Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 99 (KKN)


__ADS_3

Kissky yang tak suka pada Art itu pun membuang wajahnya.


Kemudian, keduanya melintas dari sebelah Hera tanpa menyapanya sekata pun.


“Wajah mu jelek sekali!” ucap Zanjiil.


“Sembarangan, aku cantik begini kau bilang jelek? Apa enggak salah??” Kissky yang tak mau kalah debat selalu menjawab setiap ledekan yang di beri suaminya.


“Iya, kau memang cantik!” Zanjiil yang semakin sayang pada Kissky tak mau menggoda gadis itu lebih lanjut.


Sesampainya mereka ke meja makan, Kissky dan Zanjiil bertemu dengan Winda yang sedang memasak.


“Sstt!” Kissky menarik ujung baju suaminya.


“Ada apa?” Zanjiil menundukkan kepalanya, agar sang istri dapat berbisik ke telinganya


“Kau tahu tidak? Kak Winda Punya banyak tato di tubuhnya.” Kissky memberi tahu Zanjiil. Karena ia berpikir suaminya belum tahu mengenai hal itu.


“Bukankah itu keren? Aku juga punya satu!”


“Apa? Kau serius? Dimana?” tanya Kissky penasaran.


“Di hati ku, bertuliskan nama mu,hehehe!” gombalan Zanjiil berhasil membuat Kissky tersenyum.


“Zanjiil! Kau nakal!” Kissky menggigit kecil lengan suaminya.


“Akh! Kau ini! Wajah mu terlihat senang, tapi tindakan mu sangat menyeramkan!” pekik Zanjiil.


“Itu gigit sayang Jiil, kau ini! Aku kan pacar mu, mana mungkin aku melukai mu sungguhan.” suara manja Kissky membuat Zanjiil merinding.


“Ya-ya bu Huwl! Sebaiknya kau makan bakso mercon mu selagi masih panas.” ucap Zanjiil seraya mengeluarkan bakso mercon tersebut dari bungkusnya ke dalam mangkok yang baru saja di letakkan Winda di hadapan pasangan muda itu.


Saat keduanya sedang asyik menyantap hidangan favirit mereka. Lula datang dengan wajah penuh keringat dan sepatu penuh lumpur.


“Lula, kau dari mana saja? Kenapa pulang dengan celana kotor begitu?” Kissky yang perhatian mengkhawatirkan adik iparnya.


“Aku tak sengaja jatuh saat di taman.” Lula membohongi kakak iparnya.


“Pergilah mandi, tak baik masuk dapur sebelum tubuh mu bersih, dan kau perlu membuang sepatu mu, karena itu kotor!” Kissky mengernyitkan dahinya saat mendengar perintah yang di beri suaminya. Ia merasa itu sangat berlebihan.


“Oke.” setelah Lula selesai minum, ia pun kembali ke kamarnya. Sedang Winda langsung mencuci bekas gelas yang di pakai Lula.


Rajin banget sih kak Winda. Sepertinya debu saja takut kalau mau hinggap di rumah ini, batin Kissky.


Setelah selesai makan, Kissky dan Zanjiil menonton tv ke kamar Zanjiil.


“Kau mau nonton apa?” tanya Zanjiil.


“Kuliah kerja nyata di desa penari,” jawab Kissky.

__ADS_1


Kemudian Zanjiil membuka aplikasi nonton online lewat laptonya. Selanjutnya ia menghubungkan laptop tersebut dengan proyektor dan memantulkannya ke dinding kamarnya yang memiliki cat abu rokok.


“Ini dia film yang lagi viral!” Kissky begitu antusias. Ia pun duduk di atas ranjang bersama Zanjiil.


“Setelah ini, kita nonton film suami istri ya!” ucap Zanjiil.


“Ngomong lagi ku gunting mulut mu!” pekik Kissky, ia tahu yang di maksud suaminya adalah film 21++.


“Ehm!” Zanjiil memutar mata malas.


Tak lama opening dari film horor tersebut pun tayang.


“Akh! Akh!” Kissky yang ternyata takut berteriak sekencang-kencangnya.


“Brisik! Filmnya baru mau mulai, tapi vita suara mu sudah mau pecah!” Zanjiil menegur istrinya yang bersikap berlebihan.


“Seram Jiil...” Kissky memeluk lengan Zanjiil.


“Kalau begitu tak usah tonton, jangan paksakan diri, nanti kau terbawa mimpi lagi!” Zanjiil memperingati istrinya.


“Tapi aku penasaran,” ucap Kissky.


