Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 102 (Istri Muda)


__ADS_3

Dimas pun mendial nomor majikannya.


Halo tuan, nyonya minta di antar ke rumah orang tuanya, apa boleh saya mengantarnya? 📲 Dimas.


Coba berikan pada Kissky. 📲 Zanjiil.


Setelah Dimas bersusah payah membujuk majikannya. Akhirnya Kissky mau bicara pada Zanjiil.


Aku mau pulang, apa itu juga tidak boleh? 📲 Kissky.


Kenapa tiba-tiba kau mau pulang?📲 Zanjiil.


Aku rindu mama, pokoknya aku mau pulang! 📲 Kissky.


Baiklah, hati-hati di jalan, pokoknya kau jangan menangis lagi. 📲 Zanjiil.


Setelah mendapat izin, Kissky pun pulang ke rumah orang tuanya.


“Pulang kerja, aku akan ke rumah orang tua Kissky,” gumam Zanjiil.


_______________________________________


Sesampainya Kissky di rumah orang tuanya, ia di sambut oleh July dengan penuh senyum.


“Kissky!!!” keduanya pun saling berpelukan melepas rindu. “Kau datang sendiri? Mana Zanjiil?” netra July kesana kemari mencari keberadaan menantunya.


“Aku pulang sendiri ma,” ucap Kissky.


“Begitu ya, eh.. kenapa kau menangis nak?” tanya July penuh curiga di hatinya, ia berpikir jika sang menantu menyakiti putrinya lagi.


“Aku habis melayat, guru ku meninggal dunia ma.” Kissky memilih berbohong karena ingin menjaga perasaan ibunya.


“Benarkah? Bukan karena Zanjiil kan?” July sedikit tak percaya dengan alasan putrinya.


“Bukan ma, dan Zanjiil sudah banyak berubah, sekarang dia sangat menyayangi ku, masalah yang dulu, itu karena ulah ku ma.”


“Maksudnya bagaimana? Eh, hampir lupa, ayo duduk dulu, pasti kau lelah selama perjalanan.” July dan Kissky menuju sofa yang ada di ruang tamu.


Setelah keduanya duduk dalam sofa yang sama, July pun meminta Kissky melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


“Sampai mana kita tadi? Ayo, lanjutkan.” pinta July, ia yang sudah lama tak mengobrol dengan putrinya, ingin tahu perkembangan Kissky sudah sampai dimana.


“Zanjiil marah karena aku dekat dengan teman sekelas ku, namanya Gibran. Dia adalah sahabat ku saat di panti asuhan dulu ma,” terang Kissky.


“Memangnya kau tak jelaskan pada Zanjiil?”


“Aku enggak bisa ma, karena aku ingin menjaga privasi Gibran.”


July mengangguk paham akan penjelasan putrinya.


“Walau pun begitu, tindakan Zanjiil sangat bahaya, kalau kau kenapa-napa pasti sangat repot, maaf ya Ky, bukan mama tak mau menjemput mu saat itu, tapi... papa mu melarang keras mama untuk datang ke rumah mertua mu.” July memeluk kembali putrinya karena iba.


“Iya ma, aku mengerti.”


“Sejujurnya mama menyesal, karena telah merestui mu dengannya dulu, harusnya kau berjodoh dengan orang seperti papa, sudah lucu, baik, setia lagi, ya... meski papa sering buat mama marah, tapi mama tetap cinta papa.” July begitu membanggakan suami yang telah mengkhianatinya selama ini. Kissky menatap nanar wajah bahagia ibunya.


Kasihan mama, semoga papa di bukakan pintu hidayah oleh Allah, batin Kissky.


“Mama benar, papa memang yang terbaik.” ucap Kissky menahan tangis.


“Semoga Zanjiil berubah, meski pun kau membuat kesalahan, dia tak main tangan pada mu lagi ”


“Aamiin, tapi ma, papa mana?” Kissky ingin tahu apa jawaban ibunya.


Kemudian Kissky melihat jam tangannya, “sudah jam 18:00, bukannya papa selalu sampai di rumah sebelum tengah enam?” Kissky yang tahu rutinitas sang ayah menanyakan hal tersebut pada July.


“Kau benar, tapi sejak perusahaan kita makin mengeratkan kerja sama dengan perusahaan pak Basuki, papa jadi sering lembur, mama jadi kasihan, kadang sampai pulang jam 03:00 subuh Ky.”


