Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 131 (Saudara)


__ADS_3

Keesokan harinya, saat keluarga Rabbani sedang makan bersama di meja makan. Kissky merasa aneh dengan raut wajah pucat sang ayah mertua.


Mata papa kok sembab begitu? Apa papa kurang sehat? batin Kissky.


Kissky tak tahu jika masalah ayah mertuanya lebih berat dari pada itu.


“Kalian bertiga harus rajin belajar ya, jangan ada yang bolos, nenek tak mau kalau nilai raport kalian jelek!” peringatan dari Berli membuat Kissky menelan salivanya.


Gawat, sebentar lagi ujian, bisa gawat kalau nenek melihat nilai ku yang jelek, batin Kissky.


“Siap nek!” jawab Zanjiil dan Lula.


“Iya nek.” dengan ragu Kissky menyanggupi apa yang di katakan neneknya.


Setelah selesai sarapan, anak dan menantu keluarga Rabbani pun menuju ke sekolah.


Lula yang masih di garasi di jumpai oleh Pinkan yang saat itu ingin berangkat ke kantor, menggantikan Basuki mengurus pekerjaannya.


“Lula, nanti sepulang sekolah langsung ke kantor Angel's Hand ya, mama enggak bisa pegang dua-duanya,” ujar Pinkan.


“Iya ma, aku mau, asal mama memberitahu ku apa yang sebenarnya terjadi.” Lula yang cerdik tak mau membuang waktunya secara gratis.


“Hufff.” Pinkan menghela nafas panjang. “Esra sudah mati, sekarang mayatnya lagi di buat jadi patung, yang mengerjakan papa mu sendiri, puas kau?! Sudah dengar segalanya?!” ucap Pinkan dengan raut wajah galak.


Lula yang mendengar kabar buruk tersebut


menelan salivanya.


“Ya sudah ma, aku akan datang ke kantor nanti.” setelah itu, Lula berangkat ke sekolah dengan motor kesayangannya.


Gila, nenek kalau marah seramnya enggak main-main? Lebih baik aku tak cari masalah, batin Lula.


🏵️


Sesampainya Kissky dan Zanjiil sampai ke sekolah, mereka langsung di suguhkan pemandangan tak mengenakkan, bagaimana tidak, pasangan Liza dan Joe sudah mengobrol santai seraya berpegangan tangan di kursi panjang yang ada di depan kelas mereka.


“Mereka berdua kenapa sih? Aneh banget, merusak pandangan saja.” Kissky merasa janggal dengan kemesraan kedua temannya.


Kapan kami bisa gitu? batin Kissky.


“Bilang saja kau cemburu.” Zanjiil langsung dapat menebak isi hati istrinya.


“Sudah tahu kenapa enggak lebih genit pada ku?!” pekik Kissky.


“Kenapa harus marah hanya karena itu?” Zanjiil malah menggoda Kissky.


“Habis kau nyebelin, suami tapi rasa teman!” setelah mengatakan isi hatinya, Kissky melangkah terlebih dahulu menuju kelas mereka.


“Ya sabar, tunggu kita pindah rumah dululah.” gumam Zanjiil.


“Hei, masih pagi, kalian berdua terlalu ya!” ucap Kissky seraya berkacak pinggang.

__ADS_1


“Memangnya ada yang salah dengan yang kami lakukan?” Joe yang kurang tahu aturan menganggap semuanya baik-baik saja.


“Sayang, kau ngomong apa sih... jangan gitu dong sama Kissky,” Liza mencubit hidung kekasihnya.


“Iya sayang, maaf kalau aku salah.” Joe yang begitu patuh, membuat Kissky dan Zanjiil melihat satu sama lain.


“Wah, Joe lelaki idaman banget ya, udah baik, romantis pengertian lagi.” Kissky menyindir suaminya.


Sontak Zanjiil memberi tatapan mata tajam pada istrinya.


“Ngomong apa kau barusan? Coba ulangi lagi.” Zanjiil mencubit kedua pipi istrinya karena gemas.


“Sama saja kok Ky, Zanjiil juga romantis tuh.” Liza tertawa melihat kedua temannya yang begitu unik.


“Ya jelas bedalah, oh ya Za, nanti sore kita


nonton yuk, sudah lama kita enggak keluar sama-sama.” Kissky mengajak sahabatnya untuk jalan-jalan.


“Tidak bisa, kami berdua sudah ada acara.” Joe tak mengizinkan kekasihnya pergi dengan Kissky.


“Ya ampun Joe, baru juga pacar, pada hal kau baru datang di hidup Liza, tapi kau sudah mengatur-atur dia.” Kissky merasa marah pada Joe yang telah merebut tempatnya di hati Liza.


