Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 88 (Joe)


__ADS_3

Bruk!! Seketika Zoe ambruk ke lantai, tenaga super Kissky membuatnya kalah telak dalam satu pukulan.


Angel yang masih menjambak rambut Kissky tak terima sahabatnya di perlakukan demikian, begitu pula dengan Zia.


Keduanya pun bekerja sama untuk balas dendam pada Kissky.


“Zia! Pukul perutnya!” titah Angel, ia pun memutar kedua tangan Kissky ke belakang, menahannya sekuat tenaga agar Kissky tak dapat bergerak.


“Siap!” Zia dengan bringas menendang perut Kissky.


Buk!


Kissky yang malang seketika merasa mual dan ingin muntah.


“Tendang lagi! Tendang juga alat vitalnya, agar dia tak memiliki keturunan nanti!” Angel yang suka merusak masa depan lawannya berencana menjadikan Kissky korban selanjutnya.


“Baiklah, tapi sebelum itu, aku akan gigit put*ingnya sampai putus! Pasti itu jauh lebih seru!” orang-orang hanya menonton seorang gadis melawan 3 siswi bersifat bringas.


“Iya! Gigit sampai dua-duanya putus, aku akan menendang bagian perut sampai ke bawah!” ucap Zoe dengan tubuh yang masih terhuyung.


“Baiklah!” ucap Zia.


“Jangan, kalian sudah gila ya! Aku kan enggak ada salah pada kalian!” Kissky mencoba lepas dari cengkraman Angel.


Namun sayang, ia tak bisa berkutik, lalu Zia memegang kedua gundukan Kissky yang belum di sentuh siapapun termasuk suaminya.


”Akhhhh!!!” Kissky yang merasa jijik berteriak sekencang-kencangnya.


Kemudian dengan kasar, Zia mencengkram kedua gunung kebanggaan Kissky.


Kissky pun menangis karena kesakitan. “Akan ku pecahkan tempurungnya!” Zia yang mirip orang kerasukan ingin merusak bagian anatomi payudara* Kissky. Saat ia akan beraksi, tiba-tiba Liza datang.


Puk puk puk!!


Liza dengan sadis memukul seluruh tubuh Zia dengan pipa sepanjang 1½ meter dan sebesar genggaman tangannya.


Zia pun berteriak menahan sakit dari serangan dadakan yang di lakukan Liza.


“Beraninya kroyakan!” puk puk puk! Pukulan Liza beralih pada Zoe.


Kissky sangat bersyukur atas pertolongan yang Liza berikan padanya.


Liza yang melihat air mata sahabatnya semakin murka, terlebih ia melihat rambut dan baju Kissky telah acak-acakan.


“Kalian benar-benar tak bisa di maafkan! Angel! Lepaskan Kissky, atau ku pecahkan kepala kalian semua?!” Liza memberi ancaman serius seraya menaruh pipa miliknya di atas kepala Zia.


“Zia, berani bergerak, aku takkan pikir dua kali, aku takkan takut jika kalian mengadu pada polisi, karena aku juga akan mengadukan perbuatan kalian!” pekik Liza.


“Lepaskan Kissky Njel!” pinta Zia.

__ADS_1


Dengan terpaksa Angel mengabulkan permintaan sahabatnya.


“Zia, Zoe! Keluar kalian!” titah Liza.


Dengan hati-hati keduanya pun berjalan waspada melewati Liza.


Saat Angel ingin menyusul kedua sahabatnya, Liza menghentikan langkah gadis nakal itu.


“Stop! Enak saja mau main pergi, dapat goreng panas dulu dong, masa 2 kacung mu dapat kau enggak!” Liza tertawa getir.


“Aku kan sudah melepaskan Kissky, jadi wajar kalau aku keluar tanpa masalah.” ucap Angel tanpa merasa bersalah.


“Enak banget kau bilang begitu!” Puk! Satu pukulan dengan hentakan kuat mendarat di bahu Angel.


“Akh!” seketika Angel menjadi ripuh, ia merasa tulangnya seperti retak.


“Ini belum selesai, Kissky! Beri dia sesuatu, agar dia tak melupakan mu!” titah Liza.


Kissky yang dendam pun memberi 2 pukulan maut pada hidung dan perut Angel.


Buk! Buk!


“Oek!” Angel yang merasa mual muntah ke lantai, dan tulang hidungnya juga retak.


