Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 110 (Liza... Liza...)


__ADS_3

“Hati-hati!” Kemudian Joe mengambil pisau tajamnya dari tangan Liza.


“Maaf, aku tak sengaja mengotori pisau mu.” Liza yang terluka masih sempat memikirkan pisau yang akan menghabisi nyawanya.


“Kau ini bodoh sekali, harusnya khawatirkan dirimu, bukan malah pisau ini!” Joe benar-benar tak paham dengan isi kepala Liza.


“Ini hanya luka kecil, tak sakit sama sekali.” Liza tersenyum, saat telunjuknya bercucuran darah.


“Apa kau punya alkohol?” Joe yang kasihan berniat mengobati Liza.


“Ada.” Liza membalut terlebih dahulu lukanya dengan 5 lembar tisu. Setelah itu ia menuju lemari bajunya untuk mengambil alkohol, kapas dan juga plester anti septik.


Ia yang kembali, duduk di sebelah Joe, kemudian Joe membersihkan jari telunjuk Liza dengan alkohol.


“Esstt.. sakit.” Liza meringis menahan perih.


“Makanya, jangan main pisau kalau kau tak bisa memegangnya.” ucap Joe seraya membalut luka Liza dengan plester anti septik.


“Apa boleh buat, habisnya kalau main hati aku tak bisa.” Joe yang telah selesai mengobati luka Liza menatap lekat wajah yang membuat ia lupa akan rencananya. Ajaibnya kepolosan Liza juga, membuat Joe tunduk pada yang ia anggap gila selama ini.


“Apa maksud mu?” tanya Joe.


“Joe, aku lelah menanti mu untuk menyatakan cinta pada ku, entah apa yang kau tunggu, pada hal aku sudah siap untuk mendengar isi hatimu, dan aku juga takkan menolak mu, jika kau menyatakan rasa suka mu.” Liza yang mengatakan pendapatnya selama ini mengenai perasaan Joe. Membuat mata Joe membelalak.


“Liza, kau...”


“Aku mencintai mu, apapun yang terjadi aku mencintai mu, ku harap kali ini kau tak menyembunyikan perasaan mu lagi pada ku.” pernyataan cinta mendadak dari Liza membuat Joe panas dingin, ia pun tak tahu harus menaruh pandang ke arah mana, sebab ia terlalu malu untuk melihat wajah Liza yang terlihat menggoda dirinya.


“Joe, do you love me? Because I'm so crazy loving you, Joe do you want to make love with me?” mata Joe membelalak, saat Liza meminta bercinta padanya.


Sedang Liza, berpikir kata make love itu untuk mengajak pacaran.


“Liza, apa kau serius dengan apa yang kau katakan barusan?” tanya Joe memastikan.


“Iya, apa ada yang salah? Atau kau tak mau pada ku?” Liza menundukkan kepalanya.


Namun Joe yang baru pertama kali begitu di gilai seorang wanita secara terang-terangan, memberi apa yang Liza inginkan, sesuai dengan yang Liza minta.


Kemudian Joe mengangkat dagu Liza, “Oke, kalau itu yang kau mau, jujur ini pertama bagiku, ku harap kau suka dengan permainan ku.” Liza di buat bingung akan perkataan Joe.


Belum sempat ia bertanya, Joe yang gesit, mengecup bibir tebal eksotis milik Liza.


Cup!

__ADS_1


Dug dug dug!


Liza merasa jantungnya serasa mau copot, sebab Joe memberikan serangan mendadak tanpa aba-aba padanya.


Namun ia di buat tak habis pikir karena Joe mulai melucuti gaun yang ia kenakan.


Ia yang merasa itu tidak benar, menahan tangan Joe.


Lalu Joe melepas kecupannya dari Liza, “Ada apa? Bukankah ini yang kau mau?” ucap Joe dengan nafas memburu.


“Apa iya?” Liza bertanya kembali pada Joe.


“Tentu, sudahlah... ayo kita lakukan bersama, lagi pula sudah tanggung.” Joe yang ingin melucuti gaun Liza kembali mendapat penolakan.


“Apa kau ingin melakukan itu pada ku?”


“Bukannya tadi kau yang minta?” ujar Joe.


“Tapi aku masih perawan, belum janda, masih bersegel.” Liza menjelaskan keadaannya.


“Aku juga masih perjaka.” sambung Joe.


“Tapi, kalau aku hamil bagaimana?” Liza khawatir jika mengandung di usia muda.


