Pernikahan Berdarah!

Pernikahan Berdarah!
Bab 148 (Minta Pisah)


__ADS_3

“Tuan. Tuan muda Zanjiil disini.” ucap penjaga A.


“Suruh dia masuk, tapi sendirian!” ucap Basuki. Karena ia tahu, anaknya pasti membawa Dimas.


Kemudian penjaga itu pun mengatakan pada Zanjiil agar masuk.


“Tapi hanya kau seorang tuan.”


“Baik.” sebelum pergi, Zanjiil memberi kode pada kedua rekannya.


“Kalau aku bilang kata akhiri, habisi mereka semua.” ucap Zanjiil dengan suara redup.


Hera dan Dimas pun menganggukkan kepala mereka.


Kemudian Zanjiil masuk ke dalam ruang bedah. Seketika darahnya mendidih, karena melihat istrinya bersimbah darah. Bagaimana tidak, Kissky yang memegang keras kaca di tangannya, membuat telapak tangannya mengeluarkan darah yang banyak.


Pelukannya pada Ahmad, memenuhi darah di bajunya.


“Apa yang papa lakukan pada istri ku?!” teriak Zanjiil.


“Hei, perhatikan sikap mu! Atau Kissky akan papa tembak sekarang juga.” Basuki menaruh mulut pistolnya ke kening Kissky yang duduk di sebelah ia berdiri.


Kondisi Kissky yang lemah dan juga terlilit tali membuat Zanjiil menangis darah.


“Lepaskan istri ku! Atau kita semua akan mati disini!” Zanjiil mengarahkan senjatanya pada Basuki.


“Berani melepas tembakan sekali saja, maka Kissky akan ku pastikan mati! Sebaiknya pikirkan tawaran papa, nikahi Liza, maka istri mu akan selamat.” Basuki mengancam anaknya


Kissky yang mendengar jelas nama Liza menjadi ketakutan.


Ia tahu, sahabatnya tak bersalah, dan ia juga tak ingin jika sahabat karibnya itu masuk dalam lingkungan mafia berdarah dingin seperti keluarga suaminya.


“Aku tak bisa melakukan itu pa!” Zanjiil menolak keinginan ayahnya.


“Baik!” Basuki mengokang senjatanya. “Papa tidak akan bertanya lagi, tapi kalau kau bersedia, istri mu akan papa lepaskan.”


Kissky menatap nanar ke arah suaminya. Apa kau akan membiarkan aku mati? batin Kissky.


“Aduh lama sekali, mungkin harus di gencet sedikit pa.”


Duar!


Lula menembak melepas pelurunya ke arah kuping Kissky, beruntung hanya ujung daun telinganya saja yang kena.


“Jangan!!” teriak Zanjiil.


“Turuti apa kata papa, yang tadi peringatan pertama, jangan main-main bang!” Lula sengaja setuju dengan ayahnya, karena Lula ingin membuat anak Liza sebagai bahan eksperimennya.


Zanjiil yang sayang Kissky pun menangis, ia lebih baik menikahi Liza, dari pada melihat istrinya terbujur kaku.


“Baiklah, hiks...” Zanjiil menurunkan senjatanya.


Kissky yang mendengar keputusan suaminya tak tahu harus merasa bahagia atau sedih, pasalnya Liza akan jadi korban selanjutnya.

__ADS_1


“Ayo! Sebagai pertunjukan pertama bunuh Ahmad di hadapan kami,” titah Basuki.


“Jangan Jiil, jangan bunuh papa ku.” meski kekacauan itu di sebabkan oleh Ahmad tapi Kissky tak mau jika ayahnya tewas karena di bunuh.


“Maafkan aku Kissky, aku terpaksa melakukannya.” Zanjiil yang marah pada Ahmad mengangkat senjatanya.


“Andaikan kau bersikap jujur, pasti aku dan Kissky takkan menderita.”


Duar!


Zanjiil membidik tepat di jantung Ahmad. Kissky yang menyaksikan ayahnya terbunuh di hadapannya berteriak histeris.


“Papa! Papa!! Hikss, papa!” Kissky yang di ikat tak dapat memeluk ayahnya.


Air mata ketakutan dan kesedihan membanjiri pipi Kissky.


“Papa...” gadis malang salah keluarga itupun menangis sesungukan.


Zanjiil yang melihat luka dalam di hati istrinya tertunduk lesu tak berdaya.


“Bagus, sebagai hadiahnya, kau boleh tetap bersama Kissky, meskipun kau sudah menikahi Liza,” terang Basuki.


Kissky yang syok dan tak bisa menerima kenyataan jatuh pingsan.


🏵️


Keesokan harinya, Kissky bangun dari tidurnya. Ia pun terkejut karena mendapati dirinya susah ada di kamar dengan pakaian bersih.


“Hiks...” ia pun kembali menangis karena ia tahu semua adalah kenyataan.


“Papa... huah... papa!” saat ia menangis Zanjiil masuk ke dalam kamar.


