
Sontak Liza tertawa tak jelas. “Hahaha... memangnya apa yang ku rahasiakan pada mu? Mana ada? Jangan dengarkan Zanjiil. Oh ya nanti kita ke kantin ya, kata mereka ada menu baru.” Liza mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
“Oke!” sahut Kissky.
Setelah ketiganya sampai ke ruang praktik seni, Kissky, Zanjiil dan Liza mulai bekerja.
“Kissky kau menyapu, dan kau mengepel Liza!” titah Zanjiil.
“Kau sendiri ngapain?” tanya Kissky.
“Aku akan ke kantin membeli makanan!” ujar Zanjiil.
Baik Kissky maupun Liza, tak terima dengan tugas Zanjiil yang amat mudah.
“Enak saja kau!” kemudian Liza mendatangi Zanjiil dengan membawa sapu di tangannya.
“Kita bertiga sama-sama menyapu dan juga mengepel!” titah Liza.
“Apa?” Zanjiil mengernyitkan dahinya.
“Ahhahaha...” Kissky tertawa geli melihat ekspresi Zanjiil yang sangat kacau. “Sudahlah, sebaiknya kau kerjakan saja biar cepat selesai, lagian enak banget ambil bagian yang paling mudah,” ucap Kissky.
“Iya betul!” timpal Liza.
Berkat 2 lawan 1, akhirnya Zanjiil setuju untuk membantu kedua gadis itu menyapu.
Mereka yang ingin menyelesaikan hukuman dari Lisa, segera bekerja sama dalam menyapu dan juga mengepel lantai.
2 jam kemudian, ketiganya pun selesai membersihkan ruang praktik.
Liza yang kurang sehat karena begadang 2 malam dengan Joe, membuat ia tiba-tiba ambruk ke lantai.
Brukk!!
“Liza!!” teriak Kissky.
Kissky yang khawatir menepuk-nepuk pipi Liza yang tubuhnya terkapar di lantai.
“Zanjiil! Gendong Liza ke UKS, kasihan dia,” pinta Kissky.
“Enggak ah, kau saja yang gendong.” Zanjiil menolak, sebab ia curiga, jika Liza telah berpacaran dengan Joe.
Zanjiil yang ingin menghindari masalah tak ingin menyentuh Liza sama sekali.
“Kau gila ya?! Dia pingsan loh! Aku mana bisa gendong, dia berat tahu!” Kissky tak percaya, jika Zanjiil sampai hati membiarkan Liza terkapar di lantai.
“Tidak!”
“Zanjiil! Kalau Liza sampai mati, ku suruh arwahnya gentayangan di kamar mu!” pekik Fi.
“Aku tidur di kamar mu saja.” jawab Zanjiil.
“Ayolah bang Zanjiil, kasihan dia, mas depannya masih panjang.”
__ADS_1
Berkat bujukan dari sang istri, akhirnya Zanjiil au menggendong Liza ke UKS.
Zanjiil yang perkasa dengan mudah menggendong tubuh Liza yang berbobot 70 kilo ala bridal style.
Ketiganya langsung menuju UKS, Joe yang saat itu baru selesai melas pagar besi, keluar dari ruang praktik.
Tanpa sengaja, kedua netranya menangkap sang ke kasih di gendong oleh musuh bebuyutannya.
Ada apa dengannya?! batin Joe.
Ia yang penasaran sontak mendatangi sang kekasih dari arah berlawanan.
“Kau apakan dia?!” pekik Joe. Ia curiga Zanjiil menyakiti kekasihnya. “Apa kau membiusnya hingga dia pingsan?!” pernyataan Joe membuat Kissky dan Zanjiil terperangah.
“Kau bicara apa sih Joe? Justru Zanjiil sedang membantu Liza ke UKS, Liza kelelahan, dan dari pagi juga sudah pucat!” Kissky memarahi Joe, sebab ia tak terima, jika suaminya di fitnah begitu saja.
“Dengar apa kata Kissky, kau benar-benar aneh!” pekik Zanjiil.
Joe yang terlanjur berucap tak bisa membela diri lagi.
“Sini dia!” Joe yang ingin menghindari amukan sesi 2 dari Kissky, memilih untuk menggendong Liza menuju UKS.
Kissky yang ingin mengikuti di cegah oleh Zanjiil.
“Biar dia yang mengurus sisanya.” ucap Zanjiil.
“Kau jangan sama sintingnya ya dengan Joe.” kemudian Kissky menggenggam tangan Zanjiil menyusul Liza dan Joe ke UKS.
“Kenapa aku ikut juga?”
Sesampainya mereka di UKS, baik Kissky maupun Zanjiil di buat tercengang, sebab Joe tak mengizinkan pak dokter yang sedang berjaga menyentuh tubuh Liza dengan stetoskop
“Berikan dia vitamin saja,” ucap Joe.