“Karena aku calon suaminya.” ujar Joe. Kejujuran kekasih Liza lagi-lagi mengejutkan Kissky dan Zanjiil.


“Kalian mau nikah? Memangnya Liza jadi hamil?” Zanjiil yang nakal mulai bertanya usil pada Joe.


“Hamil atau enggak, tetap harus ku nikahi karena aku sudah terlanjur sayang padanya.” ucapan Joe yang polos selalu berhasil membuat hati Liza meleleh.


Puk!


Liza yang malu menepuk punggung kekasihnya.


“Oh iya, kau benar juga.” Joe melirik Liza dengan penuh senyum.


Zanjiil yang melihat kemesraan keduanya merasa geli sendiri. “Memangnya ibu mu mengizinkan?” Zanjiil tahu betul, jika Esra takkan menyukai wanita jelek seperti Liza.


“Aku tak butuh restu mama, karena saat ia menikahi papa mu, aku juga tak ada komentar, harusnya sih, mama enggak akan ikut campur.” pengakuan mengejutkan Joe membuat mata Liza membelalak.


Ya ampun, bisa-bisanya soal aib keluarga juga dia kelepasan, batin Zanjiil.


“Sayang! Kau bersaudara dengan Zanjiil?!” tanya Liza seraya memegang kedua tangan kekasihnya.


“Iya. Maaf aku baru memberitahu sekarang, karena menurut ku itu tak penting,” ucap Joe.


“Kau salah sayang, itu sangat penting!” kemudian Liza berdiri dari duduknya. “Karena itu artinya, aku dan Kissky menjadi saudara jiga!!” Liza pun memeluk tubuh Kissky.


Sungguh di luar dugaan, bukannya bertanya kenapa kami bisa jadi saudara tiri, yang ada si Liza malah girang banget, batin Zanjiil.


“Kau benar Liza, nanti kalau kita punya anak, kita beli baju kembar terus ya.” Kissky membalas pelukan Liza.


“Eh, kalian berdua ada rencana menikah juga ya? Ah....baguslah!!” Liza semakin girang.

__ADS_1


“Tinggal kita yang belum,” celetuk Joe.


Sontak Kissky dan Zanjiil memelototi Joe yang selalu bicara apa adanya.


“Maksudnya gimana sayang?” tanya Liza.


Saat Joe akan menjawab, tiba-tiba bel sekolah berbunyi.


Tet.. tet.. tet...


“Sana kau! Masuk ke kelas mu!” Zanjiil mengusir Joe.


“Ini juga mau pergi. Sampai ketemu nanti.” Joe mengelus pipi Liza.


“Iya sayang.” setelah melalukan perpisahan penuh drama, akhirnya Joe meninggalkan kelas kekasihnya.


“Luar biasa.” gumam Zanjiil seraya masuk ke dalam kelasnya.


“Ayo Kissky!” Liza yang masih bahagia merangkul sahabatnya.


“Kau serasi banget dengan Joe, aku merestui hubungan kalian berdua.” Kissky memuji kekasih Liza yang romantis.


“Iya, dia sangat baik pada ku, umm... bagaimana kalau nanti kita kencan sama-sama saja?” ucap Liza.


“Boleh juga, pasti seru banget, kitakan belum pernah melakukannya!” Kissky tertawa girang.


“Kau benar, biar seperti orang-orang, apa namanya?” tanya Liza.


“Double date! Xixixi...” Kissky tertawa cekikikan.


Setelah itu mereka duduk di kursi mereka masing-masing.


🏵️


Lula yang bolos dari kelas tertangkap basah oleh Faiq yang datang ke kantin.


“Kenapa kau tak mengikuti pelajaran?” tanya Faiq dengan tatapan tak suka.


“Bapakkan bisa lihat sendiri, aku sedang apa.” Lula pun melanjutkan makannya tanpa takut pada Faiq.


“Tidak ada jeranya ya, setelah pulang sekolah, temui bapak di ruang guru,” ujar Faiq.


“Untuk apa?” tanya Lula.


“Memberikan mu surat panggilan orang tua, meski kau pintar, tapi sifat buruk mu yang suka meremehkan para tenaga pengajar tidak bisa di maafkan.” Keputusan Faiq membuat selera makan Lula hilang.


Brak!


Lula menggebrak meja seraya berdiri dari duduknya.


“Bapak waras enggak sih? Mau memanggil orang tua sayap, pada hal guru yang bersangkutan saja santai, jangan buat ribet deh pak!” Lula membentak Faiq.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2