
Kemudian Kissky melihat ke arah belakangnya, Kissky pun menghela nafas panjang.
“Liza... Liza... bagus sekali, ku yakin berat badan mu akan turun cepat kalau begini terus,” ujar Kissky.
“Diamlah, jangan banyak bicara!” pekik Liza.
Joe yang melihat kehadiran keduanya pun mendekat.
“Cepat banget ya kalian ke kantin.” lalu Joe melihat ke piring Kissky yang terisi penuh. “Makan mu banyak sekali Ky, apa kau habis?” Joe memegang puncak kepala Kissky.
Seketika Kissky melirik Liza, karena ia takut sahabatnya salah paham.
Sial, harusnya tadi aku tak memberi nasi goreng ku pada Kissky, hiks... aku iri. hati kecil Liza menangis, melihat Kissky yang dapat perhatian dari orang yang ia sayang.
Semoga saja Liza tak marah pada ku, batin Kissky.
Zanjiil yang berada di tempat yang sama melihat tindakan yang Joe lakukan.
“Awas kau Joe.” Zanjiil yang tak terima istrinya di sentuh orang lain pun mendatangi meja ketiganya.
Dengan kasar Zanjiil menarik tangan Joe hingga menyingkir dari sebelah Kissky. “Cari tempat lain.” ucap Zanjiil dengan wajah datar.
“Ck! Kau kekanak-kanakan banget Jiil.” Joe meledek saudara tirinya.
“Tutup mulut mu!” Zanjiil pun duduk di sebelah Kissky.
“Aku lapar.” ucap Zanjiil. Kissky menatap aneh pada suaminya. “Suap.” pinta Zanjiil.
Liza yang tersentak mendengar permintaan Zanjiil tanpa sengaja menjatuhkan roti yang ada di tangannya.
Kissky kali itu tak menolak permintaan suaminya, ia langsung menyuap Zanjiil.
Dari pada sayang terbuang-buang, enggak apa-apalah sepiring berdua, batin Kissky.
Joe menyunggingkan bibirnya, ia jelas tak suka dengan kemesraan keduanya.
Apa-apaan Kissky, dengan sengaja di memanas -manasi ku, batin Liza.
Liza yang tak mau kalah menarik tangan Joe yang masih berdiri untuk duduk di sebelahnya.
“Sini!” kemudian Liza membuka mengambil roti bakarnya dengan garpu dari piring, selanjutnya ia memberikannya pada Joe.
“Makanlah, kau pasti lapar,” ucap Liza.
“Aku tak lapar,” Joe menolak pemberian Liza.
“Ayolah.” Liza terus menyodorkan rotinya pada Joe.
__ADS_1
Mungkin dia meniru yang di lakukan Kissky, ya sudahlah, kalau aku tak mau, pasti dia akan tetap memaksa, batin Joe.
Dengan berat hati Joe membuka mulutnya. Liza tak dapat menahan rasa bahagianya, saat Joe makan dari tangannya.
“Apa kau ada acara hari minggu besok?” tanya Liza yang ingin mengajak Joe kencan.
Joe mengernyitkan dahinya, pasalnya Liza adalah wanita pertama yang berani menanya aktivitasnya.
“Aku sibuk.” ucap Joe.
“Sibuk apa? Apa aku boleh membantu kesibukan mu?” Liza menghantar wajahnya ke wajah Joe.
Zanjiil tercengang akan keberanian Liza, Anak ini sudah gila ya? Enggak bisa lihat mana orang baik dan jahat.! batin Zanjiil.
Zanjiil pun hanya menyimak setiap gombalan yang di berikan Liza pada Joe. Kissky sendiri tak terkejut akan sikap Liza, karena itu sudah biasa di telinganya.
“Kau tak bisa ikut, karena ini adalah urusan lelaki,” ucap Joe.
“Benarkah? Pada hal aku ingin bersama mu, hitung-hitung balas budi karena sudah membela ku dan Kissky.” wajah Liza mendadak murung mengingat hal-hal yang mereka alami.
“Kau tak perlu balas budi, karena itu adalah kewajibab ku sebagai teman,” ujar Joe.
“Itu bagi mu, tapi untuk ku, aku tak bisa mengabaikan kebaikan mu begitu saja, andai tak ada kau, mungkin aku sudah terluka parah, tapi kehadiran mu, menyelamatkan ku dari orang-orang bengis itu.” mata Liza berkaca-kaca karena terharu atas pengorbanan Joe padanya.
