
“Aku jalan sendiri saja.” karena Kissky terus menolak, akhirnya Liza meninggalkan sahabatnya di depan gerbang sekolah.
“Aku harus pesan mobil.” gadis cantik itu pun memesan mobil online sebagai sarana transportasinya pulang ke rumah.
Ia yang belum mendapatkan pengemudi merasa gelisah, sebab ia melihat ada seseorang yang memperhatikannya dari sudut ekor matanya.
“Apa hanya perasaan ku saja ya? Tapi kenapa dia terus menatap ke arah ku.” Kissky semakin tak nyaman, ia yang takut memutuskan untuk berjalan dengan langkah yang cepat menuju arah rumahnya.
Ia yang semakin takut berjalan dengan setengah berlari, seraya melihat sesekali ke belakangnya.
“Ya Tuhan, kenapa orang itu mengikuti ku juga??” saat ia masih dalam kepanikan tiba-tiba ia menabrak sebuah tubuh.
“Akh!! Pergi kau!” Kissky berteriak histeris.
“Hei, kau kenapa?!” suara familiar tersebut membuat Kissky kembali membuka mata.
“Zanjiil!” suara keras Kissky membuat gendang telinga Zanjiil hampir pecah.
“Kau kenapa Ky?!” tanya Zanjiil yang merasa kebingungan.
“Ada orang aneh yang mengikuti ku tadi!” Kissky yang ketakutan menggenggam erat tangan Zanjiil.
“Mana?” Zanjiil melihat kesana kemari untuk memastikan seseorang yang istrinya sebutkan.
“Pokoknya tadi di belakang ku!” ucapnya dengan suara bergetar.
“Enggak ada Ky, paling hanya orang lewat biasa, lagi pula untuk apa dia mengejar perempuan jelek seperti mu!” kata-kata dari Zanjiil membuat Kissky naik pitam.
“Heh!! Apa hubungannya dengan wajah ku? Kalau memang seseorang itu mau menculik ku, enggak perlu lihat aku cantik atau enggak kan?”
“Iya-iya, ku rasa si penculik itu akan menyesal jika menculik mu.” terang Zanjiil dengan tertawa jahil.
“Apa maksud mu?” Kissky yang tersinggung memelototi suaminya.
“Pastinya, dia enggak akan tahan di dekat mu, walau hanya lima 5 menit, karena suara cempreng mu akan membuatnya pingsan.” Zanjiil meledek istrinya yang hampir saja mati karena ketakutan.
“Zanjill!!! Sudah ah! Aku mau pulang!” Kissky kembali melanjutkan langkahnya untuk pulang.
“Ayo pulang bersama ku.” Zanjiil yang datang membawa motor gede jenis H2R mengajak istrinya pulang bersama.
“Enggak mau!” Kissky yang sakit hati pada perkataan suaminya pun menolak.
“Hei, jauh banget loh kalau jalan kaki, taksi juga jarang lewat, apa lagi transportasi online, mereka enggak akan mau mengambil penumpang kemari karena sepi, tahu sendiri ini sekolah elit, para siswanya kalau enggak bawa kendaraan sendiri, ya di antar para supir, andai benar yang kau katakan, apa kau enggak takut pulang sendirian? Lihatlah! Sepanjang jalan ini tak ada orang, kalau sesuatu terjadi pada mu, tidak akan ada yang tahu.” karena tak ingin celaka, dengan berat hati Kissky menurunkan egonya, demi keberlangsungan hidupnya.
“Baiklah, karena kau memaksa, aku akan ikut!” Kissky dan Zanjiil pun naik ke atas motor.
“Peluk, nanti jatuh!” Zanjiil kembali meminta istrinya untuk mendekapnya.
“Enggak mau!” Kissky menolak mentah-mentah.
__ADS_1
“Ya sudah, kalau jatuh, aku enggak tanggung jawab ya!” Zanjiil yang iseng pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi yaitu 380 km/jam.
Hampir saja Kissky terjungkal kebelakang, beruntungnya ia masih dapat meraih bahu Zanjiil.
“Akkhh!!!”
Ciiittt!!!
Zanjiil yang tingkat ke usilannya di atas orang normal, melakukan rem mendadak, yang membuat dada Kissky menyentuh punggungnya.
“Hahahaha!!” ia pun tertawa tanpa merasa berdosa pada wanita yang hampir kehilangan nyawanya karena jantungan.
“Kau gila ya! Kalau aku jatuh bagaimana?!” Kissky yang kesal pun marah-marah pada suaminya. Lalu Andri memutar tubuhnya menghadap Kissky.
“Bukannya kau enggak takut kalau jatuh?” Zanjiil mencolek bibir istrinya yang cemberut.
