Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 8 (Sampai Tua)


__ADS_3

“Untuk itukan kita menikahkan mereka?” ucap Basuki.


“Aku sebenarnya enggak setuju pa, cukup sampai generasi kita saja yang seperti itu.” Pinkan yang merasa kasihan pada kedua insan yang masih belia itu, terlebih ia juga merasakan, betapa sulitnya menikah di usia muda.


Pinkan sendiri sama seperti July, wanita yang berasal dari luar negeri, dirinya yang saat itu tergila-gila pada pesona Basuki, tak dapat menahan diri untuk tak menerima lamaran pria idolanya itu.


Sesampainya di meja makan, Zanjiil mulai mengusili istrinya lagi.


Drrrkkk!! Ia mendorong bangku yang akan ia duduki ke belakang.


“Istri ku, cepat ambilkan aku nasi!” Zanjiil mempergunakan statusnya sebagai suami untuk memerintah Kissky.


“Heh? Enggak salah tuh? Ambil saja sendiri, kau kan punya tangan!” Kissky tak melakukan perintah suaminya.


“Ky, tugas seorang istri itu adalah melayani suami, dan... mengambil nasi suami, termasuk di dalamnya!” Zanjiil menjelaskan tugas seorang istri pada Kissky.


“Kau tahu, tugas seorang suami itu mencari nafkah?”


“Tentu saja,” jawab Zanjiil.


“Berikan aku nafkah pertama dulu, baru aku mau melayani mu.” Zanjiil yang berpikir Kissky meminta nafkah batin padanya seketika merasa panas dingin.


“Dasar porno! Masih kecil sudah mau begituan!” ucap Zanjiil.


“Apa maksud mu?” tanya Kissky seraya duduk di hadapan Zanjil dengan piringnya yang telah berisi nasi.


“Kau minta bercinta kan?” ucap Zanjiil terang-terangan.


“Idih! Dasar piktor! Pikiran kotor! Nafkah batin yang ku maksud itu, uang tahu! Lagian siapa juga yang mau melakukan itu dengan mu! Enggak sudi!” Kissky yang galaknya melebihi rentenir membuat Zanjiil kesal.


“Memangnya aku sudi? Enggak banget ya! Dada rata, tubuh pendek! Enggak ada menariknya sama sekali!” Zanjiil menghina fisik Kissky kembali.


“Memangnya kau sendiri sudah sempurna! Paling punya mu hanya sebesar Hummingbird! Loyo dan tak bertenaga! Wajah mu juga jelek!” Kissky membalas hinaan Zanjil.


“Hanya kau saja yang mengatakan aku jelek, banyak cewek-cewek yang antri untuk jadi pacar ku! Memangnya dirimu? Si cewek enggak laku-laku?!”


“Jangan salah ya! Banyak kok yang mengajak aku pacaran, tapi aku tolak, karena aku masih kecil, aku fokus sekolah, untuk mencapai cita-cita ku!” keduanya sibuk menghina satu sama lain, hingga Pinkan menuju ruang makan mendengar pertengkaran mereka berdua.


“Hei, ada apa ini? Kenapa kalian berdua adu mulut?” tanya Pinkan.


“Ini ma! Kissky enggak mau tidur sekamar dengan ku! Pada hal aku sudah menyusun bajunya di lemari ku!” Zanjiil yang licik kembali mengerjai Kissky.

__ADS_1


“Bohong ma, Zanjil tadi...”


“Dia juga enggak mau melakukan malam pertama dengan ku!” Zanjiil memotong ucapan Kissky. Pinkan yang mendengar penuturan anaknya jadi malu sendiri.


“Cukup kalian berdua! Jangan berdebat lagi!” suara lantang Pinkan membuat keduanya bungkam.


“Zanjiil, ikuti kemauan Kissky, biarkan dia tidur di kamar sebelah mu, dan kalian berdua, tak boleh berbuat macam-macam sebelum lulus SMA, dan satu lagi, papa dan mama sudah mendaftarkan Kissky di sekolah yang sama dengan mu!” mendengar istrinya satu sekolah dengannya, Zanjiil langsung mengajukan keberatan.


“Ma! Sekolah lain kan banyak! Kenapa harus sama dengan ku?!” Zanjil sangat takut, keberadaan Kissky akan membuat hubungannya dan Luna kandas, sebab Luna juga bersekolah di tempat yang sama dengannya.


“Apa salahnya? Lagi pula masih ada kuota disana, dan karena nilai ujian Kissky tinggi, pihak sekolah langsung menerimanya.” terang Pinkan yang telah mengatur segalanya.


“Ma... Tolong jangan satu sekolah juga dong!”


“Apa-apaan sih kau! Apa kau punya pacar disana?” ucap Pinkan penuh selidik. Sontak Zanjiil menggelengkan kepalanya.


