
Keesokan harinya, Arsy dan Eric telah bersiap menuju toko.
Setelah sarapan penuh drama, akhirnya keduanya berangkat dengan menaiki mobil portuner keluaran terbaru milik Eric.
Dalam perjalanan Arsy mulai menanya pertanyaan konyol pada suaminya.
“Ric.”
“Apa?” sahut Eric.
“Dita pacar mu apa bukan sih?! Tadi subuh juga dia kirim pesan untuk mengingatkan mu, jangan lupa sholat, katanya.” Arsy memberitahu isi pesan Dita
“Terus, kau baca?” Eric melirik wajah istrinya.
“Memang tak boleh?” Arsy menunjukkan muka masam pada suaminya.
“Bolehlah, karena aku juga bebas buat buka handphone mu kan?” pernyataan Eric membuat Arsy makin marah, pasalnya ia kehilangan handphonenya karena suaminya.
“Hei, aku tak mau tahu, ganti handphone ku yang hilang, dan juga KTP ku yang tenggelam gara-gara mu.” Arsy menuntut pertanggung jawaban suaminya.
“Iya-iya!” Eric menganggukkan kepalanya.
“Oh ya Ric, kadang-kadang aku bertanya-tanya tahu dalam hatiku.” Arsy menatap lekat wajah suaminya.
“Apa?”
“Kau sebenarnya cinta betulan atau enggak pada ku.” Arsy bertanya karena suaminya sering berkata kasar padanya.
“Tentu saja aku sayang, memangnya aku harus ngomong gula plus coklat terus pada mu setiap hari, baru bisa di katakan cinta? Ck! Lebay!” Eric geleng-geleng kepala. “Kalau enggak cinta mati, mana mungkin di cari sampai ke lubang semut,” gumam Eric.
Arsy yang rindu langsung memeluk Eric yang sedang menyetir.
“Kau ngapain nyet! Bahaya! Eh!” pekik Eric, ia takut jika mereka akan kecelakaan.
“Diam biawak! Kau tak tahu apa, kalau aku rindu sekali pada mu, aku juga sering melihat media sosial mu, tapi tak ada perubahan sejak kita berpisah, jadi ku pikir kau sudah nikah beneran sama Liza, makanya aku juga memutuskan untuk melepas masa sendiri ku, karena Devan orangnya baik dan sayang pada ku, maka dari itu, ku pilih dia,” ucap Arsy.
“Heh! Sekali lagi kau sebut nama laki-laki jelek itu, ku hamtam mobil ini ke trotoar!” Eric sangat tak suka istrinya membahas kumbangnya.
“Jangan dong! Kau mau kita mati apa?!” Arsy langsung bangkit dari tubuh Eric.
“Makanya jangan bahas selingkuhan mu!” Eric memberi tatapan mata tajam pada istrinya.
“Jangan marah-marah pak, muka mu sudah tua, nanti nanti malah tambah tua lagi!” Arsy meledek suaminya.
“Tak apa, biar kau menderita tinggal seumur hidup mu dengan pria jelek.” Eric meluruskan ledekan istrinya.
“Sudah ah! Lebih baik kita berhenti bicara, perhatikan jalan, nanti malah lewat sampai ke Jakarta lagi!” Arsy mengingatkan suaminya untuk fokus.
“Iya-iya, aku tahu!” tak lama mereka pun sampai ke tujuan. Yaitu toko baju K Huwl.
Kedatangan keduanya menyita banyak perhatian.
“Selamat pagi pak.” ucap 10 karyawan toko pusat K Huwl.
__ADS_1
“Selamat pagi juga, karena kalian telah berkumpul disini, saya akan perkenalkan langsung pada kalian semua, wanita yang ada di sebelah saya namanya Arsy. Karyawan baru di toko ini.” Eric tak mengatakan kalau Arsy adalah istrinya yang hilang.
“Halo semua, nama ku Arsy, salam kenal.” Arsy menundukkan kepalanya.
Dita yang ingin menyatakan cinta seketika menjadi hilang semangat.
Wanita itu juga bekerja disini sekarang? batin Dita.
Semua karyawan menerima Arsy dengan baik, kecuali Dita. Karena ia merasa kehadiran Arsy akan menghambat kelangsungan hubungannya dengan Eric.
“Arsy akan menjadi asisten pribadi ku bersama Dita, jadi mohon kerja samanya.” berita baru yang di katakan Eric membuat Dita ingin pingsan, ia sakit hati atas keputusan bosnya.
