
Kissky menelan salivanya, sebab ini pertama kalinya ia mendapat pernyataan cinta dari lawan jenisnya.
Meski ia cantik, tak ada satu orang pun yang berani mengajaknya kencan, karena tutur bicaranya yang pedas dan ketus.
“Bagaimana? Apa kau mau jadi pacar ku?” Zanjiil menggenggam kedua tangannya.
“Apa kita harus pacaran?” ucap Kissky.
“Ya, meski pun kita sudah menikah, tapi kita belum melewati sesi pacaran, iya kan?” Zanjiil terus membujuk Kissky agar mau menjadi kekasihnya.
“Sungguh, apa kau mencintai ku?” tanya Kissky memastikan.
“Ya, walau pun enggak sepenuhnya, tapi aku
ingin mencoba jadi pacar mu.” pernyataan Zanjiil membuat Kissky kesal.
“Dasar bodoh!” ia pun berniat untuk turun dari ayunan. namun Zanjiil yang gesit menahannya dengan memegang kedua pinggangnya.
“Hei! Mau kemana?”
“Mau tidur! Huuh!” Kissky memutar mata malas pada Zanjiil.
“Ya Tuhan, aku cuma bercanda soal yang tadi, aku mencintai mu sepenuh hati ku!” Zanjiil menarik tubuh Kissky untuk duduk di pangkuannya.
“Zanjiil, kalau ada yang lihat bagaimana?” Kissky yang takut jadi bahan tontonan orang lain merasa takut dengan kemesraan yang ia lakukan dengan Zanjiil.
“Kita turunkan saja gordennya.” ucap Zanjiil sebagai solusi keresahan istrinya.
“A-apa...” belum selesai Kissky bicara, Zanjiil Rabbani menarik gorden yang di kaitkan pada tiang yang ada di belakangnya.
“Tunggu sebentar.” Zanjiil menurunkan tubuh Kissky dari pangkuannya.
Treeett...
Zanjiil menarik gorden abu rokok yang menjadi penutup saat siapapun beristirahat disana.
Kissky menelan salivanya, karena suasana itu sangat membuatnya canggung.
“Jiil, jangan tutup, panas tahu!” Kissky jadi grogi, karena ia merasa seperti akan menjalankan ritual malam pertama.
“Kau demam ya? Cuaca sedingin ini kau bilang panas? Ck!” Zanjiil pun duduk tepat di sebelah Kissky.
“Memang panaskan?” netra Kissky tak dapat melihat wajah Zanjiil karena malu.
“Buka saja baju mu kalau panas.” ucap Zanjiil sebagai usul.
“Ih! Gila kau!” pekik Kissky.
“Kalau begitu aku matikan lampu ya!”
Tek!
“Akh! Jangan!!”
__ADS_1
Tek!
Kissky kembali menyalakan lampu.
“Kau kenapa Ky? Kenapa mendadak aneh?” Zanjiil yang santai pun memeluk tubuh Kissky yang ada di sebelahnya.
“Zanjiil, jangan banyak bergerak, nanti ayunannya goyang...” Kissky sangat takut, jika orang lain mengira mereka berdua berbuat mesum di atas ayunan ranjang tersebut.
“Apa salahnya? Namanya juga ayunan!” Zanjiil yang naik birahi karena dekat dengan Kissky memberi satu kecupan di pipi istrinya.
cup!
“Akh! Zanjiil!”
“Kenapa kau jadi serba teriak sih? Biasa saja, lagi pula kita ini suami istri. Tapi lagak mu sudah mirip orang yang mau di perkosa! Dengar ya! Perbuatan genit apapun yang di lakukan pasangan suami istri, itu akan jadi pahala, jadi biarkan aku menabung pahala ku, biar kelak aku masuk surga.” Zanjiil kembali mencium wajah istrinya dengan cara tak beraturan.
Zanjiil mencium pekat wajah Kissky di setiap incinya, hingga Kissky yang deg degan akut menutup mata dan menahan napasnya.
“Kissky! Kau mau mati ya?! Bernapas saja dengan normal.” ucap Zanjiil, namun Kissky menggelengkan kepalanya.
“Ya sudah, tahan saja semampu mu, karena aku akan melakukan lebih, sudah lama kita menikah, tapi aku belum memberikan hak mu sebagai istri.
Deg deg!
“Jangan sekarang!” ucap Kissky seraya menahan tubuh Zanjiil. Ia pun membuka matanya.
“Kenapa? Apa sebenarnya kau sudah tak perawan sebenarnya? Makanya kau menolak ku?” Zanjiil semakin penasaran untuk mengukur terowongan milik Kissky.
