Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 95 (Retak)


__ADS_3

“Jangan banyak bacot! Ini malam minggu, aku ingin pacaran dengannya! Sana kau!” Zanjiil menunjuk arah pintu pada adiknya.


“Ya ya ya!!!” Lula pun bangkit dari sofa. Lalu keluar dari kamar Zanjiil.


Setelah sang adik pergi, Zanjiil masuk ke kamar Kissky dari pintu yang ada dalam kamarnya.


“Lagi apa Huwl?” sapa Zanjiil pada istrinya yang sedang bermain hulahoop.


“Kau tak lihat?” ucap Kissky seraya menggoyang tubuhnya.


“Ya?” Zanjiil mengernyitkan dahinya.


“Aku sedang olah raga, barusan aku menimbang badan, dan kau tahu? berat badan ku naik 3 ons, untuk ituvaku harus menurunkannya,” terang Kissky dengan nafas terengah-engah.


“Perkara 3 ons kau sampai bakar lemak malam-malam?” Zanjiil merasa jengkel, ia yang ingin mengajak sang istri kencan harus tertunda.


“Tentu saja,” sahut Kissky.


“Hentikan, mandi sana!” titah Zanjiil.


“Kau tak bisa menghentikan ku sebelum 2 jam!” Kissky menolak perintah suaminya.


“Apa?! Memangnya kau sudah berapa lama melakukannya?” tanya Zanjiil penasaran.


”1 jam.” jawab Kissky. Sontak Zanjiil geleng-geleng kepala.


“Sudahlah Huwl! Mandi sana!”


“Hei, pak! Aku melakukan ini untuk mu, bukan orang lain! Jadi biarkan aku menuntaskannya!”


Zanjiil tersentak, ia tak mengira Kissky sampai berbuat sejauh itu karenanya.


“Ka-kau serius?”


“Kau lihat sendiri, aku sudah mandi keringat, untuk apa aku berbohong??” terang Kissky.


“Baiklah, kalau begitu...” Zanjiil menangkap hulahoop istrinya.


“Lepas gila!” pekik Kissky


“Hentikan, gemuk sedikit tak apa-apa, aku tetap cinta kau Huwl!” Zanjiil menarik hulahoop Kissky, hingga menghantarkan tubuh Kissky lebih dekat pada Zanjiil.


Kissky menelan salivanya, ia pun tak mampu menolak, ketika Zanjiil menyingkirkan hulahoop tersebut dari pinggangnya.


Selanjutnya Zanjiil membungkukkan tubuh jangkungnya untuk meraih bibir merah muda Kissky.


“Zanjiil, aku belum mandi...” Kissky menutup bibirnya.

__ADS_1


“Mau bibir atas, atau bawah yang ku cium?” pilihan dari Zanjiil membuat mata Kissky membelalak.


“Atas!” jawabnya kilat.


Kissky pun membuka bibirnya. Tanpa menunggu lama, Zanjiil menyerobot bibir manis Kissky.


Kissky yang semakin suka akan mengecup yang di beri suaminya, tanpa sungkan membalas ciuman suaminya tersebut.


Semakin lama semakin indah, semakin dalam dan semakin lupa waktu. Zanjiil yang masih ingin lebih lama, menggendong Kissky ala bridal style menuju ranjang tanpa melepas Pagutan yang ia lakukan di pengecap sang istri.


Cup cup cup!


Zanjiil pun naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh istrinya, kemudian Zanjiil menggigit kecil pangkal lidah Kissky.


Zanjiil yang sudag pada puncaknya menyusup jemarinya ke dalam baju istrinya.


Nyut!!


“Sssttt!!!” Zanjiil meringis kesakitan saat Kissky menggigit kasar tepi lidahnya


“Sakit Kissky!” pekik Zanjiil.


“Siapa suruh tangan mu nakal!” Kissky menarik rambut Zanjiil.


“Apa salahnya? Lagi pula kita sudah resmi, aku suami mu, kau istri ku! Aku cuma mau pencet-pencet!” ucap Zanjiil.


“Enak saja! Enggak boleh! Abis pencet pasti mau hisap! Dasar modus!” Kissky tahu betul isi kepala suaminya.


Toet!


Zanjiil mencolek dada rata Kissky, “Kecil! Biarkan aku merawatnya, agar cepat besar!” ujar Zanjiil.


“Mata mu! Dasar genit! Genit! Menjauh kau! Pergi ke kamar mu!” Kissky yang tiduran memukul-mukul dada Zanjiil yang ada di atas tubuhnya.


