Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 118 (Zona Pinkan)


__ADS_3

Kemudian Joe melihat tubuh Liza yang di balut handuk.


“Sebaiknya kau pakai baju, nanti malah masuk angin.” Joe yang kini mencintai Liza, tak ingin bila kekasihnya jatuh sakit.


“Baiklah,” sahut Liza.


_______________________________________


Malam harinya, Basuki yang baru kembali ke rumah pergi menuju kamarnya.


“Mama...” ia yang lupa jika dirinya dan Pinkan telah pisah ranjang tanpa sengaja memanggil nama istri yang ia sakiti.


“Oh iya, diakan sudah tak tidur disini.” Basuki tertawa geli, ia yang banyak pikiran sampai-sampai tak ingat hal itu.


Basuki yang penuh keringat masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu, ia menuju meja makan untuk makan, sebab perutnya terasa lapar saat itu.


Sesampainya ia, batinnya tersentak saat melihat istrinya memotong rambut menjadi di atas bahu.


Pinkan saat itu terlihat segar dan nampak lebih muda 10 tahun. Bagaimana tidak, Pinkan juga tak mau kalah dari Esra.


Ia yang seorang wanita karir di dunia hitam serta berlimpah uang dengan mudah mengoperasi setiap kerutan yang ada di wajah dan tubuhnya.


Kulitnya juga makin bercahaya berkat asupan suntik pemutih.


Siapa yang perduli soal cantik alami. Jika kenyataannya lelaki sukanya yang oplas! batin Pinkan.


“Kau potong rambut?” tanya Basuki dengan santainya. Seolah lupa dengan apa yang telah ia perbuat.


“Iya.” Pinkan yang selalu modis, makin elegan malam itu. Ia juga menanggapi suami super teganya dengan lembut.


“Oh...” Basuki menganggukkan kepalanya.


Tididing!!


Tiba-tiba handphone Pinkan berdering, ia yang baru selesai makan, menyeka setiap sudut bibirnya hingga bersih.


Setelah itu, ia mengangkat telepon dari seorang kenalan barunya.


Halo? 📲 Pinkan.


Halo, kau sedang apa? 📲 Dior.


Aku baru selesai makan, ada apa menelepon malam-malam begini? Apa kau tak sibuk? 📲 Pinkan.


Tidak, aku merindukan mu, apa kau mau bertemu dengan ku? 📲 Dior.


Ya, boleh, aku juga lagi senggang. 📲 Pinkan.


Wajah merona Pinkan nampak jelas di mata Basuki, ia pun jadi penasaran, akan seseorang yang membuat istrinya tersipu malu.

__ADS_1


Tanpa sadar, Basuki lupa tujuannya untuk apa ke dapur. Pada hal Winda telah menghidangkan makanan untuk Basuki sedari tadi.


Baiklah, ku jemput atau bagaimana? 📲 Dior.


Jemput? Ehm... boleh juga, kalau gitu aku siap-siap dulu ya. 📲 Pinkan.


Setelah sambungan telepon terputus, Pinkan bangkit dari duduknya seraya tersenyum manis melihat handphonenya.


Basuki yang telah lama tak melihat senyum itu dapat menebak, jika istrinya sudah punya kekasih baru.


Baguslah, batin Basuki.


Pinkan yang ingin segera pergi, meninggalkan dapur tanpa sepatah katapun pada Basuki. Dan itu berhasil membuat Basuki mengernyitkan dahinya.


Pinkan yang kembali ke masa mudanya, memakai gaun bermerek terbaiknya.


Wajahnya yang sudah cantik, hanya perlu ia tambahkan sedikit bedak tipis. Untuk bibir ia pakai lipstik dengan warna kulitnya


Setelah Pinkan selesai berdandan, ia pun keluar dari kamarnya, Lula dan Zanjiil yang berada di ruang tamu tercengang saat melihat penampilan Pinkan yang mirip remaja.


“Mama mau kemana?” sapa Lula dengan wajah bingung.


“Biasa, dinas malam,” ucap Pinkan.


“Dinas kok kayak cosplay anak SMA ma.” ujar Zanjiil. Ia juga sangat risih dengan style ibunya malam itu.


“Anak-anak enggak usah banyak komen, lebih baik kalian belajar! Ingat ya, kalau kalian dapat nilai anjlok, mama kuliti kalian!” Pinkan mengancam kedua darah dagingnya.


