
Kissky memelototi Zanjiil. Karena saran dari suaminya terdengar konyol.
“Yang benar saja kalau kau bicara, memangnya kau pikir semudah itu mengganti seseorang dalam hati kita?” Kissky memarahi suaminya.
“Ya, akukan hanya memberi saran, di terima syukur, enggak juga tidak apa-apa,” Zanjiil mengangkat bahunya.
“Tapi aku belum mau menikah Jiil.” Gibran yang merasa belum mampu membina rumah tangga, tak mau menerima saran Zanjiil.
Ketika mereka sibuk mengobrol, mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
Iya pak Basuki, ada 1 orang teman mereka, namanya Gibran, apa dia saja yang kita jodohkan dengan Liza? 📲 Toriq.
Boleh juga, aku akan menemui anak itu, tolong berikan pada ku nomor kontak dan profilenya, 📲 Basuki.
Siap pak. 📲 Toriq.
“Yes! Kalau kali ini aku berhasil menjodohkan Liza dan Gibran, pasti aku dapat bonus.”
Toriq yang ternyata adalah salah satu anggota Angel's Hand. Ia juga sering memberi stok organ pada perusahaan Rabbani. Tak jarang ia mengorbankan para siswa dan siswinya, baik itu terbunuh dalam sekolah atau di luar sekolah.
Setelah mengirim kontak dan data diri Gibran, Toriq kembali mengerjakan tugasnya sebagai kepala sekolah.
🏵️
Ahmad yang ada di kantornya merasa pusing. Sebab saham perusahannya merosot parah.
Ia yang tertipu judi online, serta sang istri yang selalu meminta uang untuk perawatan diri dan juga membeli perhiasan, membuat perusahaan Ahmad kembali bangkrut.
Saham yang di titipkan Basuki juga ikut raib, gaya istrinya yang boros serta suka berbelanja barang tak penting membuatnya semakin miskin.
“Bagaimana ini?” seketika Ahmad gemetaran, ia yang tahu resiko dari perbuatannya akan mendatangkan malapetaka.
Terlebih istri yang ia gadaikan untuk jadi bayaran jika dirinya merugikan pihak Rabbani telah pergi jauh.
Itu artinya, ia harus siap kehilangan nyawanya dan putri sambungnya sesuai dengan isi surat perjanjian yang tertulis dalam kontrak kerja mereka.
“Astaga... kok bisa begini sih?” Ahmad masih bertanya-tanya, sebab ia lupa jika memberikan istrinya kartu kredit bebas limit, yang di bayar otomatis bagian payroll perusahaannya.
Bertepatan saat ia masih bingung, Basuki menelepon.
Deg!
Jantungnya berdetak dengan kencang. Sebab ia takut pada besannya tersebut. Namun meski begitu, ia tetap mengangkat telepon dari Basuki.
Halo. 📲 Ahmad.
Halo, kau dimana Mad? 📲 Basuki.
__ADS_1
Di kantor Ki. 📲 Ahmad.
Oke, besok datang ke kantor ku, aku ingin meeting berdua dengan mu. 📲 Basuki.
Baiklah. 📲 Ahmad.
Lututnya tiba-tiba lemas tak berdaya, ia sangat takut untuk bertemu Basuki.
Tamat riwayat ku, sebelum melihat wajah anak kandung ku terlahir ke dunia, batin Ahmad.
🏵️
Pinkan yang berada di sekolah Lula, duduk bersebalahan dengan putrinya, menghadap Faiq dan sang kepala sekolah.
“Jadi begitu bu, saya tidak mengerti kenapa Lula sampai melakukan hal mengerikan itu pada teman-temannya. Ini belum kami umumkan loh bu pada pihak korban Lula.” sang kepala sekolah mengatakan keburukan yang Lula lakukan pada teman-teman sekelasnya.
Pinkan yang mendapat amukan serta nasehat dari guru anaknya merasa sangat malu.
Anak setan! batin Pinkan.
“Untuk itu kami akan menskors Lula selama 1 bulan.” keputusan sang kepala sekolah membuat Lula dan Pinkan melihat satu sama
lain.
“Apa tak bisa, saya di skorsnya setelah selesai ujian?” Lula mencoba bernegosiasi dengan kepala sekolahnya.
Mendengar hal itu, mata Lula membelalak sempurna pada Faiq.
Kurang ajar sekali dia, berani banget macam-macam pada ku! Takkan ku kasih ampun! batin Lula.
