Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 146 (Air Garam)


__ADS_3

Basuki yang akan menghabisi langsung nyawa Kissky menuju tempat eksekusi yang terdapat di rumah mereka sendiri.


Ternyata Kissky dan Ayahnya akan di bunuh di kediaman Rabbani.


Ternyata Kissky di bawa pulang melewati jalan yang berbeda, makanya saat di telepon, dia tak tahu dirinya dimana.


Kissky yang baru sampai ke rumah mertuanya di sambut langsung oleh Basuki.


“Kau sudah datang nak?” Basuki memeluk Kissky.


“Iya pa.” Kissky meras aneh dengan sikap mertuanya.


“Zanjiil dimana pa?” tanya Kissky.


“Ada di basement, ayo papa antar.” kemudian Basuki menuntun Kissky ke dalam ruang bedah mereka.


Lula yang kebetulan keluar kamarnya berpapasan dengan ayah dan kakak iparnya.


“Kakak disini?” ucap Lula.


“Iya, mau ikut ke basement juga La?” Kissky mengajak adiknya untuk ikut ke ruang bawah tanah.


“Tentu, aku akan menyusul kakak nanti, sekarang aku mau makan dulu.” kemudian Lula beranjak ke ruang makan.


Lula pun mendial nomor abangnya, karena ia merasa, ayahnya telah membohongi abangnya.


“Aku tak suka orang yang pembohong!”


Setelah beberapa kali mencoba memanggil nomor Zanjiil, akhirnya sang abang mengangkat teleponnya juga.


Lama banget kau! Putar arah, kak Kissky ada di rumah. 📲 Lula.


Apa? Serius kau La! 📲 Zanjiil.


Tentu saja, cepat kemari, karena mereka akan di eksekusi disini. 📲 Lula.


Seketika Zanjiil mematikan telepon adiknya, ia pun balik kanan menuju kediaman orang tuanya.


Ia yang melihat pesan dari Dimas mendengarkan rekaman suara supirnya. Setelah itu ia pun memberi balasan.


Segera putar arah menuju rumah pak! ✉️ Zanjiil.


Dimas yang siaga dengan handphonenya langsung menuju rumah utama sang tuan besar.


Brummmm.....

__ADS_1


🏵️


“Zanjiil ngapain pa disini?” Kissky merasa aneh, sebab jalan ke basement begitu sepi, cahaya lampu juga remang-remang.


“Dia akan membuat patung bersama papa,” ucap Basuki.


“Oh... karena itu papa memanggilnya?” meski merasa janggal, tapi Kissky tak curiga kepada mertuanya.


“Iya. Ini ruangannya.” Basuki dan Kissky berdiri tepat di ruang neraka bagi korban Rabbani.


Kissky pun membaca tulisan yang di tempel di pintu yang ada tepat di hadapannya.


“Ruang bedah?” kemudian ia menatap ke ayah mertuanya.


“Iya, ayo masuk!” kemudian Basuki memutar handle pintu derita tersebut.


Ceklek!


Krieett!!


Suasana dalam ruangan sangat gelap, “Aduh, kenapa Zanjiil tak menyalakan lampu sih?!” kemudian Basuki memegang tangan Kissky.


Kissky menjadi takut, karena hawanya begitu berbeda.


“Papa, apa benar Zanjiil ada disini?” Kissky mencoba melepaskan tangannya.


Tek!


Setelah sinar lampu menerangi seluruh ruangan, Kissky mengernyitkan dahinya.


Sebab banyak terdapat benda-benda aneh di dalam ruangan itu. Kemudian Basuki melepaskan tangan menantunya.


“Apa ini pa?” Kissky pun mendekat ke rak yang di isi dengan berbagai organ dalam toples pengawet.


Kissky yang pernah belajar sains, dapat mengenali jika itu adalah otak manusia.


Yang tidak ia ketahui adalah, bahwa organ-orang yang ada disana asli, bukan mainan.


Lalu Basuki mendekat ke menantunya, “Ini namanya otak! Sudah tidak bisa di pakai, namun cairan yang ada di dalam sini, akan membuatnya terlihat segar, dan bagus, apa kau menyukai koleksi papa yang satu ini?”


Seketika Kissky menoleh ke arah mertuanya. “Otak?”


Kissky terperangah, ia tak tahu apa maksud yang di katakan mertuanya.


“Iya nak. Apa kau mau melihat barang bagus papa yang lainnya?” Basuki berencana akan membawa Kissky menuju ayah angkatnya yang di tempatkan di balik rak-rak organ itu.