Zanjiil mengusap wajahnya, ia tak menyangka, Liza begitu puitis.
“Kalau aku jadi kau, aku takkan mau laki-laki seperti Joe,” celetuk Zanjiil.
“Iya, kau memang benar, tapi... ku rasa kau juga lihat betul, kemarin dia menghajar habis para perempuan itu. Coba pikirkan bagaimana nasib mu nanti, kalau membuat kesalahan padanya.”
Liza memikirkan perkataan Zanjiil, sedang Kissky mencubit paha Zanjiil dari bawah meja.
Joe memutar mata malas, ia pun melihat ke arah Liza yang wajahnya nampak bingung.
“Kau takkan melalukan itu pada ku kalau aku jadi istri mu nantikan?” Kissky, Joe, dan Zanjiil tercengang atas perkataan Liza yang ingin jadi pasangan Joe di masa depan.
“Ka-kau bicara apa sih Za!” ucap Joe kaku, ia merasa Liza berbeda dari wanita lainnya.
“Kau tak dengar? Kegarangan mu yang kemarin hanya untuk orang-orang yang menyakiti ku kan?” Joe di buat mati kutu, Liza yang berani membuat Joe berdarah dingin grogi.
Gila si Liza, batin Kissky.
“Mungkin,” jawab Joe dengan jujur.
“Kalau begitu kita jalan yuk minggu, kau boleh datang ke kos ku.”
Joe di buat deg degan, ia yang lapar bangkit dari duduknya.
__ADS_1
“Kau mau kemana?” sapa Liza.
“Ke ruang praktik!” jawab Joe.
“Bawa ini!” Liza memberi sisa roti yang ada di tangannya untuk Joe.
“Tidak usah.” Joe kembali menolak pemberian Liza.
Namun Liza memegang tangan Joe dan meletakkan roti bakar beserta piringnya di genggaman Joe.
“Makan yang banyak, hari ini roti, besok akan ku masak semua makanan favorit mu.”
Ting!
Liza mengedipkan matanya pada Joe. Sontak wajah Joe menjadi merah padam, ia yang tak sanggup lebih lama di sebelah Liza memilih angkat kaki saat itu juga.
Sinting! batin Joe.
Setelah Joe pergi, Liza menarik nasi goreng Zanjiil dan Kissky yang masih tersisa banyak.
“Ini punya ku! Hei jelek!” Liza memelototi Zanjiil.
“Pesan sana! Enak saja kau makan makanan ku!” pekik Liza.
Kissky tertawa melihat Liza melahap cepat sisa nasi gorengnya.
“Sampai kapan kau akan pencitraan Za? Bagaimana kalau Joe ternyata pobia dengan gadis yang makannya banyak seperti mu? Harusnya kau apa adanya dari awal, um um...” Kissky menakut-nakuti Liza.
“Kau benar juga, aku harus bagaimana dong?” Liza menjadi khawatir akan nasibnya.
“Jangan lebay Za, belum tentu Joe menyukai mu, lebih baik kau kejar Gibran, lebih jelas masa depannya.” Zanjiil sungguh tak ingin bila Liza jatuh hati sungguhan pada Joe yang berstatus sama dengannya.
“Kalau Gibran, itu sudah jelas kandidat ku juga, hanya saja dengan Joe aku belum pernah jalan, jadi dua-duanya harus ku training.”
Zanjiil menghela nafas panjang, ia tak bisa membayangkan kalau istrinya seperti Liza.
Untung istri ku cuek, batin Zanjiil.
Pukul 16:00, bel sekolah pun berbunyi, Kissky yang ingin minta izin pada suaminya mengirim pesan.
Aku ingin bicara, ayo ke ruang kosong ujung kelas. ✉️ Kissky.
Baiklah. ✉️ Zanjiil.
“Ky, jadi ikut ke kos ku kan?” tanya Liza.
“Iya, tapi aku ke toilet dulu, kau tunggu disini ya,” jawab Kissky.
__ADS_1
“Aku ikut ya.” Liza ingin mendampingi Kissky karena tak ingin ada orang lain yang menyakiti sahabatnya lagi.
...Bersambung......