“Terserah kau saja.” kemudian pandangan keduanya pun fokus pada alur film yang ada di tembok.


Kissky yang takut di marahi Zanjiil lagi menutup rapat mulutnya, ia juga mencengkram kuat lengan suaminya.


“Aaakkhh!! Setan! Aku kaget!” umpat Kissky.


“Heh!” Zanjiil menempeleng wajah istrinya.


“Seram Jiil, serius, aku enggak bercanda!!!” wajah pucat Kissky menggambarkan kenyataan yang ada.


“Jangan di tonton! Kau itu bagusnya di kasih acara masak-masak atau kartun!” Zanjiil yang kesal mematikan film horor tersebut.


“Zanjiil, aku masih mau nonton!” Kissky mencoba memutar kembali film kuliah kerja nyata yang masih menggantung.


“Enggak, sekarang waktunya kita ciuman!” Zanjiil memeluk Kissky.


“Enggak mau! Kalau kau tak menemani ku sampai filmnya selesai, aku menolak adu bibir dengan mu!” penolakan dari Kissky tak di hiraukan oleh Zanjiil.


Dengan cepat ia menyerobot bibir yang telah ia pinang dengan bismillah.


Kecupan hangat dari Zanjiil membuat Kissky tak dapat menolak, gejolak asmara meledak-ledak dalam hati gadis cantik itu.


Kissky pun memeluk tubuh Zanjiil, kemudian ia membalas sapuan lembut yang menjalar dalam setiap sudut rongganya.


“Jiil! Aku mau pipis!” ucap Kissky dengan polosnya.


“Keluarkan saja.” Zanjiil mengerti, yang di maksud istrinya adalah kencing enak.

__ADS_1


Ketika Zanjiil ingin melanjutkan ciuman mereka, Kissky menolak hal tersebut. di


“Serius, aku mau ke toilet Jiil!”


“Akh! Kau benar-benar ahli merusak suasana!” Zanjiil melepas pelukannya dari Kissky.


Gadis polos itu pun segera berlari menuju toilet yang ada dalam kamar Zanjiil.


Setelah Kissky selesai buang hajat, ia kembali ke ranjang, dan ia pun mendapati Zanjiil yang sedang berbaring seraya memakai selimut tebal.


“Ayo kita lanjutkan,” ucap Kissky.


“Malas, sebaiknya kita tidur, kau mau menginap disini atau tidak?” tanya Zanjiil.


“Aku tidur di kamat ku saja.” Kissky yang takut kenikmatan dunia mengantarkannya lebih jauh, Kissky pun memilih pergi dari kamar suaminya.


“Oke!” ucap Zanjiil.


Setelah itu, Kissky meninggalkan suaminya. Sesampainya ia di ranjang kesayangannya, ia kembali terbayang-bayang akan ciuman yang baru mereka lalukan. Kissky yang berbunga-bunga memukul-mukul bantalnya saking girangnya.


“Ternyata begini rasanya kalau punya pacar.” Kissky yang masih rindu mengirim pesan pada Zanjiil.


Selamat tidur, semoga mimpi indah, biawak! ✉️ Kissky.


Kau juga monyet! ✉️ Zanjiil.


Besok bangunkan aku pagi-pagi ✉️ Kissky.


“Bangun saja sendiri, sebelum ada aku, kau biasa bangun mandiri kan? ✉️ Zanjiil.


Ya sudah kalau kau enggak mau, aku juga cuma bercanda, bye! ✉️ Kissky.


“Sebentar baik, sebentar galak, dasar psycopath!” Kissky menarik selimutnya.


“Sebaiknya aku tidur, karena besok mau sekolah.” gadis cantik itu pun memejamkan matanya.


Sedangkan Zanjiil dalam kamarnya, masih berpikiran akan kematian Riza.


“Kalau itu perbuatan Joe, apa itu demi Kissky?” Zanjiil tak habis pikir jika Joe ikut campur sejauh itu, pada hal saudara tiri Zanjiil tersebut tak ada kaitan sama sekali.


Pukul 06:47, Kissky terbangun dari tidurnya, “Ehm, jam berapa sekarang?” saat ia melihat jam wekernya. Netranya membulat sempurna, sebab ia bangun kesiangan.


“Gila, dia benar-benar tak membangunkan ku!” Kissky bangkit dari ranjang menuju kamar mandi


Setelah 5 menit dalam kamar mandi, Kissky keluar dan berpakaian dengan buru-buru.


Sepanjutnya ia turun menuju lantai satu, saat ia sampai ke pintu utama, ia melihat Zanjiil yang telah berdiri rapi di teras.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2