Basuki yang telah selesai makan, datang ke ruang tamu juga. Ia yang melihat istrinya saat itu langsung teringat akan 16 tahun yang lalu, saat pertama kali ia bertemu Pinkan.


Lula yang tak terima ibunya di perlakukan demikian memberi pembelaan.


“Tapi cantik kok pa, cocok juga untuk mama, aku suka.” ucap Lula.


“Iya, aku sependapat dengan Lula, aku suka mama yang sekarang, rasanya seperti seumuran.” walau pada kenyataannya Zanjiil merasa mual, ia harus berbohong, demi membela sang ibu yang terluka saat ini.


“Mata kalian pasti salah,” ucap Basuki.


Di tengah perdebatan mereka, Pinkan melihat ke layar handphonenya.


“Sudah dulu ya, Zanjiil, Lula, mama berangkat.”


“Iya ma.” sahut keduanya.


Basuki tertawa getir, karena hanya namanya yang tak disebut.


Basuki yang penasaran siapa kira-kira kenalan baru istrinya, dengan cepat mengikuti langkah kaki Pinkan.


Ketika sampai di pintu utama, Basuki tersentak bukan main.


Sebab, teman kencan Pinkan adalah lelaki tampan, atletis dan menawan. Hanya saja, lelaki itu lebih pantas menjadi anak istrinya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, sebab Pinkan menjalin hubungan dengan anak remaja 16 tahun.


Zanjiil dan Lula yang turut penasaran juga ikut tersentak.


“Itu siapa bang?” tanya Lula pada Zanjiil yang ada di sebelahnya.


“Aku juga baru lihat,” ucap Zanjiil.


Lalu Lula bertanya pada ayahnya. “Papa kenal orang itu?”


“Kenapa papa harus kenal? Apa itu penting?!” jawaban Basuki membuat Lula mengelus dada.


Selanjutnya Basuki pergi menuju kamarnya, meninggalkan kakak beradik berdarah dingin di pintu utama.


“Apa itu papa baru kita bang?” tanya Lula seraya tertawa geli.


“Kau dari tadi nanya terus, pada hal sama-sama enggak tahu apa-apa juga.” Zanjiil yang mengantuk pergi menuju kamarnya.


Bisa hancur keluarga ku kalau begini, batin Lula.


Keesokan harinya, saat Kissky membuka pintu kamarnya, ia sudah melihat Zanjiil berpakaian seragam sekolah.


“Ini!” Zanjiil memberi Kissky buku setebal 30 lembar. “Ku tunggu kau di mobil.” Zanjiil pun turun terlebih dahulu.


Kissky tersenyum, pada hal dirinya hanya bergurau.


Ketika Kissky membuka lembar pertama buku hukuman Zanjiil, Kissky langsung di buat jatuh hati, sebab bukan kata maaf yang di tulis oleh suaminya. Melainkan, aku mencintai mu.


Kissky dengan senyum membengkak di pipinya menyusul sang suami.


Sesampainya Kissky di pintu utama, ia menggandeng tangan Zanjiil. Kemudian mencium punggung tangan lelaki yang membuat ia makin jatuh hati.


“Aku juga mencintai mu.” ucap Kissky.


Zanjiil yang merasa tersanjung mengecup kening Kissky. “Berarti kita pacaran lagikan?” tanya Zanjiil.


“Iya, maafkan aku, kalau terlalu keras pada mu.” Kissky dan Zanjiil melangkahkan kaki bersama menuju mobil yang telah parkir di hadapan mereka.


Sedang Lula yang ada di belakang mereka sedari tadi geleng-geleng kepala.


Pasalnya, dua orang yang telah menikah, bisa putus nyambung layaknya orang pacaran.


Enggak jauh beda dari papa dan mama, batin Lula.


Kemudian Lula menuju garasi, pagi itu ia berangkat dengan menaiki motornya. Ia enggan berangkat bersama dengan Basuki, karena Basuki pasti menasehatinya secara total.


Setelah anak dan menantu Rabbani berangkat sekolah. Pinkan pulang ke rumah. Basuki yang akan berangkat bekerja pun melihat istrinya.


“Kau pulang sepagi ini?” tanya Basuki.


“Iya.” Pinkan yang ingin menuju kamarnya di cegat oleh Basuki.

__ADS_1


“Apa tak ada laki-laki lain di dunia ini selain anak kecil itu? Pacar mu itu lebih cocok jadi anak mu!” pekik Basuki.


...Bersambung......


__ADS_2