__ADS_1


“Boleh pa.” Kissky yang polos di tuntun oleh Basuki menuju Ahmad.


“Lewat sini.” keduanya pun berjalan bersamaan. Ketika sudah sampai, mata Kissky membelalak sempurna, sebab sang ayah duduk di lantai tanpa memakai baju, tubuh Ahmad juga penuh dengan bekas cambukan, dan kedua tangan Ahmad di rantai ke atas, dan kakinya di pasung.


“Papa!” Kissky yang syok langsung berlari ke ayahnya.


Ia yang memakai jaket menutup organ vital sang ayah.


“Papa! Papa kenapa jadi begini?! Hiks...” Kissky menangis histeris, ia pun baru menyadari, bahwasanya, semua organ yang ia lihat dalam ruangan itu adalah asli.


“Semua takkan terjadi, jika papa mu tak berbohong Kissky.” ucap Basuki dengan suara yang tenang.


“Apa maksud papa? Hiks...” Kissky tak mengerti arah pembicaraan mertuanya.


“Ayah mu, telah membuat aku rugi, tapi... bukan masalah uangnya sih, tapi amanahnya, dia di percaya, malah dia berkhianat. Sudah begitu berbohong lagi, dia malah berani bermain-main dengan ku, pada hal aku sudah membantu memperbaiki ekonomi keluarga kalian.” Basuki bercerita panjang lebar tentang alasan kekejamannya.


“Tapi enggak harus menyiksa papa ku juga kan pa? Apa ini harga yang setimpal? Papa ku manusia, bukan hewan, tolong papa maafkan kesalahan papa ku, kami akan melunasi hutang-hutang kami.” Kissky memohon untuk ayahnya di lepaskan.


“Memangnya satu triliun itu, uang satu juta untuk mu?! Hah?!” Basuki mendekat, dan menyiram wajah Ahmad yang penuh luka dengan air garam.


“Akh!! Sakit!! Perih!!!” seketika Ahmad terbangun dari pingsannya.


“Papa!” Kissky memeluk ayahnya karena kasihan.


“Ky, maafkan papa, papa salah, papa sudah membuat mu terseret dalam masalah yang papa buat, hiks...” ucap Ahmad dengan berderai air mata.


“Apa maksudnya pa?” Kissky tak mengerti apa yang di katakan Ahmad.


“Papa mu sudah menggadaikan mu dengan mama mu, apabila papa mu berkhianat, atau membuat rugi saham yang ku berikan, maka kau dan mama mu akan mati, tapi... berhubung mama mu sudah pulang ke negaranya, otomatis, papa mu dan kaulah yang harus melunasi hutang kalian dengan tubuh kalian, bukankah kalau begitu papa mu jahat sekali Ky?!” Basuki kembali menyiram wajah Ahmad.


Ceplas!


“Akh... akh... perih, tolong jangan lagi Ki, aku mohon maaf!” Ahmad menggeliat ke kiri dan ke kanan.


“Papa!” Kissky pun menyeka pelan air garam yang ada di wajah ayahnya dengan bajunya.


“Pasti kau bertanya-tanya, kenapa papa sekejam itu? Dan tak salah lagi, hati mu juga pasti penasaran, tentang keluarga kami. Kissky, kami sekeluarga adalah pembunuh berantai, dan kekayaan yang kami dapat, hasil dari jual beli organ, dan perdagangan daging manusia.” akhirnya Basuki menceritakan identitas keluarganya.


“Apa?!” mata Kissky yang basah akan air mata, menatap nanar ke arah Basuki.


“Sebenarnya kau beruntung masuk ke keluarga Rabbani, tapi sayangnya, orang tua mu yang bodoh, kalap akan judi online yang membuat mu jadi korban juga, maafkan papa Kissky, sebenarnya papa tak kau semua ini terjadi, tapi apa boleh buat, ini sudah perjanjian.” kemudian Basuki mengeluarkan senjata apinya.


“Andai kau bukan anaknya Ky, pasti kau masih berumur panjang,” ucap Basuki.


“Pa, aku mohon, jangan bunuh kami pa, kami pasti membayar segala hutang-hutang kami, aku janji pa, tolong berikan kami kesempatan hidup pa. Kami juga takkan membongkar bisnis papa pada polisi atau siapapun, tolong pa, hiks...” Kissky Menangis seraya meminta tolong.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2