Karena kecewa, Dita meninggalkan area toko menuju toilet. “Apa yang harus ku lakukan? Pada hal jelas terlihat, kalau aku lebih muda dan cantik darinya.” Dita merasa pusing dan marah pada Eric.
Saat Dita masih berduka, Arsy yang ingin buang air kecil datang ke toilet tersebut.
Dita yang melihat wajah Arsy tiba-tiba merasa deg degan.
Ia yang tidak suka pada Arsy tak menyapa sama sekali, meski mereka telah bertemu mata lewat kaca wastafel.
Kenapa matanya tajam sekali menatap ku? batin Arsy.
“Nama mu siapa?” tanya Arsy berbasa-basi.
“Dita.” setelah menjawab pertanyaan Arsy, Dita pun keluar dari dalam toilet.
“Oh, pantas dia jutek pada ku, ternyata dia perempuannya?” Arsy tertawa getir.
🏵️
Dita yang berada dalam ruangan Eric berulang kali ingin menyatakan perasaannya, namun sayang suaranya seperti tertahan dan tak bisa keluar.
Eric yang sibuk menggambar design baju terbarunya begitu fokus. Sambil sesekali tersenyum, sebab ia membayangkan jika baju yang akan ia buat di pakai oleh Arsy.
Dita yang melihat perubahan bosnya merasa senang, hanya saja di sisi lain Dita kesal, karena keceriaan bosnya bisa jadi karena kekasih barunya.
“Pak,” ucap Dita.
“Iya?” sahut Eric.
“Sudah berapa lama bapak menjalin hubungan dengan Arsy?” tanya Dita dengan penasaran penuh.
“Dengan Arsy??” tanya Eric kembali.
“Iya pak, dengannya,” ucap Dita.
“Baru kemarin, dapat di Bali.” jawab Eric singkat
“Ku pikir sudah lama pak, Hufff.” Dita menghela panjang.
Ceklek!
Kedatangan Arsy menghentikan percakapan keduanya.
__ADS_1
“Kau sedang apa?” Arsy yang baru masuk langsung duduk di sebelah kursi Eric.
“Ini, cantik enggak? Ini khusus ku buat untuk mu.” Eric pun memperlihatkan gambarnya yang bagus.
“Wah! Mantap! Kau memang keren banget kalau soal menggambar.” Arsy memuji bakat suaminya.
“Nanti kalau bajunya sudah jadi, kau pakai ya.” Eric tersenyum pada istrinya.
Kemesraan keduanya membuat Dita merasa tersisih.
Ia pun jadi tak fokus untuk menjahit baju yang di berikan oleh Eric.
Apa-apaan mereka, apa tak melihat aku ada disini? batin Dita.
Namun Eric dan Arsy sibuk mengobrol dan bercanda, keduanya seolah lipat kalau ada orang lain selain mereka disana.
Pada saat istirahat makan siang, Eric yang keluar dari ruangan meninggalkan Arsy dan Dita.
Dita yang tak tahan melihat Arsy langsung memberi serangan halus.
“Sepertinya kau dekat dengan pak Eric,” ucap Dita.
“Iya.” sahut Arsy seraya memakan risol isi ayamnya.
“Kalau begitu, apa kau bisa memberikan ini pada pak Eric?” Dita memberi jam tangan yang baru ia beli.
“Apa ini?” mata Arsy menatap tak suka.
“Ini namanya hadiah untuk calon kekasih, kau tak keberatan kan?” Dita tersenyum pada Arsy.
“oke.” Arsy pun menerima titipan Dita.
“Aku sudah menyukai pak Eric sejak lama, tapi aku tak berani menyatakannya.” ungkap Dita. Ia sengaja mengatakan perasaannya pada Arsy, dengan harapan Arsy mau menjauhi Eric.
“Oh, kenapa kau tak katakan saja nanti? Kalau suka katakan langsung pada orangnya.” ucap Arsy dengan menahan kesal.
Beraninya kau mau menyerobot suami ku, batin Arsy.
Tak lama Eric datang dengan membawa 3 nasi kotak.
Pria rebutan itu pun membagi nasi yang ia beli pada istri dan juga bawahannya.
“Ric.” Arsy memanggil sang suami yang seperti setan di matanya.
“Ada apa?” sahut Eric.
“Dita mau ngomong sesuatu pada mu.” ucap Arsy dengan perasaan panas membara.
“Oh, ada apa Dita?” Eric menoleh ke arah Dita yang ada di sebelah Arsy.
Seketika Arsy menjadi marah, saat suaminya menatap orang lain di depan matanya.
...Bersambung......
__ADS_1