
Alasan lain yang membuat hati Pinkan yakin dan mantap, sebab Lula selalu berhasil menjalankan misi, Lula juga sering di percaya menghabisi nyawa orang-orang penting. Dan itu menjadi nilai lebih untuk Lula di mata Pinkan.
__________________________________________
Zanjiil yang telah selesai mandi, masuk ke kamar istrinya tanpa izin.
Kissky yang sedang memakai celana piyamanya tersentak melihat Zanjiil yang berdiri di sebelahnya.
“Kalau masuk ketuk dulu bapak drama!” Kissky memberi julukan baru pada suaminya.
“Kenapa harus begitu? Bukankah aku bebas, karena selain aku suami mu, aku juga adalah pacar mu!” Zanjiil mencium kening Kissky.
“Hum!” Kissky yang telah selesai memakai celana mencubit perut suaminya.
“Kau lupa ya? Hum??” ucap Kissky.
“Soal apa?” Zanjiil tak ingat sama sekali dengan yang ia katakan pada istrinya.
“Kau bilang, kalau aku tak minta maaf pada mu dalam 15 menit ke depan, kita putus sungguhan, kayaknya sudah lewat berjam-jam, tapi kenapa kau malah masuk ke kamar ku?” Kissky memelototi Zanjiil.
Seketika Zanjiil yang ingat menelan salivanya, ia yang ingin bermesraan dengan Kissky malam itu malah gagal total.
Apa aku harus minta maaf? batin Zanjiil.
“Untuk apa masih berdiri disini?! Sana kau! Keluar, aku enggak akan menganggap mu pacar ku lagi, sebelum...”
“Sebelum apa?” tanya Zanjiil yang penasaran.
“Kau menulis permintaan maaf pada ku di kertas 30 lembar bolak balik! Serahkan besok pagi, kalau tidak, jangan harap aku mau jadi pacar mu lagi!” Kissky yang lelah berniat untuk istirahat.
“Huwl!”
“Pulang-pulang!” Kissky mengusir suaminya.
Zanjiil benar-benar merasa di permainkan, ia yang biasa membuat patah hati para gadis, kini malah di patahkan balik.
Kissky pun naik ke ranjangnya, kemudian tarik selimut
“Berani ikutan tidur di sebelah ku, lihat saja, kau akan menyesal.” ancaman dari Kissky membuat Zanjiil tak bisa apapun.
Ia pun terpaksa kembali ke kamarnya. “Sial, Beraninya Kissky membuat ku jadi bodoh!” Zanjiil yang marah ingin sekali menggiling usus istrinya.
Namun karena terlanjur sayang, Zanjiil tak sanggup melakukanya.
Ia yang masih ingin menjadi pacar Kissky, terpaksa menurunkan harga dirinya.
“Kurang ajar kau Ky! Sekali lagi kau berulah pada ku, ku cabik-cabik ginjal mu!” walau Zanjiil mengoceh, ia tetap mengerjakan hukuman yang Kissky berikan.
______________________________________
Liza yang ada di kamarnya merasa tak bersemangat, sebab pagi tadi Joe pergi saat ia masih di kamar mandi mencoba tespek.
Dan yang paling membuat hati Liza menangis darah, Joe tak membalas pesan dan juga tak mengangkat teleponnya.
__ADS_1
“Joe, tega sekali kau pada ku, apa mungkin kau telah membuang ku? Hiks...” Liza menangis sampai hidungnya tersumbat, matanya bengkak dan suaranya serak.
“Joe... hiks... ternyata cinta mu hanya seujung kuku pada ku? Tega!! Hiks... apa mungkin kau ada hati yang lain?” Liza menangis seraya di iringi lagu berjudul Rela dari Shanna Shannon.
Liza juga tak hentinya menatap gambar Joe yang ada di pesbuk.
_________________________________________
Joe yang saat itu baru menyelesaikan misi pembunuhan ke 110-nya duduk di atas motor gedenya.
“Apa kabar Liza ya? Tadi pagi aku pergi tanpa permisi.” Joe yang di telepon dadakan dari admin Angel's Hand terpaksa meninggalkan kosan Liza tanpa berpamitan.
Karena rasa bersalahnya, Joe mengambil handphone yang ada di sakunya, ia ingin sekali meminta maaf pada kekasih barunya itu.
Saat ia melihat layar handphonenya, ia kaget bukan main, pasalnya Liza meninggalkan panggilan tak terjawab sebanyak 30 kali.
Joe yang tak pernah mendapat hal demikian dari siapapun merasa lucu sekaligus tersanjung.
Joe terlebih dahulu membuka pesan singkat yang Liza kirim padanya.