“Sakit... sakit...” ucapnya berulang kali.


Sebelum Liza dan Kissky pergi, Liza pun menjambak rambut Angel.


“Ayo Za!” ucap Kissky.


Kedua sahabat itu pun beranjak dari kamar mandi.


Saat Liza dan Kissky melewati lapangan, tiba-tiba 5 orang siswi mengerumuni kedua sahabat itu.


Plok plok! Kelima siswi itu melempar Kissky dengan telur.


“Apa-apaan kalian? Berhenti?!” teriak Liza.


“Menyingkir, atau kau mau kena juga?” ucap siswi A.


“Apa kata mu?!” netra Liza membulat sempurna.


“Telinga mu tidak tulikan?” ujar siswi B.


“Sudahlah! Lempar saja mereka berdua!” usul siswi B.


Plok Plok Plok!


Mereka berdua pun di serang tanpa henti, meski Kissky dan Liza mempercepat langkah mereka, ke lima orang itu tetap mengikuti kemana mereka pergi.

__ADS_1


Zanjiil yang baru keluar dari kantin melihat istrinya mendapat perlakuan tak adil.


Ia pun langsung lari kencang untuk melindungi Kissky.


Sesampainya Zanjiil, ia memeluk tubuh Kissky. Sedang orang-orang tak punya hati itu terus melempari tanpa henti.


“Berhenti!!!!!” teriak Zanjiil.


Namun orang-orang tersebut masih terus melempar telur pada mereka


Lalu Joe pun datang memberi bantuan, tanpa perduli lawannya itu adalah gadis, ia memukul dan menendang perut para siswi tersebut hingga terlempar ke atas rumput.


Joe... kau datang menyelamatkan ku? batin Liza.


Tindakan Joe tersebut mengundang perhatian para siswa lainnya. Hingga mereka di ke rumuni oleh ratusan siswa.


Lalu Joe dengan wajah datarnya “berkata, minta maaf pada Liza dan Kissky. Kalau tidak, akan ku giling halus kepala kalian.”


Zanjiil melirik wajah Joe. Bisa bahaya kalau anak ini marah sungguhan. batin Zanjiil.


“Untuk apa aku kami minta maaf pada anak adopsi menjijikan sepertinya, asal usulnya saja enggak jelas, mungkin saja dia lahir dari rahim seorang pelacurr, makanya dia di buang, jadi tak pantas untuk ku merendah padanya!” pekik siswi A.


“Baik!” Joe pun mendekat pada siswi tersebut


”Joe! Jangan gegabah!” Zanjiil yang takut siswi A berakhir di rumah sakit mencoba menghentikan Joe.


“Diamlah, kalau kau tak bisa melakukanya.”


Buk! Buk! Joe menerjang perut siswi A dengan brutal, hingga Kissky membenamkan wajahnya ke dada Zanjiil, ia tak sanggup melihat penderitaan siswi tersebut.


“Akhhh!!” Siswi A memegang perutnya yang terasa sangat sakit.


“Hentikan Joe!” Liza menggenggam tangan Joe dengan tangan gemetaran. “Jangan lagi, ku tahu kau marah, tapi kalau dia mati, kau akan masuk jeruji besi, masa depan mu masih panjang, dan kau juga belum menikah, sudah... lagi pula aku baik-baik saja!” Liza hampir menangis, ia sangat berharap Joe mau mengakhiri kegilaannya.


“Karena kau yang minta, aku akan berhenti.” Joe pun membersihkan ujung sepatunya ke baju seragam siswi A.


“Ada apa ini?!” suara Toriq sang kepala sekolah menggema di telinga semua siswa.


Lalu Joe bersedekap melihat kedatangan orang yang ia tunggu-tunggu.


“Kau gagal lagi!” ucap Joe penuh makna.


Lalu Toriq menghela nafas panjang, “Apa yang kalian lakukan?!” pekik Toriq.


Ke 5 siswa itu pun bungkam, mereka sangat takut atas perbuatan yang mereka lalukan.


“Bangkit, dan ikut bapak ke kantor guru, kalian benar-benar membuat bapak malu!” titah Toriq.


“Enak saja main bawa, mereka wajib minta maaf pada Liza dan Kissky, kalau tidak, ku buat mereka masuk rumah sakit! Dan kau sebagai kepala sekolah wajib tanggung jawab, kau biarkan sampah seperti mereka berkembang biak.”

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2