Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 181 (Kacau)


__ADS_3

Eric yang tak punya hati dengan tega membuat istrinya mandi air danau.


“Eric! Hah! Sialan! Tega banget kau pada ku! Aku jadi basah Eric!” Arsy berteriak pada suaminya.


Eric yang mendapat amukan dari sang istri justru menghadapinya dengan tenang.


“Intinya jangan marah, kita lagi bulan madu.” Eric mengembalikan apa yang di katakan istrinya.


Arsy si pembuat slogan pun terdiam, karena ia sendirilah yang cari penyakit pada suaminya.


Dengan wajah marah ia keluar dari danau yang dangkal.


Ia yang ingin memakan suaminya tak bisa melakukannya. Alhasil Arsy melintas di sebelah suaminya dengan wajah yang tegang.


Eric yang tahu kalau istrinya merajuk, mulai membujuk.


“Arsy, aku hanya bercanda, maafkan aku ya sayang.” Eric menggenggam tangan istrinya.


“Bercanda gimana sih? Kau tega banget tahu pada ku! Tadi akukan hanya memberi sedikit air pada mu, terus kau malah mendorong ku, jadi cowok itu manis sedikit Ric!”


“Bukannya aku sudah manis banyak-banyak untuk mu?” Eric mencubit kedua pipi istrinya.


“Manis dari mana sih?! Kasar dan pahit iya, baru benar.” Arsy kembali melangkahkan kakinya.


Eric yang takut kalau istrinya kabur lagi dengan cepat menggenggam kembali tangan Arsy.


Tab!


“Maaf, aku salah, aku sama seperti mu, niatnya cuma bercanda.” Eric benar-benar tulus mengatakannya.


Meski begitu Arsy tak bergeming, ia hanya diam dan menatap tajam ke arah suaminya.


“Oke-oke, aku mengerti, aku harus apa biar kau senang dan memaafkan ku? Haruskah aku melompat ke sana?” Eric menunjuk ke arah danau.


Arsy yang sama teganya dengan Eric pun mengangguk.


“Baiklah, kalau itu bisa memadamkan kobaran api di hatimu, aku rela.” Eric pun balik kanan. Dan melangkah ke arah danau.


Saat ia ingin menceburkan diri, Arsy memeluknya dari belakang.


“Jangan, aku hanya bercanda.” kemudian Arsy tertawa cekikikan.


“Yang benar saja, bukannya tadi kau ingin aku melompat? Jangan sok baik deh sekarang, kalau marah, marah saja, tapi setelah itu jangan di ingat-ingat, apa lagi mencoba kabur.” Eric memutar tubuhnya dan membalas pelukan istrinya.


“Maaf, aku salah, dan aku takkan pernah pergi lagi darimu sayang.” Arsy mengecup pipi suaminya.


“Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang, hari sudah mau malam.” Eric merangkul bahu istrinya. Mereka pun berjalan menuju villa dengan penuh canda dan tawa.


Sesampainya mereka, Arsy yang basah tak di izinkan Eric untuk masuk dengan berjalan kaki.


“Biar ku gendong!”


“Baiklah!” Arsy menuruti apapun yang dikatakan suaminya.

__ADS_1


Kemudian Eric mulai mengangkat tubuh istrinya yang ringan menuju kamar mandi yang ada dalam kamar mereka.


Sesampainya ke dalam kamar mandi, Eric menurunkan tubuh istrinya.


“Mau di mandikan, atau mandi sendiri?” tanya Eric dengan penuh senyuman.


“Di mandikan!” jawab Arsy dengan manja.


“Tapi maaf bu, saya tidak bersedia, mandi saja sendiri. Xixixi...” Eric menertawai istrinya.


“Dasar! kalau gitu kenapa nanya?! Huuh!” Arsy menyunggingkan bibirnya.


“Kan cuma nanya, Xixixi...! Sudah, kau mandi sendiri saja, aku mau ke dapur dulu.” Eric pun meninggalkan istrinya menuju dapur.


Sesampainya Eric di dapur, ia pun mengambil air panas dari dispenser ke gelas, kemudian ia tuangkan tolak angin beserta susu beruang kedalam air hangat itu.


Selanjutnya ia kocok-kocok sampai merata.


setelah itu ia letakkan di atas pemasak nasi agar tetap hangat, karena ia tak tahu kapan istrinya selesai mandi.


🏵️


Lula yang baru pulang dari tukang jahit, perancang busana di kota itu merasa lelah.


