Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 168 (Rencana Menikah)


__ADS_3

Calon keluarga baru Lula tersentak mendengar jawaban Lula.


Terlebih Fahri, ia tak menyangka, jika Lula lebih mudah di dapatkan dari yang ia kira.


“Kau serius nak Lula? Apa yang kau lihat dari anak kami?” tanya Siti sebab jawaban tanpa pikir panjang Lula membuatnya penasaran penuh.


“Akhlak dan agamanya.” jawaban simpel Lula membuat jantung Fahri deg degan.


“Hanya itu?” tanya Sulaiman memastikan.


“Iya, apa lagi yang harus di cari? Kalau masalah ekonomi, pasti selalu ada jalannya.” terang Lula, ucapan Lula yang tepat membuat Fahri yakin, jika Lula adalah wanita yang ia cari selama ini untuk menjadi pendamping hidupnya.


Tanpa ia tahu jika calon istrinya adalah mafia, yang bisa kapan saja memakannya.


Wah, si Lula jago akting juga ternyata! batin Pinkan.


“Subhanalloh, benar-benar wanita yang tepat, dan bersahaja ” Sulaiman tersemyum puas.


“Terimakasih pak.” Lula menundukkan kepalanya.


“Oh iya, ayo pak, kita ke ruang makan, pasti bapak, ibu dan nak Fahri sudah lapar.” Pinkan dengan semangat bangkit dari duduknya, kemudian membawa keluarga besannya menuju meja makan.


🏵️


Arsy yang di tinggal berdua dengan Dita, mulai bercakap-cakap.


“Arsy, nanti kalau pak Eric datang, kau keluar ya,” ucap Dita.


“Kenapa aku harus keluar?” tanya Arsy dengan wajah masam.


“Karena aku mau menyatakan cinta pada pak Eric.” ungkap Dita dengan percaya diri.


“Oh, baiklah.” Arsy mengangguk dengan memacungkan bibirnya.


Tak lama, Eric pun masuk ruangan kembali, sontak Arsy bangkit dari duduknya.


“Mau kemana?” tanya Eric.


“Keluar sebentar pak.” Arsy percaya pada suaminya yang setia padanya, ia pun memberikan kesempatan untuk Dita untuk menyatakan perasaannya pada Eric.


Setelah Arsy pergi, Dita pun mulai mendekat ke bosnya yang sedang berdiri di depan meja kerjanya.


“Pak.”


“Iya?” Eric menoleh ke arah Dita.


“Aku mencintai bapak.” setelah bertahun-tahun memendam perasaannya akhirnya Dita mengatakan isi hatinya pada Eric.


“Apa?” meski Eric tahu perasaan Dita selama ini, namun dirinya tak menyangka, jika istrinya akan memberikan kesempatan untuk orang lain menyatakan cinta padanya.


“Ehm, Dita, terimakasih telah mencintai ku, dan kau berhak menyukai siapa pun, tapi... aku mohon maaf pada mu, karena aku tak bisa membalas cinta mu, sebab aku masih setia pada istri ku.” Eric menolak cinta Dita.

__ADS_1


Dita yang tak mendapat jawaban yang ia inginkan merasa sedih, rasanya ia ingin menangis saat itu juga.


“Apa itu karena istri bapak yang hilang?” tanya Dita dengan mata berkaca-kaca.


“Iya, setelah menemukannya, mana mungkin aku mencari hati yang lain lagi,” terang Eric.


Seketika Dita menoleh ke arah pintu. “Istri bapak yang bernama Kissky itu adalah Arsy?”


“Iya, Arsy itu Kissky, jadi aku minta maaf sebesar-besarnya pada mu, ku yakin kau pasti mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku, semangat dan tetap percaya diri, Dita.” Eric tersenyum pada Dita. Sontak Dita menitikkan air matanya.


“Terimakasih pak, telah menyempatkan diri untuk mendengar pernyataan cinta ku.” Dita yang malu, langsung keluar dari ruangan bosnya.


Arsy yang ada di area gantungan baju yang di jual melihat Dita dengan wajah yang sedih.


Cowok lain kan masih banyak, kenapa harus pria beristri sih, untung suami ku setia?! batin Arsy.


Setelah itu ia masuk ke ruangan suaminya. “Sudah kelar?” ucap Arsy.


“Iya, lain kali jangan begitu, masa kau biarkan suami mu di tembak perempuan lain?” Eric memeluk Arsy.