“Kita gugurkan saja.” Joe memberi usul yang menurutnya bagus.


“Jadi atau enggak nih?” tanya Joe yang menahan gairahnya.


“Kaukan bukan pacar ku! Enak saja, mau pakai tanpa status.” Liza memancungkan bibirnya.


“Baikalah, mulai hari ini, kita adalah pasangan kekasih.” Joe pun meresmikan hubungan mereka.


“Benarkah?” Liza menjadi girang, karena pada akhirnya, ia mempunyai kekasih.


“Iya, apa sudah bisa kita lanjutkan?!”


“Tidak!” mulut Liza menolak, namun tubuhnya berkata lain. Liza yang munafik memancing Joe, dengan menggaruk bongkahan dua gunungnya.


Sebagai laki-laki normal pada umumnya Joe langsung masuk perangkap. Jemari lentik lelaki dingin itu bergerak untuk membuka baju Liza.


“Apa-apaan kau Joe, aku enggak mau, aku belum siap, kita baru pacaran 1 menit loh!” mulut Liza terus saja cerewet, namun tubuhnya tak beranjak 1 inci pun dari Joe.


Liza yang kini tak memakai apapun membuat Joe yang nol ilmu percintaan hampir pingsan.

__ADS_1


Aset-aset padat berisi milik Liza yang begitu bengkak membuat Joe makin berdebar-debar


Deg deg deg!


Tanpa menunggu lama, Joe pun mengarahkan tangannya kedua gunung kembar Liza.


“Ayo, pindah ke ranjang!” Joe menggendong tubuh Liza ala bridal style menuju kamar.


Pasangan muda yang tak bisa menjaga diri itu bertingkah seolah sedang berbulan madu.


Sesampainya di kamar, Joe meletakkan tubuh Liza ke atas ranjang. Kemudian ia melepas seluruh pakaiannya.


Liza pun melihat sahabat kecil Joe yang telah berdiri tegak bagai angka satu.


“Besar,” gumam Liza tanpa sadar.


Kemudian Joe naik ke atas ranjang, selanjutnya Liza dan Joe melepas apa yang ingin mereka lepas.


______________________________________


Zanjiil dan Kissky duduk berdua di atas speed boat yang berada 2 km dari pantai.


Di malam yang tak bersinar bulan, keduanya memancing ikan bersama.


“Jiil, kau bilang banyak ikan disini, kata mu juga kita bisa bawa 1 karung ke vila saking banyaknya, tapi apa Ini? Hah? Satu sampah saja kita tak dapat, pada hal sudah menunggu selama 3 jam!” Kissky marah pada suaminya yang ia anggap berbohong.


“Tuhan saja sabar saat melihat mu yang kadang sholat dan enggak, ini baru menunggu sebentar kau sudah ngamuk-ngamuk,” ucap Zanjiil.


“Jangan bawa-bawa nama Tuhan saat kau berbohong pada orang lain, ayo! Kita pulang. Aku ngantuk, mau tidur.” Kissky yang kesal di tambah banyak nyamuk, meminta kembali.


“Pada hal rencananya kita mau tidur disini.” Zanjiil mengatakan niatnya.


“Gila kau ya?! Kau mau mengajak ku makan angin semalaman Jiil? Mending kalau ada selimut dan kasur , ini cuma tikar yang kau bawa, tapi berani mengajak ku untuk menginap disini? Nehi nehi muhabbat karongge!” Kissky menolak ide romantis suaminya.


“Kebiasaan banget kau ya! Orang baru ngomong satu, kau sudah seribu, kalau mau palang, sana! Pergi sendiri!” Zanjiil menyuruh Kissky berenang.


“Kalau kau masih mau disini, silahkan, tapi antar aku pulang dulu!” Kissky memaksa untuk segera kembali.


“Enggak bisa! Speed boat ini takkan kemana-mana.” Zanjiil kali itu tak mau mengalah pada Kissky.


Kissky yang kesal melotot pada Zanjiil, karena tak bisa mendapat apa yang ia mau, terpaksa Kissky mengurungkan niatnya.


“Untuk itukan, ku suruh kau pakai mantel tebal?” ujar Zanjiil.

__ADS_1


“Anginnya kencang Jiil, udaranya juga dingin, kau mau membeku disini apa?” Kissky masih berharap, Kalau Zanjiil mau kembali ke villa.


...Bersambung......


__ADS_2