“Bukannya kalau acara drama, saat mau fitting baju pengantin, baik mempelai wanita atau pun pria harus sama-sama di tempat?” Lula mengajukan komplain pada ibunya.


“Terus, mama harus bilang gitu sama nak Fahri? Nak Fahri maaf, apa bisa kau hadir di acara fitting baju pengantin kalian? karenakan kalian juga belum photo prewedding,” ucap Pinkan.


“Ya memang harus ada prewedding kan ma?” Lula malah ngotot pada ibunya.


“Lula, dia itu beda dengan kita, dia banyak kegiatannya, dan kau tahu La? Nak Fahri mana mungkin menemani mu fitting baju, memangnya kau sudah sah dia dipersunting? Sehingga mau jalan berdua? Ih, otak mu enggak jalan ya.” Pinkan mengatakan situasi sebenarnya kepada putrinya.


“Iya-iya mama... Lula sudah paham sekarang.” telinga Lula merasa panas saat mendengar ocehan ibunya.


“Yang pentingkan dia kasih uang buat beli baju, dan niat baiknya sudah sampai pada kita,” terang Pinkan.


“Ya mama cantik, sudah ya, bosan tahu dengar mama marah-marah terus.” Lula pun bangkit dari duduknya.


“Mau kemana kau?” tanya Pinkan.


“Ke kamar ma. Mau tidur, aku capek jalan seharian ma.” Lula pun pergi menuju kamarnya.


Sesampainya ia ke kamar, Arsy mendapat pesan baru dari Fahri.


Assalamu'alaikum dik, bagaimana bajunya, apa semua cocok? ✉️ Fahri


Walaikumsalam bang, Alhamdulillah semua aman, bagaimana dengan abang? ✉️ Lula.


Alhamdulillah sama dik, baju Abang juga pas, oh ya dik, jangan lupa sholat Magrib ya, Wassalamu'alaikum. ✉️ Fahri.


Alhamdulillah, Insya Allah mas. ✉️ Lula.


Setelah selesai berkirim pesan, Lula merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

__ADS_1


karena waktu Magrib tiba masih 10 menit lagi, Lula pun memutuskan untu bersantai sejenak.


Tanpa ia sadari matanya yang indah tertutup rapat.


Zzzz...


Tak lama, suara dengkurannya pun Keluar dengan keras.


🏵️


Arsy yang telah selesai sholat, datang ke dapur.


Ia pun melihat Eric yang sedang duduk di kursi meja makan.


“Lagi datang bulan pak?” Arsy menyindir suaminya yang tak melaksanakan kewajibannya sebagai hamba yang maha kuasa.


“Aku lagi cuti.” ucap Eric yang tak tahu bacaan sholat.


“Emang kau cuti bernapas juga?” Arsy tertawa getir.


“Apa harus ku katakan alasan yang sebenarnya? Kau ini, aneh banget.” Eric yang malu akan ketinggalan ajaran agama yang ia anut, tak mau terbuka pada istrinya.


“Aku juga hanya bisa sekedar saja. Mas.” Arsy menggenggam tangan suaminya.


“Apa lagi aku sayang?” Eric mengecup tangan istrinya yang lembut.


“Setelah pulang ke Bandung, kita sama-sama belajar ya mas, malu banget loh, nanti kalau anak kita udah ada, kita enggak bisa mengajari dia ilmu agama,” ucap Arsy.


“Oke, kau benar, nanti aku akan cari ustad disana khusus untuk mengajari kita segalanya.” Eric yang telah taubat, kini serius menjadi orang baik.


“Ya sudah, sana sholat dulu,” ujar Arsy.


“Nanti saja, belajar dulu, biar pahalanya dapat penuh, hehehe...” Eric tertawa cengengesan.


“Alasan terus kau mas!” setelah itu keduanya pun makan bersama.


🏵️


Basuki yang ada di kamarnya kembali memikirkan ide putrinya.


“Apa aku harus menuruti apa yang di katakan Lula?” ia yang terkungkung oleh peraturan orang tuanya sejak kecil menjadi ingin berontak.


Terlebih para keturunannya tak ada yang mengikut padanya.


Hal yang paling membuat ia sedih adalah, Basuki berulang kali kehilangan orang yang ia sayangi, pertama Ersa, kedua Joe, ketiga Pinkan, dan yang terakhir adalah Eric.


...Bersambung......


Nantikan karya baru author yang update pada tanggal 01 Agustus 2022, wajib baca!



__ADS_1


__ADS_2