Joe, kenapa tak angkat telepon lu? Apa mungkin kau sudah punya ayam yang lain? ✉️ Liza.
Ayam apa sih maksudnya? batin Joe.
Joe yang baru pertama kali merasakan dunia percintaan tiba-tiba merasa rindu pada Liza.
”Coba aku tengok dia sebentar.” Joe yang berbunga-bunga segera meluncur ke kosan Liza.
Sejak ia keluar dari kamar mandi pagi tadi, Liza belum memakai pakaiannya sama sekali. Ia justru sibuk mengira-ngira alasan kepergian Joe yang tak di lihat oleh matanya.
2 jam kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
“Siapa sih?! Ganggu orang saja, pada hal aku lagi fokus menangis, hiks... ini adalah patah hati pertama ku oleh seorang lelaki yang menjadi cinta dalam hatiku.” awalnya Liza tak mau membuka pintu, namun karena ketukan itu terus berlangsung. Mau tak mau Liza bangkit dari ranjang.
Ia pun menutup bahunya dengan sebuah handuk.
Ceklek!
Krieett!
Saat Liza melihat wajah orang yang membuatnya panas dingin, Liza makin terisak.
“Hiks... untuk apa kau kesini?” tanya Liza dengan kondisi wajah bengkak, seperti habis di pukuli masa.
“Aku merindukan mu.” jawab Joe apa adanya.
“Jahat! tega sekali kau meninggalkan ku tadi pagi! Pulang sana!” bukannya memeluk, Liza malah mengusir Joe.
“Oke.” Joe yang polos, dan juga kurang peka, tak tahu cara membujuk wanita, ia berpikir Liza butuh waktu sendiri.
Apa mungkin dia hamil anak kembar, makanya dia marah pada ku? Sebaiknya aku pergi dulu, tunggu hatinya reda, baru aku datang lagi, batin Joe.
Saat Joe akan balik kanan Liza membentaknya. “Sekali pergi, jangan pernah kembali lagi.”
__ADS_1
“Baiklah, jaga kesehatan.” lagi-lagi Joe memenuhi keinginan Liza. Dan itu ia lakukan demi cinta.
Kok dia malah pergi sih?! batin Liza.
Liza yang ingin di bujuk seperti seri drama Korea yang ia tonton, malah mendapat tanggapan yang membuat hatinya kecewa.
“Mau kemana kau?” tanya Liza.
“Mau pulang, aku ingin tidur, aku lelah,” ucap Joe.
“Kok malah pulang beneran? Jangan!” Liza menahan tangan Joe.
“Kau yang mintakan?” ucap Joe.
“Iya, tapi harusnya kau menolak, dan membujuk ku, bukan malah pergi begitu saja!” Liza tambah di buat sedih oleh Joe yang tak mengerti ranah pacaran.
Liza maunya apa sih? Kenapa ini itu jadi serba salah? Joe menggaruk kepalanya.
“Jadi, aku boleh masuk apa enggak nih? Jangan buat bingung Za.”
“Bolehlah abang!!” dengan cepat Liza menarik tangan Joe untuk masuk.
Tek!
Liza mengunci pintu dengan rapat, setelah itu Liza memeluk memeluk Joe.
“Aku juga rindu kau, hiks...” ucap Liza dengan manja.
Perubahan suasana hati Liza yang begitu mendadak membuat Joe bingung.
Joe yang tak tahu harus berkata apa memilih untuk membalas pelukan Liza.
“Oh iya, apa kau jadi hamil?” tanya Joe yang penasaran.
“Enggak, semua tespeknya menunjukkan 1 garis, apa kau kecewa?” Liza berpikir kalau Joe akan marah.
“Tidak, mungkin itu yang terbaik, bagi ku kau sehat saja, itu sudah cukup,” Joe yang butuh Liza sebagai teman berceritanya belum memerlukan keturunan saat itu.
Syukurlah, kalau sampai hamil sungguhan pasti mama akan marah, batin Joe
“Apa kau sudah makan?” Joe merangkul Liza penuh kasih sayang.
“Belum, apa kau bawa makanan?” Liza yang belum mengisi perutnya seharian tiba-tiba merasa lapar.
“Tidak.” jawab Joe.
“Ku pikir kau bawa, eh tahunya cuma nanya, ,” Liza memancungkan bibirnya.
“Aku cuma bawa cinta.” Joe mengatakan isi hatinya dengan jujur tanpa gombal.
“Bang Joe romantis banget!” Liza yang puitis senang mendapat gombalan dari kekasihnya, meski Joe tak ada niat sama sekali, seperti yang Liza bayangkan.
...Bersambung......
__ADS_1