“Karena saat ini aku masih percaya pada mu, coba kalau tidak, mana mungkin aku mau kau di ganggu wanita lain,” terang Arsy.


“Baiklah, tak usah di bahas lagi, oh ya... menurut mu bagaimana, kalau akad dan resepsi pernikahan kita di adakan minggu depan?” Eric menanyakan pendapat istrinya.


“Terserah sayang saja, aku sih oke-oke saja.” Arsy siap kapan pun tanggal yang di tentukan oleh suaminya.


“Baiklah kalau begitu, nanti kita buat daftar nama, siapa saja yang akan kita undang,” ujar Eric.


“Ya aku setuju,” sahut Arsy.


Permintaan Eric begitu berat di hati Arsy, namun ia yang ingin membuat suaminya bahagia, kali itu dengan berat hati, mengabulkan permintaan suaminya.


“Baiklah, kita undang juga boleh,” ucap Arsy.


Arsy yang sudah lama tak berkomunikasi dan bertemu dengan July, berniat untuk mengundang ibu sambung yang telah membesarkan dan menyayanginya dulu.


Arsy yang ingat nomor telepon rumah neneknya yang ada di luar negeri, berniat untuk menelepon langsung.


“Aku juga mau undang mama.” ujar Arsy.


“Tante July??”


“Iya. Aku sudah lama melupakannya, aku ingin maaf juga.” Arsy pun mengambil handphone barunya.


“Baiklah, telepon saja.” Eric merasa senang jika keluarga mereka kembali utuh.


“Oke.” jawab Arsy.


Setelah itu, ia pun mulai mendial nomor telepon rumah neneknya. Beruntungnya nomor itu masih di pakai.


Halo. 📲 July.

__ADS_1


Halo, mama. 📲 Arsy.


Kissky? 📲 July


Setelah sekian lama, ternyata July masih hapal suara anak sambungnya.


Hiks... apa kabar nak? Kemana saja selama ini? Mama sering menghubungi nomor mu tapi tidak aktif, di media sosial juga begitu. 📲 July.


Maaf mama, ada hal besar yang terjadi, makanya aku tak bisa di hubungi, ma, aku dan Zanjiil akan menikah kembali, jadi ku mohon pada mama menyaksikan pernikahan kami secara langsung. 📲 Arsy.


Baik nak, kapan kira-kira? 📲 July.


10 Juni besok ma. Di Bandung. 📲 Arsy.


Baiklah nak, mama akan usahakan datang. 📲 July.


Mama harus datang, itu wajib, karena aku rindu mama. 📲 Arsy.


Mama juga nak, nanti mama akan bawa keluarga kita yang ada disini. 📲 July.


Terimakasih banyak ma, ku tunggu. 📲 Arsy.


Simpan nomor telepon ku ma, 0823xxx. 📲 Arsy.


Oke nak. 📲 July.


Kalau begitu sudah dulu ya ma, aku mau bekerja lagi. 📲 Arsy.


“Iya sayang, sampai jumpa di Bandung. 📲 July.


Iya mama. 📲 Arsy.


Setelah sambungan telepon terputus, Eric tersenyum bahagia.


“Nanti kalau mama pulang, sekalian saja tahan, jangan izinkan kembali lagi.” Eric ingin kedua keluarga mereka utuh.


“Iya, rencananya juga begitu.” Arsy berencana akan meminta ibunya menetap kembali di Indonesia, karena ia ingin melihat ibunya sepanjang waktu.


🏵️


Setelah selesai makan Sulaiman pun membuka obrolan.


“Oh ya bu, maaf saya baru ingat, bapak Basuki dimana ya bu?” hati Sulaiman bertanya-tanya karena tak melihat tanda-tanda calon ayah mertua anaknya.


“Lagi kerja di luar kota, di pertemuan selanjutnya, Insya Allah akan bertemu dengan keluarga pak Sulaiman,” ujar Pinkan.


“Apa nak Lula tak punya saudara bu?” tanya Siti.


“Ada bu, tapi dia bekerja di Bandung. Dia tak bisa tinggalkan usahanya, Karena lagi repot,” terang Pinkan.


“Benar bu, saya akan menghubungi abang saya, kalau keluarga dari pihak bang Fahri, masih datang berkunjung kemari.” mendengar namanya di sebut, Fahri merasa senang.

__ADS_1


“Insya Allah, jika di hendaki Allah, kami akan datang secepatnya dik Lula,” sahut Fahri.


...Bersambung......


__ADS_2