
Basuki mengusap wajahnya dengan tangannya. Keputusan dari sang ayah membuatnya pusing.
“Kalau sudah mengerti, keluarlah dari rumah ini.” Musa yang tak ingin menyampaikan apapun lagi bangkit dari duduknya.
“Mama, ayo kita istirahat, aku ngantuk sekali.” Musa mengajak istrinya untuk ke kamar.
“Baik pa. Oh ya Basuki, kalau kau tak membawa mayatnya ke rumah ini, kau bukan pewaris Rabbani lagi, kami tunggu sampai besok. Ayo pa.” Berli dan Musa keluar dari ruang kerja Basuki.
Setelah orang tuanya pergi, Basuki menoleh ke Pinkan yang ada di sebelahnya.
“Kau yang mengadu?” tanya Basuki.
“Tidak, aku saja karena di telepon baru kesini, pulanglah ke rumah istri muda mu. lihat, apa dia mau hidup susah dengan.” Pinkan tertawa menyeringai.
Hatinya kali itu merasa bahagia, karena Basuki mendapat hal yang lebih berat dari yang ia rasakan.
Memangnya enak! batin Pinkan.
🏵️
Sedang di balkon, Kissky memeluk suaminya yang sedang bersedih.
“Yang sabar ya Jiil, semua pasti ada jalan keluarnya,” Kissky mengusap punggung Zanjiil.
“Kau benar. Dan kalau pun mama dan papa harus pisah, aku sudah siap Ky.” Zanjiil memeluk erat istrinya.
“Maaf ya, kalau aku tak pandai menghibur mu.” Lalu Kissky melepas pelukannya dari Zanjiil.
Cup!
Kissky mengecup bibir Zanjiil. “Semangat!” Kissky tersenyum lebar pada suaminya.
“Ky, aku lagi tak selera, apa Liza yang mengajari mu jadi genit?” tanya Zanjiil penuh curiga.
“Apa-apa jangan bawa nama Liza dong! lagi pula apa salahnya kalau aku gatal pada mu? Akukan istri mu! Yang pentingkan hanya dengan mu saja.” Kissky merajuk pada suaminya.
“Baiklah-baiklah!” Zanjiil yang baru dapat siraman rohani dari neneknya pun memeluk tubuh Kissky kembali.
Lalu Kissky pun tersenyum, karena ia merasa suaminya sangat lucu.
“Zanjiil, minggu kita beneran pindah nih?” tanya Kissky penasaran.
“Iya, aku ingin tinggal berdua dengan mu, jadi kalau kau tak mencuci baju ku, aku akan memarahi mu,” ucap Zanjiil dengan maksud bergurau.
“Belum apa-apa sudah mau main kasar! Terlalu!” Kissky mencubit wajah suaminya.
“Aku hanya bercanda istri ku!!” Zanjiil mencubit kedua pipi istrinya.
“Tunggu sebentar ya, aku mau pipis dulu.” Zanjiil yang ingin buang hajat berniat ke kamar mandi dahulu.
“Ikut!!” Kissky melebarkan kedua tangannya, seolah ingin di gendong.
“Jangan, tunggu saja disini!” Zanjiil menolak permintaan Kissky.
Namun tiba-tiba Kissky melompat ke bahu Zanjiil, ia yang pendek pun dapat bergelantungan di tubuh suaminya yang jangkung.
__ADS_1
“Kissky!” pekik Zanjiil.
“Aku ikut ke kamar mu!” pinta Kissky.
Zanjiil yang melihat peningkatan pesat pada istrinya merasa resah.
“Mulai besok kau tak boleh berteman dengan Liza!” Zanjiil tetap merasa, perubahan Kissky karena Liza, bukan dirinya.
“Bawa-bawa Liza terus, enggak bosan apa!!” Kissky pun turun dari tubuh suaminya.
“Kau mau kemana?” tanya Zanjiil.
“Ke kamar! Aku muak melihat wajah mu!” pekik Kissky.
“Tidak boleh!” kemudian Zanjiil menggendong tubuh Kissky ala bridal style.
”Lepas!” Kissky meronta dari gendongan Zanjiil.
”Oke!” Zanjiil yang melihat ranjangnya, langsung melempar tubuh istrinya kesana.
Bruk!!
”Akh! Zanjiil!!” teriak Kissky.
“Tunggu sebentar, sudah di ujung, nanti kita lanjut lagi!” Zanjiil pun masuk ke kamar mandi dengan buru-buru.
🏵️
Basuki yang berada dalam mobilnya memikirkan kembali apa yang di katakan kedua orang tuanya.
