Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 137 (Kejam)


__ADS_3

“Lula kau...” mata Basuki membelalak sempurna.


“Siapa yang mau melawan perintah Berli dan Musa Rabbani, maka akan berakhir seperti dia!” mata senjata Lula mengarah ke wajah Joe.


Semua orang mendadak bisu, tak ada yang mau mengikuti titah Basuki. Kecuali Winda, sang kepercayaan yamg selalu setia pada Basuki.


”Pilih sekarang juga papa! Membunuh Esra saja papa bisa, apa lagi aku atau mama nantinya. Aku suka heran, kenapa papa menomor satukan Esra dan Joe, apa Joe adalah anak kandung papa?” ” pengaruh Pinkan secara halus pada putrinya berhasil total.


Hera yang melihat keberanian Lula tertawa riang, sebab ia suka bibit unggul tiada pilih bulu seperti Lula.


”Lula cukup!” ucap Basuki namun.


Duar!


Lula menembak tangan kiri Joe. “Jawab pa, aku benci papa, tapi sampai detik tadi cinta ku masih ada untuk mu pa, saat aku melindungi papa. Papa justru membela Joe, seolah tak masalah jika di lukai olehnya, katakan pada ku pa, apa dia anak kandung papa?” Emosi Lula makin meledak akan semua kebohongan Basuki.


“Iya, Joe anak kandung papa. Papa lebih dulu mengenal ibunya, baru menikahi mama mu.” Joe yang baru tahu akan hal itu menitihkan air matanya, ia berpikir jika selama ini ia anak pria yang telah meninggal sejak ia berusia 4 tahun.


“Ternyata benar, kau adalah papa ku.” Joe menangis sesungukan, mulai dari kecil hingga ia sekarat tak pernah merasakan kasih sayang dari sosok seorang ayah.


“Hum!” Lula tersenyum getir. “Jadi sudah bisa di pastikan, nyawa Joe, harus di habisi.”


“Biarkan dia hidup, bunuh papa saja.” Basuki tak ingin jika putra kandung yang tak ia akui selama ini mati di usia yang masih muda.


“Tenang saja, papa akan menyusul setelah Joe!” Lula yang tak punya hati melepas palatuknya.


Duar!!!


“Lula!!” Emosi Basuki memuncak, ia yang ingin menghabisi putrinya di hadang oleh 2 algojo bertubuh tinggi besar yang berdiri tepat di hadapan Lula.


“Jadi, papa serius sayang sama Joe?!” suara tenang Lula begitu mengerikan di telinga Basuki.


Lula yang sadis membuka jalan dari tengah-tengah kedua algojo itu.


“Papa, selamat tinggal!”


Piung!!


Zanjiil si pembidik handal mengenai senjata adiknya hingga terjatuh ke lantai.


“Hentikan La! Apa kau sudah eror? Siapa yang mengajari mu untuk durhaka...” seketika Zanjiil merapatkan mulutnya, saat melihat lantai granit mereka bersimbah darah.


Batinnya pun tersentak hebat, saat melihat Joe telah meregang nyawanya.


Benar dugaan ku, tapi kenapa jadi Lula pelakunya? batin Zanjiil.


Ia mengira jika sang ayahlah yang akan melakukannya.


“Zanjiil! Apa-apaan kau?!” pekik Lula.

__ADS_1


“Lula! Sadar, ini papa!” Zanjiil coba membujuk adiknya.


“Dia juga papanya Joe.” ucap Lula dengan perasaan kecewa.


“Apa?” Zanjiil terkejut bukan main dengan pengakuan adiknya.


“Pengkhianat besar bang, papa tak layak hidup! Nyawanya halal untuk di habisi!” pekik Lula.


“Kau tak bisa merubah masa lalu Lula, jadi jangan kau rusak masa depan kita, tolong... papa pasti sudah menyesal dengan kesalahannya.” Zanjiil yang lebih dewasa dapat memaafkan perbuatan ayahnya, meski hatinya memendam rasa sakit.


“Tidak!” Lula menolak.


“Cukup Lula!” suara Pinkan langsung meredakan emosi gadis kecil itu.


“Mama... kenapa bisa kesini?” tanya Lula.


“Karena Hera. Tugas mu sudah selesai, jangan kotori tangan mu lagi,” titah Pinkan.


“Tapi aku tak menerima, jika papa masih disini, buang papa sejauh mungkin.” Lula yang taat akan aturan, menggunakan aturan itu pada ayahnya.


“Sudah, cukup! Hei kalian!” ucap Pinkan pada ajudannya. “urus mayat ini!” titah Pinkan.


