Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 85 (Kronologi)


__ADS_3

“Aku tak mengerti apa yang ada dalam kepala mu,” ucap Kissky.


“Kenapa begitu?” tanya Zanjiil.


“Kau tak ingin cerai, tapi kau punya banyak simpanan, siapa yang ingin bersama mu kalau begitu,” ungkap Kissky.


“Aku hanya punya 3, intinya yang halal dunia akhirat hanyalah dirimu,” terang Zanjiil.


Kissky melirik tajam wajah suaminya yang berucap begitu mudah.


“Enak banget! Aku enggak mau kalau kau memperlakukan ku semena-mena!” pekik Kissky.


“Kalau kau mau jadi pacar ku, semua akan ku putuskan!” Zanjiil memberi penawaran.


“Kalau kau memaksa, aku bisa apa.” Kissky menerima Zanjiil menjadi kekasihnya.


Pada hal memang suka pada ku, gayanya benar-benar di atas langit, batin Zanjiil.


“Berarti, kita sekarang pacaran?” Zanjiil mengelus kepala Kissky.


“Iya, itu juga karena aku terpaksa!” Kissky yang tak ingin mengakui perasaan cintanya beralasan demikian.


“Iya-iya!”


Cup!


Zanjiil mengecup kilat bibir Kissky yang ada di hadapan wajahnya.


“Zanjiil!”


Cup!


Namun Zanjiil yang bahagia terus mengecup bibir Kissky berulang kali.


“Kegiatan pacaran ya begini!” kemudian Zanjiil memeluk Kissky.


Kali itu Kissky tak menolak, sebab ia juga menginginkan hal yang sama, yaitu kehangatan.


“Aku masih kepikiran soal Luna, sampai sekarang kabarnya belum ada, polisi juga belum menemukannya.” ucap Kissky. Meski Luna adalah saingannya, namun ia iba pada gadis malang yang entah dimana keberadaannya


“Kau benar, aku juga merasa bersalah, karena tidak bisa menjaganya dengan baik,” terang Zanjiil.


“Pasti kau sangat menyayanginya.”


“Jujur iya, karena dia adalah orang yang mampu bertahan di sisi ku, meski aku sering mengkhianatinya, ya... walau pun dia kasar dan suka bertengkar, aku juga menerima kekurangannya itu.” terang Zanjiil.


Kissky semakin merasa bersalah, karena dulu tak menolak pernikahan mereka.


“Maafkan aku, andai aku tak ada, pasti kalian masih tetap bersama, dan Luna tak akan menghilang secara misterius begini,” ucap Kissky.


“Ini sudah jalan takdir kita, kau jangan menyalahkan dirimu, karena jodoh, rezeki dan maut ada di tangan Allah,” terang Zanjiil.


“Baiklah.” kemudian Kissky melihat jam yang ada di handphonenya, yang telah menunjukkan pukul 22:00 malam.


“Sudah larut, ayo kita ke kamar, aku mau tidur.” ucap Kissky yang ingin istirahat, karena besok ia masih harus sekolah.


“Kita tidur di kamar mu atau aku?” tanya Zanjiil seraya mencium bahu Kissky.


“Di kamar masing-masing bapak! Lagi pula kitakan enggak boleh satu kamar, sebelum tamat SMK, kau lupa?” Kemudian Kissky bangkit dari tidurnya.


“Kalau begitu kita tidur disini saja!” Zanjiil menarik tubuh Kissky yang duduk agar tiduran kembali.


“Zanjiil!!”

__ADS_1


“Kissky, kata mama papa kan enggak boleh satu kamar, bukan satu ayunan, benarkan?”


“Sama saja Jiil, intinya jangan tidur sama-sama dulu.” Kissky gugup kembali, terlebih Zanjiil tak hentinya memeluknya.


“Beda! Pokoknya kita tidur disini!” karena Zanjiil tak memberi Kissky celah untuk pergi, dengan terpaksa Kissky mengikuti kemauan suaminya. Mereka berdua pun menghabiskan malam ketiga berselimutkan dinginnya malam.


_______________________________________


Pagi harinya, Kissky yang baru membuka matanya melirik ke arah Zanjiil yang ada di sebelahnya.


Kissky dengan perlahan menyentuh wajah suami tampannya.


Aku mencintai mu, pacar pertama ku, batin Kissky.


Kissky yang teringat akan ciuman mereka tadi malam, berniat untuk melakukan hal yang sama pada suaminya.


Mumpung dia lagi tidur pulas. kemudian Kissky memberanikan diri untuk mencium bibir tebal Zanjiil yang tepat ada di depan matanya.


Lembut dan empuk banget bibirnya, batin Kissky.


Kissky yang candu, terus mencium bibir Zanjiil dengan sangat hati-hati.


Cup!


Zanjiil membalas ciuman Kissky, sontak gadis yang curi-curi kesempatan itu pun tersentak.


“Sejak kapan kau bangun?!” rasanya ia ingin terjun dari lantai 80 saking malunya.


