
“Huwl!!” Zanjiil tak menggubris perkataan Gibran. Yang membuat sahabat kecil Kissky merasa tersinggung.
“Jiil, sudah ku katakan, jangan bicara kasar pada perempuan, kau itu laki-laki!” pekik Kissky.
“Kau enggak tahu Bran?!” ucap Kissky, yang berdiri di belakang tubuh Gibran.
“Apa?” Gibran menoleh ke arah Kissky.
“Diakan banci!” bisik Kissky. Gibran tertawa kecil saat mendengarnya.
Zanjiil yang tak terima di perlakukan demikian oleh istrinya pun berbuat nekat. Dengan tenaga penuh, Zanjiil menarik kasar tangan Gibran, hingga menyingkir dari hadapan Kissky .
“Hah!!” Kissky yang syok, menyumpal mulutnya. “Kenapa kau lakukan itu?!” pekik Kissky.
“Ini semua karena mu!” Zanjiil yang tak terima penolakan lagi, mengangkat tubuh mungil Kissky, lalu meletakkan tubuh gadis itu ke bahu kanannya, selanjutnya Zanjiil meletakkan sepeda BMX milik istrinya di bahu kirinya.
Langkah kakinya tetap ringan meski mengemban 2 beban di pundaknya.
“Biawak! Turunkan aku!” Kissky memukul-mukul punggung Zanjiil.
Orang-orang yang melihat pemandangan ganjil itu pun tertawa, ada juga yang mengabadikan ke dalam ponselnya. Dan tak sedikit pula orang menganggapnya romantis.
Sedang Gibran yang tak ingin melepas Kissky begitu saja, mengejar Zanjiil.
“Lepaskan dia!” Gibran menghadang jalan Zanjiil.
“Gibran! Tolong aku!!” suara memelas Kissky membuat Zanjiil naik darah, ia merasa harga dirinya juga jadi jatuh sampai ke dasar tanah, sebab istrinya lebih memilih orang lain dari pada dirinya.
“Menyingkir kau!” pekik Zanjiil.
“Enggak akan!” Gibran makin menantang Zanjiil.
“Dia milik ku!” ucap Zanjiil dengan suara gagah.
Sontak Gibran mengernyitkan dahinya, ”Kalian...”
“Sudah! Menyingkir kau dari jalan ku!” Zanjiil memotong perkataan Gibran yang belum selesai.
“Biawak! Turunkan aku!” Kissky yang malu akan aksi heroik Zanjiil terus meminta untuk di turunkan.
Zanjiil tak menggubris permintaan istrinya, ia dengan kaki jenjangnya terus melangkah tanpa henti. Hingga mendekati tempat parkir mobilnya, ada sebuah tong sampah besar, lalu Zanjiil dengan mudah melempar sepeda BMX Kissky tepat ke dalam tong sampah tersebut.
__ADS_1
Brukk!!
“Sepeda ku!!!” Kissky sungguh tak rela, sepedanya yang masih bagus di buang begitu saja.
Kemudian Zanjiil membuka pintu mobil dan memasukkan paksa tubuh Kissky ke dalamnya.
Selanjutnya ia masuk dan duduk di sebelah Kissky, “Jalan pak!” titahnya pada Dimas.
“Baik tuan,” sahut Dimas.
“Zanjiil, sepedanya...” Kissky yang tak rela meninggalkan sepedanya menatap lekat ke arah tong sampah, dengan mengeluarkan setengah kepalanya.
Lalu Zanjiil menarik masuk kembaki kepala Kissky dan menghantarkannya ke dada bidangnya.
“Rabbani!!” ucap Kissky seraya mendongak.
“Iya Huwl!” sahut Zanjiil.
“Ada apa dengan mu? Kenapa bertingkah aneh hari ini!?”
“Apanya yang aneh? Bukannya yang ku lakukan ini sangat wajar?” kemudian Zanjiil memeluk Kissky.
