
Saat Kissky dan Zanjiil berada di dalam mobil, Kissky pun bertanya pada suaminya.
“Jiil, papa dan mama baik-baik sajakan?” Kissky sungguh khawatir dengan keadaan mertuanya.
”Mereka pasti bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di antara mereka,” terang Zanjiil.
“Mudah-mudahan ya Jiil.” Kissky tak dapat membayangkan, jika suaminya bernasib sama dengannya.
Sesampainya mereka ke sekolah, Kissky dan Zanjiil bertemu Joe di koridor sekolah.
“Hai Joe,” Kissky menyapa temannya tersebut.
“Hai juga,” sahut Joe.
Saat Kissky ingin bicara lagi, Zanjiil menarik tangan istrinya, sebab lelaki tampan itu tak suka, bila istrinya beramah tamah pada seorang Joe, anak dari selingkuhan ayahnya.
“Kau kenapa sih? Pada hal aku masih ingin bicara padanya,” ucap Kissky.
“Jangan bicara padanya lagi, aku tak suka,” Zanjiil memperlihatkan wajah cemburunya, lalu membawa istrinya menjauh dari Joe.
“Jangan gitu Jill, dia juga kan teman kita, pacar dari sahabat kita juga,” terang Kissky.
“Aku tidak bersahabat dengan Liza ataupun Joe, karena apa? Karena Joe, adalah anak dari istri muda papa.” akhirnya Zanjiil memberitahu aib keluarganya pada sang istri
“Apa?!” Kissky membekap mulutnya, ia benar-benar di buat syok akan kabar yang ia dengar.
“Dan papa masih bersama ibunya sampai sekarang.” Zanjiil yang marah mengepal kuat tangannya.
Astaga, kacau sekali keluarga kami, batin Fi.
Sesampainya mereka ke kelas, Fi mendapati Liza dengan wajah pucat.
“Hei, kau masih sakit?” Fi meletakkan tangannya ke kening Liza.
“Iya, aku sepertinya butuh di kerok,” ucap Liza.
“Ya sudah, nanti sepulang sekolah aku akan ke kos mu.” Kissky tak tega melihat sahabatnya yang tak bertenaga.
Saat Kissky masih ingin mengobrol dengan Liza, tiba-tiba bel sekolah berbunyi.
Tet... tet.. tet...
Apa Liza hamil ya? Tapi... masa secepat itu? batin Kissky.
__ADS_1
Iya yang curiga jika sahabatnya mengandung, berniat untuk mengajak Liza ke klinik.
🏵️
Lula yang ada di kelasnya menerima pesan baru dari ibunya.
Lula, besok setelah pulang sekolah, datanglah ke lapangan XX2, kau ada latihan dengan Hera. ✉️ Pinkan.
“Hum... pasti mau latihan Kyokushin, mama... mama, buru-buru banget sih!” Lula merasa dirinya terlalu dini belajar karate tersebut, sebab ia masih merasa dirinya muda.
Oke ma, ✉️ Lula.
Ketika Faiq masuk ke dalam kelas, hatinya tersentak saat melihat Lula masih hidup di depan matanya.
Kok bisa, dia masih bernafas sampai hari ini, batin Faiq.
Lula yang melihat kehadiran guru bahasa Indonesianya langsung melambaikan tangannya, seraya tersenyum lebar.
Faiq yang mendapat perlakuan yang tak biasa dari Lula mengernyitkan dahinya.
Aku yakin, pasti dia yang meminta ku untuk di bunuh, berarti dia sudah tahu, kalau aku adalah pembunuh kakeknya, hum... menarik, haruskah ku bunuh dia juga? batin Lula.
🏵️
“Kau pulang La?” tanya Kissky, karena hari itu bukanlah Sabtu.
“Iya kak, aku rindu rumah.” pada hal alasan Lula sebenarnya karena esok hari ia mau latihan karate.
“Oh... begitu, kau sudah makan belum?” Kissky yang lapar berniat makan bersama dengan Lula.
“Belum kak.” Lula menggelengkan kepalanya.
“Ya sudah kalau begitu, kami naik dulu ya.” Kissky berniat ganti baju dahulu baru makan.
“Kau duluan saja Ky, aku masih ada yang harus di bicarakan dengan Lula,” ucap Zanjiil.
“Ya sudah kalau begitu.” Kissky tahu, jika Zanjiil ingin membahas masalah keluarga, makanya ia tak membantah perkataan suaminya.
