Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 132 (Kelepasan)


__ADS_3

Faiq yang masih dendam ingin membuat Lula kesusahan.


“Pada bapak pun, kau banyak ulah, karena itu temui bapak secara baik-baik, atau kau mau bapak kasih langsung surat panggilannya pada orang tua mu,” Faiq mengancam Lula.


Enggak jelas banget sih dia! Malah kakek nenek masih di rumah lagi, ini cari mati namanya, kalau sampai 4 orang tua itu tahu kenakalan ku, batin Lula.


Ia menjadi khawatir akan ancaman gurunya yang tak takut itu padanya.


“Baiklah!” Lula yang sudah kenyang akan ancaman Faiq memilih pergi dari kantin.


“Lama-lama ku bunuh juga dia, menyebalkan sekali!” Lula yang tak tahan akan tekanan dari Faiq berencana menghabisi nyawa gurunya.


“Dari pada di marahi nenek atau mama, lebih baik, ku sikat benalu itu!” Lula yang tiada hati dan pikir dua kali mantap untuk membunuh Faiq.


“Tunggu saja tanggal mainnya.” Lula pun bergegas menuju kelasnya.


🏵️


Pada saat jam istirahat Kissky, Zanjiil Liza dan Joe duduk dalam meja yang sama.


Kenapa jadi begini? Keliatannya lama-lama aku malah jadi akrab dengan Joe, batin Zanjiil.


Mereka yang memesan menu yang sama, yaitu sup ikan, bersiap untuk menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.


“Em... Jiil, nanti kita double date dengan Liza dan Joe ya.” ujar Kissky. Ia berharap suaminya bersedia ikut.


“Aku enggak mau, untuk apa aku harus ikut dengan kalian?!” Zanjiil yang ingin jaga jarak dengan Joe menolak untuk pergi.


“Zanjiil, kau tega banget sih pada Kissky, pada hal dia istri mu, tapi kau tidak pernah mau mengikuti maunya!” Joe kembali menyegarkan ingatan Liza akan pertanyaan yang belum di jawab kekasihnya.


“Apa?! Kau serius sayang?!” mata Liza membelalak.


“Iya.” Joe menganggukkan kepalanya.


“Jadi kalian berdua sudah menikah?” ucap Liza dengan suara yang redup, dan mata melotot.


Kissky dan Zanjiil menelan saliva masing-masing, sebab tatapan mendominasi Liza lebih seram dari pada sang kepala sekolah Toriq.


“Maafkan aku Za, bukan maksud ku membohongi mu tapi... aku belum siap jika ada orang lain yang tahu soal pernikahan dini kami.” Fi sungguh takut jika Liza marah padanya.


“Jangan lebay Za, jangan sampai kau musuhi Kissky lagi!” Zanjiil takut jika istrinya merasa sedih.


“Keren!” Liza mengangkat kedua jempolnya. “Itu namanya pernikahan rahasia, ya Tuhan, kalian lucu banget deh!”


Kissky dan Zanjiil malah terkejut karena Liza bersikap biasa saja.


“Kau enggak marah pada ku?” tanya Kissky dengan hati-hati.

__ADS_1


“Untuk apa aku marah? Justru itu juga impian ku,” ucap Liza.


Dasar gila, batin Zanjiil.


“Ya Tuhan, aku enggak tahu kalau kau mau nikah muda juga, hehehe...” Kissky tertawa canggung.


“Sayang? Kita kapan?” Liza merengek pada Joe.


“Tunggu ibu ku pulang,” ucap Joe.


Pulang? batin Zanjiil.


Seketika ia curiga, kalau Esra telah di bunuh oleh salah satu anggota keluarganya.


“Memagnya ibu mu kemana?” tanya Zanjiil penuh selidik.


“Mungkin liburan dengan papa.” jawaban Joe membuat hati Zanjiil kesal.


Papa mata mu! Itu papa ku bodoh, batin Zanjiil.


“Oh, gitu ya.” Zanjiil tak memberitahu jika ayahnya di rumah.


Apa... Esra sudah tamat? Zanjiil menjadi penasaran akan keberadaan Esra. Ia pun berencana mencari tahu sendiri.


Kalau benar dugaan ku, berarti, yang selanjutnya adalah Joe, kalau dia mencoba balas dendam atas kematian ibunya, batin Zanjiil.


“Benar kata Liza, mau ya Jiil?” Kissky memang tangan suaminya.


