
Keesokan harinya, Kissky yang telah rapi, keluar dari kamarnya, ia yang menyusuri anak tangga melihat Zanjiil berjalan menuju ruang makan.
“Ih! Pagi-pagi harus lihat si mesum, pasti nanti hari ku akan sial!” gumam Kissky.
Ia yang telah sampai di ruang makan, di sapa oleh Zanjiil.
“Tidur mu nyenyak?”
“Iya.” sahut Kissky singkat tanpa melihat wajah Zanjiil.
“Lukisan mu sudah selesai?” tanya Zanjiil kembali.
“Sudah.”
Singkat banget jawabnya, apa dia lagi sariawan? batin Zanjiil.
Kissky yang tak melihat mertuanya di meja makan, membuatnya bertanya pada Zanjiil.
“Papa dan mama dimana?”
“Sudah berangkat.” jawab Zanjiil seadanya.
“Sudah ya...”
Hampir tiap hari aku tak bertemu ayah dan ibu, apa mereka memang sesibuk itu di perusahaan? batin Kissky.
“Jangan melamun Huwl, nanti kalau kesurupan gimana? Aku enggak akan bisa perkara setan yang bersemayam di tubuh mu” ucap Zanjiil.
“Iya, bawel benget sih.” sahut Kissky. Kemudian keduanya pun sarapan dengan sunyi.
Kissky yang selesai sarapan terlebih dahulu bangkit dari duduknya.
“Aku pergi duluan.”
“Hati-hati di jalan.” ujar Zanjiil.
“Iya.” selanjutnya, Kissky keluar dari dalam rumah, dan berangkat ke sekolah menggunakan sepeda.
__ADS_1
Zanjiil yang ingin berangkat, tiba-tiba ingat, kalau buku pelajaran matematikanya tertinggal di kamarnya, alhasil ia pun kembali ke lantai dua.
Krieet...
Sesampainya Zanjiil, ia mengambil buku paketnya, ia yang akan beranjak turun, teringat akan rekaman cctv yang belum ia hapus selama seminggu.
“Hapus sebentar, baru berangkat.” ia pun membuka laptop yang ada di atas meja belajarnya.
Tik tik tik...
setelah terbuka, ia pun melihat sejenak rekaman yang telah lalu.
“Heh?” Zanjiil mengernyitkan dahinya, pasalnya ia melihat Kissky masuk ke dalam kamarnya dengan cara mengendap-endap bagai maling.
“Bukannya ini tadi malam?” setelah memastikan, jam dan tanggalnya. Zanjiil mengusap wajahnya dengan tangannya.
“Ck!” sebab ia teringat, saat ia terbangun, pagi buta tadi, ponselnya masih terus saja memutar video dewasa yang belum ia tutup.
“Ketahuan deh, kalau aku suka tonton yang beginian.” Zanjiil menghela nafas panjang. Rasa malu dan marah tercampur jadi satu.
“Beraninya dia masuk ke kamar orang lain tanpa permisi.” ia yang akan terlambat ke sekolah, dengan berat hati melangkahkan kakinya untuk turun.
Sesampainya ke sekolah, Zanjiil yang tak sengaja bertemu mata dengan Kissky langsung buang muka.
“Dia kenapa?” gumam Kissky.
“Ada apa?” Liza yang ingin tahu pun bertanya.
“Enggak ada, hehehe...” kemudian, Kissky dan Liza melanjutkan obrolan mereka yang terpotong.
Tet... tet.. tet...
Bel sekolah berbunyi, tanda pelajaran akan di mulai.
Lisa yang telah masuk ke dalam kelas memberi tugas pada para siswanya.
Saat semua orang sedang fokus mengerjakan soal, Zanjiil malah terus memikirkan Kissky yang masuk ke kamarnya diam-diam.
__ADS_1
Ya Tuhan, kenapa perasaan ku jadi enggak enak begini, bukannya laki-laki biasa nonton video dewasa ya? Bahkan perempuan banyak juga yang mengoleksi di handphonenya. Jangan-jangan Kissky juga punya, tapi... kenapa gayanya tadi malam terlihat ilfeel pada ku? Zanjiil tak hentinya berdebat dengan hatinya.
Setelah jam pelajaran matematika selesai, semua siswa dan siswi mengumpul tugasnya masing-masing ke meja Lisa.
Kissky yang duduk di kursinya, di datangi oleh Gibran.
“Ky, hari ini main ke rumah ku yuk, orang tua ku baru pulang dari Turki, ada banyak oleh-oleh, dan juga makanan khas sana, aku ingin membaginya pada mu.”
Apa? Mereka mau bertemu lagi? Zanjiil yang baru melintas, mendengar percakapan keduanya. Ia seolah tak rela, jika istrinya pergi bersama pria lain.
“Oke.” Kissky yang senggang hari itu, menerima ajakan Gibran.
“Aku boleh ikut?” ucap Liza yang tak mau ketinggalan.
“Tentu saja boleh.” sahut Gibran.
Luna yang baru selesai membenarkan lipstiknya, teringat akan janji Zanjiil padanya.
“Sayang, hari ini kita jadi main ke rumah mu kan?” suara keras Luna membuat semua orang mendengar rencana kencan mereka.
“Apa kau bilang?” Zanjiil mengangkat kedua alisnya.
“Kau sudah janji pada ku, akan membawa ku ke rumah mu,” ujar Luna.
Rumahkan lagi kosong, ayah dan ibu pasti sampai tengah malam, Lula di asrama, dan Kissky... dia lagi kencan juga. Nanti aku bawa dia masuk dari pintu samping saja, agar tak lihat photo pernikahan ku dengan Kissky. setelah berpikir sejenak, akhirnya Zanjiil mengizinkan Luna untuk datang ke rumahnya.
“Baiklah.” sahut Zanjiil.
Beraninya dia selingkuh di rumah, terlalu! Dasar buaya kandang! batin Kissky.
Ia yang berlagak tak perduli pun, bersikap biasa saja, malah makin semangat mengobrol dengan Gibran.
“Apa ibu mu bawa baju juga? Kalau ada, aku mau satu!” ucap Kissky dengan tawa palsunya.
“Ada, banyak banget malahan, nanti kalian ambil sebanyak yang kalian mau,” ujar Gibran.
“Wah! Yang gratis-gratis memang bikin ketagihan!” Liza yang bersemangat, tak sabar menunggu pulang sekolah.
__ADS_1
Ya Tuhan, Gibran baik banget sih, kalau begini aku jadi bingung, mau pilih dia atau Joe. batin Liza, ia yang merasa kedua lelaki tampan itu menaruh hati padanya, malah pusing sendiri.
...Bersambung......