Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 144 (Basuki)


__ADS_3

Mata Ahmad membelalak sempurna, badannya panas dingin. Jika Basuki tak berubah pikiran, maka dirinya akan berakhir saat itu juga.


“Basuki, ku mohon...” Ahmad menggenggam tangan sahabatnya.


“Ku pikir kau tahu, kalau aku tak suka orang yang pembohong, andai tadi kau jujur, mungkin aku akan pikir-pikir untuk membunuh mu bulan depan!” Basuki yang dingin mendial nomor pengawal berseragam satpamnya yang berjaga di luar ruangannya.


Masuk ke ruangan ku sekarang juga. 📲 Basuki.


“Basuki, ku mohon, biarkan aku melunasi hutang ku saja, atau kau hukum aku dengan cara lain, yang penting jangan mati Ki!” Ahmad sungguh tak siap bila nyawanya di cabut saat itu juga.


Krieettt...!


2 pengawal tinggi besar dan gagah masuk ke dalam ruangan Basuki.


“Siap pak, ada yang bisa kami bantu?!" tanya 2 pengawal tersebut.


“Bawa dia ke Angel's Hand, kurung dia di ruang dingin, jangan di bunuh dulu, karena aku ingin dia dan putrinya mati bersama,” terang Basuki.


“Siap pak!” lalu kedua pengawal itu pun menyeret Ahmad keluar dari ruangan Basuki.


“Basuki, maafkan aku... tolong ampuni aku...” Ahmad menangis histeris. Namun Basuki tak memperdulikannya.


Setelah itu, Basuki mendial nomor Zanjiil, putra sulungnya.


Halo, kau dimana Jiil? 📲 Basuki.


Di rumah pa, ada apa papa menelepon? 📲Zanjiil.


Papa ingin bicara dengan mu, datanglah ke rumah. 📲 Basuki.


Oke pa, nanti aku akan datang. 📲 Zanjiil.


Setelah sambungan telepon terputus, Zanjiil bertanya-tanya dalam hatinya.


Papa mau bilang apa pada ku? batin Zanjiil.


Ia yang sedang di pijat Kissky menjadi tak fokus untuk menikmati sentuhan istrinya.


“Papa bilang apa Jiil?” tanya Kissky dengan penuh penasaran.


“Aku di suruh nikah lagi.” Zanjiil menggoda istrinya.


“Awas saja kalau kau macam-macam, ku robek-robek kau dan selingkuhan mu!” Kissky yang lelah menyudahi pijatannya.


“Hei, kenapa berhenti?” Zanjiil menggenggam tangan istrinya.


“Aku lapar, ini sudah mau malam, memangnya cacing mu tak minta makan apa?” setelah itu, Kissky melepas genggaman Zanjiil darinya.


“Besok pulang sekolah kita makan di luar yuk!" Zanjiil mengajak istrinya untuk mencari suasana baru.


“Boleh tuh, aku lihat ada tempat makan yang bagus.” Kissky yang bersemangat lupa kalau dia ingin lapae. Ia malah sibuk menunjukkan ke Zanjiil, restoran yang memiliki rate 5 di internet.


“Katanya disini masakannya enak banget, besok kita kesini ya?” Kissky meletakkan telinganya ke dada bidang Zanjiil.


“Oke, tapi ada syaratnya,” Zanjiil tersenyum nakal.


“Apa?” Kissky mencium dagu suaminya.


“Nyanyikan 3 lagu dulu di bawah,” pinta Zanjiil.

__ADS_1


“Kau mau aku bernyanyi?” Kissky tak berpikir kalau yang di maksud Zanjiil adalah karaoke nikmat.


“Ini lo!” Zanjiil menunjuk ke arah Joninya.


Deg!


Seketika Kissky menjadi malu. “Ih! Kau nakal banget sih Zil!”


Dup!


Kissky menyentil keras telur puyuh milik Zanjiil hingga Zanjiil menjerit.


“Eh bangsat! Kau mau buat aku mati ya!” Zanjiil yang kesakitan mengumpat pada istrinya.


“Ma-maaf! Aku tak sengaja, sakit banget ya?” Kissky menggosok-gosok, tempat yang baru saja ia sakiti.


“Sana kau! Dasar cewek kasar!” Zanjiil membentak istrinya.


Kissky sangat tersinggung dengan perilaku suaminya.


“Akukan sudah minta maaf! Jangan berlebihan gitu dong!” Kissky yang tak mau kalah ikut meninggikan suaranya.


“Akh! Sudah salah, melawan lagi!” Zanjiil memutar mata malas.


