Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 66 (Interogasi Polisi)


__ADS_3

“Kalau kita berdua aku mau, tapi kalau ada orang lain, lebih baik enggak usah!” ucap Zanjiil dengan juteknya.


“Tenang saja, hanya kau dan aku.” Kissky tersenyum manis.


“Benarkah?” perasaan Zanjiil sedikit senang, karena Kissky mau mengajaknya jalan berdua.


“Iya pak Rabbani.”


“Tapi kalau kesana, kita harus lewat pos kota, dan aku belum punya SIM, apa enggak apa-apa kalau kita naik kendaraan umum?” Zanjiil yang tak ingin di bayang-bayangi Dimas kemana pun ia pergi, berencana mengajak Kissky naik kereta api.


“Boleh.” Kissky yang sudah lama tak naik fasilitas umum merasa bersemangat.


Tak terasa keduanya pun tiba di sekolah, “Stop disini pak.” Zanjiil menyuruh Dimas untuk berhenti di depan gerbang sekolah.


“Tapi kita belum sampai parkiran tuan muda,” ucap Dimas.


“Hari ini sampai disini saja, pergilah kencan, mama dan papa pasti pulang larut.” setelah menyogok Dimas dengan uang 1 juta yang ia transfer melalui Mobile banking, Kissky dan Zanjiil keluar dari dalam mobil.


“Apa tak akan jadi masalah?” tanya Kissky, sebab ia takut jika Zanjiil kena marah lagi.


“Tenang saja.” Zanjiil dan Kissky pun berjalan bersama menuju kelas XA seni.


Saat mereka akan sampai ke kelas, Mei dan Suli, sahabat baik dari Luna melihat kedekatan suami istri itu.


“Sial! Jadi itu perempuan yang berani menyakiti sahabat kita?” Mei menatap Sinis ke arah Zanjiil dan Kissky.


“Betul, sampai sekarang Luna tak bisa di hubungi, di rumah juga enggak ada, pasti dia kabur karena kecewa berat pada Zanjiil, pada hal perempuan itu jelek, tak sebanding dengan Laluna sahabat kita.” Suli mengepal tangannya karena emosi. Ia tak dapat menerima kalau sahabatnya di khianati.


“Nanti kita beri dia pelajaran!” ujar Mei.


“Dimana kita kasih dia pelajaran?” tanya Suli.

__ADS_1


Kita seret dia ke gudang penyimpanan sapu!” Mei pun tak sabar hati ingin segera menghajar Kissky.


Kissky dan Zanjiil pun masuk ke dalam kelas, setibanya mereka banyak pasang mata yang memberi tatapan tajam pada keduanya.


Kissky yang tidak perduli apapun pura-pura bodoh, seolah tak terjadi apapun.


Ia yang duduk di kursinya langsung di tegur oleh Liza.


“Ky!”


“Ada apa?”


“Sudah ku bilang, jangan dekati Zanjiil, kau tahu.” Liza yang heboh tak sabar untuk memberi gosip panas pada sahabatnya.


“Apa?” Kissky yang penasaran menghantar telinganya kepada Liza.


“Banyak polisi di ruang guru,” bisik Liza.


“Bukan, ini terkait Luna, dia menghilang, sudah beberapa hari tak pulang ke rumah, kau tahu apa yang paling menggemparkan?” ucap Liza dengan suara redup.


“Apa?”


“Zanjiil orang terakhir yang ia temui, dan Zanjiil sendiri sudah mengakuinya, ku dengar dari omongan mulut ke mulut, Zanjiil bisa saja jadi tersangka.” terang Liza.


Deg!


Jantung Kissky berdetak dengan kencang, hatinya antara khawatir dan takut pada Zanjiil.


Di satu sisi ia kasihan pada suaminya, di sisi lain ia curiga kalau Zanjiil yang menghabisi Luna, sebab padanya Zanjiil bisa berbuat hal yang berbahaya apa lagi pada orang lain.


Ia pun menatap lekat ke arah Zanjiil yang duduk di barisan sebelahnya.

__ADS_1


Zanjiil yang kebetulan melihat ke arah Kissky menaikkan alisnya.


“Ada apa?” tanya Zanjiil dengan suara yang pelan. Sontak Kissky menggelengkan kepalanya.


“Hei! Hei...” Liza memukul-mukul tangan Kissky.


“Ada apa lagi!” ucap Kissky.


“Untuk apa kau melihatnya? Kau bisa dalam masalah tahu! Apa lagi kau sekarang dekat dengannya, bisa-bisa kau di kuliti para fans Zanjiil dan Luna, ih seram!” Liza mengingatkan sahabatnya karena khawatir.


“Terimakasih karena sudah perhatian pada ku,” ucap Kissky.


Tet... tet.. tet...


Bel sekolah pun berbunyi, semua siswa siswi masuk ke kelasnya masing-masing.


Lisa yang mengajar pagi itu masuk ke dalam kelas XA Seni.


“Assalamu'alaikum anak-anak sekalian!”


“Wa'alaikum salam bu.” sahut seluruh siswa dan siswi.


“Bagaimana kabar kalian hari ini, masih sehatkan?” ujar Lisa.


“Sehat bu!!!” jawab serempak anggota kelas.


“Oh iya, pagi ini, ibu memohon maaf pada kalian, karena pelajaran kecintaan kita bersama yaitu matematika harus terkendala sedikit, karena pihak kepolisan ada di ruang guru. Kedatangan mereka kemari, untuk melakukan sesi tanya jawab pada kalian semua, terkait Luna yang sampai sekarang belum pulang ke rumahnya, alias hilang. Nah! Bagi kalian yang mendapat giliran ke ruang guru jawab dengan benar, katakan sejujur-jujurnya, jangan ada yang kalian sembunyikan dari mereka, karena kau ketahuan berbohong, akan susah urusannya?!”


...Bersambung......


__ADS_1



__ADS_2