
Melihat pacat mengerikan itu Arsy merinding bukan main.
“Ya Tuhan!! Cepat bunuh! Apa yang kau lakukan sih?!!” Arsy tak suka pada suaminya yang terus mempermainkannya.
Puk!
Seketika mata Arsy melotot saat sang suami tercinta malah membuang pacat itu ke sawah kembali.
“Hei! Apa sih yang ada di kepala mu mas? Aku baru kena gigit! Kau lihat darah ku yang masih mengalirkan??” Arsy menunjuk ke arah kakinya.
“Iya, aku tahu, tapi kasihan kan pacatnya, dia juga makhluk Tuhan, lagi pula dia mengisap darah mu karena lapar, buka untuk membunuh mu.” penjelasan Eric yang begitu gamblang membuat Arsy kesal.
“Kalau di donor itu sudah berapa cc?” saat Arsy ingin pergi karena merajuk. Eric menggenggam tangannya.
“Duduklah disini.” Eric menuntun Arsy untuk duduk di kursi meja makan.
“Kau mau apa?” tanya Arsy.
“Menghentikan pendarahannya.” Lalu Eric yang pikirannya pendek malah merobek bajunya.
Sreeekk!!
“Hah! Mas, baju mu inikan baru di beli.” Arsy tak menyangka kalau suaminya melakukan hal unik itu.
“Demi kau, baju ini bukan apa-apa.” ucap Eric seraya mengecup bekas gigitan pacat yang telah ia ikat dengan bajunya.
Sontak Arsy menggaruk alisnya karena grogi. “Astaga mas, pada hal aku punya kapas wajah loh, pakai itukan juga bisa.” Arsy tertawa geli karena suaminya yang bertingkah berlebihan.
“Untuk mu apa pun ku korbankan.” Eric yang akan mengecup jemari kaki istrinya langsung di cegah oleh Arsy.
“Mas, jangan. Aku enggak suka mas mencium kaki ku.” Arsy merasa hal itu tak pantas untuk di lakukan.
“Kenapa?” Eric tak mengerti kenapa itu di larang.
“Pantang mas, nanti aku malah seenaknya pada mu.” terang Arsy seraya menggaruk tengkuknya.
Eric yang merasa tertantang dengan apa yang di larang oleh masyarakat langusung mengecup jemari indah dan lentik istrinya.
Cup!
Deg!
Sontak jantung Arsy berdetak dengan kencang, sebab bibir indah suaminya begitu lembut saat menyentuh jemarinya.
“Mas, kenapa sih, kau susah banget buat di kasih tahu?” Arsy yang duduk di atas kursi mengelus puncak kepala suaminya yang sedang berjongkok di hadapannya.
“Aku mau lihat, apa kau yang ku cinta akan memperlakukan ku buruk kalau aku melakukannya.” Kemudian Eric yang kepalanya hampir sejajar dengan Fi memberi kecupan manis di pipi kanan istrinya.
Cup!
“Apa kau akan membentak ku setiap hari gara-gara itu?” suara serak dan berat Eric membuat Arsy menelan salivanya.
Sebab Eric yang ia kenal selama ini jarang sekali bersikap dewasa padanya.
Dan saat ia mendapat perlakuan lembut dari suaminya, rasanya Arsy mau pingsan. Apa lagi tatapan sendu tmyang Eric tunjukkan membuat Arsy malu dan sudah bernapas.
__ADS_1
Arsy yang tak bisa menahan debaran dalam dadanya bangkit dari duduknya.
“Ehm... aku mau mandi dulu.” ucap Arsy sebagai alasan untuk menenangkan diri dari gejolak cinta yang membara dalam hatinya.
“Ayo mandi sama-sama.” Eric yang sudah merasa akrab, ingin main basah-basahan dengan istrinya.
“Enggak mau ah! Kau ini!” Arsy yang makin di buat salah tingkah melangkahkan kakinya. Namun Eric yang berdiri di belakangnya langsung menggendong Arsy ala bridal style menuju kamar.
“Astaga... mas! Turunkan aku...” Fi yang tak mampu melihat wajah Eric langsung membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Eric yang melihat istrinya melakukan itu merasa makin bersemangat.
Deg!
Deg!
Deg!
Suara getaran yang di hasilkan oleh jantung suaminya dapat di dengar jelas oleh Arsy.
Walau sudah pernah melakukannya, tapi entah kenapa, rasanya saat ini adalah sesi bercinta yang sesungguhnya, batin Arsy.
“Sesampainya di kamar, Eric menutup pintu dengan kakinya yang jenjang.