“Tidak, berikan dia penguburan yang layak ma.” Zanjiil tahu, pusara Joe pasti sangat di butuhkan oleh Liza.


Atas permintaan Zanjiil para utusan keluarga Rabbani mengurus pemakaman Joe, putra pertama Basuki.


Basuki yang kehilangan Joe kini tak memiliki daya untuk berdiri.


“Hei kalian, bersihkan darah ini!” titah Pinkan, setelah itu ia menuntun Basuki menuju kamar bersama Winda.


“Bagaimana? Apa kau senang dengan yang kau perbuat, jangan salahkan takdir Basuki, karena semua ini adalah hasil yang kau tabur,” ujar Pinkan.


“Aku tahu, ini semua salah ku, maafkan aku Pinkan.” Basuki sungguh menderita dengan beban batin yang ia pikul.


“Kembalilah ke jalan yang biasa kau lewati, pasti hidup mu akan tenang, masalah Lula, biar aku yang tangani.” setelah mengatakan hal itu, Pinkan keluar dari kamar suaminya.


Sejak hari itu keluarga Basuki Rabbani terpecah belah secara ikatan batin , namun soal pekerjaan mereka tetap bersikap profesional.


🏵️


1 bulan kemudian, Liza yang sedang ujian tak dapat menjawab soal-soal yang ada di depan matanya.


Hingga bel berbunyi ia tak mengerjakan sayu pun.


Setelah tak ada lagi orang di ruang kelas Kissky memeluk Liza.


“Apa Joe belum menghubungi mu?” tanya Kissky yang iba pada sahabatnya.


“Sudah, hiks... tapi... Joe sudah meninggal karena kecelakaan bulan kemarin.” pengakuan Liza membuat Kissky merasa aneh, pasalnya pihak sekolah tak mengumumkan apapun.

__ADS_1


“Benarkah? Siapa yang memberitahu mu??”


“Salah satu anggota keluarganya.”


Lalu Liza memperlihatkan photo makam Joe dari Zanjiil yang menggunakan nomor baru Ia amat kasihan pada Liza yang begitu baik pada istrinya.


”Masalahnya, aku hamil Ky... aku tak bisa membayangkan akan merawat anak ini tanpa ayahnya. Hiks... ” Liza menangis sesungukan.


“Apa??” Mata Kissky membelalak. “Berapa bulan?” tanya Kissky dengan menitihkan air matanya.


“ 6 minggu Ky, hiks...” Liza terus menangis, ia tak dapat menahan rasa sedihnya.


Zanjiil yang mendengar di luar pintu kelas tak dapat berkomentar apapun. Karena pelaku kejahatannya adalah adiknya sendiri.


Setelah pulang sekolah, Kissky bertanya pada suaminya.


“Apa kau tahu soal Joe?”


“Tidak.” jawab Zanjiil singkat.


“Kaukan saudara tirinya, masa kau tak tahu sama sekali?” ucap Kissky penuh selidik.


“Memang kau sendiri tahu soal dia?” tanya Zanjiil kembali.


“Ya, enggak juga sih.” Kissky memijat pelipisnya yang terasa sakit.


“Tapi kenapa di pergi tanpa kabar begitu, bagaimana nasib Liza ke depannya?” Kissky merasa gelisah akan masa depan Liza yang akan jadi ibu muda.


“Itu resiko, lagi pula itu maunya," ujar Zanjiil.


“Dasar enggak punya hati!” Kissky masuk ke dalam kamar, ia marah pada suaminya yang terlihat cuek.


Terus aku harus berbuat apa Kissky? Tak mungkin ku sakiti adik kandung ku sendiri. Ini semua terjadi karena Joe yang ceroboh. Kenapa ia masuk ke kandang singa lapar, batin Zanjiil.


🏵️


Lula yang ada di sekolahnya bertingkah semakin menjadi-jadi, ia yang bosan karena di paksa ibunya masuk kelas, sangaja menaruh silat tajam di dalam laci temannya.


Sekkk!!


Setelah jemari tangan korbannya tersayat, dia akan tertawa riang. Kini tak ada yang mampu menghentikan Lula yang sangat mencintai profesinya sebagai pembunuh bayaran. Hanya ibu dan kedua neneknya yang masih ia dengarkan perkataannya.


“Lula!” suara Faiq yang ia benci membuatnya memutar mata malas.


“Ada apa pak?” sahut Lula dengan wajah datar.


“Temui bapak di kantor guru, karena bapak ingin memberi mu sesuatu,” ujar Faiq.


Sekali lagi kau buat aku dalam masalah, ku gorok leher mu. batin Lula.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2