
“Benar Ngel! Oh iya, bukankah ini teman mu?!” Zoe merangkul bahu Liza.
“Halo kak,” sapa Liza dengan sangat ramah.
“Wah! Kau manis sekali, siapa nama mu? Aku lupa,” ucap Zoe.
“Saya Liza Zaza kak,” jawab Liza.
“Aku suka anak ini Ngel!” Zoe yang gemes pada Liza pun, mencubit pipi bulat Liza dengan sangat keras.
“Sakit kak, tolong di lepas ya...” pinta Liza.
Namun Zoe yang seenaknya, malah makin mengencangkan cubitannya.
“Manisnya... Kau enggak mau coba Zia?” Zoe yang tak memikirkan perasaan Liza malah mengajak Zia untuk ikut mencubitnya juga.
Orang-orang yang ada dalam toilet hanya diam memperhatikan 2 anak baru mendapat perundungan dari kakak seniornya.
“Dari pada dia, aku lebih tertarik dengan si kecil ini!” Zia yang iri akan kecantikan Kissky berniat untuk memberi pelajaran.
“Zia, kau tak boleh berbuat kasar padanya, kau tahukan, dia berteman dengan Joe, kalau ketahuan bisa gawat kita,” ucap Angel.
“Hahaha... bukannya kau dendam juga pada si kecil ini, karena Joe menyukainya?!” ujar Zia dengan tertawa getir.
Apa? Joe suka pada Kissky? Ya ampun, kenapa mereka malah salah paham? Joe kan sukanya pada ku, apa boleh aku meluruskan ke salah pahaman ini? batin Liza.
“Siapa yang perduli? Kita bungkam saja mulutnya, seperti si Rasti! Kalian masih ingat Rastikan?” ucap Zia.
__ADS_1
Seketika Kissky dan Liza teringat akan gadis yang mendapat perundungan satu Minggu yang lalu.
“Setelah kita menghajarnya, dia langsung tak kembali lagi ke sekolah, kau tahu apa kesalahannya?!” mata besar Zia melotot pada Kissky. Kissky pun menggelengkan kepalanya.
“Dia berani dengan terang-terangan menyukai Joe. Pada hal, aku juga menyukainya!” terang Zia.
“Tapi aku enggak menyukainya, kalau dia yang menyukai ku, berarti bukan salah ku.” ucap Kissky dengan tegas.
“Apa? Jadi kau tak menyukai Joe?” Zia menempelkan keningnya dan Kissky.
“Iya, aku sudah punya orang yang ku sukai,” ungkap Kissky.
Semoga setelah ini, dia melepaskan aku dan Liza, batin Kissky.
“Beraninya kau tak menyukai Joe, pada hal banyak orang antri untuk mendapatkan hatinya, termasuk aku juga! Jadi kau mau mematahkan hatinya, begitu?!”
Kok jadi begini sih ceritanya? Harusnya dia senangkan jika aku bilang tak suka? batin Kissky.
Zia yang belum pernah jujur pada Joe mengenai perasaannya merasa apa yang di katakan Kissky ada benarnya.
“Masuk akal juga apa yang kau katakan.” Zia pun memencet hidung Kissky dengan sangat kasar.
Kissky yang merasa di permainkan benar-benar muak, namun ia memilih sabar, sebab ia tak ingin membuat mertuanya kecewa, jika dirinya mendapat masalah dan akan panggilan orang tua.
“Sudah, kalian lepaskan mereka!” titah Zia.
“Apa kau yakin? Tidak ingin bermain-main lagi dengan mereka berdua?” ucap Angel yang masih ingin mengerjai kedua sahabat itu.
__ADS_1
“Untuk hari ini cukup Angel, aku ingin mempersiapkan diri, aku akan menyatakan perasan ku pada Joe,” terang Zia.
Sial! Pada hal aku juga suka Joe, tapi karena dia duluan yang curhat, terpaksa aku mengalah, batin Angel.
“Baiklah.” Angel pun melepas Kissky yang ada dalam dekapannya. Begitu pula dengan Zoe, dia juga melepaskan Liza.
“Kalian mau ganti baju kan? Ayo, cepatlah, nanti kalian terlambat!” Zoe mempersilahkan dua sahabat itu untuk mengganti baju.
Karena Angel dan kawan-kawan telah selesai di toilet, mereka pun kembali ke kelasnya.
______________________________________
Zanjiil yang berada di lapangan sepak bola celingak-celinguk, sebab ia tak melihat Kissky dalam barisan.
“Enggak mungkin dia bolos lagi kan?” gumam Zanjiil.
Tepat pada waktunya, saat guru olah raga datang, Kissky dan Liza sampai ke lapangan.
“Ayo anak-anak, buat empat baris, hari ini kita akan latihan bermain bulu tangkis, satu tim terdiri dari 4 orang, oke! Bapak akan bagi langsung. Gibran dan Kissky akan melawan Zanjiil dan Covitria. Nah, itu tim pertama, yang kedua, Liza dan Rizal akan melawan Coronia dan Kevin.” setelah Roni selesai membagi kelompok, ia pun mempersilahkan siswa dan siswinya masuk ke dalam gedung oleh raga, yang memiliki fasilitas lengkap.
Kebetulan yang tidak terduga, awas saja kau Gibran! Akan ku hajar bola ke wajah mu hingga wajah mu bopeng! batin Zanjiil.
Zanjiil yang masih kesal pada Gibran, karena rivalnya itu masih terus mendekati istrinya, ia pun berencana memberi pelajaran melalui jalur olah raga.
“Aku senang satu tim dengan mu,” ucap Gibran.
“Sama, aku kita lakukan yang terbaik!” ujar Kissky.
__ADS_1
Zanjiil yang ada di belakang keduanya bersama Covitria, sudah tak sabar ingin menghajar Gibran.
...Bersambung......