“Ky, yakinlah, rasanya enak, kau pasti ketagihan, dan kau tak akan dapat melupakan ku.” ucap Zanjiil seraya mengedipkan matanya pada Kissky.


“Belum waktunya! Cepat menyingkir dari atas ku, aku mau mandi!” pekik Kissky.


“Tidak mau!” Zanjiil pun memeluk Kissky dengan meletakkan telinganya ke dada istri cantiknya.


“Baik-baik kau! Zanjiil! Kalau enggak bangkit juga, kita putus!” ancaman Kissky membuat Zanjiil seketika duduk.


“Kita baru pacaran sekejap, tapi kau sudah mau memutuskan ku?!” Zanjiil mengernyitkan dahinya.


“Ya! Makanya jadi anak yang patuh! Sana keluar! Aku mau mandi!”


Zanjiil yang tak ingin di putuskan pun menuruti perkataan istrinya.

__ADS_1


“Iya, aku pergi, mandi yang bersih ya.” kemudian Zanjiil turun dari ranjang, dan kembali ke kamarnya.


“Astaga! licin!” Kissky mengintip ****** ********. “Untung aku bertindak cepat, kalau tidak, bisa- bisa bablas!” Kissky yang merasa badannya lengket menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


_____________________________________


Pinkan yang ada di kamar, duduk termenung di atas sofa. Matanya menatap lurus ke arah jendela yang ada di hadapannya.


Sejak ku tahu kau selingkuh, hingga kini hati ku masih sakit pa, tapi aku bertahan karena cinta dan anak-anak kita, sebenarnya aku tak terlalu memikirkan peraturan dari ibu mertua, selain itu... aku tak rela, anak yang tak memiliki darah murni Rabbani menyusup ke perusahaan. hati Pinkan sungguh di lema dengan keadaan yang ia di hadapi.


Ia pun membuka video dewasa yang ada handphonenya.


Hubungan kita sudah tak lagi sehat, namun memaksakan untuk bersama, apa aku harus seperti mu pa? Mencari lelaki lain yang bisa memuaskan hasrat ku, yang telah kau abaikan selama 9 tahun? batin Pinkan.


Ia pun menggelitik dinding terapisnya yang telah lama tak di kunjungi oleh pemiliknya.


Basuki yang baru selesai merokok kembali ke dalam kamar yang pintunya terbuka separuh.


Basuki menggelengkan kepalanya, saat ia melihat Pinkan merintih yang di iringi para pemeran dalam video yang di tonton istrinya.


“Apa yang kau lakukan?” suara maskulin Basuki di abaikan begitu saja oleh Pinkan.


“Kau dengar?” Basuki berdiri di sebelah kursi istrinya.


“Aaaakkkhh!!” Pinkan melepas nafas panjang. Setelah itu ia menoleh ke arah suaminya.


“Kau tak lihat? Aku menggantikan tugas mu.” Pinkan tersenyum getir.


“Apa kau punya penyakit mental?” Basuki sungguh jijik kepada istrinya yang memuaskan hasratnya seorang diri.


“Iya, aku memang sakit, atau haruskah aku mencari lelaki lain untuk menerobos lubang ku yang kesepian?” Pinkan menatap lekat wajah suami yang tak mencintai dirinya.


“Apa?” Basuki mengernyitkan dahinya.


“Pembunuh berdarah dingin seperti mu, takkan mengerti, ku jaga setia ku karena tak ingin membuat masalah baru, apa iya? Aku melayani diriku sendiri tak boleh? Hahaha! Aku tak seperti mu yang mati hasrat!” Pinkan yang telah selesai bangkit dari sofa.


Lalu Basuki menggenggam tangan Pinkan yang akan menuju kamar mandi.


“Pinkan, jika kau ingin, kau boleh melakukannya dengan siapapun, sungguh, aku izinkan.” restu dari Basuki membuat Pinkan panas dingin. Meski rapuh dan ingin menangis, Pinkan menegarkan dirinya.


“Baik.” jawabnya dengan suara tenang.


“Jangan seperti tadi lagi,” ucap Basuki.


“Jika kau mau, kita bisa pisah ranjang, karena jujur, sudah lama aku tak nyaman tidur dengan mu.”


“Aku setuju.”

__ADS_1


Hati Pinkan sakit tiada obat, ketika Basuki memenuhi pintanya tanpa berpikir dua kali.


...Bersambung......


__ADS_2