Aku tak rela, kalau Liza ku di cemari orang lain, batin Joe.
Joe yang merasa berhak atas Liza berniat melindungi yang terkasih dari orang-orang yang bisa menularkan penyakitnya pada orang yang ia cinta.
“Kau dengar aku kan dok? Berikan Liza vitamin penambah stamina, dia hanya kelelahan,” ucap Joe.
“Tapi saya perlu memeriksanya Joe, siapa tahu ada masalah di perutnya,” ujar sang dokter.
“Saya yang lebih tahu, berikan saja vitaminnya, nanti juga dia bangun kok.” Joe ngotot tak mengizinkan kekasihnya untuk di periksa.
“Baiklah, kalau dia ternyata sakit parah, saya tak mau ikut campur, ini akan jadi tanggung jawab mu Joe.” sang dokter yang tak ingin pusing, langsung mengambil vitamin untuk Liza, kemudian memberikannya pada Joe.
Karena Liza belum sadarkan diri, Joe berinisiatif untuk memijat tubuh kekasihnya.
Kissky dan Zanjiil yang berada di belakang Joe melihat satu sama lain, perhatian Joe yang begitu berlebihan membuat keduanya curiga.
“Apa mereka pacaran?” Kissky berbisik ke telinga Zanjiil.
“Sepertinya begitu,” jawab Zanjiil.
__ADS_1
“Oh... pantas saja.” ucap Kissky.
Hebat juga si Liza, dengan sekejap bisa menaklukkan seorang Joe, yang otaknya super licik dan tak berperasaan pada siapapun, batin Zanjiil.
Kissky yang melihat Joe sibuk sendiri merasa tak enak bila tak membantu. Apa lagi Liza adalah sahabatnya.
Kissky pun mengambil duduk dari arah berlawanan dengan Joe.
“Joe, jangan khawatir ya, Liza pasti sembuh kok.” Kissky yang ingin memijat tangan Liza langsung dapat teguran dari Joe.
“Jangan sentuh Liza, tangan mu kotor, ada bau debunya, nanti dia malah tambah sakit lagi.” larangan dari Joe membuat Kissky langsung menyembunyikan tangannya.
Zanjiil yang melihat sikap berlebihan Joe, malah tertawa getir.
“Astaga, biasa saja Joe, memangnya kau tak mencium bau keringat dan debu dari tubuh kekasih mu?!” Zanjiil membentak Joe karena telah membuat istrinya tak percaya diri.
“Diamlah!” pekik Joe.
Saat Zanjiil ingin membalas perkataan pedas Joe, Kissky melarangnya.
“Sudahlah, kalian berdua untuk apa bertengkar, kasihan Liza.” berkat suara bising ketiganya, Liza yang pingsan akhirnya sadarkan diri.
Liza yang membuka mata, melihat ada Joe di sebelahnya.
“Joe???” suara redup yang keluar dari mulut Liza membuat Joe langsung sigap mengambil air putih.
“Pegang dulu!” Joe menitipkan air minum dalam gelasnya pada Kissky.
“I-iya.” Kissky pun langsung menerimanya.
Setelah itu, Joe membantu Liza untuk duduk, dan menyandarkan tubuh Liza ke di dinding.
Joe yang super perhatian mengambil 1 tablet vitamin stamina tubuh dari botol yang di beri oleh sang dokter.
“Minumlah!” ucap Joe seraya menaruh vitamin tersebut langsung ke mulut Liza.
Selanjutnya Kissky memberi air minum di tangannya pada Joe. Joe pun membantu Liza untuk minum.
Setelah itu, Kissky yang penasaran apa yang terjadi sebenarnya bertanya pada Liza.
“Kau kenapa sih Za? Kok bisa sampai pingsan begini? Kau sakit apa? Cerita pada ku dong,” ucap Kissky.
“Ini semua karena ku,” sahut Joe.
“Sayang, kau enggak salah apapun!” Liza menggenggam tangan kekasihnya.
Zanjiil yang melihat kemesraan keduanya merasa geli.
“Kenapa sih Za? Kau belum mau juga cerita pada ku?” tanya Kissky.
“Itu karena aku dan Liza bercinta sampai pagi.” ungkapan jujur Joe membuat Kissky tersentak. Sementara Zanjiil hanya biasa saja menanggapinya.
“Sayang! Kenapa kau harus cerita sih?? Malu tahu!” Liza menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Jadi benar Za, kau dan Joe sudah begituan??!” Kissky merasa sahabatnya sudah keluar jalur, sedang ia sendiri yang sudah menikah belum melakukannya sama sekali.
...Bersambung......