
“Aku akan memegang dapur, kalau kita sudah tinggal di rumah sendiri,” ucap Fi.
“Benarkah?” Zanjiil merasa senang. Sebab Ia tak menyangka, jika istrinya mau hidup terpisah dari orang tua.
Selanjutnya mereka masuk ke dalam villa indah dan elegan milik keluarga Rabbani.
Sesampainya di ruang tamu yang menghadap ke laut lepas. Kissky dan Zanjiil duduk di atas kursi yang sama.
Sora, istri pilot yang membawa mereka melewati udara menuju villa tersebut datang dengan membawa jus semangka segar.
“Selamat pagi tuan muda dan nyonya Kissky.” Sora menundukkan kepalanya untuk memberi hormat.
Lalu Kissky berbisik pada suaminya, “Dia mengenal ku?”
“Tentu saja, poto pernikahan kitakan di pajang disini.” Zanjiil menunjuk ke arah dinding yang berada di dekat pintu menuju kamar tamu.
“Oh...” Kissky mengangguk paham. “Selamat pagi juga bu, eh maksud saya kakak.” Kissky bingung harus memanggil Sora apa. Karena Sora masih terlihat muda.
Melihat istrinya yang jadi kikuk, Zanjiil malah menertawainya. “Hahaha!!” Zanjiil juga memegang kepala istrinya yang lucu.
“Zanjiil, kau kenapa sih?!” Kissky tak suka cara Zanjiil yang memperlakukannya seperti anak kecil.
“Maaf-maaf.” Zanjiil melepas tangannya dari istrinya.
Sora ikut bahagia, melihat majikannya ceria, “Tuan dan nyonya mau makan apa? Saya akan siapkan,” ucap Sora.
“Kalau di pantai makanan yang paling cocok adalah Mie goreng!” ucap Kissky dengan antusias.
Sontak Zanjiil mengernyitkan dahinya, “Di kota kau bisa mendapatkannya dimana pun, apa tak ada yang ingin kau makan selain itu?” Zanjiil tak suka istrinya memakan, makanan yang akan menimbun lemak.
“Aku mau makan mie Zanjiil...” Kissky merengek pada suaminya.
“Enggak bisa, nanti kau jadi gendut dan penuh glembir, makan makanan yang sehat saja!” Zanjiil tetap tak mengabulkan permintaan istrinya.
“Pada hal aku lagi ngidam, tega banget kau!” Kissky memancungkan bibirnya.
“Astaga... begitu saja marah...” Zanjiil mencubit pipi istrinya.
“Katanya kau cinta aku apa adanya, tapi kalau aku gendut kau malah tak terima,” Kissky marah pada suaminya.
“Cinta bukan berarti memenuhi atau setuju dengan apa yang tidak benar, justru karena aku tulus mencintai mu, aku ingin kau sehat sepanjang waktu. Istri ku sayang, saat mie itu masuk ke dalam perut mu, itu proses pencernaannya sampai satu bulan, jadi... apa aku salah jika melarang mu memakan racun?” pernyataan akurat dari Zanjiil pun di benarkan oleh Sora.
“Betul apa yang di katakan tuan muda nyonya, sebaiknya nyonya mengonsumsi, makanan sehat dan kaya akan multivitamin,” ucap Sora.
__ADS_1
Karena dua orang telah menasehati dirinya, akhirnya Kissky mengurungkan niatnya untuk memakan mie.
“Baiklah kalau begitu, aku makan apa yang kau makan saja.” Kissky mempercayakan menu pengobat perutnya yang lapar pada Zanjiil.
“Baiklah, tolong ajari Kissky memasak Hash browns dan juga daging balok yang sering ku makan,” terang Zanjiil.
“Kita baru sampai loh, kau mau menyuruh ku untuk bekerja?” Kissky merasa malas untuk menyentuh dapur saat itu.
“Sadar diri Huwl, kau itu sudah jadi istri, kata ibu agama, istri harus melayani suami, jadi... memasak makanan untuk suami itu adalah tugas utama mu.” Zanjiil memaksa istrinya untuk pergi ke dapur. Tujuannya yang sebenarnya untuk mengalihkan pikiran istrinya dari masalah getir yang baru saja mereka lewati tadi pagi.
“Baiklah.” Kissky yang malas berdebat panjang. Kali itu mengikuti kemauan suaminya.
Ia pun menuju dapur berbentuk bar bersama Sora.