Ia yang mendapat hukuman malah semakin tertantang untuk berbuat lebih.
Setelah keluar dari kantor guru, Pinkan memukul kepala Lula.
Puk!
“Otak taro dimana sih?! Hah! Bisa-bisanya kau melakukan tindak kotor recehan itu pada teman-teman mu?! Aduh Lula! Kelakuan mu bisa membongkar identitas keluarga kita, yang benar saja kau kalau sampai di lapor ke polisi. Tolong banget ya! Kau kalau di luar kerja, normal, seperti anak-anak lainnya,” Pinkan tak habis pikir pada putrinya.
“Iya ma, aku mengerti,” ucap Lula dengan memendam dendam pada gurunya.
🏵️
Malam harinya, saat Gibran sedang mengendarai motor metiknya, tiba-tiba dia di hadang oleh mobil BWM yang berhenti tepat di hadapannya.
Siapa mereka? batin Gibran.
Lalu Basuki keluar dari dalam mobil dengan setelah jas hitam dan kecamatan mata hitam.
__ADS_1
Basuki pun mendekat pada Gibran. “Mau bicara dimana?” pertanyaan dari Basuki membuat Gibran merasa aneh, karena cara bicara Basuki menggambarkan kalau mereka dekat.
“Bapak bicara dengan saya?” Gibran menunjuk ke arah dirinya.
”Iya, kau.” ucap Basuki dengan membuka kaca matanya.
“Tapi saya tak kenal bapak, jadi untuk apa bapak mau berbicara dengan saya?” Gibran yang merasa aneh ingin segera beranjak, namun pengawal Basuki dengan cepat mencabut kunci motor Gibran, hingga pemuda tampan itu tak bisa kemana pun.
“Melihat keseriusan dari Basuki membuat Gibran tak bisa menolak.
“Baiklah, ayo kita bicara pak.” ucap Gibran seraya seraya turun dari atas motornya.
“Di dalam mobil ku saja,” ujar Basuki.
Kemudian keduanya pun masuk ke dalam mobil Basuki.
“Baiklah, aku takkan berbasa basi, ini!” Basuki memberikan kunci rumah, mobil, motor dan juga uang tunai sebanyak 20 milyar pada Gibran.
“A-apa ini?” mulut Gibran gelagapan saat barang-barang mewah itu diserahkan padanya.
“Nikahi Liza,” ucap Basuki
“Kenapa harus aku? Bapak siapa? Aku bukan ayah dari anak yang ia kandung.” meski Gibran sayang Liza. Tapi ia tak ada niat untuk menikahinya.
“Ini baru hadiah awal, kalau kau bersedia, aku akan mencari tahu keberadaan ibu kandung mu.” mendengar kata kandung membuat Gibran terdiam.
“Dari mana bapak tahu soal diriku?” Gibran merasa penasaran sekaligus bergidik ngeri, karena selama ini ada yang memata -matai pergerakannya .
Aku tahu segalanya mengenai dirimu, aku beri 1 malam untuk berpikir, kau takkan menyesal jika menikahinya, hanya itu yang ingin ku katakan, Kau boleh keluar sekarang,” ujar Basuki
Kemudian Gibran pun keluar, sesuai permintaan Basuki.
Setelah itu, mobil Basuki meluncur pergi. Meninggalkan Gibran dengan sejuta pertanyaan di hatinya.
Sebenarnya ia sangat ingin menolak, namun karena dirinya ingin tahu dimana orang tua kandungnya saat ini, membuat hati Gibran menjadi bimbang.
“Takdir macam apa ini? Pada hal aku tak mencintainya, tapi aku harus menikahinya dan menjadi ayah untuk anak yang ia kandung, tapi... kalau aku tak mau, seumur hidup aku takkan tahu keberadaan ibu dan adik ku.” Gibran yang bingung melajukan motornya kembali.
🏵️
Zanjiil dan Kissky yang sedang ada di rumah melakukan belajar bersama mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
“Hei, gunakan tangan mu dengan benar, kalau kau tak serius, maka guci yang kau kerjakan akan hilang bentuk.” Zanjiil memarahi Kissky yang tak bisa mengontrol tangannya saat menyentuh guci keramik yang ada di atas meja putar.
“Aku baru belajar hari ini, tapi gaya mu seolah sudah mengajari ku 1 tahun!” Kissky kembali memarahi suaminya.
...Bersambung......
__ADS_1