Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 72 (Suami)


__ADS_3

“Hei!” Kissky menyembunyukan wajahnya dengan kedua telapak tangannya,“Jangan ambil photo ku!” Kissky menutup lensa kamera milik Zanjiil.


“Apa salahnya, aku suka!” ujar Zanjiil.


“Ih! Susah banget di bilangin!” meski Kissky mengomel, namun dalam hatinya ia merasa senang.


Lalu seorang pria lewat dari hadapan mereka, “Mas!” Zanjiil memanggil pria tersebut.


“Ya mas?” sahut si pria.


“Bisa ambil photo kami berdua?” pinta Zanjiil.


“Bolehj mas.” beruntungnya pria itu mau melakukan permintaan Zanjiil.


“Ayo!” Zanjiil merangkul bahu Kissky.


Cekrek! 1 photo tersimpan ke galeri kamera.


“Pose lain mas!” ucap si Pria.


“Siap!” Zanjiil yang sigap menggenggam erat tangan Kissky.


Cekrek! Kemudian Zanjiil melepas tangan istrinya.


“Terimaksih mas!” ucapnya dengan penuh senyum di bibirnya.


Sedang Kissky yang masih berdiri di tempat mereka berphoto menatap tangannya.


“Sentuhannya masih terasa.” lalu ia pun mencium bekas tangan Zanjiil yang ada di tangannya.


“Kenapa aku baru sadar, kalau suami ku ternyata sewangi ini?” ia yang masih merasa berbunga-bunga di sadarkan oleh Zanjiil.


“Kenapa kau mencium tangan mu? Apa ada yang salah?” tanya Zanjiil.

__ADS_1


“Ah! Enggak kok!” sahut Kissky dengan sedikit malu, ia pun merasa konyol dengan uang ia lakukan.


“Oh iya, aku ke toilet sebentar, kau tunggulah disini!” ucap Zanjiil yang ingin buang air kecil.


“Oke!”


Saat Zanjiil ke toilet, Kissky berjalan-jalan ke ruang khusus yang memerkan patung.


“Bangus banget, berapa lama mereka mengerjakan ini?” Kissky menyentuh sebuah patung wanita yang berpose menari jaipong. Setelah itu, ia beranjak ke patung berikutnya.


“Eh, sepertinya aku kenal patung yang ini.” Kissky ingat betul patung wanita itu ia dapati di ruang seni sekolahnya.


“Kalau enggak salah, patung yang memiliki rambut seperti asli.” kemudian Kissky melihat nama pembuatnya.


“Jordan? Apa itu Joe?” Kissky menggaruk kepalanya.


Saat ia sedang fokus pada patung itu, tanpa ia sadari ada sepasang mata memperhatikannya dari kejauhan.


Sementara Zanjiil yang telah selesai buang hajat mendatangi Kissky.


“Patungnya seperti hidup, lihat!” Kissky menunjuk ke nama pembuat patung.


“Namanya Jordan, apa dia Joe teman sekolah kita?” tanya Kissky pada Zanjiil yang ada di sebelahnya.


Zanjiil terdiam sejenak sebelum berkata, “Enggak tahu.”


“Ya sudah, coba photo aku disini, tapi pakai handphone ku saja!” pinta Kissky.


“Baiklah!” Zanjiil pun menerima handphone yang di berikanlah oleh Kissky.


“Siap ya!” Zanjiil pun memberi aba-aba. “1,2,3!”


Cekrek!

__ADS_1


Kissky berpose imut di depan kamera. Lalu Zanjiil mendekat pada istrinya.


“Ayo, selfie dengan ku!” tanpa menunggu persetujuan dari istrinya, Zanjiil membungkuk lalu menempelkan wajahnya ke wajah mulus istrinya.


Cekrek!!


“Zanjii!!” Kissky mencubit dada sispeks milik Zanjiil.


“Apa salahnya! Aku kan suami mu!” Zanjiil yang merasa berhak, akan apa yang Kissky miliki langsung membuka akun si hijau istrinya.


“Kau mau apa dengan handphone ku?” Kissky yang tak setara tingginya dengan Zanjiil pun menjinjit untuk meraih ponselnya.


“Diam sebentar, aku hanya ingin mengirim photo kita yang tadi!”


“Jangan!” Kissky tiba-tiba menjadi panik.


“Berhasil!” ucap Zanjiil dengan tersenyum puas. Ternyata Zanjiil menggunakan photo selfie mereka sebagai poto profil Kissky.


Kemudian Zanjiil mencari namanya di aplikasi si hijau istrinya.


Kok enggak ada, batinnya.


Ia cukup tenang saat nama Zanjiil tak ada di hanphone istrinya.


Ia pun dengan percaya diri menulis suami, namun sayang, hasilnya juga nihil.


“Huwl, kau tak menyimpan nomor ku ya?!” ucapnya seraya mengetik nomornya di handphone istrinya.


Saat ia mendial nomornya sendiri, matanya membelalak.


“Terlalu! Kau buat nama ku Buaya Rawa?!”


“Ya maaf! Namanya juga handphone milik pribadi, jadi suka-suka boleh dong.” jawab Kissky dengan perasaan tak enak..

__ADS_1


Kemudian, Zanjiil dengan cepat mengedit namanya menjadi suami.


...Bersambung......


__ADS_2