Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 21 (Drama)


__ADS_3

“Payah! Pada hal aku dekat begini, tapi kau enggak bisa melempar ku?” Kissky terus saja meledek Zanjiil.


“Apa, dasar monyet! Awas kau ya!!” Zanjiil yang telah geram, bangkit dari duduknya, lalu berlari ke arah Kissky.


Gadis pemarah itu pun langsung menggunakan jurus seribu menuju kamarnya.


“Berhenti Huwl monyet!” Zanjiil yang memiliki kaki jenjang dengan mudah menyusul Kissky ke tangga.


Saat gadis cantik itu akan tertangkap, ia berteriak kencang.


“Akhh!!! Sialan! Jangan tangkap aku Biawak!” ia pun melangkahkan kaki mungilnya menuju anak tangga.


Hap!


Dengan mudah, Zanjiil mendapatkan Kissky, tenaganya yang kuat dalam menarik bahu gadis cantik yang tak berpegangan ke tiang tangga membuat tubuhnya oleng ke belakang.


Bruk!!


Zanjiil yang berada di belakang Kissky harus menerima hantaman hebat ke lantai.


“Kissky... minggir kau dari tubuh ku!!” ia yang kesal karena kesakitan, mendorong Kissky dari atas tubuhnya.


Brukk!!


Istrinya pun terjatuh ke lantai, Kemudian ia bangkit, “Kecil-kecil tapi beratnya luar biasa beratnya!” ucapnya seraya menoleh ke arah Kissky yang memejamkan mata.


“Heh! Buka mata mu, enggak usah pura-pura pingsan!” Zanjiil yang tahu kalau dirinya di kerjai, malah mencubit wajah mulus Kissky. Namun gadis cantik itu tak kunjung membuka matanya.


“Hei, Ky! Bangun!” Zanjiil menepuk-nepuk pipi istrinya. Namun sang istri tetap tak bereaksi.


“Apa dia punya penyakit jantung?” gumamnya, lalu ia pun membantu Kissky untuk duduk.


Kissky yang sedang akting berusaha keras menahan tawanya.


“Ky! Bangun Ky! Jangan mati dulu! Aku sih siap selalu jadi duda, tapi jangan mati karena aku juga dong!”


Kissky yang sebelumnya merasa lucu, Kini malah kesal sendiri.


Apa kau sebenci itu pada ku? batin Kissky.


Tadinya gadis cantik itu ingin menyudahi dramanya, namun karena Zanjiil membuatnya tersinggung, ia pun melanjutkan kebohongannya.


”Repot banget sih!” Zanjiil memeriksa pernafasan Kissky melalui hidung. “Masih panas kok,” selanjutnya ia mengecek denyut nadi istrinya.


“Masih berdetak juga, mungkin hanya pingsan biasa, apa ku biarkan saja dia disini?”


Apa? Kau mau pergi begitu saja? Dasar biawak enggak punya hati, batin Kissky.


“Apa aku harus mengantarnya ke kamar dulu, baru makan, atau makan dulu baru mengantarnya??” setelah berpikir sejenak, Zanjiil yang sangat keroncongan pun memutuskan untuk beranjak ke meja makan.


“Lebih baik makan dulu, agar aku punya tenaga menyeret tubuh bongsornya ke lantai 2.” setelah penuh pertimbangan, Akhirnya Zanjiil meninggalkan istrinya yang masih terkapar di atas lantai.


Hehehe... memangnya enak! Kau pikir aku sebodoh itu? Tidur saja di lantai sampai masuk angin, batin Zanjiil.


Ia pun dengan santai berjalan ke ruang makan, sedang Kissky yang di tinggal sendiri perlahan bangun dari tidurnya, dengan wajah cemberut, bibir memancung.


“Sialan!” karena masih punya tugas dari Lisa, akhirnya Kissky beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


Laki-laki macam apa itu? Tega sekali meninggalkan istrinya dalam keadaan susah, berarti, kalau aku sakit sungguhan, dia akan menelantarkan ku.” Kissky yang menaiki anak tangga, mengoceh tak jelas.


Sesampainya ia ke kamar, Kissky duduk di meja belajarnya, kemudian mulai membuka buku tulisnya.


“Apa benar, semua yang ku alami tak nyata? Tapi kenapa aku mengalami sial berturut-turut terus di sekolah itu?” Kissky tak bisa berpikir dengan benar, karena tak ada yang mempercayai perkataannya.


Ia yang tak ingin mendapat masalah baru, segera menulis apa yang di katakan Lisa padanya.


Zanjiil yang telah selesai makan kembali ke tangga.


“Kan! Benar! Apa ku bilang, beruntung


tak jadi ku angkat,” ia pun naik ke lantai 2 menuju kamarnya.


Saat ia lewat dari kamar Kissky, ia yang usil kembali iseng, dengan mengetuk pintu kamar istrinya.


Tok!


Tok!


Tok!