“Idih! Kau ngapain nih!” Kissky meronta dari dekapan suaminya.
“Lepas Jill! Aku enggak sudi kalau harus kau sentuh!” tingkah kekanak-kanakan Kissky membuat Zanjiil merasa geli.
“Lagak mu seperti tak pernah saja di peluk lali-laki!” ucap Zanjiil dengan memutar mata malas.
“Memang belum, kecuali dengan papa ku!” uajr Kissky.
“Wah! Ternyata benar-benar polos ya...” ucap Zanjiil seraya menyunggingkan bibirnya.
Kenapa Zanjiil tiba-tiba bertingkah hidung belang? Hah!! Jangan-jangan karena dia nonton video miskin semalam lagi! batin Kissky.
Ia pun menatap wajah suaminya dengan ekspresi takut.
Zanjiil yang melihat hal tersebut mengedipkan matanya pada Kissky. Sontak Kissky menundukkan kepalanya.
“Dasar gila,” gumamnya.
Selama dalam perjalanan pulang, Zanjiil tak mau melepaskan Kissky. Sesampainya mereka di pintu utama rumah, Kissky yang telah pasrah pun berkata.
__ADS_1
“Enggak sekalian nih, di gendong ke dalam kamar?” ucapnya dengan sembarang.
“Wah! Ternyata kau sudah terlanjur nyaman ya Huwl!” Zanjiil yang serba serius kali itu, melepas pelukannya dari Kissky.
Kissky yang berpikir acara kemesraan mereka telah berakhir keluar dari dalam mobil.
Ia yang merapikan rambutnya, tiba-tiba di gendong oleh Zanjiil ala bridal style.
“E e eh! Lagi?!” Kissky kaget bukan main, terlebih banyak para Art yang menyaksikan.
“Tadi kau yang minta sendirikan?!” sahut Zanjiil.
“Aku hanya bercanda Jiil! Turunkan aku! Malu banyak orang...” bisik Kissky. Para Art pun menaruh pandangan pada mereka.
“Tak apa, lagi pula mama dan papa enggak di rumah, jadi selama mereka tak ada, kita main peran suami istri yang saling mencintai, oke Huwl?” senyuman Zanjiil yang begitu menggoda membuat Kissky menelan salivanya.
“Aku enggak mau! Turunkan aku, malu tahu...” ucap Kissky dengan suara yang pelan.
“Sebelum sampai kamar, kau takkan ku turunkan!” setelah itu, Zanjiil membawa istrinya masuk ke dalam rumah.
Kissky yang tak dapat menahan malu, memilih menyembunyikan wajahnya ke dada Zanjiil.
Deg deg deg! Seketika Ia pun mendengar, suara debaran jantung dari suaminya.
Sepanjang perjalan menuju tangga, para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu, curi-curi pandang pada mereka yang begitu mesra.
“Tuan dan nyonya romantis banget ya, bikin iri,” bisik Resti pada Sinta.
“Betul, bikin meleleh! Pengen banget dapat pendamping seperti tuan muda, sudah terlanjur kaya, tampan, good looking, pastinya, bawahnya juga besar.” ucap Sinta seraya membayangkan dirinya jadi nyonya besar.
“Mimpi saja kau! Kalau itu sih enggak akan mungkin!” pekik Resti.
“Rezeki orang siapa yang tahu!” Sinta menyunggingkan bibirnya.
Saat Zanjiil menaiki anak tangga, Kissky yang takut jatuh, melingkarkan kedua tangannya di leher lelaki tampan tersebut.
“Kau takut jatuh ya?” ucap Zanjiil dengan suara tenang.
“Tentu, lagi pula siapa yang tahu isi hatimu.” ujar Kissky.
“Maksudnya?”
__ADS_1
“Aku harus waspada, siapa tahu, di tengah anak tangga kau melempar ku ke bawah!” terang Kissky.
...Bersambung......