Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 68 (Melindungi)


__ADS_3

“Aduh! Bagaimana ini??” ia pun buru-buru duduk ke bangkunya.


“Sst! Ky!” Liza mencolek tangan Kissky.


“Apa?”


“Aku contek punya mu dong, aku enggak ngerti sama sama sekali,” ucap Liza.


“Oke, tapi sebagai gantinya, traktir aku di kantin!” pinta Kissky.


“Baiklah.” setelah keduanya sepakat, Kissky pun memberikan tugasnya yang telah selesai pada Liza.


“Waktu tinggal 10 menit lagi, ayo, ayo! Segera selesaikan!” siswa yang mendapat desakan dari Lisa merasa ketar ketir, tak terkecuali Liza.


Meski ia hanya memindahkan jawaban ke bukunya, namun ia merasa dag dig dug, Liza serasa ingin kencing di celana saat itu.


“Ayo Za! Cepat!” desakan Kissky memberi tekanan baru bagi Liza.


“Diamlah! Kau berkata begitu semakin membuat ku buang air besar di celana!” pekik Liza.


“Pokoknya cepat!” Kissky menggoda Liza yang terlihat panik.


“3,2,1! Oke semuanya, kumpul-kumpul!” prok prok prok! Lisa menepuk-nepuk tangannya.


“Hah! Haaaah!!!” setelah bersusah payah, akhirnya Liza dapat menyelesaikan 20 soal tugas yang di berikan Lisa dengan napas terengah-engah.


Keringat dinginnya juga bercucuran deras, rasanya ia mau pingsan saat itu juga.


“Kissky! Tolong kumpulkan!” pinta Liza, sebab kakinya tak kuat lagi untuk melangkahkan ke meja Liza.


“Hahaha... baru segitu sudah mau mati!” pekik Kissky. Ia pun mengambil buku Liza dari atas meja.

__ADS_1


Saat ia sudah di depan kelas, Kissky dan Zanjiil sama-sama menyerahkan tugas mereka ke atas meja Lisa.


Tuk! Tanpa sengaja kelingking keduanya bersentuhan.


Kissky menatap jemari Zanjiil yang begitu lentik, sedang Zanjiil memandang puncak kepala Kissky.


Kemudian keduanya pun balik kanan kembali ke kursi mereka masing-masing.


Kissky yang telah duduk di bangkunya, melihat kelingking kanannya yang baru saja bersentuhan dengan Zanjiil. Ia pun tersenyum tipis karena merasa konyol.


Apa boleh, aku suka padanya, di saat kekasihnya tak tahu nasibnya bagaimana? batin Kissky.


Tet.. tet.. tet..


Bel tanda istirahat pun berbunyi, Kissky dan Liza segera keluar kelas menuju kantin.


Namun, ketika dua sahabat itu sedang menuruni anak tangga. Tiba-tiba Suli dan Mei muncul dari arah berlawanan.


“Iya, tepat sekali,” jawab Kissky.


“Dan aku Liza!” ucap Liza tanpa di minta.


“Diam kau! Sok ramah banget sih!” pekik Mei.


Liza yang tersinggung menyunggingkan bibirnya.


“Minggir dari jalan, kami mau ke kantin!” Kissky yang lapar tak ingin waktunya di ganggu saat itu.


“Kalian enggak boleh lewat sebelum berhadapan dengan kami!” Suli yang bringas memberi Kissky tatapan tajam.


“Astaga! Bukannya kita sedang berhadapan sekarang? Ayolah, aku enggak tahu siapa kalian, tapi kalian malah cari masalah dengan ku!” Kissky benar-benar malas berkelahi saat itu.

__ADS_1


“Iya betul! Kita lagi banyak urusan! Jadi jangan menghadang jalan!” timpal Liza.


“Hei jelek! Gendut, dekil! Jangan ikut campur!” Liza yang mendapat penghinaan fisik dari Mei merasa sakit hati.


“Kau!” saat ia ingin mendorong Mei sebagai pembalasan tiba-tiba Gibran datang dari arah belakang Liza.


“Ada apa ini?” tanyanya.


Liza yang di kuasai emosi terpaksa meredamnya, karena ia harus terlihat lembut dan tak berdaya.


“Bukan apa-apa.” sahut Liza seraya menoleh ke belakang.


Gibran yang melihat mata Liza berkaca-kaca pun menjadi iba.


“Apa kalian yang membuat dia menangis?” Gibran yang sudah menganggap Liza sebagai pengganti adiknya yang mengidap ubnormal, merasa memiliki kewajiban untuk menjaga gadis percaya diri itu.


Ia pun menuruni anak tangga, lalu berdiri di antara Kedua kubu yang hampir mau perang tersebut.


“Ku rasa Liza dan Kissky tak mengenal kalian berdua, aku takkan bertanya ada apa, tapi kalau sampai kalian menggangu mereka berdua, apa lagi ada lecet setengah inci pun...”


“Ku potong jari-jari kalian nakal kalian!” sambung Zanjiil yang ada di belakang tiga sekawan Kissky, Liza dan Gibran.


Mei dan Suli merasa gentar saat melihat kehadiran Zanjiil.


“Suli, Mei, hentikan, karena tak ada yang patut kalian salahkan disini! Kalau kalian bebal, yang ku katakan tadi, pasti akan ku lakukan!” pekik Zanjiil.


...Bersambung......



__ADS_1


__ADS_2