku, aku takkan mengingkari janji lagi, tolong kasihani aku Basuki.” Ahmad mulai menangis ketakutan.
__ADS_1
“Aku tak perduli, bagi ku, kalau ada yang tak sesuai prosedur, musnahkan! Organ-organ mu dan Kissky cukup sehat, meski pun tak bisa menutupi seluruh hutang mu, namun pengkhianat seperti mu, sudah layak mendapatkan mati!” pekik Basuki.
...Bersambung......