“Setan! Aku masih suci tahu!” pekik Kissky.
“Enggak mau! Dasar mesum!” Kissky mendorong tubuh Zanjiil yang sedang memeluknya.
“Ayolah...” Zanjiil semakin ketagihan menggoda Kissky yang wajahnya merah padam.
Rasanya seperti orang normal, saat aku dan kau bisa bercanda! Memang seharusnya inilah yang ku lakukan di usia ku yang sekarang, batin Zanjiil.
“Zanjiil lepas! Aku belum mau hamil tahu! Aku masih mau sekolah.” ucap Kissky.
“Kita keluarkan di luar, itu takkan membuat mu hamil,” ujar Zanjiil.
Kissky yang tak mengerti ilmu suami istri mengernyitkan dahinya.
“Itu, maksudnya bagaimana?” tanya Kissky penasaran.
“Susah menjelaskannya, maka dari itu, praktik adalah solusinya, bukankah di sekolah kita kebanyakan praktik dari pada teori?”
“Itu sih mau mu!”
Plak! Kissky menampar wajah Zanjiil.
“Bisa enggak, kau jangan ringan tangan? Sudah berapa kali kau memukul ku?!” pekik Zanjiil.
“Habis kau membuat ku takut!” Kissky meninggikan suaranya pada Zanjiil.
__ADS_1
“Kau benar-benar sesuatu ya! Rasakan ini!” Zanjiil pun memberi pelajaran pada istrinya, dengan mencium seluruh wajah Kissky kembali.
“Zanjiil! Jangan... ayunannya goyang banget...” bisik Kissky.
“Bacot!” Zanjiil yang ingin berbagi bakat pada Kissky, tanpa menunggu lama mempagut bibir merona istrinya.
Kissky tersentak, karena ini kedua kalinya Zanjiil mencium bibirnya.
Ya Tuhan, kenapa dia memeluk ku semakin erat? batin Kissky.
Kissky yang tak bisa menggerakkan tubuhnya, hanya pasrah menerima serangan cinta yang di beri oleh Zanjiil padanya.
Zanjiil yang ada dalam zona nyaman, berulang kali menyesap dan menggigit kecil lidah merah muda istrinya. Hingga tak sengaja Kissky mengeluarkan suara erangann.
“U-umm.. a-ah!” Zanjiil menghentikan sejenak aktivitas yang ia lakukan tanpa melepas bibirnya yang masih menempel di bibir Kissky.
Kau menikmatinya? batin Zanjiil.
Kemudian ia pun kembali melanjutkan hasratnya yang belum tuntas.
Zanjiil yang lihai, mempermainkan pengecap istrinya, perlahan namun pasti, ia mulai mengarahkan tubuh mereka berdua untuk rebahan di ranjang.
Jangan! Aku masih gadis!! Aku belum mau mengurus anak, hiks! batin Kissky.
Tek! tangan jenjang Zanjiil dengan mudah menekan stop kontak lampu yang menjadi penerang dalam ayunan tersebut.
Zanjiil yang telah puas bermain di bagian bibir beralih ke leher mulus istrinya.
Ia pun menghirup sejenak bau tubuh istrinya yang di balur handbody.
“Wangi...” ucapnya.
Kissky pun dapat merasakan hembusan napas Zanjiil yang sedang bermain di lehernya.
Kecupan demi kecupan di berikan oleh Zanjiil. Kissky yang merasa geli, tak hentinya menaikkan lehernya, ia pun berusaha tawa yang sedari ia tahan
“Xixi xixi!” Akibat tawa lepas Kissky, Zanjiil jadi tak fokus.
“Ck!” ia yang telah gagal konsentrasi mengehentikan ciumannya.
Zanjiil pun melepas pelukannya dari Kissky, kemudian ia merebahkan tubuhnya, dengan mata menatap ke langit biru.
“Ky...”
“Hum?”
“Kalau aku enggak punya apa-apa, kau masih mau bersama ku?” Zanjiil yang takut jika dirinya tiba-tiba di buang oleh ayahnya, Kissky juga akan meninggalkannya.
“Tergantung.” jawab Kissky.
“Tergantung apanya?” tanya Zanjiil kembali.
“Tergantung sikap mu, judi dan minuman masih ku maafkan, tapi kalau gila wanita, akan langsung ku ce...” Zanjiil membekap mulut Kissky.
__ADS_1
“Jangan ucapkan itu, pantang! Nanti malah bisa kenyataan.” setelah itu Zanjiil melepaskan tangannya dari Kissky.
...Bersambung......