“Sebelum kau bangun.” kemudian Zanjiil membuka matanya.


“Jahat! Kau sengaja ya?”


“Ya Tuhan, biasa saja Ky, enggak usah heboh begitu, ayo kembali, sudah jam 05:30, nanti kita terlambat lagi.” Zanjiil pun membuka gorden ayunan yang mereka tempati.


“Harusnya kau melakukan itu dari awal menikah.” Zanjiil turun dari ayunan terlebih dahulu. Lalu memakai sandalnya.


Kemudian Kissky bangkit dari tidurnya, lalu turun dari ayunan juga. Selanjutnya mereka masuk ke dalam rumah.


30 Menit kemudian, Kissky dan Zanjiil sarapan di meja makan.


Keduanya saling senyum satu sama lain, layaknya pasangan ABG yang baru puber.


Selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah lebih awal.


Sesampainya mereka ke sekolah, Zanjiil dan Kissky turun dari dalam mobil. Setelah itu mereka berjalan menuju kelas, sepanjang perjalan banyak orang yang memberi tatapan sinis dan jijik pada Kissky.


“Bisa-bisanya sekolah kita di masuki anak adopsi!” ucap salah seorang siswi.


“Betul! Merusak keelitan sekolah kita saja, bikin malu!” semua hinaan kasar itu di dengar jelas oleh Kissky dan Zanjiil.


Lalu Zanjiil menggenggam tangan Kissky, ia dan melirik wajah istrinya.


“Anggap saja radio rusuk.” Zanjiil menyemangati Kissky.


“Iya, terimakasih.” Kissky pun membalas genggaman tangan Zanjiil.


Kemesraan keduanya di perhatikan oleh Joe yang berjalan di belakang mereka berdua.


Mesra sekali kalian berdua, batin Joe.


Angel yang ada di lantai 2 gedung otomotif juga melihat Zanjiil dan Kissky yang sedang berjalan di koridor gedung Seni.


“Njel, jadikan kita kasih pelajaran pada anak adopsi itu?” Zoe yang ikut risih akan keberadaan Kissky berencana untuk merundungnya.

__ADS_1


“Jadi dong!” Angel tertawa menyeringai.


_________________________________________


Pukul 08:00 pagi, Lula kembali ke rumahnya.


“Untung si guru gila itu libur hari ini, jadinya aku bisa bolos.” Lula yang sudah menunggu lama untuk melihat hasil rekaman cctv dengan cepat masuk ke dalam kamarnya. Selanjutnya ia mengambil laptopnya dan membuka file rekaman di tanggal ke datangan Luna ke rumah keluarganya.


Tik tik tik!


Saat ia melihat rekaman cctv yang berada di laptopnya. Ia pun geleng-geleng kepala.


“Aku harus tahu cerita lengkapnya.” Lula yang penasaran menutup laptopnya, lalu keluar kamar dan menuju dapur.


Winda yang saat itu sedang membersihkan wastafel, di sapa oleh Lula.


“Winda.”


Winda yang mendengar suara nona mudanya langsung balik kanan, bersamaan dengan itu Lula dengan lihai mengangkat kaki kanannya hingga sejajar dengan leher Winda.


“Beritahu aku, semuanya.”


Sol sepatu Lula yang menyentuh leher


Winda, kapan saja siap mendapat terjangan apabila Winda menutupi kronologi kejadian sebenarnya.


“Baik nona.” tanpa melawan perintah dari Luna, Winda mulai menceritakan segalanya


Flash Back.


Luna yang telah berada depan pintu utama rumah Zanjiil menekan bel pintu dengan sembarang.


Ting tong ting tong!


Sinta yang baru saja membuka pintu di dorong oleh Luna.


“Mana si Kissky!” pekiknya dengan mata membelalak.


“Nyonya Kissky ada di kamarnya.” ucap Sinta.


“Nyonya! Apa maksud mu, apa dia istri Zanjiil?” Luna bak tersambar petir, ternyata kekasihnya telah memiliki istri.


“Benar, dan anda siapa ya? Kenapa datang malah marah-marah?” tanya Sinta.


“Aku enggak perlu bicara pada mu, bawa perempuan ****** itu kemari!” suara Luna yang menggelegar, membuat Sinta naik pitam.


Plak! Sinta menampar bibir Luna dengan keras, hingga bibir indah Luna pecah.


“Beraninya kau!” Luna membentak Sinta.


Plak! Sinta kembali menampar Luna di tempat yang sama. Darah pun bercucuran dari bibir gadis tersebut.


“Perempuan gila! Tanpa sopan santu masuk ke rumah orang lain, sudah begitu membuat kekacauan lagi!” sinta tanpa rasa takut main tangan pada Luna.


Luna yang ingin membalas perbuatan Sinta membuat ancang-ancang. Saat tangannya akan mendarat di wajah Sinta.


Sinta dengan cepat menangkisnya, “Jangan main-main kau, sialan!”


...Bersambung..



...

__ADS_1



__ADS_2