Plak!
Kissky menepis kasar tangan suaminya. “Dasar enggak waras! Aku mau turun!” ketika ia akan turun, Zanjiil memukul kecil kaki istrinya.
“Berani turun, langsung ku gas nih!” karena masih ingin berumur panjang, Kissky mengurungkan niatnya.
“Baiklah! Tapi jalannya pelan-pelan!” pinta Kissky, yang memiliki trauma, akibat masa lalunya yang pernah jatuh dari atas motor, ia pun jadi tak berani untuk menaiki kendaraan roda dua tersebut.
“Makanya, kalau di bilang itu nurut.” lalu Zanjiil menarik kedua tangan Kissky bergantian, dan meletakkannya di perutnya.
Kissky memutar mata malas atas perkataan suaminya.
“Iya!” jawabnya.
“Kita berangkat ya!” kemudian Zanjiil melajukan motornya, membelah jalan raya yang sepi akan kendaraan menuju rumahnya.
Karena Zanjiil mengemudi dengan kecepatan maksimal, keduanya hanya membutuhkan 2 menit untuk sampai ke rumah.
“Berhenti!” Kissky yang merasa mual ingin segera turun meski mereka belum sampai ke garasi.
“Sedikit lagi sampai ke garasi!” ucap Zanjiil yang tak tahu kondisi istrinya.
“Ku bilang berhenti, aku mau muntah!”
“Tahan dulu!” Zanjiil merasa tanggung bila menurunkan Kissky di dekat gerbang.
Ia pun terus mengemudikan motornya, hingga Kissky yang tak kuat mengeluarkan isi perutnya tepat di segaram suaminya.
Hoek! Hoek!
Citt!! Zanjiil menoleh ke belangnya, “Ky! Kau muntah di baju ku?” netra Zanjiil membulat sempurna.
Hoek! Namun Kissky kembali mengeluarkan isi perutnya, tepat di saku baju suaminya.
__ADS_1
“Astaga!!” Zanjiil yang jijik pun membentak istrinya, “Turun kau monyet!”
“Sabentar biawak!” perlahan Kissky turun dari atas motor.
Setelah menurunkan standar motornya, Zanjiil juga turun dari atas motor.
“Kau jorok banget sih! Muntah enggak lihat tempat, kau sengaja?” pekik Zanjiil yang salah paham.
“Tadikan aku sudah bilang, mau muntah! Tapi kau malah enggak mau berhenti, jadi salah mu sendiri dong!” Kissky yang merasa benar membela dirinya.
“Akh!!!” dengan cepat Zanjiil membuka baju dan juga kaus dalamnya.
Alamak! batin Kissky.
Sebab ia secara langsung melihat lekuk tubuh maskulin suaminya yang sangat profesional dan atletis. Otot dan dadanya Zanjiil yang kenyal, membuat Beeve menelan salivanya.
Deg deg deg!
Kissky mengalihkan pandangannya karena malu.
Brak!!
Zanjiil membanting bajunya ke tanah yang di tumbuhi rumput hijau.
“Kok di buang?” tanya Kissky.
“Kotor! Aku juga harus mandi wajib karena noda kotor yang kau beri!” Kissky yang lelah memilih diam. Ia pun meninggalkan Zanjiil tanpa sepatah kata pun.
“Dasar, bukannya minta maaf, malah langsung kabur!” kemudian Zanjiil kembali menaiki motornya dengan bertelanjang dada.
Brummm!!!
Kissky menoleh ke arah Zanjiil yang menuju garasi. Tubuh putih mulus pria tampan itu begitu bercahaya di bawah terik mata hari.
Kissky pun menertawai dirinya sendiri, ia merasa geli, Karena sempat mengagumi lelaki yang ia benci itu.
Konyol, gumamnya.
Ia yang telah sampai ke dalam rumah, bertemu dengan ibu mertuanya.
“Dari mana saja Ky? Kenapa pulang terlambat?” sapa Pinkan.
“Aku tadi...” Kissky yang hampir kelepasan menutup mulutnya dengan cepat.
“Ada apa Ky? Kenapa berhenti bicara?” Pinkan merasa aneh dengan gelagat menantunya.
“Tadi aku bertemu dengan teman lama ku, kebetulan kami satu sekolah ma, jadi kita mengobrol sampai lupa waktu.” Kissky memilih untuk merahasiakan kejadian yang ia alami di sekolah, apa lagi tak ada bukti yang memadai, ia takut, jika ia jujur, akan membawa masalah baru, terlebih ia baru beberapa hari tinggal di rumah itu.
...Bersambung......
__ADS_1