“Kau sudah bangun sayang?” Zanjiil memeluk Kissky. Namun Kissky melepas pelukan dari suaminya.


“Pembunuh! Kau tega menghabisi papa ku! Sialan! Tak berperasaan kau!” Kissky memukul-mukul dada Zanjiil.


“Ky... maafkan aku... aku bersalah.” Zanjiil memeluk erat tubuh Kissky, hingga wanita malang itu tak bisa bergerak.


“Lepaskan aku! Hiks... aku benci kau! Dan juga keluarga mu! Kalian semua jahanam! Biadab! Hiks...” Kissky menangis sesungukan.


“Iya, aku tahu, maafkan aku Ky, kau pantas mengatakan apapun pada ku.” Zanjiil tak mau melepas pelukannya dari istrinya.


“Menyingkir dariku, aku enggak mau lagi pada mu! Setan! Ceraikan Aku!” Kissky yang sudah mengalami derita dari keluarga suaminya memutuskan untuk berpisah dengan Zanjiil.


“Ky, jangan tinggalkan aku...” Zanjiil tak mau jika hidup tanpa Kissky.


“Kau pikir aku sesuka itu pada mu? Tidak! Tidak Rabbani, aku lebih cinta pada keluarga yang telah membesarkan aku! Aku ingin berpisah dengan mu!” pekik Kissky.


“Tidak, aku tak mau, karena aku sangat mencintai mu.” Zanjiil tetap menolak permintaan istrinya.


“Kalau benar kau cinta pada ku, ceraikan aku, karena aku tak mau melihat mu lagi!” Kissky yang telah trauma, tetap tak mau bersama Zanjiil lagi.


Zanjiil yang tidak ingin kehilangan Kissky, tak mengizinkan istrinya untuk keluar kamar.

__ADS_1


“Jangan bandel Ky, kalau kau berkeliaran di luar sana, papa bisa membunuh mu, dia mengizinkan mu tetap hidup karena kau bersama ku.” Zanjiil mengatakan situasi yang sebenarnya.


“Hiks... biarkan aku pergi...” Kissky menangis sesungukan.


Lalu Zanjiil pun mengelus puncak kepala istrinya.


“Maaf, karena aku telah egois.” Setelah itu Zanjiil meninggalkan Kissky sendirian di kamar.


🏵️


Lula yang ada di rumah, berbincang dengan Basuki.


“Pa, bukannya membiarkan kak Kissky hidup akan menjadi ancaman untuk kita?” ucap Lula.


“Tidak akan, dia takkan melakukannya.” Basuki Yakin jika Zanjiil akan menjaga istrinya.


Lalu, bagaimana dengan anaknya Liza?” Lula penasaran akan rencana ke depan ayahnya.


“Kita akan mengasuhnya.” Basuki berniat menjadikan anak Liza jadi pewaris baru, tanpa ia ketahui, jika orang tua dan istrinya telah menyiapkan Lula.


“Oh, lalu, kapan papa akan menikahkan bang Zanjiil dan Liza?”


“Besok, hari ini papa akan mendatangi keluarga Liza.” Yudi yang ingin anak Liza, berencana segera menikahkan putranya dengan sahabat menantunya.


“Oh ya, semua biar papa yang atur Lula, kau jangan banyak pikiran, karena kau baru selesai mengoperasi wajah mu,” pinta Basuki.


“Iya pa. Tapi pa, apa Hera tetap kita biarkan disini?” tanya Lula sebab Hera telah berkhianat pada mereka.


“Tidak, biarkan saja, karena dia sangat berguna untuk kita,” ungkap Basuki.


Malam harinya, Basuki, Lula dan Zanjiil datang ke rumah Liza. Sedang Pinkan tak mau ikut campur dengan rencana Basuki.


Lalu Liza yang melihat kehadiran Zanjiil merasa aneh, sebab ia pikir yang datang adalah Gibran.


Liza yang tak mengenal ayah Zanjiil mengira jika itu adalah ayah dari calon suaminya.


“Gibran nya mana om?” tanya Liza.


“Tidak ada Gibran, yang ada hanya Zanjiil,” ucap Basuki.


Kedua orang tua Liza tak mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi.


“Ada apa ini? Kau gimana si Za, kata mu yang akan melamar mu namanya Gibran.” Rio marah pada putrinya, ia berpikir kalau Liza berbohong.


“Memang benar kok pa.” Liza menjadi resah akan tatapan mengintimidasi ayahnya.


“Liza tak berbohong, saya adalah Basuki, ayah kandung Zanjiil dan juga Joe, tujuan kami kemari, untuk melamar Liza,” terang Basuki.


“Oh, jadi kau, orang tua yang telah menodai anak ku?” seketika Rio naik pitam.


“Tak ada yang patut di salahkan, karena anak ku dan anak ku sama-sama mau. Sudah bagus kami mau tanggung jawab.” ucap Basuki dengan lugas.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2