Bamm!!
Deg!
Jantung Arsy makin tak karuan, saat ia sudah tahu apa yang akan mereka kerjakan dalam ruang yang di dekorasi penuh dengan mawar merah tersebut.
“Arsy, aku mau...” ucap Eric dengan menatap sendu.
“Aku juga, sangat ingin dirimu.” karena sama-sama setuju untuk menyatu.
Eric pun mengambil alih permainan. Ia pun dengan cepat melucuti pakaian yang membalut tubuhnya dan sang istri, hingga tiada lagi yang tersisa.
“Semoga kali ini, Tuhan menitipkan malaikat kecil di rahim mu.” Eric mengecup kening Arsy.
“Aamiin, terimakasih sudah bersedia menunggu ku selama ini mas.” setelah itu Eric menpagut bibir manis istrinya yang terasa manis
Arsy yang berada di bawah kendali Eric membalas setiap sapuan penuh gairah yang suaminya lancarkan.
Setelah serangkaian pemanasan di lakukan, Eric mulai mengobarak ambrik tempat yang menjadi proses berlangsungnya pembuahan benihnya.
Suasana penuh cinta dan suara indah memenuhi telinga keduanya.
“Aku mencintai mu, Arsy sayang ku.” ucap Eric yang terus mengerjakan tugasnya.
“Aku juga mencintai mu mas.” ucap Arsy seraya memejankan matanya.
🏵️
Siang itu Liza kedatangan Lula. Ia yang masih marah pada adik sambung mantan kekasihnya menanggapi setiap obrolan Lula dengan singkat.
“Ini untuk si kembar.” Lula memberi baju-baju indah pada anaknya Liza.
__ADS_1
“Terimakasih banyak,” ucap Liza.
“Apa kau sudah memberi nama pada mereka?” Lula begitu suka dengan putri kembar Liza.
“Aisyah dan Zahra.” Liza yang tak suka Lula terus menyibukkan diri dengan memberi Asi pada Aisyah.
“Nama yang bagus, boleh ku gendong?” Lula merentangkan kedua tangannya.
“Tidak.” sikap jutek Liza membuat Lula menjadi malas.
“Ya sudah, kalau gitu aku main dengan Leon saja ya.” Lula bangkit dari ranjang.
“Jangan main yang aneh-aneh, dan jangan membuat anak ku kena bahaya lagi.” Liza sungguh tak ikhlas Lula bermain dengan anaknya.
“Iya, aku tahu, biasa saja dong!” Lula yang bosan berkata manis melenggang pergi dengan memutar mata malas.
“Memangnya Leon milik mu seorang?! Hah! Bangsat!” umpat Lula.
Kemudian Lula menemui Leon yang sedang mengerjakan pekerjaaan rumahnya. Di temani oleh Aji dan Eza yang sedang bermain robot-robotan.
Lalu Lula yang kesal duduk di antara Aji dan Eza dan mengambil sebuah robot besar yang tergeletak di latai.
Plok!
Lula mematahkan leher robot besar tersebut. Aji sang pemilik barang langsung menangis.
“Hiks... mama! Tante jahat!!!” Aji menangis karena merasa sedih mainannya di rusak oleh Lula.
Eza yang melihat adiknya menangis langsung menenangkannya.
“Sudah dek, jangan nangis nanti kita beli lagi.” kemudian Aji menatap tajam ke arah Lula.
“Apa kau?!” bentak Lula yang tak suka menerima tatapan tajam itu.
“Ganti!” Eza menadahkan tangannya pada Lula.
Kemudian Lula mengambil dompetnya. “Berapa harganya?” tanya Lula.
“1 juta!” Aji meminta ganti rugi 10 kali lipat.
“Robot beginian 1 juta?” Lula mengangkat robot yang lehernya puntung.
“Enggak tante, harga asli cuma 100 ribu.”
“Terus??”
“900 ribunya untuk menyeka air mata Aji.
Penjelasan Eza membuat Lula tertawa getir. pasalnya anak belia seperti Eza sudah tahu yang namanya memeras orang lain.
“Sebenarnya aku lagi kesal, tapi tak apa, karena kau sudah tahu cara mencari uang meski dengan jalur memaksa ku hargai itu.” kemudian Lula mengambil uang sebanyak 1.500.000 dari dompetnya.
“1 juta untuk ganti rugi, 500 ribu untuk kecerdasan mu!” ucap Lula. Ia sungguh suka dengan orang yang gila uang.
...Bersambung......
__ADS_1