“Enggak ma.”


“Awas saja ya! Sempat ketahuan, mama akan buat perhitungan dengan selingkuhan mu itu!” Pinkan mengancam putranya.


“Baik ma.” senakal-nakalnya Zanjiil, ia tetap patuh pada perkataan ibunya, meski ia mengoceh karena tak terima, pada akhirnya, ia akan mengikuti kemauan orang tuanya.


“Memangnya, sekolahnya dimana ma, kalau aku boleh tahu?” tanya Kissky.


“Oh, itu ya ma.” Kissky yang telah tahu sekolah tersebut mengangguk paham.


“Ya sudah, mama tinggal, kalian berdua harus akur, lagi pula, kalian akan bersama, sampai kalian tua! Kau sendiri pasti paham Jiil, kalau di keluarga kita, tak ada istrilah cerai!” Kissky yang baru tahu akan peraturan dalam keluarga itu menelan salivanya.


Kacau juga, sampai kapan aku akan bertahan dengan biawak ini! batin Kissky.


“Iya ma, aku mengerti.” Zanjiil menggaruk kepalanya.


Kenapa aku sampai lupa, kalau si monyet ini akan hidup dengan ku hingga rambut ku memutih, batin Zanjil.


Setelah Pinkan pergi, Zanjiil bangkit dari duduknya untuk mengambil nasinya sendiri.


Kissky sendiri menatap wajah suaminya yang teramat kacau.


“Ya Tuhan, wajah mu makin jelek saja!” Kissky meledek suaminya.


“Diam kau! Memikirkan akan selamanya melihat wajah mu, membuat aku diare!” pekik Zanjiil.

__ADS_1


“Apa lagi aku, sekarang usia ku 15, bayangkan kalau aku mati di usia 80 tahun, selama 65 tahun aku harus melayani suami cerewet seperti mu! Um... tabah kan aku ya Allah!!!” Kissky memukul keningnya seraya tertawa getir.


Zanjil terdiam sejenak mendengar perkataan Kissky.


“Kuncinya ada pada mu Nyet!” Zanjiil memanggil istrinya dengan sebutan monyet


“Nyet?” Kissky menurunkan kedua alisnya.


“Iya, monyet! Semua kendali di tangan mu! Kalau aku, enggak akan bisa berbuat apapun, karena kalau aku melawan, maka aku akan di coret dari surat harta warisan. Enggak apa-apa deh menderita seumur hidup, asal enggak jadi orang miskin.” terang Zanjiil yang mata duitan dan gila harta.


“Apa?” Kissky merasa muak dengan Zanjiil yang begitu menyebalkan.


“Hidup itu pilihan!” ujar Zanjiil.


“Dasar mata duitan, semoga saja Allah mengabulkan do'a mu, yaitu menderita seumur hidup, bila memang berjodoh dengan ku sampai kau mati!” selera makan Kissky benar-benar buyar karena Zanjiil, ia pun meninggalkan nasinya yang masih utuh.


“Hei, mau kemana? Habiskan dulu makanan mu,” ucap Zanjil.


“Makan saja sendiri, aku sudah kenyang!” Kissky meninggalkan Zanjiil di ruang maka sendirian.


“Dasar monyet! Dia enggak di ajari orang tuanya apa, kalau menyisakan makanan itu dosa!” Zanjiil yang sangat menghargai makan pun memindahkan nasi istrinya ke piringnya.


Meski ia telah kenyang, namun ia tetap memaksakan diri, untuk menghabiskan nasi istrinya.


Kissky yang telah berada dalam kamarnya, menyusun pakaiannya ke dalam lemari. Setelah selesai, ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang, seraya menatap layar handphonenya yang tak ada pemberitahuan apapun.


Drrtt... Tiba-tiba, Liza sang sahabat memanggil nomornya.


“Oh iya, tadi aku ingin menelepon Liza kan? Sampai lupa gara-gara biawak hutan itu.” Lalu Kissky menerima panggilan telepon dari sahabatnya tersebut.


📲 “Halo Za,” Kissky.


📲 “Halo Ky, hei, memangnya kau tinggal dimana sekarang?” Liza.


📲 “Di rumah,” Kissky.


📲 “Iya aku tahu, tapi... aku tadi ke rumah mu, kata orang tua mu, kau sudah tinggal dengan om dan tante mu sekarang, kasih tahu dong alamatnya, lagi pula kita akan jarang bertemu, karena sudah beda sekolah,” Liza.


📲 “Memangnya kau lanjut ke SMA mana?” Kissky.


📲 “Smks Tunas Bangsa,” Liza.

__ADS_1


📲 “Apa?!!” Kissky.


...Bersambung......


__ADS_2