Ia yang di lema melajukan mobilnya ke rumah istri keduanya.
Setelah 2 jam dalam perjalanan, akhirnya Basuki sampai ke rumah istri mudanya.
Ceklek!
Ia pun membuka pintu rumah keduanya. Saat ia baru masuk. Ia sudah melihat Esra dengan setelan lingering-nya.
“Sayang!!!” Esra memeluk Basuki yang baru datang.
Seperti biasa, senyum istri muda selalu lebih menarik dari istri pertama di mata lali-laki kurang bersyukur seperti Basuki.
“Apa kau sudah makan?” tanya Basuki seraya mengusap puncak kepala istri keduanya yang manja.
“Belum, aku sengaja menunggu mu.” dan apapun tingkah wanita kedua, selalu terlihat menggemaskan di mata lelaki yang tak setia.
“Ayo, kita makam bersama.” Basuki merangkul Esra menuju ruang makan.
Sesampainya mereka, Basuki duduk di kursi, sedang Esra menuang nasi untuknya.
Aku suka padanya, karena dia wanita yang lemah lembut, aku suka saat dia menghidangkan nasi dan memijat tubuh ku saat aku lelah, batin Basuki.
Esra pun menaruh nasi yang ia ambil di hadapan Basuki.
Cup!
__ADS_1
Esra mengecup pipi Basuki, “Aku mencintai mu sayang,” ucap Esra dengan penuh senyum di bibirnya.
Dan aku lebih suka di panggil sayang dari pada papa, karena... itu lebih menggoda, batin Basuki.
“Ayo makan sayang.” keduanya pun melahap nasi yang ada di piring mereka masing-masing.
“Dimana Joe?” Tanya Basuki, karena ia tak melihat anak sambungnya itu dimana pun.
“Entahlah, akhir-akhir ini dia terlihat aneh, suka pulang pagi, apa dia banyak pekerjaan?” Esra tak tahu jika putranya sedang kasmaran.
“Sepertinya tidak, mungkin dia sudah punya pacar,” ujar Basuki.
“Tidak mungkin, kalau memang benar, pasti dia cerita pada ku.” ungkap Esra dengan percaya diri. Ia berpikir kalau Joe masih anak kecil.
“Mungkin belum.” Basuki sangat yakin jika Joe telah memiliki kekasih.
“Sayang, kapan kau akan menceraikannya?” Esra kembali membahas soal pernikahan Basuki dan Pinkan.
“Secepatnya.” hanya itu yang dapat Basuki katakan.
“Jangan janji terus,” Esra memancungkan bibirnya.
“Iya, aku tahu.”
Setelah selesai makan, keduanya pun beranjak ke kamar.
“Aku sangat lelah, apa kau bisa memijat ku?” malam itu, Basuki tiba-tiba ingin sentuhan tangan Esra.
“Tentu saja.” Esra yang ahli dalam meluruskan otot-otot Basuki dengan cepat memberi pijatan ampuhnya.
Dan berkat kekuatan tangannya, Basuki yang pusing akan masalah yang ia hadapi seketika terlelap.
“Hum, kasihan sekali kau sayang, untung ada aku yang selalu setia merawat mu.” Esra pun menyudahi pijatannya.
Kemudian ia merebahkan tubuhnya di sebelah Basuki.
1 jam kemudian, setelah Esra tertidur lelap, Basuki membuka matanya.
Ia pun menatap lekat wajah istri muda yang selalu memberinya kehangatan dan arti rumah tangga yang tidak ia dapatkan dari Pinkan.
Aku mencintai mu, Esra, batin Basuki.
Lalu Basuki pun bangkit perlahan dari tidurnya, kemudian ia turun dari ranjang.
Mumpung Joe tak ada di rumah, maafkan aku sayang, sebenarnya aku tak ingin melakukan ini, tapi... aku lebih menyayangi orang tua ku di banding dirimu, maafkan aku, karena tak bisa membalas apa yang telah kau berikan selama ini, kau boleh menuntut ku di akhirat karena aku tak pernah menepati janji ku pada mu, batin Basuki.
Lalu ia pun mengambil suntik dari saku bajunya, yang di dalamnya terdapat racun mematikan.
Hatinya sungguh sakit, karena harus menghabisi nyawa orang yang sangat ia cintai.
“Esra, ku harap kau tenang di surga.” Basuki yang dingin, malam itu menitihkan air matanya.
...Bersambung......
Sambil nunggu update, yuk semuanya! Baca karya author yang lainnya. ❤️
__ADS_1