Kissky yang berada dalam kamarnya pun merasa terganggu dengan kelakuan suaminya


Tok tok tok tok!


Karena Kissky tak merespon kejahilannya, pria tampan itu, malah terus saja mengetuk pintu kamar istrinya tanpa henti.


“Sepertinya seru, kalau dia masih di hukum besok! Ganggu sampai dia enggak bisa menyelesaikan tugasnya hehehe!!”


Ia terus saja menggangu Kissky yang sedang menulis. Kissky yang telah habis kesabarannya pun membuka pintunya dengan tiba-tiba.


Raket nyamuk yang tak punya dosa pun mendarat ke kepala keras Zanjiil.


“Astaga!” lelaki tampan itu langsung meringis kesakitan.


Puk! Kissky kembali memukul raket nyamuk tersebut ke kepala Zanjiil.


“Kissky!” Zanjiil menarik raket nyamuk yang ada di tangan istrinya.


“Makanya jangan macam-macam, beruntung enggak ku nyalakan!” pekik Kissky.


“Astaga, kau pemarah sekali!”


“Pergi sana!” Kissky mengusir suaminya.


“Ya sudah aku pergi!” ketika Zanjiil akan beranjak, Kissky pun menghentikan langkahnya


“Heh! Kembalikan raket nyamuk ku!”


“Nih!” ia pun mengembalikan raket milik Kissky. Setelah itu, Kissky menutup kasar pintu kamarnya.


Bam!!


Seketika Zanjiil tersentak, “Untung hidung ku tak kena!” gumamnya. Zanjiil yang telah puas menggangu Kissky kembali ke kamarnya.


Pukul 06:00 pagi, Kissky yang tertidur di meja belajarnya pun di bangunkan oleh alarm ponselnya.

__ADS_1


“Jam berapa sekarang?” ketika ia melihat ke jam di dinding, netranya membulat sempurna.


“Astaghfirullah! Kenapa enggak ada yang membangunkan ku?” ia pun bangkit dari duduknya, dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.


Kissky yang takut terlambat hanya sekedar mandi, setelah itu, ia memakai seragam sekolahnya. Setelah selesai, ia turun ke lantai 1 dengan menuruni anak tangga.


Sesampai Kissky ke lantai satu, ia tak melihat seorang pun disana.


“Apa mereka sudah pergi?” karena hanya tinggal sendiri, Kissky memutuskan untuk berangkat ke sekolah tanpa sarapan.


Jam saat itu juga menunjukkan pukul 07:00 pagi, ia pun menggunakan sepeda BMX-nya menuju sekolah dengan kecepatan penuh.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan, Kissky pun tiba di sekolah. Ia dengan sekuat tenaga berlari menuju kelasnya.


Tet... tet.. tet.. Tepat pada waktunya, ia sampai di kelasnya.


“Hei, kau kenapa? Apa kau di kejar hantu lagi?” tanya Liza.


“Hash!! Haah! Ini lebih seram dari pada itu,” ucap Kissky dengan suara terengah-engah.


“Maksdnya?” Liza mengernyitkan dahinya.


“Di kejar waktu, karena kalau aku sampai terlambat, bu Lisa akan menghajar ku,” ucapnya seraya duduk di atas kursinya.


“Memangnya kau enggak buat alarm?”


“Sudah ku setel di jam 05:00 pagi, entah kenapa aku enggak bangun, setelah lewat 1 jam baru aku sadarkan diri, mungkin aku terlalu lelah,” terang Kissky.


Zanjiil yang melihat istrinya kesusahan malah tertawa puas.


Dia enggak sadar, kalau aku mengganti alarmnya jadi jam 06:00, emang enak! batin Zanjiil.


Kissky yang belum bernafas lega, tiba-tiba di kejutkan dengan suara Lisa.


“Assalamu'alaikum anak-anak, selamat pagi!”


“Pagi bu!!!” jawab serempak para siswa dan siswi dalam kelas.


“Bagaimana, apa kalian sudah menyelesaikan PR yang ibu buat?”


Deg!


Jantung Kissky berdetak hebat, saat tahu Lisa memberi mereka Pr. Sontak ia menoleh ke arah Zanjiil.


Lelaki tampan itu melambaikan tangannya seraya tersenyum licik padanya.


Awas kau biawak! Ternyata kau bahagia kalau aku kesusahan! batinnya.


“Kumpulkan ke depan!” titah Lisa.


Satu persatu siswa mengantarkan pekerjaan rumahnya ke meja Lisa.


“Ya ampun, Ky, maaf ya, aku lupa mengatakan ada Pr pada mu.” ucap Liza dengan perasaan bersalah.


“Iya enggak apa-apa kok.” jawabnya, meski merasa kesal juga pada sahabatnya.


“Yang tidak kumpul tugas, maju ke depan.” suara tenang namun tegas dari Lisa membuat mental Kissky buyar.

__ADS_1


Habis deh aku kali ini, batinnya.


...Bersambung......


__ADS_2