“Kau pikir aku Joe? Yang mau di suruh-suruh oleh Liza?” Zanjiil meremehkan Kissky di hadapan kedua temannya.


Kurang asam, batin Kissky.


“Ya sudah kalau enggak mau, aku pergi dengan Gibran saja.” Kissky yang kesal mengancam pergi dengan sahabatnya.


“Tidak boleh.” Zanjiil melarang Kissky pergi dengan pria lain.


“Betul, cocok banget tuh,” ujar Liza.


“Kau sebenarnya lebih serasi dengan Gibran dari pada si kaku ini,” ucap Joe.


”Iya, lagi pula kalau dengan Gibran pasti seru.” bisik Kissky pada Liza dan Joe.


“Heh! Selagi aku masih hidup, kau tak boleh pergi dengan siapapun!” Zanjiil menjewer telinga istrinya.


“A a akk! Sakit... tolong dong jangan kasar, lagi pula aku bosan di rumah terus!” Kissky protes pada suaminya yang jarang membawanya refreshing.


“Humm...” Zanjiil bersedekap “Baiklah, tapi aku menolak untuk nonton film horor.” Zanjiil tak ingin mendengar teriakan istrinya yang menusuk telinga.

__ADS_1


“Ya... pada hal aku belum nonton film KKN yang lagi viral itu.” Liza merapatkan kedua bibirnya.


“Nonton film psikopat lebih seru, nanti kau bisa belajar cara membunuh musuh mu.”


“Uhuk uhuk uhuk! Joe!” perkataan Joe yang begitu mengejutkan membuat Zanjiil yang sedang minum tersedak.


Apa Liza sudah tahu identitas kami? batin Zanjiil.


“Apa ada yang salah?” tanya Joe dengan santainya.


Lalu Zanjiil memelototi Joe yang tak mengerti bahaya, jika pekerjaan gelap mereka di ketahui orang lain.


“Zanjiil kenapa sih? Kau jijik melihat darah ya?” ucap Liza. Ia merasa kalau Zanjiil tidak jantan.


“Iya, kau kenapa sih? Dari tadi bertingkah tak jelas!” ujar Kissky.


“Tidak apa-apa, baiklah, ayo kita kencan nanti.” Zanjiil terpaksa karena ia takut Joe akan ember.


“Yes!” Kissky merasa senang karena akhirnya suaminya luluh juga.


🏵️


Di basement, Basuki yang sedang menyatukan tubuh istrinya dengan semen masih merasa sedih.


Ia tak dapat melupakan kenangannya bersama Esra.


Saat ia akan menutup bagian wajah Esra, Basuki menitihkan air matanya. Ia pun mengecup bibir Esra di hadapan ibunya untuk yang terakhir kalinya.


“Hum, katanya cinta, tapi kok lebih pilih harta? Jangan pura-pura menangis Basuki.” Berli mengejek putranya.


Basuki yang tak berani pada ibunya hanya menerima setiap apa yang di katakan sang ibu tanpa menjawab satu katapun.


“Andaikan bawahan mu melihat mu yang rapuh sekarang pasti mereka akan tertawa, kau yang bagai singa lapar malah membuang air mata demi seorang wanita yang tak punya martabat. Hei Basuki, sudah benar kalau kau pilih Pinkan, wanita cantik, cerdas dan pembawa berkah.” Lagi-lagi Berli membanggakan menantu pilihannya pada anaknya.


Tapi cinta hanya untuk Esra ma, tidak ada yang bisa menggantikan dia di hati ku ma, karena sejak mengenalnya hidup ku lebih berwarna, dengan Pinkan, rasanya semua lebih suram, batin Basuki.


Basuki yang telah selesai menutup seluruh tubuh Esra dengan semen menghembuskan napas panjang.


Bukan perkara mudah baginya untuk mengerjakan itu semua.


“Bagus juga ya, tinggal kau modif lagi Basuki, tolong buat lebih mulus, karena mama mau mewarnai tubuhnya nanti.” Berli ingin membuat patung Esra terlihat lebih indah saat di pajang di rumahnya nanti.


“Baik ma.” Basuki pun menuruti permintaan ibunya tanpa ada penolakan.


“Cantik juga ya dia, tapi sayang, pelakor, kalau dia berurusan sama mama, sudah pasti mama jadikan dia santapan makan pagi siang dan malam.” ungkapan Berli membuat Basuki makin sakit hati.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2