Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 25 (Cinta Segi Tiga)


__ADS_3

Selama dalam perjalanan, Lula memperhatikan kakak ipar dan juga abangnya dengan seksama dari kaca spion.


Kok mereka enggak bertegur sapa? Tegang banget, apa mereka masih belum bisa menerima pernikahan mereka? batinnya.


“Hei, kalian berdua!” suara cempreng Luna membuat gendang telinga pasangan suami istri tak akur itu hampir pecah.


“Bisa lebih lembut enggak sih kalau bicara? Dan satu lagi, jangan pake teriak!” pekik Zanjiil.


Lama-lama dua perempuan ini bisa membuat ku gila, jangan sampai mereka jadi akrab, bisa habis aku di kerjai keduanya nanti, batin Zanjiil.


“Dari aku lahir, memang suara ku beginikan? Kau juga tahu itu!!” Lula makin meninggikan nada suaranya.


“Dasar, enggak ada perubahan sedikit pun!” ucap Zanjiil dengan memutar mata malas.


“Biarin! Tapi, ngomong-ngomong, kalian berdua kok kaku banget sih?! Sudah Mirip penumpang bis.”


“Bukan urusan mu!” pekik Zanjiil.


“Maklum La, bang Zanjiil enggak mengizinkan ku untuk bicara padanya, apa lagi di sekolah.” Zanjiil mengangkat alisnya, saat mendengar Kissky memanggilnya dengan sebutan abang.


“Kenapa begitu? Kalian ngaku pacaran saja, toh pada kenyatannya, kalian memang pasangan, yang pacaran setelah menikah,” ucap Lula.


Lalu Kissky menggelengkan kepalanya, “Bang Zanjiil..m enggak mau semua itu, karena katanya, untuk jadi pacarnya saja aku tak pantas.” Kissky yang licik mulai melakoni dramanya.


“Ngomong apa sih kau!” Zanjiil mengusap kasar wajah Kissky. “Bukannya kau juga setuju, hubungan kita di sembunyikan? Malah kau bilang, kalau kau sudah punya kekasih.” Zanjiil mengatakan apa yang pernah Kissky sampaikan dulu.


“Apa?” Lula memberi tatapan mata tajam pada kakak iparnya.


Sontak Kissky mengangkat kedua tangannya, “Bukan, itu bohong, aku masih jomblo kok, itu kukatakan, karena kau bilang, kau punya pacar duluan pada ku!” Kissky yang takut di benci keluarga mertuanya pun terpaksa mengakui, kalau dirinya masih sendiri.


“Jahat benget sih kau bang!” Lula melempar sebungkus tisu kering berisi 180 lembar ke kepala Zanjiil.


“Lula! Kendalikan tangan mu, kalau enggak, kau harus turun disini!” Zanjiil memberi ancaman pada adiknya.


“Baiklah, aku akan turun, kalau aku sampai terlambat masuk asrama, orang yang pertama aku salahkan kau! Dan kalau aku sampai panggilan orang tua, aku akan mengadukan semua pada ayah, tentang kekejaman mu hari ini pada ku! Pak Dimas, pinggirkan mobilnya, yang punya menyuruh ku untuk turun!” Lula mengancam balik abangnya


“Lula, kau!” Zanjiil jadi serba salah, meski ia kesal, tapi ia sangat malas, untuk mendengarkan ocehan ayahnya yang bisa sampai berjam-jam, kalau sedang marah dan menasehati dirinya.


Wah! Hebat juga Lula, bahkan Zanjiil yang bawel, tak berkutik di buatnya, batin Kissky.


“Ayo pak Dimas! Turunkan aku sekarang!” Dimas yang mengikuti perintah pun menepikan mobil ke pinggir jalan.


“Lula, jangan keluar!” Zanjiil amat takut jika dirinya dapat amukan dari sang ayah.

__ADS_1


Namun, Lula yang tak perduli malah tak menggubris kata-kata abangnya.


“Baiklah, tapi kalau kau kena masalah, jangan bawa-bawa nama ku!” pekik Zanjiil.


Lula yang bersedekap, memberikan jari tengahnya pada Zanjiil.


“Awas kau ya!” Zanjiil menunjukkan tinju besarnya pada Lula.


“Hei, sudahlah! Adik mu saja kau ladeni!” Kissky menarik masuk tangan suaminya.


“Habis, dia menyebalkan sekali, kau juga lihatkan!”