Kissky menelan salivanya, sebab ibunya yang berpikir positif tak tahu akan perbuatan ayahnya di luar sana.


“Semoga papa sehat terus, kasihan juga kalau kerja lembur tiap hari.” Kissky memutuskan untuk tutup mulut,ia tak ingin ibunya kecewa pada ayahnya.


Pukul 22:00 malam, Kissky yang duduk di dekat jendela kamarnya yang terbuka menatap ke arah bulan yang bersinar terang malam itu.


“Papa belum pulang juga?” ia pun berinisiatif menelepon ayahnya, untuk menyuruh pulang, sebab ia tak tega melihat July, yang siaga menunggu di ruang tamu. Kissky pun mendial nomor Ahmad, tak lama, teleponnya yang berdering pun di angkat.


Papa... 📲 Kissky.


Papa mu sedang mandi junub, kau pasti anak angkatnya itukan? 📲 Rea.

__ADS_1


Ya, dan kau siapa? 📲 Kissky.


Kenalkan, aku Rea, istri baru papa mu, dan sekarang aku sedang mengandung 3 bulan. 📲 Rea.


Seketika Kissky merasa sesak nafas mendengar kabar buruk yang datang dari madu ibunya.


Kau pasti bercanda, mana mungkin papa ku memiliki anak dengan mu. 📲 Kissky.


Terserah kau, mau percaya atau tidak, yang jelas, anak yang ada dalam perut ku ini adalah pewaris resmi dari segala harta yang kau nikmati dan mama mu saat ini, papa mu juga berencana akan menceraikan ibu mu, sebaiknya kau siapkan lagi bagus untuk menghibur ibu mu saat ia berduka nanti. 📲 Rea.


Kau takkan bisa memisahkan mereka, karena cinta mereka itu abadi, dan kau hanya batu kerikil dalam kehidupan papa dan mama ku. 📲 Kissky.


Kalianlah yang batu kerikil, kau tahu, ayah mu telah membalik nama surat notaris rumah kalian menjadi atas nama ku, dan dia juga telah membeli rumah mewah untuk ku dan yang paling penting, aset-aset berharga lainnya, telah menjadi milik ku, dia bermurah hati, karena alu telah berhasil mengandung benihnya, hei anak angkat, yang ayah mu inginkan selama ini itu anak, dia bertahan dengan ibu mu hanya karena hutang budi, bukan lagi soal cinta. 📲 Rea.


Dasar pelakor, aku takkan membiarkan itu terjadi. 📲 Kissky.


Semua sudah terjadi, katakan pada ibu mu, untuk siap-siap ku tendang dari kehidupan suami ku, hahaha!! 📲 Rea.


______________________________________


Rea pun memutus sambungan teleponnya dengan Kissky, karena Ahmad telah selesai mandi.


“Apa ada yang menelepon?” tanya Ahmad sebab samar-samar ia mendengar dering teleponnya saat di kamar mandi.


“Enggak kok sayang.” lalu Rea pun memeluk Ahmad yang sedang bertelanjang dada.


“Sayang, kapan kau menceraikan istri mu? Katanya bulan ini?” tingkah manja Rea membuat Ahmad semakin cinta.


“Ada waktunya sayang.” Ahmad pun mengecup kening Rea, istri mudanya.


“Kau bohong terus sayang, kalau kau tak menceraikannya, aku mau kau memberi saham istri mu untuk anak kita, aku tak mau tahu, pokoknya itu harus jadi milik anak biologis mu ini sayang.” Ahmad yang ingin punya anak selama ini dengan mudah memenuhi keinginan istri barunya, tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi.


__________________________________________


Kissky begitu takut, jika yang di katakan Rea benar.


Ia sangat ingin memberi tahu ibunya, namun hatinya meragu, karena jika itu tak benar, maka ibu dan ayahnya akan bertengkar, dan jika itu terjadi, maka rumah tangga July dan Ahmad, yang telah terjalin belasan tahun hancur karena dirinya.


Namun jika ia diam dan semua terbukti nyata, Kissky takut, ibunya akan menderita karena tak punya apa-apa, pada hal semua keberhasilan yang di capai oleh ayahnya, berkat modal yang di beri oleh orang tua ibunya.

__ADS_1


“Sial! Aku harus bagaimana?” ia yang serba salah memutuskan untuk menunggu ayahnya pulang, dan bertanya mengenai kejelasan yang di katakan oleh istri muda ayahnya.


...Bersambung......


__ADS_2