“Kalau nyonya tak bisa melakukannya, biar saya saja, nyonya silahkan duduk dan lihat cara saya memasak saja.” Sora yang baik hati, enggan untuk membuat majikannya mengerjakan pekerjaannya.
“Tidak apa-apa, aku juga tak ada kegiatan, bahan apa yang di perlukan bu?” tanya Kissky, ia yang ingin belajar, berniat serius kali itu.
“3 butir kentang, 1 butir telur.”
Kissky menganggukkan kepalanya. “Lalu?” tanya Kissky.
“Pertama, kita kupas dulu kulit kentangnya, kemudian kentangnya diparut kasar dan direndam ke dalam air. Dan telur yang tadi di kocok lepas, tambahkan merica bubuk, garam, dan minyak untuk mengoreng.” Sora menjelaskan secara rinci.
“Terus, daging baloknya dimana? Dan mau di apakan?”
“Ada di kulkas nyonya, sebentar saya akan ambil.”
“Biar aku saja bu.” Kissky tak tega bila Sora repot kiri dan kanan.
Ketika Kissky membuka pintu kulkas, matanya mencari dengan cermat, letak daging balok mulai dari frizer sampai ke tempat sayur.
“Bu, apa benar disini? Karena aku tak melihat apapun.” ucap Kissky.
Lalu Sora pun menyusul ke kulkas. “Ini nyonya.” Sora menunjuk ke daging sosis yang ada di frizer tepat di depan mata Kissky.
“Astaga... bukankah ini sama tak sehatnya? Karena sosis makanan cepat saji,” Kissky tertawa getir.
Karena sudah terlanjur, Kissky pun membantu Sora memasak sampai dengan selesai
Setelah itu, Kissky dan Sora membawa makanan favorit suaminya menuju ruang tamu.
Zanjiil yang melihat kedatangan istrinya dan Sora, bangkit dari duduknya.
__ADS_1
“Ayo ke pantai.” Zanjiil melangkah terlebih dahulu tanpa membawa piring berisi makanan yang ada di tangan kiri dan kanan Kissky.
Sedang Sora membawa gelas dan teko di kedua tangannya.
“Enggak ada romantisnya sama sekali.” Kissky mengeluh atas sikap suaminya
Sesampainya di bibir pantai, Zanjiil duduk di atas kursi santai yang berada di antara jejeran pohon kelapa yang tingginya bervariasi.
Kissky dan Sora pun meletakkan makanan yang mereka bawa di atas meja kayu.
Setelah pekerjaannya selesai Sora undur diri
“Saya ke dalam dulu tuan muda, nyonya, kalau ada perlu, telepon saya saja,” ucap Sora.
“Baiklah,” sahut Zanjiil.
“Terimakasih banyak bu.” Kissky tersenyum manis.
“Sama-sama nyonya.” Sora pun meninggalkan kedua majikannya di bawah sinar mentari yang telah menyingsing tinggi.
Lalu Kissky pun duduk di kursi santai yang ada di sebelah Zanjiil.
“Untuk apa kau duduk disitu? Sementara disini kau masih muat?” Zanjiil menepuk-nepuk kursi santainya.
“Ehm.. aku ingin relaks, jadi jangan minta aku untuk menempel di ketiak mu,” ucap Kissky.
“Lebih relaks kalau berdua, coba saja kalau tak percaya,” ujar Zanjiil.
“Baiklah!” Kissky langsung bangkit dari duduknya.
Sontak Zanjiil tertawa, karena istrinya kali itu tak sulit untuk di ajak bermesraan.
Kissky yang kini duduk di atas kursi yang sama dengan Zanjiil merebahkan tubuhnya di sebelah Zanjiil.
“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa inisiatif istri ku, tak perlu ada drama malu-malu kucing lagi.” Zanjiil meledek istrinya yang sok jual mahal selama ini.
“Aku mau nabung pahala, menurut pada suami termasuk ibadahkan?” Kissky tersenyum manis yang membuat jantung Zanjiil tak stabil.
“Baiklah, untuk menghargai peningkatan mu, aku akan menambah uang bulanan mu!” ucap Zanjiil bersemangat.
“Zanjiil, kau itu anak SMK, mana mungkin mama dan papa memberi mu uang banyak, makan mu saja masih di tanggung, tapi sok-sok mau tambah nafkah lahir ku,” Kissky memancungkan bibirnya.
...Bersambung......
__ADS_1