Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 69 (Kantin)


__ADS_3

Mei dan Suli jadi gentar setelah mendapat ancaman dari Zanjiil.


Mereka pun perlahan pergi meninggalkan Kissky dan Liza.


“Apa kau terluka?” Zanjiil memegang bahu Kissky.


“Enggak sama sekali,” sahut Kissky.


“Syukurlah, ayo, temani aku ke kantin, aku lapar.” Zanjiil menggenggam tangan Kissky untuk menuruni setiap anak tangga.


Gibran menelan salivanya, saat melihat Kissky menerima ajakan Zanjiil tanpa penolakan.


Lalu Liza si gadis percaya diri pun menggenggam tangan Gibran.


“Ayo! Apa yang kau tunggu, kita ke kantin juga, ku tahu kau pasti lapar, hehehe!” Liza yang tak mau kalah menuntun Gibran menuju kantin.


Sesampainya mereka, ke dua pasang itu pun duduk dalam satu meja yang sama.


“Aku dan Liza akan pesan makanan, kalian mau apa?” tanya Kissky.


“Aku sate!” jawab Zanjiil seraya tersenyum sinis pada Gibran.


“Aku bakso! Tidak pakai saus dan juga sambal!” ucap Gibran, seraya menatap netra Zanjiil tanpa berkedip.


“Baiklah. Ayo Za!” Kissky mengajak Liza untuk menuju etalase.

__ADS_1


“Ky, kau benar-benar ya, enggak memperdulikan peringatan yang aku berikan,” ucap Liza.


“Liza, aku menjauh pun tak ada guna, selama dia yang mendekati ku,” ujar Kissky.


“Wah! Ternyata gosip itu memang nyata.”


“Soal apa lagi itu?” tanya Kissky yang tak tahu apapun.


“Zanjiil banyak pacarnya, hati-hati jadi korban selanjutnya, karena akan sakit banget, kalau sudah cinta, tapi ternyata hanya jadi bagian dari koleksi perjalanan asmaranya,” terang Liza.


Kissky menatap lekat wajah Liza, ia juga memikirkan tentang yang sahabatnya itu katakan.


Apa benar, dia masih punya kekasih selain Luna? batin Kissky.


“Hei!” Liza mencubit pipi Kissky, “Jangan melamun, lagi pula itu resiko, kalau punya pacar ganteng, sudah pasti banyak yang suka, lagi pula kalau kau mau cari yang setia, pacaran saja sama pak Tarjo, hahaha...” Liza menertawai Kissky, yang wajahnya tampak resah.


“Kau saja yang pacaran dengannya!” pekik Kissky.


“Terserah! Ayo kembali!” keduanya pun beranjak menuju meja mereka.


Kissky yang akan duduk di sebelah Liza malah di cegah oleh Zanjiil. Lelaki tampan itu pun menarik tangan istrinya.


“Di sebelah ku saja,” ucapnya.


Gibran yang melihat hak tersebut memutar mata malas.

__ADS_1


Apa-apaan dia! Sok akrab banget dengan Kissky! Pada hal aku lebih yang tahu soal Kissky di banding dia! batin Gibran.


Apa kau! Sekarang baru paham kan posisi mu dimana? Salah tempat banget kalau kau kasih perhatian pada istri orang lain! batin Zanjiil.


Netra kedua lelaki tampan itu bertemu satu sama lain! Tak ada yang mau berkedip.


Kissky dan Liza pun melihat keanehan pada keduanya.


“Hei!” Liza mengusap mata Gibran dengan telapak tangannya.


“Ya?” sahut Gibran.


“Kau Kenapa sih? Mata mu hampir saja keluar! Kau Zanjiil! Jangan pernah menyakiti Gibran ya! Kalau kau berani melakukannya, ku cubit-cubit tubuh mu tanpa celah!” pekik Liza. Ia yang terlanjur sayang pada Gibran tak rela bila lelaki pujaannya ada yang mengusik.


Lalu Kissky memencet hidung Zanjiil, “Jelek banget kalau wajah mu begitu.” perkataan Kissky membuat Zanjiil merasa di perhatikan. Ia pun melirik wajah cantik istrinya.


“Ini, silahkan makanannya.” ucap pramusaji pada mereka berempat.


“Kau pesan mie ayam polos?” tanya Zanjiil seraya melihat isi mangkuk istrinya.


“Iya, aku lagi diet,” ucap Kissky.


“Diet mu akan gagal Huwl, Karena yang kau makan mengandung lemak semua,” terang Zanjiil.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2