Setelah Kissky luput dari pandangannya, Zanjiil pun memberitahu adiknya kabar buruk yang menimpa keluarga mereka.
“La, papa ternyata sudah rujuk dengan Esra.”
“Apa?! Sejak kapan?!” Lula tak percaya, ayahnya mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1
“Sudah bertahun-tahun La, entah apa yang papa pikirkan.” raut wajah sedih nampak jelas di wajah Zanjiil.
“Gila ya! Pantas saja mama ikut-ikutan main gila, ternyata papa biang keroknya!” Lula mengelus dadanya yang teras sakit.
“Aku takut, kalau masalah ini akan membuat mama dan papa cerai. Kasihan mama, pada hal mama sangat mencintai papa, photo yang di status, pasti hanya untuk menunjukkan ke papa, kalau mama juga bisa mendapatkan kebahagiaan yang lain,” terang Zanjiil.
“Aku setuju dengan mu bang, seorang mama yang tergila-gila pada papa, enggak mungkin mau selingkuh, tapi... kalau itu benar terjadi, aku tak akan menghalangi mama untuk mencari bahagianya, dan kalau sampai cerai juga, aku akan ikut mama, aku enggak mau dengan papa yang sudah mengkhianati mama dua kali,” Lula mengatakan rencananya ke depan.
“Aku juga sependapat dengan mu, untuk apa tinggal dengan papa, sudah jelas, nanti dia akan membawa anak sambung dan
istrinya untuk tinggal disini.” Zanjiil sudah dapat menebak apa yang akan terjadi.
Saat mereka sedang sibuk membahas kedua orang tua mereka, tiba-tiba Pinkan berdiri di antara mereka berdua.
“Wah! Wah... seru banget ya kayaknya, menggosip orang tua sendiri, sungguh perbuatan tidak mulia.” kehadiran Pinkan yang begitu mengejutkan membuat Zanjiil dan Lula tersentak.
“Mama!” Zanjiil yang tak melihat wajah sang ibu selama tiga hari menjadi rindu.
“Ma... kemana saja? Jangan pergi lagi.” meski Zanjiil seorang pembunuh bayaran dan di paksa dewasa sebelum waktunya, namun sifat manjanya pada sang ibu tak dapat ia sembunyikan.
“Ya ampun bang Zanjiil, malu kalau sampai kak Kissky lihat loh!” Lula yang bersikap lebih dewasa dari Zanjiil merasa geli, saat menyaksikan sang abang memeluk ibu mereka dengan erat.
“Ada apa ini Jiil? Enggak biasanya kau bertingkah manja.” ucap Pinkan dengan wajah tegang. Meski pun begitu, di dalam hatinya, ia merasa sangat senang dengan perlakuan manis anaknya.
“Ma, kalau ada masalah cerita dong, jangan malah tiba-tiba buat status, enggak bagus ma, malu di lihat orang,” Zanjiil menasehati ibunya karena sayang.
“Benar kata Zanjiil, selain enggak bagus, juga membuat malu, bagaimana kalau mama melihat photo mu dengan laki-laki itu? Berpikir yang sehat Pinkan! Kau punya otakkan?” Basuki memarahi istrinya di depan anak-anaknya, dan itu untuk yang pertama kalinya terjadi.
“Aku tidak perduli,” ucap Pinkan.
“Hilang sudah akal sehat mu karena lelaki brondong itu, sebaiknya kau taubat, anak-anak mu sudah besar, mereka pasti dapat cibiran karena perbuatan nakal mu!”
“Papa! Jangan marahi mama lagi.” Zanjiil menegur ayahnya yang perbuatannya sama saja dengan ibunya.
“Iya, abang benar, untuk apa papa memarahi mama di hadapan kami? Lagi pula, laki-laki itu bukan pacar mama, itu pasti ajudan baru mama, aku yakin itu.” ujar Lula. Ia sangat tahu watak ibunya.
Menurut mata pengamatan Lula, sang ibu yang sangat mencintai sang ayah, takkan semudah itu berpaling ke pelukan pria lain.
“Tahu apa sih kalian? Jangan membela mama mu yang kurang waras ini!” Basuki merasa marah, karena anak-anaknya membela sang istri yang menurutnya telah main gila.
“Kami tahu semuanya pa, termasuk hubungan pernikahan papa dengan Esra, jadi jangan memojokkan mama di hadapan kami.” ucap Zanjiil.
...Bersambung......
__ADS_1