
Setelah itu, Lula menuju sang pilot, suami dari Sora.
”Ayo! Kita berangkat!” Lula pun naik ke dalam helikopter.
Kemudian mereka berangkat menuju pulau Bintang.
“Mereka terakhir kali ada dimana pak?” tanya Lula pada Seno.
“Tak jauh dari villa, paling hanya beberapa ratus meter non, saya yakin mereka terbawa ombak dan angin malam saat itu,” terang Seno.
“Baiklah.”
Sesampainya mereka di pulau Bintang, Lula turun dari helikopter, ia pun memperhatikan siklus air dan angin sore yang sedang bertiup.
Pengamatan Lula berlangsung hingga malam hari.
“Hem... jadi mereka terseret angin darat di malam hari?? Apa iya? Pada hal mereka hanya beberapa ratus meter dari pantai, dan air laut yang ada disini tidak begitu dalam, yang paling konyolnya, apa benar, angin sepoi begini dapat membawa speed boat yang memiliki jangkar?? Hemm... mencurigakan, awas saja, kalau dugaan ku benar.” Lula menebak, jika Zanjiil sengaja pergi jauh dari Vila.
Lula pun yakin, jika abang dan kakak iparnya baik-baik saja, untuk itu, ia dapat tidur nyenyak seperti biasanya malam itu.
Saat ia masuk ke dalam vila, Seno menyapa Lula.
“Bagaimana non? Apa kita bergerak malam ini?” tanya Seno yang telah mempersiapkan perbekalan.
“Tidak perlu, besok saja pak.” ucap Lula, seraya menuju kamar untuk istirihat.
Seno pun mengernyitkan dahinya, sebab Lula berubah 180 derajat.
“Aku yakin, non Lula khawatir sekali tadi.” karena tak ada perintah dari atasan. Seno mengembalikan peralatan dan perbekalan yang telah ia siapkan.
“Semoga saja, mereka pergi jauh, agar aku tak perlu ke sekolah.” Lula yang malas belajar justru menganggap pencarian Zanjiil dan Kissky adalah liburan.
_______________________________________
Sementara Zanjiil dan Kissky baru selesai membuat rumah gubuk yang terbuat dari dedaunan Liar.
Tubuh keduanya pun basah akan keringat. “Akhirnya, selesai juga!!!” Zanjiil amat senang dengan hasil karyanya.
Saat Zanjiil akan merangkul Kissky. Kissky mendorong keras tubuh suaminya.
“Menjauh kau!”
“Ada apa dengan mu? Pada hal tadi kau baik-baik saja.” ucap Zanjiil yang merasa aneh pada perubahan istrinya.
“Kau bau! Tubuh mu bau asem Zanjiil!” Kissky merasa ingin muntah dengan aroma badan Zanjiil.
“Bukannya kau juga sama? Bahkan kau belum gosok gigi!” Zanjiil membalas kesombongan istrinya.
“Tapi nafas ku enggak bau, sedang kau, hiih!” Kissky menjaga jarak dari suaminya.
Namun Zanjiil yang ingin mengusili Kissky malah dengan cepatnya memeluk istrinya.
__ADS_1
“Akh! Akh! Menjauh kau Zanjiil!” Kissky berteriak dengan perasaan geli, karena tubuh Zanjiil begitu lengket.
“Enggak mau, bukankah ini namanya cinta apa adanya, sekarang kita mulai hubungan kita dari nol.”
Sadar akan masa depan mereka yang tak jelas, Kissky pun pasrah, dan membalas pelukan Zanjiil.
“Aku takut jill kalau begini terus...”
”Takut apa?” tanya Zanjiil penasaran.
“Aku takut enggak bisa gosok gigi selamanya, apa lagi cuci muka, kalau tiap hari mandi pakai air garam, ku rasa kita akan hitam pekat dan dekil.” terang Kissky.
Istri Zanjiil Rabbani juga tak bisa membayangkan, jika anak mereka suatu saat akan menjadi Tarzan.
“Apa boleh buat, yang penting kita tetap bersama.” Zanjiil tersenyum melihat wajah khawatir istrinya.
Setelah itu, Zanjiil dan Kissky masuk ke gubuk derita buatan mereka.
“Kau terinspirasi dari mana untuk membuat semua ini?” ide kreatif Zanjiil membuat Kissky penasaran.
“Dari film miskin yang pernah ku tonton.” Zanjiil memberitahu istrinya tanpa perasaan sungkan.
“Apa?” Kissky mengernyitkan dahinya.
“Iya, pemerannya tersesat di hutan, dan mereka membuat gubuk, persis seperti yang kita buat, hehehe!” Zanjiil tertawa seperti tak ada beban.