Kissky yang tak terima dengan sikap tak mengenakan suaminya mengambil guling yang ada di atas ranjang


Puk! Puk! Puk!


Kissky memukul tubuh suaminya dengan sembarang.


“Aku mana tahu, kalau punya mu akan sakit hanya karena di sentil, harusnya bilang katakan ku dong, mana yang boleh di cubit dan enggak!” Kissky memukul habis suaminya.


Zanjiil yang sudah sembuh dari rasa sakit di puyuhnya, menangkap guling yang menghantam tubuhnya.


“Sekarang kau mau apa?” tanya Kissky.


“Balas dendam!” Zanjiil tanpa permisi menyingkap baju Kissky ke atas.


“Eh! Kau mau apa?!” Kissky menarik rambut suaminya. Karena bibir seksi suaminya ingin mencium 2 bukit kembarnya.


“Akh!!! Goblok! Jangan Zanjiil!!” Kissky menjerit sekuat-kuatnya seraya tangannya tetap menarik rambut Zanjiil.


Cup!


Zanjiil yang ingin menuntaskan rasa dendamnya. Menghisap ujung bukit istrinya.


“Akhh!! Geli!” Kissky yang terus berteriak membuat Zanjiil marah.


Bruk!


Ia pun melempar tubuh istrinya ke ranjang.


“Berisik banget sih kau! Kau utukan istri ku, harusnya nikmati saja, buka malah teriak-teriak enggak jelas!” pekik Zanjiil.


“Oh, begitunya, bukannya kalau melolong akan lebih indah?” ucap Kissky.


“Pasti ajaran Liza lagi nih! Sudahlah, aku malas melanjutkannya, kau tak pernah serius kalau mau main basah-basahan!”


Kemudian Zanjiil bangkit dari atas ranjang dan membuka bajunya.

__ADS_1


“Kau kau kemana jelek? Kita enggak lanjut nih?!” tanya Kissky.


“Lain kali saja, aku lagi ada perlu sama papa, jadi aku mau pulang ke rumah dulu.” kemudian Zanjiil masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Sialan! Dapat enak enggak, tapi harus mandi wajib!” Zanjiil sangat menyesal telah mengotori celananya.


🏵️


Basuki yang telah ada di rumah mendial nomor Gibran.


Ini aku, yang bertemu kau kemarin. 📲 Basuki.


Ada apa menelepon pak? 📲 Gibran.


Kau tak usah menikahi Liza. 📲 Basuki.


Loh, kenapa pak? Kenapa jadi berubah pikiran? 📲 Gibran.


Karena ada yang lebih layak darimu. 📲 Basuki.


Lalu bagaimana dengan ibu kandung ku? Apa bapak tetap mencarinya? 📲 Gibran.


Tentu, tenang saja, aku pasti tepat janji, 📲 Basuki.


Baiklah, aku mengerti, terimakasih banyak pak. 📲 Gibran.


Lula yang berada di halaman belakang rumah sedang latihan dengan Hera.


“Perhqtikan kuda-kuda mu nona, hehehe...” Hera menertawai Lula.


“Eh Hera! Bisa enggak kau serius sedikit? Dari tadi kau bercanda terus!” Lula memarahi guru karatenya.


Kemudian Hera yang ada di sebelah Lula memberi satu tendangan keras di punggung Lula.


Buk!


“Au! Sakit Hera!” pekik Lula.


Buk bak! Namun Hera kembali memberi serangan mautnya di perut dan juga kedua kaki Lula.


“Hera! Kau mau membunuh ku ya!” Lula membentak guru karatenya.


“Hehehe... katanya tadi mau serius, hehehe ..” Hera tertawa cekikikan.


“Memang gila ya kau! Enggak bisa di percaya, mama menyuruh ku belajar pada mu!” Lula Yang kesal dengan cepat menendang hidung Hera yang terus saja tertawa.


Seketika hidung Hera mengeluarkan darah, meski begitu ia tak marah pada muridnya.


Basuki yang memantau Lula latihan semakin takut akan perkembangan putrinya.


Sebab Lula yang masih Belia, tak dapat mengontrol apa yang ia lakukan.


Meski Lula adalah Aset berharga, namun sikapnya yang tak pilih-pilih lawan membuat siapapun bisa jadi korbannya.


Terlebih Lula belajar dengan Herabyang mentalnya sedikit terganggu.


Basuki yang membuat kesalahan, tak dapat mendekati putrinya lagi.


Ia yang ingin menata kembali hidup anaknya tak bisa berbuat apapun, karena Lula kini tak menghormatinya lagi.

__ADS_1


...Bersambung.......



__ADS_2