“Kau juga menyebalkan, ya jadi wajar saja, kalau dia juga gitu!” Kissky tak membela siapapun di antara keduanya.


Zanjiil yang tak ingin memperpanjang masalah merapikan duduknya kembali.


“Ayo, jalan pak!” titah Zanjiil pada Dimas.


“Baik tuan.” setelah mobil yang mereka tumpangi beranjak pergi, Lula tertawa girang.


“Hahaha... Yes! Untung dia mau menurunkan ku!” Lula yang malas belajar, memutuskan untuk bolos.


Ia pun menghubungi kekasihnya, untuk pergi ke tempat karaoke hari itu


“Bukankah itu si Kissky! Yang selalu buat onar?!” ucap penggemar A.


“Betul, tapi dia cantik juga sih.” sahut penggemar B.


“Cantik dari mana, cantikan juga Luna, mereka serasi banget tahu.” terang penggemar B, yang mendukung hubungan Zanjiil dan Luna.


“Lebih cantikan Kissky, meski dia pendek dan juara bikin rusuh di sekolah, tapi wajahnya lucu, imut, mirip gadis anime!” timpal penggemar B, yang berpendapat, kalau Zanjiil lebih cocok dengan Kissky.


“Jadi kau lebih mendukung Zanjiil dengan Kissky?” ucap penggemar A.


“Iya.” sahut penggemar B.


“Oke, kalau begitu kita enggak teman lagi, aku enggak mau dekat-dekat dengan orang, yang menyukai brandal seperti Kissky!” keduanya pun memilih berselisih, hanya karena memiliki pandangan yang berbeda.


Luna yang baru tiba pun, tanpa sengaja melihat Kissky berdiri di depan pintu mobil Zanjiil yang masih terbuka.


Ia yang belum turun dari dalam mobilnya, meminta pada sang supir untuk segera berhenti.


“Stop disini pak!”

__ADS_1


“Tapi non, kita belum dapat parkiran.” ucap Tino, yang siaga menunggu sampai majikannya pulang sekolah.


“Ku bilang stop, ya stop!” pekik Luna.


Tino pun merem mobil tersebut, kemudian Luna yang tak sabaran keluar dari dalam mobil, dan dengan langkah cepat, ia mendatangi Kissky yang baru selesai menutup pintu mobil.


Plak!!!!


Satu tamparan mendarat di pipi kanan Kissky, orang-orang yang berada dalam parkiran pun dapat mendengar, suara tamparan Luna yang begitu keras.


“Apa masalah mu!” Kissky mendorong keras tubuh Luna, yang membuat kekasih Zanjiil tersebut hampir jatuh ke mobil orang lain yang sedang parkir.


Zanjiil sendiri malah menghampiri Luna, “Kenapa kau menamparnya?!” Kali ini ia tak terima, Kissky di perlakukan kasar oleh kekasihnya.


“Kenapa dia keluar dari dalam mobil mu? Apa kalian punya hubungan gelap di belakang ku?!” mata Luna berapi-api karena merasa cemburu.


“Jangan asal bicara!” pekik Zanjiil.


“Lalu, kenapa kau dan dia bisa berangkat bersama? Pada hal kau tahu, aku dan dia punya masalah!” Luna mengintrogasi pacarnya.


“Kau bisa tanya baik-baik kan? Jangan main tampar anak orang!” pekik Zanjiil.


“Jadi kau membelanya?” netra Luna membulat pada Zanjiil yang membulat ia tambah marah.


“Iya, karena kali ini kau salah,” jawab Zanjiil dengan tegas.


Lalu ia yang tak terima di salahkan pun dengan cepat memberi tamparan kembali pada Kissky, namun sayang, tamparan kedua itu, di tangkis langsung oleh Kissky.


Plak!


Kissky membalas tamparan yang di berikan Luna padanya di tempat yang sama.


“Kissky! Untuk apa kau melakukan hal yang sama?!” Zanjiil membentak istrinya, karena menurutnya, kekerasan tak harus di balas dengan kekerasan.


“Apa?! Kau mau bela dia lagi?! Bela terus! sudah jelas salah juga, masih saja kau bela! Aku benci dan sangat membenci mu!” Kissky yang murka meninggalkan kedua pasangan kekasih itu.


Orang-orang yang menjadi saksi dari pertengahan ketiganya, menyimpulkan kalau itu adalah permasalah cinta segi tiga, yang mana Kissky sebagai orang ketiga dari hubungan Zanjiil dan Luna.


...Bersambung......



__ADS_1


__ADS_2