“Bisa-bisanya kau terinspirasi dari film haram itu!”
“Yang penting, dalam setiap hal yang ku lakukan, aku dapat satu pelajaran yang bisa ku praktikkan. Dari pada kau, bisanya hanya marah dan menangis, harusnya kau bersyukur, kita masih bisa hidup, mau makan tinggal ambil!”
“Zanjiil menangkap kepiting yang lewat dari hadapannya, bukankah tempat ini bagus?” ucap Zanjiil.
Perkataan Zanjiil sedikit janggal di telinga Kissky.
Kok dia terdengar sudah pernah datang kesini ya sebelumnya, batin Kissky.
Karena kecurigaannya tak pasti, Kissky tak begitu marah pada suaminya.
“Ya, kau benar, makan tinggal ambil, tapi ku rasa, saat tidur, kepiting-kepiting itu akan balas dendam pada kita.” terang Kissky bergidik ngeri. Apa bila kepiting yang mereka makan, malah memakan mereka kembali.
“Untuk itu, aku pasang ini!”
Bruk! Zanjiil menurunkan pintu gubuk yang ia buat.
“Percayalah, aku tidak akan membahayakan mu.” Zanjiil mengusap rambut istinya yang kusut.
“Jiil, maaf ya, kalau aku sudah jahat pada mu selama ini.” keadaan mereka yang begitu menyedihkan di mata Kissky, membuat dirinya menyesal karena selalu memarahi suaminya.
“Tidak masalah, aku juga minta maaf, kalau salah dan banyak bohong pada mu.” ucap Zanjiil, ia pun memeluk istrinya.
“Iya, aku maafkan.” Kissky yang lelah merasakan kantuk yang sangat hebat, ia pun tertidur dalam pelukan Zanjiil.
__ADS_1
“Ky, ayo, kita nangkap kepiting.” Zanjiil yang lapar mengajak istrinya, walau sekedar menemani saja.
Saat Zanjiil melepas pelukannya dari sang istri, ia pun baru melihat, kalau Kissky telah terlelap.
“Pasti dia cape banget.” kemudian, Zanjiil dengan perlahan merebahkan tubuh Kissky ke atas daun pisang yang mereka buat sebagai alas.
Setelah itu, Zanjiil keluar dari dalam gubuk, ia yang takut jika Kissky akan merasa lapar saat bangun nanti. Untuk itu ia menangkap kepiting yang lalu lalang di hadapannya.
Zanjiil juga menyalakan api unggun, selain untuk membakar kepiting, berguna juga untuk menghangatkan tubuhnya dan sang istri.
1 jam kemudian, Zanjiil telah selesai membakar kepiting. Zanjiil pun membungkus kepiting yang telah matang ke dalam daun pisang, agar tidak kotor dan terkena pasir.
Zanjiil yang lapar memakan bagiannya, saat ingin minum, ia terpaksa meneguk air laut sebagai pelepas dahaganya.
Setalah kenyang, Zanjiil merebahkan tubuhnya di sebelah Kissky. Ia juga menutup rapat pintu gubuk agar tak ada hewan apapun yang masuk. Kemudian Zanjiil memeluk istrinya sebelum terlelap.
______________________________________
Pagi harinya, Lula yang telah berpenampilan rapi menelepon kepala ajudan ibunya.
Kalian sudah periksa kemana saja? 📲 Lula.
Hampir semua wilayah, kecuali di bagian barat laut.📲 Musa.
Baiklah! 📲 Lula.
Selesai menelepon, Lula dan Seno berangakat dengan menaiki speed boat.
Selama perjalanan, Lula memantau sekitar dengan teropongnya.
Setalah 5 jam dalam perjalanan, akhirnya Lula melihat pulau kecil tak jauh dari hadapan mereka.
“Lurus terus! Ku yakin mereka ada disana!” titah Lula.
“Bain nona.” Seno menuju tempat yang di arahkan oleh Lula.
Setelah penuh perjuangan melawan matahari yang sangat panas, akhirnya Lula dan Seno tiba di tujuan.
“Sudah ku duga!” seraya bersedekap Lula menyalakan toa yang ia bawa.
Tek
Nging...
“Sudah cukup main-mainnya, ayo pulang Zanjiil!!”
Suara keras Lula membuat Kissky dan Zanjiil yang berada di dalam hutan mendengarnya.
Ck, untuk apa dia datang secepat ini! batin Zanjiil.
“Zanjiil! Itu Lula, Alhamdulillah, akhirnya kita selamat.” Kissky yang girang membuang semua buah liar yang ada di tangannya.
__ADS_1
Selanjutnya, Kissky menggenggam tangan Zanjiil dan menuntunnya menuju ke pinggir pantai.
...Bersambung......